23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maduro dan Kedaulatan Negara yang Tergadai: Ketika Presiden Bisa Diburu dan Kesadaran Bangsa Diuji

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
January 5, 2026
in Esai
Maduro dan Kedaulatan Negara yang Tergadai: Ketika Presiden Bisa Diburu dan Kesadaran Bangsa Diuji

Ilustrasi dibuat tatkala.co dari Chatgpt

Presiden yang Mudah Disentuh

DALAM tata negara modern, presiden adalah simbol tertinggi kedaulatan. Ia bukan sekadar kepala pemerintahan, melainkan perwujudan negara itu sendiri. Karena itu, ketika dunia menyaksikan betapa mudahnya Nicolás Maduro diperlakukan sebagai buronan internasional, muncul kegelisahan yang lebih dalam daripada sekadar soal Venezuela: apakah kedaulatan negara masih sungguh ada, atau hanya formalitas hukum di atas kertas?

Kasus Maduro menunjukkan bahwa di era global, kedaulatan tidak runtuh karena invasi, melainkan karena tekanan ekonomi, delegitimasi politik, dan retakan dari dalam.

Sejarah Panjang Permusuhan: Minyak dan Pembangkangan

Amerika Serikat tidak memburu Maduro karena ia diktator semata. Sejarahnya jauh lebih panjang dan berakar pada satu kata: minyak.

Sejak era Hugo Chávez, Venezuela memilih jalan berbahaya:

  • Nasionalisasi industri minyak
  • Pembatasan peran korporasi asing
  • Retorika anti-imperialisme terbuka

Dalam politik global, ini bukan sekadar pilihan ideologi, tetapi pembangkangan terhadap tatanan ekonomi dunia. Chávez dianggap ancaman karena ia berani berkata bahwa sumber daya alam harus berada di tangan rakyat, bukan pasar global.

Maduro mewarisi konflik ini, tanpa memiliki kharisma dan legitimasi moral sekuat Chávez. Ia memimpin negara kaya yang telah dimusuhi kekuatan besar, namun dengan kemampuan manajemen yang terbatas.

Maduro: Lemah sebagai Individu, Kuat sebagai Simbol

Secara personal, Maduro bukan figur kuat. Namun sebagai simbol perlawanan, ia menjadi target utama. Amerika Serikat menjatuhkan sanksi, membekukan aset, mendukung oposisi, bahkan secara terbuka menetapkan hadiah bagi penangkapannya.

Di sinilah kedaulatan berubah makna. Presiden tidak lagi diperlakukan sebagai kepala negara berdaulat, tetapi sebagai aktor ilegal yang boleh disingkirkan demi stabilitas versi kekuatan besar.

Dalam bahasa David Hawkins, tindakan semacam ini bukan ekspresi power (kekuatan sejati), melainkan force—kekuasaan yang bekerja lewat tekanan, ketakutan, dan paksaan.

Orang Dalam dan Retaknya Negara

Pertanyaan tentang keterlibatan orang dalam sangat relevan. Tidak ada negara yang bisa dilumpuhkan hanya oleh tekanan luar jika solid dari dalam.

Venezuela menghadapi:

  • Elite politik yang terbelah
  • Militer yang diuji loyalitasnya
  • Oligarki ekonomi yang kehilangan privilese

Ketika sebagian elite tidak lagi percaya pada negara, kedaulatan mulai bocor. Retakan ini yang kemudian dimanfaatkan kekuatan eksternal. Amerika tidak menciptakan krisis Venezuela; ia memanfaatkannya.

Ini pelajaran klasik: negara runtuh lebih dulu di ruang elite, baru kemudian di hadapan dunia.

Sanksi Ekonomi: Kekerasan yang Sah

Sanksi ekonomi sering dibungkus bahasa moral: demokrasi, HAM, kebebasan. Namun dampaknya nyata dan brutal:

  • Inflasi ekstrem
  • Kelangkaan obat
  • Runtuhnya layanan publik

Rakyat membayar harga konflik elite global. Dalam kerangka Hawkins, sanksi semacam ini bekerja di wilayah ketakutan dan penderitaan, bukan kebijaksanaan. Ia tidak menaikkan kualitas hidup manusia, tetapi menurunkannya.

Ironisnya, penderitaan rakyat kemudian dijadikan bukti kegagalan pemerintah yang disanksi. Sebuah lingkaran yang kejam dan efektif.

Demokrasi: Prinsip atau Alat?

Amerika menolak Maduro atas nama demokrasi, namun mendukung pemimpin tandingan tanpa pemilu. Ini menimbulkan pertanyaan mendasar: demokrasi milik rakyat atau milik kekuatan global?

Jika legitimasi ditentukan oleh pengakuan asing, maka kedaulatan sejati telah berakhir. Demokrasi berubah dari prinsip menjadi instrumen geopolitik.

Dalam kacamata kesadaran, demokrasi hanya bermakna jika dijalankan dengan integritas. Tanpa itu, ia mudah diselewengkan oleh kepentingan.

Sentuhan Peta Hawkins: Force vs Power

Tanpa menjadikannya kerangka utama, Peta Kesadaran Hawkins membantu memberi jarak etis pada konflik ini.

  • Tekanan, sanksi, kriminalisasi → force
  • Dialog, legitimasi, keadilan → power

Baik Amerika maupun Venezuela sering terjebak pada force. Maduro mempertahankan kekuasaan dengan simbol dan represi; Amerika menekan dengan ekonomi dan diplomasi koersif. Keduanya menciptakan penderitaan, bukan solusi.

Negara yang bertahan lama bukan yang paling keras, tetapi yang beroperasi dari rasionalitas, integritas, dan legitimasi moral.

Pelajaran untuk Indonesia

Kasus Venezuela memberi cermin penting bagi Indonesia:

  1. Kedaulatan tidak hanya soal wilayah, tetapi integritas elite

Negara mudah ditekan jika elitnya mudah dibeli atau dipecah.

  1. Sumber daya alam adalah berkah sekaligus jebakan

Tanpa kebijakan cerdas dan legitimasi rakyat, ia mengundang intervensi.

  1. Nasionalisme tanpa kapasitas hanya menjadi slogan

Kedaulatan perlu kecakapan, bukan sekadar retorika.

  1. Rakyat yang terdidik adalah benteng sejati

Bukan senjata, tetapi kesadaran kolektif yang rasional dan berani.

Kedaulatan yang Diuji Kesadaran

Kasus Maduro bukan hanya tentang Venezuela. Ia adalah peringatan global bahwa kedaulatan hari ini diuji bukan oleh tank, tetapi oleh kesadaran politik suatu bangsa.

Negara yang kuat bukan yang berteriak paling keras, tetapi yang mampu:

  • Mengelola konflik dengan rasional
  • Menjaga legitimasi dari rakyat
  • Tidak tergelincir ke permainan force

Indonesia masih punya ruang belajar. Venezuela mengingatkan kita bahwa ketika kedaulatan tidak dirawat dengan kebijaksanaan, ia akan perlahan tergadai—bahkan tanpa kita sadari.

Dan ketika itu terjadi, presiden hanyalah simbol terakhir dari negara yang telah lama bocor dari dalam.[T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Jaswanto

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpgeopolitikNicolás MaduroVenezuela
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BPD IHKA Bali Awali Agenda 2026 dengan Persembahyangan Bersama di Pura Mengening Gianyar

Next Post

Kesenian Jegog dan Sebuah Pertanyaan tentang Masa Depan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Kesenian Jegog dan Sebuah Pertanyaan tentang Masa Depan

Kesenian Jegog dan Sebuah Pertanyaan tentang Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co