2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maduro dan Kedaulatan Negara yang Tergadai: Ketika Presiden Bisa Diburu dan Kesadaran Bangsa Diuji

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
January 5, 2026
in Esai
Maduro dan Kedaulatan Negara yang Tergadai: Ketika Presiden Bisa Diburu dan Kesadaran Bangsa Diuji

Ilustrasi dibuat tatkala.co dari Chatgpt

Presiden yang Mudah Disentuh

DALAM tata negara modern, presiden adalah simbol tertinggi kedaulatan. Ia bukan sekadar kepala pemerintahan, melainkan perwujudan negara itu sendiri. Karena itu, ketika dunia menyaksikan betapa mudahnya Nicolás Maduro diperlakukan sebagai buronan internasional, muncul kegelisahan yang lebih dalam daripada sekadar soal Venezuela: apakah kedaulatan negara masih sungguh ada, atau hanya formalitas hukum di atas kertas?

Kasus Maduro menunjukkan bahwa di era global, kedaulatan tidak runtuh karena invasi, melainkan karena tekanan ekonomi, delegitimasi politik, dan retakan dari dalam.

Sejarah Panjang Permusuhan: Minyak dan Pembangkangan

Amerika Serikat tidak memburu Maduro karena ia diktator semata. Sejarahnya jauh lebih panjang dan berakar pada satu kata: minyak.

Sejak era Hugo Chávez, Venezuela memilih jalan berbahaya:

  • Nasionalisasi industri minyak
  • Pembatasan peran korporasi asing
  • Retorika anti-imperialisme terbuka

Dalam politik global, ini bukan sekadar pilihan ideologi, tetapi pembangkangan terhadap tatanan ekonomi dunia. Chávez dianggap ancaman karena ia berani berkata bahwa sumber daya alam harus berada di tangan rakyat, bukan pasar global.

Maduro mewarisi konflik ini, tanpa memiliki kharisma dan legitimasi moral sekuat Chávez. Ia memimpin negara kaya yang telah dimusuhi kekuatan besar, namun dengan kemampuan manajemen yang terbatas.

Maduro: Lemah sebagai Individu, Kuat sebagai Simbol

Secara personal, Maduro bukan figur kuat. Namun sebagai simbol perlawanan, ia menjadi target utama. Amerika Serikat menjatuhkan sanksi, membekukan aset, mendukung oposisi, bahkan secara terbuka menetapkan hadiah bagi penangkapannya.

Di sinilah kedaulatan berubah makna. Presiden tidak lagi diperlakukan sebagai kepala negara berdaulat, tetapi sebagai aktor ilegal yang boleh disingkirkan demi stabilitas versi kekuatan besar.

Dalam bahasa David Hawkins, tindakan semacam ini bukan ekspresi power (kekuatan sejati), melainkan force—kekuasaan yang bekerja lewat tekanan, ketakutan, dan paksaan.

Orang Dalam dan Retaknya Negara

Pertanyaan tentang keterlibatan orang dalam sangat relevan. Tidak ada negara yang bisa dilumpuhkan hanya oleh tekanan luar jika solid dari dalam.

Venezuela menghadapi:

  • Elite politik yang terbelah
  • Militer yang diuji loyalitasnya
  • Oligarki ekonomi yang kehilangan privilese

Ketika sebagian elite tidak lagi percaya pada negara, kedaulatan mulai bocor. Retakan ini yang kemudian dimanfaatkan kekuatan eksternal. Amerika tidak menciptakan krisis Venezuela; ia memanfaatkannya.

Ini pelajaran klasik: negara runtuh lebih dulu di ruang elite, baru kemudian di hadapan dunia.

Sanksi Ekonomi: Kekerasan yang Sah

Sanksi ekonomi sering dibungkus bahasa moral: demokrasi, HAM, kebebasan. Namun dampaknya nyata dan brutal:

  • Inflasi ekstrem
  • Kelangkaan obat
  • Runtuhnya layanan publik

Rakyat membayar harga konflik elite global. Dalam kerangka Hawkins, sanksi semacam ini bekerja di wilayah ketakutan dan penderitaan, bukan kebijaksanaan. Ia tidak menaikkan kualitas hidup manusia, tetapi menurunkannya.

Ironisnya, penderitaan rakyat kemudian dijadikan bukti kegagalan pemerintah yang disanksi. Sebuah lingkaran yang kejam dan efektif.

Demokrasi: Prinsip atau Alat?

Amerika menolak Maduro atas nama demokrasi, namun mendukung pemimpin tandingan tanpa pemilu. Ini menimbulkan pertanyaan mendasar: demokrasi milik rakyat atau milik kekuatan global?

Jika legitimasi ditentukan oleh pengakuan asing, maka kedaulatan sejati telah berakhir. Demokrasi berubah dari prinsip menjadi instrumen geopolitik.

Dalam kacamata kesadaran, demokrasi hanya bermakna jika dijalankan dengan integritas. Tanpa itu, ia mudah diselewengkan oleh kepentingan.

Sentuhan Peta Hawkins: Force vs Power

Tanpa menjadikannya kerangka utama, Peta Kesadaran Hawkins membantu memberi jarak etis pada konflik ini.

  • Tekanan, sanksi, kriminalisasi → force
  • Dialog, legitimasi, keadilan → power

Baik Amerika maupun Venezuela sering terjebak pada force. Maduro mempertahankan kekuasaan dengan simbol dan represi; Amerika menekan dengan ekonomi dan diplomasi koersif. Keduanya menciptakan penderitaan, bukan solusi.

Negara yang bertahan lama bukan yang paling keras, tetapi yang beroperasi dari rasionalitas, integritas, dan legitimasi moral.

Pelajaran untuk Indonesia

Kasus Venezuela memberi cermin penting bagi Indonesia:

  1. Kedaulatan tidak hanya soal wilayah, tetapi integritas elite

Negara mudah ditekan jika elitnya mudah dibeli atau dipecah.

  1. Sumber daya alam adalah berkah sekaligus jebakan

Tanpa kebijakan cerdas dan legitimasi rakyat, ia mengundang intervensi.

  1. Nasionalisme tanpa kapasitas hanya menjadi slogan

Kedaulatan perlu kecakapan, bukan sekadar retorika.

  1. Rakyat yang terdidik adalah benteng sejati

Bukan senjata, tetapi kesadaran kolektif yang rasional dan berani.

Kedaulatan yang Diuji Kesadaran

Kasus Maduro bukan hanya tentang Venezuela. Ia adalah peringatan global bahwa kedaulatan hari ini diuji bukan oleh tank, tetapi oleh kesadaran politik suatu bangsa.

Negara yang kuat bukan yang berteriak paling keras, tetapi yang mampu:

  • Mengelola konflik dengan rasional
  • Menjaga legitimasi dari rakyat
  • Tidak tergelincir ke permainan force

Indonesia masih punya ruang belajar. Venezuela mengingatkan kita bahwa ketika kedaulatan tidak dirawat dengan kebijaksanaan, ia akan perlahan tergadai—bahkan tanpa kita sadari.

Dan ketika itu terjadi, presiden hanyalah simbol terakhir dari negara yang telah lama bocor dari dalam.[T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Jaswanto

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpgeopolitikNicolás MaduroVenezuela
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BPD IHKA Bali Awali Agenda 2026 dengan Persembahyangan Bersama di Pura Mengening Gianyar

Next Post

Kesenian Jegog dan Sebuah Pertanyaan tentang Masa Depan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kesenian Jegog dan Sebuah Pertanyaan tentang Masa Depan

Kesenian Jegog dan Sebuah Pertanyaan tentang Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co