27 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manacika dalam Modernitas : Menavigasi Soft Burnout Melalui Lensa Sarasamuscaya

Ida Ayu Made Dwi Antari by Ida Ayu Made Dwi Antari
March 16, 2026
in Esai
Manacika dalam Modernitas : Menavigasi Soft Burnout Melalui Lensa Sarasamuscaya

Ilustrasi tatkala.co | Canva

​Di panggung kehidupan yang menuntut produktivitas tanpa jeda, sering kali kita terjebak dalam sebuah ironi : tubuh yang tetap bergerak, namun jiwa yang perlahan memudar. Orang-orang mengenalnya sebagai Soft Burnout.

Jika burnout konvensional adalah sebuah hantaman keras yang membuat seseorang tersungkur, maka soft burnout adalah sebuah “keheningan yang mematikan”  fase di mana kita berfungsi seperti mesin autopilot, namun kehilangan kemampuan untuk “merasakan”.

Analogi Mesin dan Kekosongan

​Bayangkan sebuah mesin yang lampu-lampunya masih menyala terang, namun tangki bahan bakarnya telah kering kerontang. Kita tetap berangkat ke kampus, tetap menari, tetap melakukan rutinitas seni di bawah terik matahari, bahkan ketika keterbatasan fisik mencoba menghalangi. Dari luar, dunia melihat diri ini sebagai sosok yang produktif dan tangguh.

Namun tanpa sadar kita sedang berteriak dalam kekosongan. Sebuah kondisi di mana eksistensi hanya didorong oleh tuntutan tanggung jawab, bukan lagi oleh api semangat. Inilah The Fade redupnya cahaya batin sebelum ia benar-benar padam. Pikiran adalah sumber dari segala perbuatan. Sarasamuscaya Sloka 79, menekankan pentingnya manusia mengendalikan pikiran yang dimana sebagai kunci utama dari moral dan spiritual.

Jika pikiran dibiarkan kering seperti mesin tanpa bahan bakar seseorang akan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Sarasamuscaya mengingatkan bahwa pikiran yang tidak terkendali akan membawa kekosongan makna, dimana tubuh bergerak akan tetapi esensi kemanusiaannya menghilang begitu saja.

Produktivitas sebagai Pelarian

​Ada sebuah rahasia yang jarang diungkap : terkadang produktivitas yang berlebihan adalah mekanisme pelarian dari luka lama. Sekujur tubuh kian berlari menuju kesibukan agar tidak punya waktu untuk menoleh pada trauma, penolakan, atau rasa sakit yang belum tuntas di masa lalu.

Kita menumpuk pencapaian seperti karya-karya literasi untuk membuktikan bahwa diri sendiri “berharga” di hadapan mereka yang pernah meremehkan. Namun, mengabaikan luka sambil terus memacu  mesin batin adalah resep menuju kehancuran yang sunyi. Menjadi manusia yang “dingin”. Sikap tenang dan tanpa emosi yang ditunjukkan sebenarnya adalah tembok pertahanan (emotional numbing) agar tidak ada lagi rasa sakit yang bisa masuk.

Di dalam Sarasamuscaya,  kebahagiaan sejati hanya bisa digapai melalui konsep Citta Suddhi dalam Sarasamuscaya merupakan etika tertinggi dimana penting bagi seseorang menekankan penyucian pikiran sebagai fondasi utama dalam melaksanakan kebenaran. Ketika seseorang menumpuk pencapaian hanya untuk membuktikan harga dirinya sendiri. Tanpa sadar sebenarnya sedang mengabaikan noda di dalam batin. Pelarian melalui kesibukan hanyalah ‘tembok pertahanan’ yang justru menjauhkan dirinya dari hakikat kedamaian yang diajarkan para leluhur.

Mengurai Benang Kusut Pikiran

​Overthinking sering kali menjadi beban tambahan yang mempercepat proses redupnya cahaya ini. Ia seperti benang kusut yang terus ada di kepala yang semakin ditarik menimbulkan kehilangan jiwa. Maka saya sebagai Narasumber Kesehatan mental, memilih mengurainya untuk dijadikan sebuah karya seni. Kelelahan mental ini merampas kemanusiaan  dan mengubah insan menjadi robot yang hanya tahu cara bekerja, namun lupa cara merasa.

Maka, saya menemukan bahwa katarsis paling jujur adalah melalui Sastra. Menulis puisi bukan sekadar merangkai kata, melainkan upaya untuk memindahkan beban di kepala ke atas kertas. Sastra menjadi tabung oksigen ketika realita terasa menyesakkan.

Menulis puisi bukan sekadar memindahkan beban di kepala ke atas kertas. Ini adalah laku Dharma untuk menata Manacika. Dengan mengurai benang kusut pikiran menjadi karya , seorang insan sedang berusaha memenuhi kodratnya sebagai makhluk yang berakal, mengembalikan cahaya batin agar tidak benar-benar padam.

Kedaulatan Diri dan Pemulihan

​Pulih dari Soft Burnout dimulai dari sebuah keberanian : mengakui keterbatasan. Keberanian mengatakan pada diri sendiri bahwa tidak apa-apa untuk beristirahat sebentar. Self-compassion bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kedaulatan diri. Dengan memberikan izin bagi diri sendiri untuk merasa sedih atau lelah tanpa perlu menghakimi. Sarasamuscaya Sloka 2,  diantara segala mahluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah, yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk; leburlah ke dalam perbuatan baik; segala perbuatan yang buruk itu; demikianlah guna (pahalanya) menjadi manusia.

​Pola pikir bertumbuh (Growth Mindset) adalah kunci. Tantangan dan rasa sakit tidak seharusnya menghentikan insan, melainkan menjadi guru yang mendewasakan. Hidup memang harus ada tantangan, karena sebagaimana disebutkan dalam Sarasamuscaya Sloka 2, menjadi manusia adalah kesempatan yang sulit didapat (Manusyah sarvabhutesu) dan hanya manusia yang bisa memperbaiki nasibnya melalui perbuatan baik.

Maka, bertahan dalam proses yang berat dengan mental yang kokoh  adalah cara seseorang menghargai anugerah kelahiran ini. Kepada kawan-kawan yang sedang merasakan lampunya mulai meredup, ketahuilah bahwa kehebatan seseorang tidak diukur dari seberapa cepat ia berlari, melainkan seberapa tangguh ia bertahan dalam proses yang berat.

Meskipun fisik terbatas, selama mental tetap kokoh, insan akan selalu menemukan jalan untuk maju. Biarlah mesin kian tetap menyala, namun jangan biarkan ia kehilangan jiwanya. Karena pada akhirnya, karya yang paling bernyawa adalah karya yang lahir dari kejujuran seorang manusia, bukan dari ketangguhan sebuah mesin. [T]

Tags: burnoutmodernitassarasamuscaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Efek Monyet Keseratus dan Kesadaran Kolektif

Next Post

Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?

Ida Ayu Made Dwi Antari

Ida Ayu Made Dwi Antari

Lahir dan menetap di Bali. Seorang penyuka musik dan sastra. Mengawali jejak kepenyairannya lewat Antologi Puisi pada 2021, ia juga pernah menjadi Narasumber Kesehatan Mental. Baginya, kata adalah nada yang tak bersuara. Sapa ia di Instagram @i.a_ant.

Related Posts

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

by Asep Kurnia
April 27, 2026
0
Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

Read moreDetails

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
0
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

Read moreDetails

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

by Isran Kamal
April 27, 2026
0
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

Read moreDetails

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

by Sugi Lanus
April 27, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

Read moreDetails

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
0
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

Read moreDetails

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
0
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

Read moreDetails

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
0
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

Read moreDetails

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails
Next Post
Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?

Ogoh-Ogoh Bali Mengambil Inspirasi dari Cerita-cerita Tiongkok, Boleh Kan?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya
Esai

Sensasi dan Kejutan Seba Baduy 2026 sebagai Diplomasi Budaya

TAK dapat dipungkiri lagi bahwa Seba Baduy bukan lagi dimaknai hanya sebagai acara ritual sakral semata, tapi sudah melebihi dari...

by Asep Kurnia
April 27, 2026
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali
Persona

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi
Panggung

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan
Esai

Bulan Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan

DUNIA mengakui1 April adalah tanggal olok-olok. Orang boleh berbohong pada 1 April yang disebut dengan April Mop. Tidak demikian dengan...

by I Nyoman Tingkat
April 27, 2026
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram
Esai

Masalahnya Bukan Hanya Anggaran

SETIAP kali angka besar muncul di ruang publik, reaksi yang mengikuti hampir selalu serupa, yakni cepat, emosional, dan penuh kecurigaan....

by Isran Kamal
April 27, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

Ketika Orang Bali Terpapar Jadi Pasukan Payuk Jakan & Cicing Borosan

— Catatan Harian Sugi Lanus, 27 April 2027 Lihatlah berbagai kejadian orang Bali cekcok, adu mulut terbuka, saling berhadapan-hadapan, berkelahi...

by Sugi Lanus
April 27, 2026
Menghitung Kekuatan Politik Giri Prasta
Esai

Teatrikal Politik Lingkungan di Bali

BALI sedang tidak baik-baik saja. Setidaknya pernyataan tersebut valid dalam perspektif lingkungan. Telah menjadi diskursus publik bahwa Bali saat ini...

by Teddy Chrisprimanata Putra
April 26, 2026
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali
Esai

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

KEDATANGAN wisatawan ke Bali pada dasarnya bukan semata-mata karena hotel mewah, pusat hiburan, atau tempat belanja. Mereka datang karena ingin...

by Nyoman Mariyana
April 26, 2026
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?
Esai

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi...

by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co