4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mahima, Apakah Sudah Sampai? —Pidato Kebudayaan Mahima March March March 2026

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
March 25, 2026
in Esai
Mahima, Apakah Sudah Sampai? —Pidato Kebudayaan Mahima March March March 2026

Kadek Sonia Piscayanti

apakah kita sudah sampai/belum/perjalanan masih akan lama sekali/apakah kita sudah sampai/usahakanlah/aku tahu kita belum sampai/kita tak pernah sampai/tak akan pernah sampai/aku tak ingin sampai// –Kita tak Pernah Sampai/Kadek Sonia Piscayanti

Tahun ini 2026 Mahima sudah berusia 18 tahun. Kiranya apa yang sudah dan pernah lahir di Mahima, masih akan terus terjaga di kenangan siapapun yang pernah ada di dalamnya. Mahima adalah sebuah gagasan tentang dunia yang kerap sunyi, yang digemakan melalui berbagai percakapan dan wacana setelahnya.

Sebagai sebuah bagian dari kota, Mahima tak hanya menjadi sebuah kata namun perjalanan bagi beberapa ratus manusia, dan bahkan ribuan, yang di dalamnya ada cerita tiada habisnya soal bagaimana sebuah perjuangan ditegakkan, dijalankan, ditiupkan nyalanya.

Didirikan dalam konteks sunyinya kota Singaraja dibandingkan kota literasi lainnya di Indonesia, Mahima berawal di tahun 2008 dari beberapa mahasiswa yang ingin belajar menulis, baik puisi, cerpen, esai, dan apapun. Dengan keterbatasan saya dan suami yang kami berdua baru menikah di tahun 2007, kami mendirikan Mahima dengan sederhana.

Sebagai rumah jiwa kami, Mahima bertumbuh dengan segala pasang surutnya. Berbagai isu kami hadapi, dari isu finansial hingga isu regenerasi, kami hadapi dan lalui. Semua isu membuat kami sadar bahwa memelihara manusia adalah memelihara kerentanan abadi. Manusia itu rapuh, manusia itu fana, manusia itu luar biasa. Mahima menjadi pemelihara dan perantara di antara semua kerentanan itu. Mahima juga adalah lembaga yang terus belajar dari semua kesementaraan dan kerapuhan manusia. Sekaligus menjadi penjaga yang tabah bagi siapapun yang pulang dan pergi dan kembali.

Namun apa yang dimiliki Mahima saat ini selain kenangan-kenangan personal setiap manusia yang hadir, adalah produk-produk kebudayaan yang makin kompleks dan beragam.

Periode Mahima bisa dibagi dalam 4 periode. Periode pertama, tahun 2008-2010 adalah periode persemaian benih Mahima yaitu Mahima memperkenalkan sastra sebagai sebuah alternatif komunitas di Singaraja. Periode ini kami banyak merangkul pelajar dan mahasiswa sebagai anggota Mahima.

Periode kedua, 2011-2017, kami melahirkan banyak sekali karya pertunjukan, album musikalisasi puisi, dan buku-buku terbitan Mahima. Tahun 2012 penerbitan Mahima lahir. Masa ini adalah masa panen karya Mahima.  Dalam berbagai konteks; teater, musik, buku, film pendek. Kami menghasilkan buku puisi, cerpen, novel, esai, drama, buku ajar, hasil penelitian, dongeng, sejarah, musik, hingga rupa. Seluruhnya masih bisa diakses hingga saat ini. Kami juga mulai mengembangkan jurnalisme digital Tatkala.co yang turut menjaga dan memelihara kreativitas Mahima menembus ruang dan waktu. Dalam waktu singkat pula Tatkala meraih banyak penulis senior maupun pemula yang turut membangun Mahima.

Periode ketiga, 2018-2022, ini masa dewasa Mahima. Ada project-project yang lebih eksploratif dan naratif, seperti teater 11 Ibu, 11 Panggung, 11 Kisah yang menjadikan Mahima lebih dikenal sebagai lembaga yang konsisten memelihara narasi manusia dan kerentanannya yang personal. Kami juga berhasil melalui pandemi dengan tetap menyelenggarakan kegiatan daring, menyelenggarakan workshop digital dan mengembangkan kembali seluruh potensi digital seperti podcast dan youtube.

Periode keempat, 2023-2026 adalah fase pengembangan, fase global. Mahima mendirikan Singaraja Literary Festival. Sebuah festival yang menjadikan Mahima dikenal kembali sebagai sumber penciptaan karya sastra alih wahana dari manuskrip lokal.

Platform SLF menjadi sebuah penanda kelahiran kembali kekuatan dasar Singaraja sebagai kota sastra. Dengan potensi SLF yang menyuarakan identitas lokal sebagai dasar pendidikan dan penelitian Bahasa dan Seni, ia masuk sebagai salah satu festival sastra yang diundang sebagai peserta konsorsium festival sastra nasional.

Pertanyaan berikutnya apakah Mahima sudah sampai?

Tahun 2026 ini memang menjadi fase penentu Mahima. Kami mengembangkan toko buku independent, Anima, yang menjadi etalase karya yang kami hasilkan sejak 2008.

Kami juga akan meluncurkan Perpustakaan Mahima, yang telah lama menjadi ruh dalam Mahima. Jika dulu perpustakaan ini hanya dinikmati oleh keluarga Mahima, kini kami buka perpustakaan untuk umum, sebagai pertukaran gagasan bagi yang datang dan ingin belajar.

Apakah Mahima sudah sampai? Rasanya masih belum dan akan terus tercipta tujuan baru. Kami upayakan bersama-sama pendukung setianya, pembacanya, dan penikmatnya, kami tiupkan nafasnya agar panjang usia, senantiasa bergeliat. Bernafas sehidup-hidupnya, sebisa-bisanya.

Dalam semua kerentanan yang luar biasa ini, sastra hadir dalam Mahima, menjaga, memelihara manusia dengan sederhana.

Singaraja, 25 Maret 2026

  • Tulisan ini dibacakan sebagai pidato kebudayaan pada acara Mahima March Match March 2026 sebagai bentuk perayaan 18 tahun Komunitas Mahima
Tags: Kadek Sonia PiscayantiKomunitas Mahima
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Sutjidra: Napak Tilas Ki Barak Panji Sakti,  Sarana Edukasi Sejarah Bagi Generasi Muda

Next Post

BALI MASIH PUNYA ‘GURU WISESA’? [Indonesia Punya ‘Guru Wisesa’?]

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

BALI MASIH PUNYA 'GURU WISESA'? [Indonesia Punya 'Guru Wisesa'?]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co