12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manacika dalam Modernitas : Menavigasi Soft Burnout Melalui Lensa Sarasamuscaya

Ida Ayu Made Dwi Antari by Ida Ayu Made Dwi Antari
March 16, 2026
in Esai
Manacika dalam Modernitas : Menavigasi Soft Burnout Melalui Lensa Sarasamuscaya

Ilustrasi tatkala.co | Canva

​Di panggung kehidupan yang menuntut produktivitas tanpa jeda, sering kali kita terjebak dalam sebuah ironi : tubuh yang tetap bergerak, namun jiwa yang perlahan memudar. Orang-orang mengenalnya sebagai Soft Burnout.

Jika burnout konvensional adalah sebuah hantaman keras yang membuat seseorang tersungkur, maka soft burnout adalah sebuah “keheningan yang mematikan”  fase di mana kita berfungsi seperti mesin autopilot, namun kehilangan kemampuan untuk “merasakan”.

Analogi Mesin dan Kekosongan

​Bayangkan sebuah mesin yang lampu-lampunya masih menyala terang, namun tangki bahan bakarnya telah kering kerontang. Kita tetap berangkat ke kampus, tetap menari, tetap melakukan rutinitas seni di bawah terik matahari, bahkan ketika keterbatasan fisik mencoba menghalangi. Dari luar, dunia melihat diri ini sebagai sosok yang produktif dan tangguh.

Namun tanpa sadar kita sedang berteriak dalam kekosongan. Sebuah kondisi di mana eksistensi hanya didorong oleh tuntutan tanggung jawab, bukan lagi oleh api semangat. Inilah The Fade redupnya cahaya batin sebelum ia benar-benar padam. Pikiran adalah sumber dari segala perbuatan. Sarasamuscaya Sloka 79, menekankan pentingnya manusia mengendalikan pikiran yang dimana sebagai kunci utama dari moral dan spiritual.

Jika pikiran dibiarkan kering seperti mesin tanpa bahan bakar seseorang akan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Sarasamuscaya mengingatkan bahwa pikiran yang tidak terkendali akan membawa kekosongan makna, dimana tubuh bergerak akan tetapi esensi kemanusiaannya menghilang begitu saja.

Produktivitas sebagai Pelarian

​Ada sebuah rahasia yang jarang diungkap : terkadang produktivitas yang berlebihan adalah mekanisme pelarian dari luka lama. Sekujur tubuh kian berlari menuju kesibukan agar tidak punya waktu untuk menoleh pada trauma, penolakan, atau rasa sakit yang belum tuntas di masa lalu.

Kita menumpuk pencapaian seperti karya-karya literasi untuk membuktikan bahwa diri sendiri “berharga” di hadapan mereka yang pernah meremehkan. Namun, mengabaikan luka sambil terus memacu  mesin batin adalah resep menuju kehancuran yang sunyi. Menjadi manusia yang “dingin”. Sikap tenang dan tanpa emosi yang ditunjukkan sebenarnya adalah tembok pertahanan (emotional numbing) agar tidak ada lagi rasa sakit yang bisa masuk.

Di dalam Sarasamuscaya,  kebahagiaan sejati hanya bisa digapai melalui konsep Citta Suddhi dalam Sarasamuscaya merupakan etika tertinggi dimana penting bagi seseorang menekankan penyucian pikiran sebagai fondasi utama dalam melaksanakan kebenaran. Ketika seseorang menumpuk pencapaian hanya untuk membuktikan harga dirinya sendiri. Tanpa sadar sebenarnya sedang mengabaikan noda di dalam batin. Pelarian melalui kesibukan hanyalah ‘tembok pertahanan’ yang justru menjauhkan dirinya dari hakikat kedamaian yang diajarkan para leluhur.

Mengurai Benang Kusut Pikiran

​Overthinking sering kali menjadi beban tambahan yang mempercepat proses redupnya cahaya ini. Ia seperti benang kusut yang terus ada di kepala yang semakin ditarik menimbulkan kehilangan jiwa. Maka saya sebagai Narasumber Kesehatan mental, memilih mengurainya untuk dijadikan sebuah karya seni. Kelelahan mental ini merampas kemanusiaan  dan mengubah insan menjadi robot yang hanya tahu cara bekerja, namun lupa cara merasa.

Maka, saya menemukan bahwa katarsis paling jujur adalah melalui Sastra. Menulis puisi bukan sekadar merangkai kata, melainkan upaya untuk memindahkan beban di kepala ke atas kertas. Sastra menjadi tabung oksigen ketika realita terasa menyesakkan.

Menulis puisi bukan sekadar memindahkan beban di kepala ke atas kertas. Ini adalah laku Dharma untuk menata Manacika. Dengan mengurai benang kusut pikiran menjadi karya , seorang insan sedang berusaha memenuhi kodratnya sebagai makhluk yang berakal, mengembalikan cahaya batin agar tidak benar-benar padam.

Kedaulatan Diri dan Pemulihan

​Pulih dari Soft Burnout dimulai dari sebuah keberanian : mengakui keterbatasan. Keberanian mengatakan pada diri sendiri bahwa tidak apa-apa untuk beristirahat sebentar. Self-compassion bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kedaulatan diri. Dengan memberikan izin bagi diri sendiri untuk merasa sedih atau lelah tanpa perlu menghakimi. Sarasamuscaya Sloka 2,  diantara segala mahluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah, yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk; leburlah ke dalam perbuatan baik; segala perbuatan yang buruk itu; demikianlah guna (pahalanya) menjadi manusia.

​Pola pikir bertumbuh (Growth Mindset) adalah kunci. Tantangan dan rasa sakit tidak seharusnya menghentikan insan, melainkan menjadi guru yang mendewasakan. Hidup memang harus ada tantangan, karena sebagaimana disebutkan dalam Sarasamuscaya Sloka 2, menjadi manusia adalah kesempatan yang sulit didapat (Manusyah sarvabhutesu) dan hanya manusia yang bisa memperbaiki nasibnya melalui perbuatan baik.

Maka, bertahan dalam proses yang berat dengan mental yang kokoh  adalah cara seseorang menghargai anugerah kelahiran ini. Kepada kawan-kawan yang sedang merasakan lampunya mulai meredup, ketahuilah bahwa kehebatan seseorang tidak diukur dari seberapa cepat ia berlari, melainkan seberapa tangguh ia bertahan dalam proses yang berat.

Meskipun fisik terbatas, selama mental tetap kokoh, insan akan selalu menemukan jalan untuk maju. Biarlah mesin kian tetap menyala, namun jangan biarkan ia kehilangan jiwanya. Karena pada akhirnya, karya yang paling bernyawa adalah karya yang lahir dari kejujuran seorang manusia, bukan dari ketangguhan sebuah mesin. [T]

Tags: burnoutmodernitassarasamuscaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Efek Monyet Keseratus dan Kesadaran Kolektif

Next Post

Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?

Ida Ayu Made Dwi Antari

Ida Ayu Made Dwi Antari

Lahir dan menetap di Bali. Seorang penyuka musik dan sastra. Mengawali jejak kepenyairannya lewat Antologi Puisi pada 2021, ia juga pernah menjadi Narasumber Kesehatan Mental. Baginya, kata adalah nada yang tak bersuara. Sapa ia di Instagram @i.a_ant.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?

Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co