3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maduro dan Kedaulatan Negara yang Tergadai: Ketika Presiden Bisa Diburu dan Kesadaran Bangsa Diuji

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
January 5, 2026
in Esai
Maduro dan Kedaulatan Negara yang Tergadai: Ketika Presiden Bisa Diburu dan Kesadaran Bangsa Diuji

Ilustrasi dibuat tatkala.co dari Chatgpt

Presiden yang Mudah Disentuh

DALAM tata negara modern, presiden adalah simbol tertinggi kedaulatan. Ia bukan sekadar kepala pemerintahan, melainkan perwujudan negara itu sendiri. Karena itu, ketika dunia menyaksikan betapa mudahnya Nicolás Maduro diperlakukan sebagai buronan internasional, muncul kegelisahan yang lebih dalam daripada sekadar soal Venezuela: apakah kedaulatan negara masih sungguh ada, atau hanya formalitas hukum di atas kertas?

Kasus Maduro menunjukkan bahwa di era global, kedaulatan tidak runtuh karena invasi, melainkan karena tekanan ekonomi, delegitimasi politik, dan retakan dari dalam.

Sejarah Panjang Permusuhan: Minyak dan Pembangkangan

Amerika Serikat tidak memburu Maduro karena ia diktator semata. Sejarahnya jauh lebih panjang dan berakar pada satu kata: minyak.

Sejak era Hugo Chávez, Venezuela memilih jalan berbahaya:

  • Nasionalisasi industri minyak
  • Pembatasan peran korporasi asing
  • Retorika anti-imperialisme terbuka

Dalam politik global, ini bukan sekadar pilihan ideologi, tetapi pembangkangan terhadap tatanan ekonomi dunia. Chávez dianggap ancaman karena ia berani berkata bahwa sumber daya alam harus berada di tangan rakyat, bukan pasar global.

Maduro mewarisi konflik ini, tanpa memiliki kharisma dan legitimasi moral sekuat Chávez. Ia memimpin negara kaya yang telah dimusuhi kekuatan besar, namun dengan kemampuan manajemen yang terbatas.

Maduro: Lemah sebagai Individu, Kuat sebagai Simbol

Secara personal, Maduro bukan figur kuat. Namun sebagai simbol perlawanan, ia menjadi target utama. Amerika Serikat menjatuhkan sanksi, membekukan aset, mendukung oposisi, bahkan secara terbuka menetapkan hadiah bagi penangkapannya.

Di sinilah kedaulatan berubah makna. Presiden tidak lagi diperlakukan sebagai kepala negara berdaulat, tetapi sebagai aktor ilegal yang boleh disingkirkan demi stabilitas versi kekuatan besar.

Dalam bahasa David Hawkins, tindakan semacam ini bukan ekspresi power (kekuatan sejati), melainkan force—kekuasaan yang bekerja lewat tekanan, ketakutan, dan paksaan.

Orang Dalam dan Retaknya Negara

Pertanyaan tentang keterlibatan orang dalam sangat relevan. Tidak ada negara yang bisa dilumpuhkan hanya oleh tekanan luar jika solid dari dalam.

Venezuela menghadapi:

  • Elite politik yang terbelah
  • Militer yang diuji loyalitasnya
  • Oligarki ekonomi yang kehilangan privilese

Ketika sebagian elite tidak lagi percaya pada negara, kedaulatan mulai bocor. Retakan ini yang kemudian dimanfaatkan kekuatan eksternal. Amerika tidak menciptakan krisis Venezuela; ia memanfaatkannya.

Ini pelajaran klasik: negara runtuh lebih dulu di ruang elite, baru kemudian di hadapan dunia.

Sanksi Ekonomi: Kekerasan yang Sah

Sanksi ekonomi sering dibungkus bahasa moral: demokrasi, HAM, kebebasan. Namun dampaknya nyata dan brutal:

  • Inflasi ekstrem
  • Kelangkaan obat
  • Runtuhnya layanan publik

Rakyat membayar harga konflik elite global. Dalam kerangka Hawkins, sanksi semacam ini bekerja di wilayah ketakutan dan penderitaan, bukan kebijaksanaan. Ia tidak menaikkan kualitas hidup manusia, tetapi menurunkannya.

Ironisnya, penderitaan rakyat kemudian dijadikan bukti kegagalan pemerintah yang disanksi. Sebuah lingkaran yang kejam dan efektif.

Demokrasi: Prinsip atau Alat?

Amerika menolak Maduro atas nama demokrasi, namun mendukung pemimpin tandingan tanpa pemilu. Ini menimbulkan pertanyaan mendasar: demokrasi milik rakyat atau milik kekuatan global?

Jika legitimasi ditentukan oleh pengakuan asing, maka kedaulatan sejati telah berakhir. Demokrasi berubah dari prinsip menjadi instrumen geopolitik.

Dalam kacamata kesadaran, demokrasi hanya bermakna jika dijalankan dengan integritas. Tanpa itu, ia mudah diselewengkan oleh kepentingan.

Sentuhan Peta Hawkins: Force vs Power

Tanpa menjadikannya kerangka utama, Peta Kesadaran Hawkins membantu memberi jarak etis pada konflik ini.

  • Tekanan, sanksi, kriminalisasi → force
  • Dialog, legitimasi, keadilan → power

Baik Amerika maupun Venezuela sering terjebak pada force. Maduro mempertahankan kekuasaan dengan simbol dan represi; Amerika menekan dengan ekonomi dan diplomasi koersif. Keduanya menciptakan penderitaan, bukan solusi.

Negara yang bertahan lama bukan yang paling keras, tetapi yang beroperasi dari rasionalitas, integritas, dan legitimasi moral.

Pelajaran untuk Indonesia

Kasus Venezuela memberi cermin penting bagi Indonesia:

  1. Kedaulatan tidak hanya soal wilayah, tetapi integritas elite

Negara mudah ditekan jika elitnya mudah dibeli atau dipecah.

  1. Sumber daya alam adalah berkah sekaligus jebakan

Tanpa kebijakan cerdas dan legitimasi rakyat, ia mengundang intervensi.

  1. Nasionalisme tanpa kapasitas hanya menjadi slogan

Kedaulatan perlu kecakapan, bukan sekadar retorika.

  1. Rakyat yang terdidik adalah benteng sejati

Bukan senjata, tetapi kesadaran kolektif yang rasional dan berani.

Kedaulatan yang Diuji Kesadaran

Kasus Maduro bukan hanya tentang Venezuela. Ia adalah peringatan global bahwa kedaulatan hari ini diuji bukan oleh tank, tetapi oleh kesadaran politik suatu bangsa.

Negara yang kuat bukan yang berteriak paling keras, tetapi yang mampu:

  • Mengelola konflik dengan rasional
  • Menjaga legitimasi dari rakyat
  • Tidak tergelincir ke permainan force

Indonesia masih punya ruang belajar. Venezuela mengingatkan kita bahwa ketika kedaulatan tidak dirawat dengan kebijaksanaan, ia akan perlahan tergadai—bahkan tanpa kita sadari.

Dan ketika itu terjadi, presiden hanyalah simbol terakhir dari negara yang telah lama bocor dari dalam.[T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Jaswanto

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpgeopolitikNicolás MaduroVenezuela
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BPD IHKA Bali Awali Agenda 2026 dengan Persembahyangan Bersama di Pura Mengening Gianyar

Next Post

Kesenian Jegog dan Sebuah Pertanyaan tentang Masa Depan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Kesenian Jegog dan Sebuah Pertanyaan tentang Masa Depan

Kesenian Jegog dan Sebuah Pertanyaan tentang Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co