5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Agama di Ruang Publik: Antara Keyakinan, Prasangka, dan Kekosongan Sains

Khairul A. El Maliky by Khairul A. El Maliky
February 9, 2026
in Esai
Perang Yarmuk: Legitimasi dan Produksi Ingatan

Khairul A. El Maliky

Pendahuluan

Dalam ruang sosial kontemporer—baik di tingkat global maupun dalam konteks Indonesia—agama telah menjelma menjadi salah satu topik yang paling sering diperdebatkan. Percakapan mengenai surga, kitab suci, moralitas, identitas keagamaan, hingga penilaian terhadap agama lain beredar luas di media massa, media sosial, dan diskursus keseharian. Agama tidak lagi semata diposisikan sebagai wilayah spiritual privat, melainkan hadir sebagai wacana publik yang terbuka, cair, dan sering kali kontroversial.

Namun, maraknya perbincangan tentang agama tersebut tidak selalu sejalan dengan kedalaman analisis ilmiah. Diskursus keagamaan kerap dibangun di atas opini personal, prasangka kultural, atau sentimen ideologis, tanpa mempertimbangkan konteks sejarah, metodologi kajian agama, maupun data empiris yang dapat diverifikasi. Akibatnya, narasi-narasi simplistik—seperti pengaitan agama dengan kekerasan, terorisme, radikalisme, atau perusakan kebudayaan—lebih cepat menyebar dibandingkan pemahaman yang berbasis riset akademik.

Tulisan ini berupaya mengkaji fenomena tersebut secara ilmiah dengan pendekatan multidisipliner. Fokus utama bukan pada pembelaan atau penyangkalan terhadap ajaran agama tertentu, melainkan pada cara agama dibicarakan, direpresentasikan, dan dipolitisasi di ruang publik. Analisis diarahkan pada bagaimana prasangka terbentuk, bagaimana ketidaktahuan ilmiah dimanfaatkan sebagai alat provokasi, serta mengapa pendekatan sains dan dialog kritis menjadi kebutuhan mendesak dalam masyarakat plural.

Agama sebagai Fenomena Sosial dan Psikologis

Agama dalam Perspektif Ilmu Sosial

Sejak awal perkembangan ilmu sosial modern, agama telah dipahami sebagai fenomena sosial yang kompleks. Émile Durkheim melihat agama sebagai sistem kepercayaan dan praktik yang berfungsi memperkuat solidaritas sosial. Max Weber memandang agama sebagai kekuatan etis dan rasional yang memengaruhi tindakan sosial dan struktur ekonomi. Sementara itu, Clifford Geertz menempatkan agama sebagai sistem simbol yang memberi makna terhadap realitas dan penderitaan manusia.

Dalam kerangka ini, agama tidak berdiri di ruang hampa. Ia selalu berinteraksi dengan konteks sosial, politik, dan budaya masyarakat tempat agama itu hidup. Oleh karena itu, memahami agama secara ilmiah menuntut pembacaan yang kontekstual, bukan reduksionistik.

Agama dan Dimensi Psikologi Kognitif

Kajian psikologi kognitif menunjukkan bahwa manusia secara inheren memiliki kecenderungan untuk mencari makna, keteraturan, dan tujuan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian hidup dan kematian. Konsep tentang surga, neraka, pahala, dan dosa merupakan bentuk representasi kognitif yang membantu manusia mengelola kecemasan eksistensial.

Dalam konteks ini, agama tidak hanya berfungsi sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga sebagai mekanisme psikologis yang memengaruhi cara manusia berpikir, menilai, dan bertindak. Oleh sebab itu, diskursus agama di ruang publik tidak dapat dilepaskan dari dimensi psikologis manusia yang rentan terhadap simplifikasi dan generalisasi.

Ketidakakuratan dalam Diskursus Publik tentang Agama

Absennya Pendekatan Ilmiah

Salah satu problem utama dalam perbincangan agama di ruang publik adalah ketiadaan landasan ilmiah. Banyak klaim tentang agama disampaikan tanpa rujukan akademik, tanpa metode analisis yang jelas, dan tanpa pembacaan komparatif. Pernyataan yang menyebut suatu agama sebagai “perusak budaya” atau “ancaman sosial” sering kali bersumber dari pengalaman subjektif atau narasi ideologis, bukan dari penelitian antropologis atau sosiologis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebaliknya, kajian antropologi justru menunjukkan bahwa agama kerap beradaptasi dan bernegosiasi dengan budaya lokal. Proses ini melahirkan praktik-praktik keagamaan yang khas dan kontekstual, bukan kehancuran budaya secara total.

Stereotip, Labelisasi, dan Penyederhanaan

Istilah-istilah seperti “mabuk agama” atau “fanatisme buta” sering digunakan untuk melabeli individu atau kelompok tertentu. Secara ilmiah, istilah semacam ini tidak memiliki definisi operasional yang jelas dan lebih bersifat retoris daripada analitis. Labelisasi semacam ini berfungsi sebagai alat delegitimasi, bukan sebagai instrumen pemahaman.

Dalam psikologi sosial, stereotip terbukti menyederhanakan realitas yang kompleks dan memperkuat prasangka antarkelompok. Alih-alih membuka ruang dialog, stereotip justru menutup kemungkinan analisis yang lebih jernih dan berimbang.

Islam dalam Wacana Publik: Antara Studi Akademik dan Prasangka

Islam dalam Kajian Ilmiah

Sebagai agama dengan jumlah penganut terbesar kedua di dunia, Islam telah menjadi objek kajian akademik lintas disiplin. Studi tentang Islam mencakup sejarah peradaban, teologi, hukum, filsafat, serta keragaman praktik keagamaan di berbagai wilayah. Pendekatan ilmiah terhadap Islam selalu menekankan pluralitas interpretasi dan konteks historis.

Dengan demikian, memandang Islam sebagai entitas tunggal yang homogen bertentangan dengan temuan akademik yang menunjukkan keragaman ekspresi Islam di tingkat lokal dan global.

Narasi Negatif dan Generalisasi

Di ruang publik, khususnya media digital, Islam kerap direduksi menjadi simbol kekerasan, terorisme, dan radikalisme. Penelitian ilmiah secara konsisten membedakan antara ajaran agama, praktik keagamaan mayoritas, dan tindakan ekstrem yang dilakukan oleh kelompok kecil dengan agenda politik tertentu.

Generalisasi semacam ini tidak hanya tidak akurat, tetapi juga berpotensi menciptakan ketegangan sosial. Dalam teori konflik sosial, prasangka kolektif sering kali menjadi bahan bakar utama konflik identitas.

Islam dan Kebudayaan Jawa

Dalam konteks kebudayaan Jawa, terdapat pandangan yang menganggap Islam sebagai kekuatan yang menghapus tradisi lokal. Namun, kajian antropologis menunjukkan sebaliknya. Proses Islamisasi di Jawa berlangsung melalui akulturasi dan sinkretisme, melahirkan praktik keagamaan yang memadukan nilai Islam dengan tradisi lokal.

Tradisi seperti slametan, tahlilan, dan berbagai ritual sosial menunjukkan bahwa hubungan antara Islam dan budaya Jawa bersifat dialogis, bukan destruktif.

Ketidaktahuan Ilmiah dan Dampaknya bagi Masyarakat

Media Sosial dan Ekonomi Atensi

Media sosial telah mengubah cara manusia mengonsumsi informasi. Algoritma platform digital cenderung mengutamakan konten yang memicu emosi kuat, seperti kemarahan dan ketakutan. Dalam konteks agama, narasi provokatif lebih mudah viral dibandingkan analisis akademik yang kompleks.

Fenomena ini menciptakan ekosistem informasi yang miskin verifikasi dan kaya sensasi.

Kerentanan Publik terhadap Provokasi

Kelompok masyarakat dengan akses terbatas terhadap pendidikan kritis dan literasi media lebih rentan terhadap narasi provokatif. Heuristik kognitif—jalur berpikir cepat yang minim refleksi—membuat individu mudah menerima klaim tanpa verifikasi.

Dalam kondisi ini, agama sering dijadikan instrumen untuk membangun musuh imajiner dan memperkuat polarisasi sosial.

Polarisasi dan Konflik Identitas

Ketika prasangka dan stereotip terus direproduksi, masyarakat berisiko terjebak dalam polarisasi identitas. Diskursus agama yang seharusnya membuka ruang etika dan kemanusiaan justru berubah menjadi alat fragmentasi sosial.

Pendekatan Ilmiah sebagai Jalan Tengah

Literasi Agama dan Literasi Media

Peningkatan kualitas diskursus agama mensyaratkan penguatan literasi agama dan literasi media. Literasi agama menuntut pemahaman kontekstual terhadap teks, sejarah, dan praktik keagamaan. Sementara literasi media menuntut kemampuan memilah informasi, mengenali bias, dan memverifikasi sumber.

Keduanya merupakan prasyarat penting untuk mencegah manipulasi opini publik.

Metodologi Kajian Agama

Kajian ilmiah tentang agama memanfaatkan berbagai metode, mulai dari analisis sejarah, observasi antropologis, survei sosiologis, hingga eksperimen psikologis. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih komprehensif dan terukur.

Dialog Interdisipliner

Dialog antara akademisi, tokoh agama, dan praktisi media perlu diperkuat agar diskursus agama tidak terjebak dalam ekstremitas opini. Pendekatan interdisipliner membuka ruang sintesis antara iman, rasionalitas, dan kemanusiaan.

Kesimpulan

Maraknya perbincangan tentang agama di ruang publik tidak selalu mencerminkan kedalaman pemahaman. Ketika agama dibahas tanpa sains, tanpa metodologi, dan tanpa etika dialog, ia mudah direduksi menjadi alat provokasi. Fenomena ini bukan sekadar persoalan perbedaan keyakinan, melainkan persoalan krisis literasi dan tanggung jawab intelektual.

Diskursus agama yang sehat hanya dapat tumbuh melalui pendekatan ilmiah, dialog terbuka, dan penghormatan terhadap kompleksitas sosial. Dalam masyarakat majemuk dan digital, upaya ini bukan sekadar pilihan akademik, melainkan kebutuhan kemanusiaan.

Referensi:

  • Allport, G. (1954). The Nature of Prejudice.
  • Berger, J., & Milkman, K. (2012). Social Transmission and Emotion in Viral Content.
  • Boyer, P. (2001). Religion Explained: The Human Instincts That Fashion Gods.
  • Durkheim, É. (1912). The Elementary Forms of Religious Life.
  • Esposito, J. (1999). The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World.
  • Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures.
  • Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow.
  • Nasr, S. H. (2002). The Heart of Islam.
  • Tajfel, H., & Turner, J. (1979). An Integrative Theory of Intergroup Conflict.
Tags: agamaIslamsains
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Prof. Suka Yasa: Kembali Menekuni Sastra Lontar untuk Bangkitkan Taksu Manusia Bali

Next Post

Tanah Terlantar dan Krisis Ekologis: Mencari Arah Kebijakan Pertanahan Berkeadilan dengan Berlakunya PP 48/2025

Khairul A. El Maliky

Khairul A. El Maliky

Pengarang novel yang lahir di Kota Probolinggo. Buku terbarunya yang sudah terbit antara lain, Akad, Pintu Tauhid, Kalam, Kalam Cinta (Penerbit MNC, 2024) dan Pernikahan & Prasangka Cinta (Segera). Di sela-sela mengajar Sastra Indonesia, pengarang juga menulis dan mengirimkan cerpennya ke berbagai media massa.

Related Posts

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

by Sugi Lanus
August 4, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

Read moreDetails

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Tanah Terlantar dan Krisis Ekologis: Mencari Arah Kebijakan Pertanahan Berkeadilan dengan Berlakunya PP 48/2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co