23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manacika dalam Modernitas : Menavigasi Soft Burnout Melalui Lensa Sarasamuscaya

Ida Ayu Made Dwi Antari by Ida Ayu Made Dwi Antari
March 16, 2026
in Esai
Manacika dalam Modernitas : Menavigasi Soft Burnout Melalui Lensa Sarasamuscaya

Ilustrasi tatkala.co | Canva

​Di panggung kehidupan yang menuntut produktivitas tanpa jeda, sering kali kita terjebak dalam sebuah ironi : tubuh yang tetap bergerak, namun jiwa yang perlahan memudar. Orang-orang mengenalnya sebagai Soft Burnout.

Jika burnout konvensional adalah sebuah hantaman keras yang membuat seseorang tersungkur, maka soft burnout adalah sebuah “keheningan yang mematikan”  fase di mana kita berfungsi seperti mesin autopilot, namun kehilangan kemampuan untuk “merasakan”.

Analogi Mesin dan Kekosongan

​Bayangkan sebuah mesin yang lampu-lampunya masih menyala terang, namun tangki bahan bakarnya telah kering kerontang. Kita tetap berangkat ke kampus, tetap menari, tetap melakukan rutinitas seni di bawah terik matahari, bahkan ketika keterbatasan fisik mencoba menghalangi. Dari luar, dunia melihat diri ini sebagai sosok yang produktif dan tangguh.

Namun tanpa sadar kita sedang berteriak dalam kekosongan. Sebuah kondisi di mana eksistensi hanya didorong oleh tuntutan tanggung jawab, bukan lagi oleh api semangat. Inilah The Fade redupnya cahaya batin sebelum ia benar-benar padam. Pikiran adalah sumber dari segala perbuatan. Sarasamuscaya Sloka 79, menekankan pentingnya manusia mengendalikan pikiran yang dimana sebagai kunci utama dari moral dan spiritual.

Jika pikiran dibiarkan kering seperti mesin tanpa bahan bakar seseorang akan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Sarasamuscaya mengingatkan bahwa pikiran yang tidak terkendali akan membawa kekosongan makna, dimana tubuh bergerak akan tetapi esensi kemanusiaannya menghilang begitu saja.

Produktivitas sebagai Pelarian

​Ada sebuah rahasia yang jarang diungkap : terkadang produktivitas yang berlebihan adalah mekanisme pelarian dari luka lama. Sekujur tubuh kian berlari menuju kesibukan agar tidak punya waktu untuk menoleh pada trauma, penolakan, atau rasa sakit yang belum tuntas di masa lalu.

Kita menumpuk pencapaian seperti karya-karya literasi untuk membuktikan bahwa diri sendiri “berharga” di hadapan mereka yang pernah meremehkan. Namun, mengabaikan luka sambil terus memacu  mesin batin adalah resep menuju kehancuran yang sunyi. Menjadi manusia yang “dingin”. Sikap tenang dan tanpa emosi yang ditunjukkan sebenarnya adalah tembok pertahanan (emotional numbing) agar tidak ada lagi rasa sakit yang bisa masuk.

Di dalam Sarasamuscaya,  kebahagiaan sejati hanya bisa digapai melalui konsep Citta Suddhi dalam Sarasamuscaya merupakan etika tertinggi dimana penting bagi seseorang menekankan penyucian pikiran sebagai fondasi utama dalam melaksanakan kebenaran. Ketika seseorang menumpuk pencapaian hanya untuk membuktikan harga dirinya sendiri. Tanpa sadar sebenarnya sedang mengabaikan noda di dalam batin. Pelarian melalui kesibukan hanyalah ‘tembok pertahanan’ yang justru menjauhkan dirinya dari hakikat kedamaian yang diajarkan para leluhur.

Mengurai Benang Kusut Pikiran

​Overthinking sering kali menjadi beban tambahan yang mempercepat proses redupnya cahaya ini. Ia seperti benang kusut yang terus ada di kepala yang semakin ditarik menimbulkan kehilangan jiwa. Maka saya sebagai Narasumber Kesehatan mental, memilih mengurainya untuk dijadikan sebuah karya seni. Kelelahan mental ini merampas kemanusiaan  dan mengubah insan menjadi robot yang hanya tahu cara bekerja, namun lupa cara merasa.

Maka, saya menemukan bahwa katarsis paling jujur adalah melalui Sastra. Menulis puisi bukan sekadar merangkai kata, melainkan upaya untuk memindahkan beban di kepala ke atas kertas. Sastra menjadi tabung oksigen ketika realita terasa menyesakkan.

Menulis puisi bukan sekadar memindahkan beban di kepala ke atas kertas. Ini adalah laku Dharma untuk menata Manacika. Dengan mengurai benang kusut pikiran menjadi karya , seorang insan sedang berusaha memenuhi kodratnya sebagai makhluk yang berakal, mengembalikan cahaya batin agar tidak benar-benar padam.

Kedaulatan Diri dan Pemulihan

​Pulih dari Soft Burnout dimulai dari sebuah keberanian : mengakui keterbatasan. Keberanian mengatakan pada diri sendiri bahwa tidak apa-apa untuk beristirahat sebentar. Self-compassion bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kedaulatan diri. Dengan memberikan izin bagi diri sendiri untuk merasa sedih atau lelah tanpa perlu menghakimi. Sarasamuscaya Sloka 2,  diantara segala mahluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah, yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk; leburlah ke dalam perbuatan baik; segala perbuatan yang buruk itu; demikianlah guna (pahalanya) menjadi manusia.

​Pola pikir bertumbuh (Growth Mindset) adalah kunci. Tantangan dan rasa sakit tidak seharusnya menghentikan insan, melainkan menjadi guru yang mendewasakan. Hidup memang harus ada tantangan, karena sebagaimana disebutkan dalam Sarasamuscaya Sloka 2, menjadi manusia adalah kesempatan yang sulit didapat (Manusyah sarvabhutesu) dan hanya manusia yang bisa memperbaiki nasibnya melalui perbuatan baik.

Maka, bertahan dalam proses yang berat dengan mental yang kokoh  adalah cara seseorang menghargai anugerah kelahiran ini. Kepada kawan-kawan yang sedang merasakan lampunya mulai meredup, ketahuilah bahwa kehebatan seseorang tidak diukur dari seberapa cepat ia berlari, melainkan seberapa tangguh ia bertahan dalam proses yang berat.

Meskipun fisik terbatas, selama mental tetap kokoh, insan akan selalu menemukan jalan untuk maju. Biarlah mesin kian tetap menyala, namun jangan biarkan ia kehilangan jiwanya. Karena pada akhirnya, karya yang paling bernyawa adalah karya yang lahir dari kejujuran seorang manusia, bukan dari ketangguhan sebuah mesin. [T]

Tags: burnoutmodernitassarasamuscaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Efek Monyet Keseratus dan Kesadaran Kolektif

Next Post

Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?

Ida Ayu Made Dwi Antari

Ida Ayu Made Dwi Antari

Lahir dan menetap di Bali. Seorang penyuka musik dan sastra. Mengawali jejak kepenyairannya lewat Antologi Puisi pada 2021, ia juga pernah menjadi Narasumber Kesehatan Mental. Baginya, kata adalah nada yang tak bersuara. Sapa ia di Instagram @i.a_ant.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?

Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co