26 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menatap Modernitas dalam Cermin Kuno:  Relevansi Etis Cerita Tantri Nandakaharaṇa

I Wayan Juliana by I Wayan Juliana
March 23, 2026
in Esai
Menatap Modernitas dalam Cermin Kuno:  Relevansi Etis Cerita Tantri Nandakaharaṇa

Ilustrasi tatkala.co

SASTRA lama sering kali dipandang sebelah mata, dianggap sebagai artefak usang yang sudah ketinggalan zaman (out of fashion). Namun, sebuah pertanyaan kritis muncul: sejauh mana kemampuan kita hari ini dalam memberikan napas dan penafsiran baru atas karya-karya tersebut?

Dalam tradisi Bali, cerita Tantri Nandakaharaṇa bukan sekadar naskah berdebu; ia adalah narasi yang meresap dan menjelma secara mendalam dalam ruang kehidupan masyarakatnya. Jejak Tantri Nandakaharaṇa dapat ditemukan mulai dari pahatan relief di pura hingga dan bidang kesenian lainnya. Di ranah pendidikan, ia hadir sebagai media pembelajaran dan materi lomba masatua anak-anak, sementara di dunia digital, ia ditransformasi menjadi film animasi edukatif. Popularitasnya yang “mendarah daging” di Bali membuatnya lebih dari sekadar teks formal; ia telah menyatu menjadi bagian dari memori kolektif atau cerita rakyat.         

Cerita Tantri Nandakaharaṇa merupakan salah satu dari sekian banyak kumpulan kisah yang populer dan mendarah daging di Bali. Meskipun secara bentuk Tantri Nandakaharaṇa dibangun atas puh kidung namun jika dilihat secara naratif Tantri Nandakaharaṇa kerap diceritakan tanpa melagukannya. Kecenderungan inilah yang menjadikan Tantri Nandakaharaṇa dikenal bahkan mirip sebagai cerita rakyat.

Kisah Tantri Nandakaharaṇa sarat nilai-nilai kehidupan yang universal. Nilai-nilai inilah dapat dijadikan sebagai modal dalam penanaman nilai penddikan karakter. Oleh karena itu, cerita Tantri Nandakaharaṇa bukan hanya sekadar sebagai tradisi pelipur lara, namum mampu menjadi topik pendidikan dan mendidik dalam berbagai situasi, khususnya pendidikan dalam arti nonformal.

Dalam kisah Tantri Nandakaharaṇa sangatlah ditekankan pendidikan moral dalam bertingkah laku. Seperti dalam kisah Empas Padem Sangkaning Gedeg Ring Asu, I Titih Masawitra Sareng I Tuma danKedis Cangak Mati Baan Lobane. Pembaca cerita dijarkan cara bersikap sabar untuk mencapai tujuan yang besar. Dalam cerita Empas Padem Sangkaning Gedeg Ring Asu, memberikan gambaran yang sangat penting untuk dicermati oleh masyarakat bahkan pemimpin itu sendiri.

Sikap ketidak sabaran dari Empas tidaklah dapat ditawarkan kepada siapapun, sebab akibat kemarahannya yang tidak terkontrol atau tidak bersabar menyebabkan dirinya terjatuh sebelum sampai di tujuan. Padahal sebelum melakukan perjalanan, empas sudah diwanti-wanti oleh Angsa agar tidak menjawab apapun perjalanan sebab Empas hanya mengahandalkan gigitannya pada batang kayu yang ujungnya juga digigit oleh sepasang Angsa. Namun dalam perjalanan, peristiwa sepasang angsa menerbangkan sepasang Empas ini dilihat oleh keluarga anjing hutan yang kelaparan. Anjing hutan dengan keras mengatakan bahwa ada sepasang angsa membawa terbang kotoran sapi yang berisi serangga untuk persediaan makanan mereka.

Karena mangkal dikatai kotoran sapi, Empas menjawab untuk menyangkal ucapan si Anjing. Seketika itulah, sepasang empas terjatuh lalu dimakan oleh keluarga Anjing.  Tujuan Empas yang awalnya ingin menikmati telaga yang lebih luas seketika sirna karena tidak dapat menahan amarahnya. Selain itu yang menjadi kelemahan Empas yakni tidak dapat membunuh pendengarannya, sehingga apapun yang didengar langsung ditanggapi sehingga itulah menyebabkan ia terjatuh. Pendidikan etika semacam ini sangat perlu diterapkan dalam melaksanakan kehidupan.

Dari kejadian yang dialami Empas pada cerita Tantri Nandakaharaṇa dapatlah dipetik hikmah yakni, dalam upaya proses mengerjakan sesuatu hendaklah bersabar tidak terburu oleh rasa marah dalam hati. Selain itu, terkadang kita mesti menutup telinga dari ucapan-ucapan seseorang yang bersifat mengganggu, sebab ketika cemooh itu ditanggapi saat itu jugalah kita akan terjatuh seperti Empas. Ada pesan filosofis yang sangat relevan di sini: dalam mencapai tujuan besar, kita harus mampu menutup telinga dari gangguan yang bersifat destruktif. Tanggapan impulsif terhadap cemoohan sering kali justru menjadi penyebab jatuhnya seseorang sebelum sampai di garis

Berbeda lagi dengan cerita I Titih Masawitra Sareng I Tuma, namun masih dalam bingkai siasat bersabar. Dalam episode ini I Titihlah tokoh yang kurang sabar dalam menghadapi tantangan. Kehidupan manusia tidaklah jauh-jauh dari apa yang terdapat dalam cerita Tantri ini, itu sebabnya cerita Tantri bukan sekadar cerita pelipur lara untuk anak-anak, namun juga merupakan cara berpijak dalam memanajemen permasalahan dalam kehidupan. I Tuma dan I Titih merupakan dua kutu yang tinggal di ranjang sang Raja, I Tuma tinggal di tilam sedangkan I Titih tinggal di dinding dipan sang raja.

I Titih amatlah iri dengan kondisi tubuh Tuma yang gemuk. Setelah melewati berbagai pecakapan, I Tuma bersedia mengajak I Titih tinggal bersama di tilam sang raja namun dengan catatan harus sabar menunggu sang raja tidur terlelap dan tidak boleh mengisap darah sang raja terlalu banyak agar tidak kentara. Kesepakatan terjadi anatara Tuma dan Titih.

Ketika sang raja sudah mulai tertidur tanpa sadar karena kurang kesabaran akan nikmatnya menghisap darah sang raja, Titih pun menghisap darah sang raja ketika raja belum benar-benar tertidur. Karena merasa gatal dan sakit, raja pun mencari kutu yang ada pada tilam beliau. Tuma dan Titih pun dibunuh oleh sang raja. Faktor penyebab kematian kedua kutu ini adalah karena kurang hati-hati, kurang mawas dan terlalu tergesa-gesa dalam melaksanakan tugas sehingga bukan hasil yang baik yang didapatkan namun justru sebaliknya. Kesabaran dalam setiap usaha sangatlah diperlukan apalagi dalam melaksanakan suatu tugas.

Tantri Nandakaharaṇa membuktikan bahwa sastra bukan hanya pelipur lara, melainkan cara berpijak untuk mengelola permasalahan hidup. Dua fragmen cerita ini saja sudah cukup untuk memberikan gambaran tentang betapa pentingnya etika dan kesabaran. Jika kita mampu membaca dan meresapi nilai-nilai ini secara tuntas, niscaya kearifan dan kebijaksanaan bukan lagi sekadar angan, melainkan laku hidup yang nyata. [T]

Penulis: I Wayan Juliana
Editor: Adnyana Ole

Tags: cerita rakyatCerita Tantrimodernitastantri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Terpatri di Hari Fitri —Catatan Kecil Usai Lebaran

Next Post

’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

I Wayan Juliana

I Wayan Juliana

Dosen Institut Agama Hindu Mpu Kuturan

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand
Pendidikan

Pengabdian Internasional Undiksha & Ubon Ratchathani University —Perkuat Kesadaran Antarbudaya Bali-Thailand

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha sukses menggelar International Community Service-Based Workshop bertajuk “PROMOTING...

by tatkala
June 25, 2026
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket
Bahasa

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

by I Made Sudiana
June 25, 2026
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
Khas

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal
Panggung

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co