2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Check In, Check Out, dan Anak yang Tak Pernah Libur dari Perjuangan

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
January 3, 2026
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea

MALAM pergantian tahun kemarin kami syukuri bersama keluarga dengan menginap di salah satu hotel di daerah Lovina, Buleleng, Bali.

Check in hotel bagi banyak keluarga adalah formalitas: senyum resepsionis, kartu kamar, koper ditarik pelan. Bagi kami—orang tua dari Gangga, anak dengan Autism Spectrum Disorder—check in adalah medan perjuangan yang tak tercantum di brosur mana pun.

Gangga tidak memahami konsep “menunggu”, tidak akrab dengan ruang asing, dan tak pernah benar-benar bersahabat dengan keramaian. Lobi hotel, dengan lampu terang, suara koper bergesekan, percakapan bertumpuk, dan tatapan orang lalu-lalang, adalah gelombang besar yang datang bersamaan dan mudah memicu ledakan emosinya. Di sanalah teriakan pecah, bukan karena marah, tapi karena dunia terasa terlalu bising untuk dipahami. Ia menjatuhkan diri ke lantai. Tangan mulai memukul kepala sendiri. Dan seketika, ruang publik berubah menjadi panggung—dengan kami sebagai aktor yang tidak pernah meminta peran itu.

Pandangan mata mulai berdatangan. Ada yang heran. Ada yang berbisik. Ada yang cepat-cepat mengalihkan wajah, seolah ini gangguan yang tak pantas hadir di ruang publik. Sedikit yang tahu bahwa di balik teriakan itu, ada sistem saraf yang seakan “tertekan” dan teriakan yang lantang darinya adalah rangkaian bahasa jiwa Gangga. Bahwa tubuh yang menjatuhkan diri itu sedang meminta jeda. Bahwa memukul kepala adalah cara terakhir untuk mengatakan: aku kewalahan. Dan di balik tubuhnya yang kami peluk erat, Gangga sedang berjuang menenangkan dunianya sendiri. Dengan keyakinan itu, kami tetap berdiri di sisinya.

Check in bagi kami bukan soal masuk kamar, melainkan menegosiasikan dunia agar sedikit lebih ramah pada seorang anak yang cara memahaminya berbeda. Menjelaskan pada petugas dengan suara setenang mungkin. Menahan rasa ingin segera meminta maaf pada semua mata yang menatap. Menguatkan diri sendiri agar tak runtuh di tempat yang sama.

Lalu hari pun berlalu. Dan tiba waktunya check out.

Ironisnya, check out sering kali terasa lebih berat. Rutinitas yang terbangun—meski singkat—harus ditinggalkan. Kamar yang mulai dikenali baunya, sudut lantai yang sudah “aman”, suara AC yang telah menjadi latar—semua harus dilepas. Transisi kembali terjadi. Tangisan datang lagi. Teriakan lagi. Tubuh yang lagi-lagi memilih lantai sebagai tempat paling jujur untuk mengekspresikan perasaan.

Di momen itulah saya sadar: pengalaman perjalanan hidup bersama anak dengan ASD adalah rangkaian check in dan check out yang tak pernah selesai. Masuk ke fase baru. Keluar dari fase lama. Tidak ada jeda panjang. Tidak ada tombol pause. Transisi adalah musuh terbesar bagi anak dengan ASD. Berpindah tempat, mengganti rutinitas, masuk dan keluar ruang—semua itu bukan perkara sepele. Maka check in dan check out bukan hanya soal kamar dan kunci, melainkan tentang memindahkan rasa aman dari satu titik ke titik lain.

Tahun 2025 pun kami jalani seperti itu.

Penuh transisi. Penuh jatuh bangun. Penuh tatapan orang yang tak selalu mengerti. Ada hari-hari ketika kami merasa gagal sebagai orang tua. Ada malam-malam ketika lelah terasa lebih berat dari harapan. Namun kami tetap bertahan, karena setiap teriakan Gangga adalah bukti bahwa ia masih berjuang memahami dunia—dan kami tak boleh menyerah lebih dulu.

Kini, kami melakukan check out dari tahun 2025.

Tanpa koper penuh kemenangan. Tanpa foto keluarga sempurna. Tapi dengan satu hal yang tak bisa dibeli: ketahanan.

Kami check in ke tahun 2026 dengan kesadaran baru. Bahwa perjuangan ini nyata. Bahwa rasa lelah ini valid. Bahwa orang tua anak dengan ASD bukan orang tua biasa—kita adalah pelari maraton tanpa garis finis yang jelas, namun tetap memilih berlari karena cinta.

Untuk para orang tua di luar sana yang pernah menahan air mata di ruang publik, yang pernah meminta maaf padahal tak bersalah, yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian: kalian tidak sendiri. Kalian kuat, bahkan saat merasa rapuh. Anak-anak kita mungkin tidak mengikuti ritme dunia, tapi dunia yang terlalu kaku itulah yang perlu belajar menyesuaikan diri.

Tulisan ini adalah pelukan tak kasat mata. Kalian tidak sendirian. Jika hari ini terasa berat, ingatlah: bertahan saja sudah merupakan bentuk kemenangan. Tidak semua perjuangan terlihat rapi. Tidak semua cinta terdengar tenang. Tapi justru di sanalah nilai kita diuji.

Check in ke tahun baru bukan janji bahwa semuanya akan mudah. Check out dari tahun lama bukan berarti semua luka sembuh. Tapi selama kita masih mau menggenggam tangan mereka—erat, sabar, dan penuh cinta—kita sedang melakukan hal paling manusiawi yang bisa dilakukan, karena check in dan check out akan selalu ada—di hotel, di sekolah, dan di berbagai fase kehidupan. Kita mungkin tidak bisa menghilangkan teriakan keras yang berkelanjutan, kebiasaan menjatuhkan diri dimanapun saat merasakan ketidaknyamanan, atau pandangan heran dari sekitarnya, namun kita bisa memastikan satu hal: anak kita tidak pernah sendirian menghadapi dunia yang bising ini.

Dan seperti yang selalu saya yakini:

“Kami hanyalah orang tua yang terus belajar, sering keliru, dan kerap letih. Namun selama cinta kami tak menyerah, anak kami tak pernah benar-benar kalah, karena menjadi orang tua anak dengan ASD bukan tentang mencari hari yang mudah, melainkan tentang tetap berdiri ketika hari terasa terlalu berat.”

Selamat datang, 2026. Kami datang bukan tanpa luka, tapi tetap akan mendampingi anak kami, Gangga, bersama-sama dengan kedua adiknya, Kanha dan Davka, dengan cinta yang utuh sepenuhnya.[T]

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Jaswanto

Tags: 2026anakAutism Spectrum Disordertahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buku Terbaru Angga Wijaya, “Di Beranda Kos Gosip Kedengaran Lagi”—Catatan Esai tentang Ingatan, Bali, dan Manusia Modern

Next Post

Berkelanjutan dan Regeneratif, Syarat Mutlak Pariwisata Indonesia

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Berkelanjutan dan Regeneratif, Syarat Mutlak Pariwisata Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co