23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Surat Setelah Hari Inagurasi

I Wayan Artika by I Wayan Artika
August 29, 2019
in Esai
Sampah Plastik & Puncak Kesadaran Ekologis

Kepada

Yth. Kawan, Sahabat, Teman

Cerita-cerita haru tentang inagurasi SMA/SMK Negeri Bali Mandara sering saya tahu dari media sosial. Tahun pelajaran 2019/2020 saya hadir dan menulis nama pada no urut 1 daftar hadir undangan VIP. Di antara karangan bunga “Selamat dan Sukses” di depan hall saya disapa oleh Pak Darta, sang “eksekutor”, yang memungkinkan ide Bapak Gubernur Mangku Pastika (kala itu) jadi nyata. Lahan gersang di bebukitan Air Sanih, lontar dan intaran, sahabat kemarau, menjadi saksi. Di lahan inilah keringat dan air mata para guru muda, barisan perintis itu menjadi oase, sejak itu dan hingga hari ini, tempat ratusan siswa miskin yang akan tiba tiap tahun, berjuang bersama meretas kemiskinan pada jalur pendidikan berkualitas tinggi.

Pagi itu (28/8/2019) kursi orang tua siswa yang diinagurasi, baru terisi beberapa. Di belakang saya seorang ibu (janda) dari Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. “Anak Ibu di sini?” Sapa saya. Dia menjawab, “Nggih, Pak”. Kami bercerita tentang pohon lempeni yang ia bawa ke sekolah, yang wajib jadi “oleh-oleh” kepada alam Air Sanih, sahabat anak mereka dalam tiga tahun ke depan.

Saya tidak suka mengikuti upacara. Kali ini saya terhormat “diajak” dalam ikhtiar mulia.

Tiada perlu saya cerita kualitas acara yang menjadi bukti kerja (belajar) siswa dan guru yang dilandasi konsep “Pendidikan Berbasis Kesadaran”, sebagaimana diungkap lagi dengan lebih jelas pada sambutan Pak Darta, senantiasa tutur sapa yang sederhana, mendasar, hakiki, bernas, dan sama sekali amat jauh dari jemawa, yang mungkin boleh dilakukan karena sekolah Bali Mandara menapaki pencapaian-pencapaian internasional.

Di luar upacara inagurasi ini, saya termasuk orang awam yang sangat sering terlibat. Saya mengajari siswa menulis dan membaca buku. Saya pahami, Sekolah Bali Mandara (SMA/SMK) adalah jawaban nyata gugatan Paulo Freire di Brazil. Romo Mangun menyelenggarakan Sekolah Mangunan, Butet Manurung mendirikan Sekola Rimba, dan Bapak Mangku Pastika membangun Sekolah Bali Mandara. Maka yang membedakan di antara ketiganya adalah karena keberpihakan politik.

Ghalibnya orang miskin tersisih, pun dalam pendidikan. Sampai-sampai mereka merasa tidak punya hak untuk sekolah. Konsep “Sekolah Bali Mandara”, sekolah berkualitas super dan holistik untuk masyarakat miskin, sama sekali bukan “edukasi belas kasihan” tetapi disiapkan dengan penghormatan tinggi kepada masyarakat miskin di Bali.

Siapapun tidak sanggup melakukan proses panjang pembangunan SDM yang berasal dari kaum miskin dan marginal, sampai ada hasil nyata, kecuali politisi. Politik adalah kendaraan atau jalan bebas hambatan bagi segala kemuliaan dan kejahatan sosial. Sekolah Bali Mandara sejak dirintis hampir 10 tahun silam dan hingga hari ini, dan selanjutnya, adalah proyek politik yang sangat mulia.

Ketika saya makan bersama Pak Darta di kantin sekolah, beliau mengatakan, kurang lebih, program Sekolah Bali Mandara, sebagai bukti bahwa negara hadir di dalam kehidupan masyarakat miskin. Kehadiran negara yang seperti kata-kata Pak Darta, bagi saya, rakyat tidak bernama, sudah cukup melegakan karena serasa menjadi penebus perasaan bersalah karena segala ketidakberdayaan (saya).

Hadir di antara orang tua miskin yang mungkin menjadi hari pertama kali mereka duduk dalam segala suasana kehormatan, kemuliaan, ketulusan, saya merasakan segala kesahajaan, seperti terlihat pada sandal jepit, pakain, kebaya, dan kehadiran mereka secara umum. Kini mereka menyaksikan uluran tangan negara dengan “mengadopsi” anak-anak masa depan mereka, selama tiga tahun dalam sistem pendidikan dengan tiga pilar “The Caling”. “Foundation”, dan “Kesadaran”.

Saya mengira ungkapan kehidupan dua wakil siswa, hanya akan menjadi klise dan normatif, di atas panggung besar, dengan bidikan ratusan kamera di hadapannya. Ternyata saya salah.

Tidak berlebihan jika saya harus menangis dan hampir semua hadirin, ketika seorang siswi dari Tabanan mengenang masa kecilnya, dengan ASI diganti air gula (jika itu ada) dan diasuh oleh neneknya karena ibundanya entah kemana dan suatu hari harus menyaksikan ayahnya sudah jadi mayat karena gantung diri di gubuknya. Atau cerita keluarga yang disampaikan oleh wakil siswa lainnya, yang sampai saat ini harus menyimpan rasa rindu panjangnya untuk bisa melihat wajah ibunda.

Ketika saya menjadi salah seorang tim wawancara, tahap akhir PPDB tahun pelajaran ini, memang banyak cerita hidup tragis yang dialami calon siswa. Saya menyimpulkan. Mereka memang miskin secara terminologi ekonomi. Mereka juga miskin dan tertindas secara sosiologis, struktural, dan kultural. Mereka menjalani kemiskinan dimensi ganda. Maka untuk membantu mereka bebas maka generasinya tidak boleh lagi miskin dan di sini yang diperlukan adalah pembangunan karakter mereka, yang menempati dimensi rohani dan intelektual.

Maka bagi siswa dan orang tua, demikianlah sikap saya yang dinyatakan dengan tegas dalam surat ini, Hari Inagurasi adalah garis batas antara masa lalu dan masa yang akan bergerak ke depan. Maka sejatinya seluruh tangis kesedihan sudah habis di Hari Inagurasi. Tidak ada lagi air mata ketika kendaraan-kendaraan murahan dan sepeda motor tua yang dikendarai oleh orang tua bergerak meninggalkan lapangan parkir sekolah.

Lupakan kemiskinan itu, sayang.

Mari kita tanam pohon lempeni yang dibawa oleh ibu seorang janda dari Desa Pujungan, bersama ratusan pohon lain, yang akan menaungi Bukit Air Sanih. [T]

Ruang Jurusan Bahasa, Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha

29 Agustus 2019

Tags: kemiskinanPendidikanSMAN Bali Mandara
Share315TweetSendShareSend
Previous Post

Nasehat Seorang Kutu Buku Kepada Anak Lelakinya (Yang juga Mencintai Buku)

Next Post

Mahasiswa, Agen Perubahan dan Pemimpin Masa Depan

I Wayan Artika

I Wayan Artika

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. | Doktor pengajar di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha Singaraja. Penulis novel, cerpen dan esai. Tulisannya dimuat di berbagai media dan jurnal

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Mahasiswa, Agen Perubahan dan Pemimpin Masa Depan

Mahasiswa, Agen Perubahan dan Pemimpin Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co