2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

MBG: Antara Harapan dan Realita

Ni Made Ratminingsih by Ni Made Ratminingsih
January 22, 2026
in Esai
Merah Putih: Simbol Identitas dan Realitas

Ni Made Ratminingsih

BERTEPATAN dengan tanggal 25 Januari 2026 merupakan Hari Gizi Nasional. Sebuah momentum penting yang patut digunakan sebagai ajang refleksi kondisi gizi anak-anak Indonesia. Di tengah peringatan ini, wacana Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu menjadi perhatian dan penilaian kita bersama.

 Program ini hadir dengan tujuan utama yaitu memperbaiki status gizi anak, menekan angka stunting, serta meningkatkan konsentrasi dan capaian belajar siswa. Namun, di balik tujuan baik tersebut, muncul pertanyaan mendasar, apakah MBG benar-benar menjawab persoalan gizi secara substansial?

Secara substansi, tidak ada masalah dengan gagasan menyediakan MBG bagi anak-anak sekolah. Program ini bertujuan mulia, sebab asupan gizi yang memadai dapat berkontribusi pada fokus dan kesiapan belajar, kesehatan fisik, dan perkembangan kognitif.  Pun halnya, dalam konteks permasalahan sosial-ekonomi, MBG juga dapat menjadi sebuah alat yang digunakan pemerintah untuk merealisasikan keadilan sosial, yang memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh nutrisi yang layak. Dengan cara demikian, sekolah bukan hanya sebagai pusat belajar, tetapi juga tempat memberikan keadilan bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang maksimal.

Namun, realita sering bertolak belakang dari niat baik tersebut. Permasalahan berupa berbagai kasus keracunan makanan telah mewarnai dalam proses realisasinya. Berbagai pihak, orang tua, guru, dan peserta didik mengalami trauma dan menolak MBG karena kasus-kasus keracunan tersebut. Meski demikian, program tersebut masih tetap dijalankan dengan alasan pemecahan masalah gizi bukan masalah instan namun perlu proses panjang dengan pembenahan dalam penanganan proses produksi dan distribusi.

Persoalan gizi tidak sesederhana menyediakan makanan gratis. Gizi adalah masalah multidimensional yang berkaitan dengan pendidikan keluarga, pola asuh, sanitasi, akses pangan, budaya makan, hingga literasi kesehatan. Masalah gizi tidak bisa disederhanakan menjadi sekadar seporsi makanan di sekolah, sebab sejatinya anak-anak perlu asupan makanan yang lengkap di rumah.  Pendidikan keluarga dan pola asuh membentuk kebiasaan makan sejak dini. Orang tua hendaknya memiliki literasi kesehatan yang memadai untuk menyediakan nutrisi berkualitas bagi anak-anak. Namun, tidak semua orang tua paham tentang hal ini dan mampu menyediakannya (faktor ekonomi), sehingga program MBG di sekolah dapat berbenturan dengan pola dan budaya makan di rumah. Tanpa pendidikan keluarga yang memadai, Upaya perbaikan gizi bersifat parsial dan kurang optimal. Oleh karena itu, pendidikan keluarga menjadi lebih penting untuk keberlangsungan program.

Selain itu, sanitasi dan akses pangan menentukan efektivitas program gizi anak.  Faktor kebersihan dan akses pangan di beberapa wilayah dapat menjadi tantangan. Anak-anak yang tinggal di wilayah terpencil dengam lingkungan yang kurang bersih dan susah dijangkau dapat menjadikan program MBG menghadapi tantangan dalam distribusi, sehingga dapat menyebabkan makanan menjadi basi sebelum sampai ke tempat tujuan.  Di lain pihak, budaya makan juga berperan penting. Preferensi keluarga dan anak-anak pada makanan tertentu dapat bertentangan dengan program MBG. Hal ini dapat berpotensi penolakan anak karena makanan yang diberikan tidak sesuai dengan selera mereka.  Akibatnya, tidak sedikit makanan yang terbuang, dikonsumsi setengah hati, atau tidak memberikan manfaat optimal. Gizi sesungguhnya tidak bisa dipaksakan melalui satu resep untuk semua.

Literasi kesehatan menjadi fondasi dari kesuksesan sebuah upaya untuk menyehatkan anak bangsa, Literasi kesehatan bukan sekadar pengetahuan tentang gizi, tetapi juga kemampuan memahami dan menerapkan informasi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa kemampuan pemahaman dan penerapan ini, program MBG tidak akan berjalan optimal, bila tidak dibarengi dengan penanaman pemahaman yang memadai kepada anak-anak dan juga orang tua.  Mereka perlu diberikan penjelasan dan pemahaman tentang apa yang dimakan dan apa manfaatnya, bukan sekadar makan untuk mengenyangkan. Oleh karena itu, MBG berkelanjutan hendaknya lebih menekankan pada pembentukan kesadaran, kebiasaan, dan tanggung jawab antara sekolah dan orang tua dalam membangun pemahaman dan penerapan makanan bergizi untuk tumbuh kembang anak-anak yang menjadi generasi penerus dan SDM Indonesia ke depan.

Peran guru menjadi krusial dalam program MBG. Guru bukan hanya sebagai pembantu mendistribusikan makanan kepada anak-anak di kelas, namun guru perlu dibekali pelatihan untuk mengintegrasikan MBG dalam aktivitas pembelajaran terkait dengan edukasi gizi dalam setiap makanan yang didistribusikan, Dengan demikian, guru dapat memberikan penjelasan dan pemahaman kepada anak-anak tentang asupan gizi pada makanan yang dikonsumsi mereka. Dengan cara edukatif ini, diharapkan akan ada perubahan pola dan perilaku makan pada anak, karena didukung oleh proses pembelajaran tentang literasi kesehatan yang bermakna. Demikian juga pada orang tua, mereka perlu mendapatkan sosialisasi tentang literasi kesehatan yang menunjang keberhasilan program dalam jangka panjang.

Dengan momentum Hari Gizi Nasional, program MBG yang telah berjalan perlu direfleksikan apakah memang masih perlu dilanjutkan atau distop. Ini semua tergantung pada bagaimana impelemntasinya ke depan. Bila hanya masalah bagi-bagi makanan gratis saja, tanpa dibarengi dengan pendidikan literasi kesehatan, mungkin keberhasilannya kurang atau tidak optimal, sehingga program MBG perlu distop, karena kesehatan anak-anak seutuhnya lebih banyak ditentukan dari keluarga di rumah melalui pemahaman dan kesadaran diri untuk hidup sehat. Sebaliknya, MBG bisa dilakukan berkelanjutan bila program diperkuat dan dibarengi dengan edukasi literasi kesehatan. Dalam konteks ini, MBG diintegrasikan dengan pendidikan literasi kesehatan, bukan sebagai sebuah solusi tunggal dari semua masalah kompleks seperti kesiapan dan fokus belajar, perkembangan fisik, dan kognitif siswa,

Integrasi menjadi kata kunci. MBG perlu disinergikan dengan edukasi literasi kesehatan, yang melibatkan bukan hanya anak-anak, para guru, tetapi juga orang tua. Dengan demikian, anak tidak hanya menerima makanan, tetapi juga membangun pengetahuan, sikap, dan kebiasaan hidup sehat. Tanpa itu, MBG hanyalah menjadi kebijakan politis taktis yang tampaknya mengesankan di awal, tetapi kehilangan makna dan dampak dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, harapan besar MBG harus diimbangi dengan realita lapangan. Niat baik pemerintah patut diapresiasi, namun niat tersebut harus direalisasikan dengan usaha yang maksimal. Gizi anak adalah sebuah investasi masa depan suatu negara yang memerlukan penanganan komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis pendidikan. Di Hari Gizi Nasional ini, sebuah pertanyaan mendasar yang perlu kita resapi bersama bukanlah pada seberapa banyak porsi yang telah mereka konsumsi, namun sejauh mana mereka telah paham dan menerapkan pola hidup sehat. [T]

Penulis: Prof. Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.
Editor: Adnyana Ole

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Pasca Forum: Lokakarya dan Pertemuan Produser Seni Pertunjukan Indonesia 2025

Next Post

‘Darurat Medsos’ untuk Indonesia

Ni Made Ratminingsih

Ni Made Ratminingsih

Prof. Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A., pengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha Singaraja

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
‘Darurat Medsos’ untuk Indonesia

'Darurat Medsos' untuk Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co