2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Check In, Check Out, dan Anak yang Tak Pernah Libur dari Perjuangan

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
January 3, 2026
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea

MALAM pergantian tahun kemarin kami syukuri bersama keluarga dengan menginap di salah satu hotel di daerah Lovina, Buleleng, Bali.

Check in hotel bagi banyak keluarga adalah formalitas: senyum resepsionis, kartu kamar, koper ditarik pelan. Bagi kami—orang tua dari Gangga, anak dengan Autism Spectrum Disorder—check in adalah medan perjuangan yang tak tercantum di brosur mana pun.

Gangga tidak memahami konsep “menunggu”, tidak akrab dengan ruang asing, dan tak pernah benar-benar bersahabat dengan keramaian. Lobi hotel, dengan lampu terang, suara koper bergesekan, percakapan bertumpuk, dan tatapan orang lalu-lalang, adalah gelombang besar yang datang bersamaan dan mudah memicu ledakan emosinya. Di sanalah teriakan pecah, bukan karena marah, tapi karena dunia terasa terlalu bising untuk dipahami. Ia menjatuhkan diri ke lantai. Tangan mulai memukul kepala sendiri. Dan seketika, ruang publik berubah menjadi panggung—dengan kami sebagai aktor yang tidak pernah meminta peran itu.

Pandangan mata mulai berdatangan. Ada yang heran. Ada yang berbisik. Ada yang cepat-cepat mengalihkan wajah, seolah ini gangguan yang tak pantas hadir di ruang publik. Sedikit yang tahu bahwa di balik teriakan itu, ada sistem saraf yang seakan “tertekan” dan teriakan yang lantang darinya adalah rangkaian bahasa jiwa Gangga. Bahwa tubuh yang menjatuhkan diri itu sedang meminta jeda. Bahwa memukul kepala adalah cara terakhir untuk mengatakan: aku kewalahan. Dan di balik tubuhnya yang kami peluk erat, Gangga sedang berjuang menenangkan dunianya sendiri. Dengan keyakinan itu, kami tetap berdiri di sisinya.

Check in bagi kami bukan soal masuk kamar, melainkan menegosiasikan dunia agar sedikit lebih ramah pada seorang anak yang cara memahaminya berbeda. Menjelaskan pada petugas dengan suara setenang mungkin. Menahan rasa ingin segera meminta maaf pada semua mata yang menatap. Menguatkan diri sendiri agar tak runtuh di tempat yang sama.

Lalu hari pun berlalu. Dan tiba waktunya check out.

Ironisnya, check out sering kali terasa lebih berat. Rutinitas yang terbangun—meski singkat—harus ditinggalkan. Kamar yang mulai dikenali baunya, sudut lantai yang sudah “aman”, suara AC yang telah menjadi latar—semua harus dilepas. Transisi kembali terjadi. Tangisan datang lagi. Teriakan lagi. Tubuh yang lagi-lagi memilih lantai sebagai tempat paling jujur untuk mengekspresikan perasaan.

Di momen itulah saya sadar: pengalaman perjalanan hidup bersama anak dengan ASD adalah rangkaian check in dan check out yang tak pernah selesai. Masuk ke fase baru. Keluar dari fase lama. Tidak ada jeda panjang. Tidak ada tombol pause. Transisi adalah musuh terbesar bagi anak dengan ASD. Berpindah tempat, mengganti rutinitas, masuk dan keluar ruang—semua itu bukan perkara sepele. Maka check in dan check out bukan hanya soal kamar dan kunci, melainkan tentang memindahkan rasa aman dari satu titik ke titik lain.

Tahun 2025 pun kami jalani seperti itu.

Penuh transisi. Penuh jatuh bangun. Penuh tatapan orang yang tak selalu mengerti. Ada hari-hari ketika kami merasa gagal sebagai orang tua. Ada malam-malam ketika lelah terasa lebih berat dari harapan. Namun kami tetap bertahan, karena setiap teriakan Gangga adalah bukti bahwa ia masih berjuang memahami dunia—dan kami tak boleh menyerah lebih dulu.

Kini, kami melakukan check out dari tahun 2025.

Tanpa koper penuh kemenangan. Tanpa foto keluarga sempurna. Tapi dengan satu hal yang tak bisa dibeli: ketahanan.

Kami check in ke tahun 2026 dengan kesadaran baru. Bahwa perjuangan ini nyata. Bahwa rasa lelah ini valid. Bahwa orang tua anak dengan ASD bukan orang tua biasa—kita adalah pelari maraton tanpa garis finis yang jelas, namun tetap memilih berlari karena cinta.

Untuk para orang tua di luar sana yang pernah menahan air mata di ruang publik, yang pernah meminta maaf padahal tak bersalah, yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian: kalian tidak sendiri. Kalian kuat, bahkan saat merasa rapuh. Anak-anak kita mungkin tidak mengikuti ritme dunia, tapi dunia yang terlalu kaku itulah yang perlu belajar menyesuaikan diri.

Tulisan ini adalah pelukan tak kasat mata. Kalian tidak sendirian. Jika hari ini terasa berat, ingatlah: bertahan saja sudah merupakan bentuk kemenangan. Tidak semua perjuangan terlihat rapi. Tidak semua cinta terdengar tenang. Tapi justru di sanalah nilai kita diuji.

Check in ke tahun baru bukan janji bahwa semuanya akan mudah. Check out dari tahun lama bukan berarti semua luka sembuh. Tapi selama kita masih mau menggenggam tangan mereka—erat, sabar, dan penuh cinta—kita sedang melakukan hal paling manusiawi yang bisa dilakukan, karena check in dan check out akan selalu ada—di hotel, di sekolah, dan di berbagai fase kehidupan. Kita mungkin tidak bisa menghilangkan teriakan keras yang berkelanjutan, kebiasaan menjatuhkan diri dimanapun saat merasakan ketidaknyamanan, atau pandangan heran dari sekitarnya, namun kita bisa memastikan satu hal: anak kita tidak pernah sendirian menghadapi dunia yang bising ini.

Dan seperti yang selalu saya yakini:

“Kami hanyalah orang tua yang terus belajar, sering keliru, dan kerap letih. Namun selama cinta kami tak menyerah, anak kami tak pernah benar-benar kalah, karena menjadi orang tua anak dengan ASD bukan tentang mencari hari yang mudah, melainkan tentang tetap berdiri ketika hari terasa terlalu berat.”

Selamat datang, 2026. Kami datang bukan tanpa luka, tapi tetap akan mendampingi anak kami, Gangga, bersama-sama dengan kedua adiknya, Kanha dan Davka, dengan cinta yang utuh sepenuhnya.[T]

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Jaswanto

Tags: 2026anakAutism Spectrum Disordertahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buku Terbaru Angga Wijaya, “Di Beranda Kos Gosip Kedengaran Lagi”—Catatan Esai tentang Ingatan, Bali, dan Manusia Modern

Next Post

Berkelanjutan dan Regeneratif, Syarat Mutlak Pariwisata Indonesia

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Berkelanjutan dan Regeneratif, Syarat Mutlak Pariwisata Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co