12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Check In, Check Out, dan Anak yang Tak Pernah Libur dari Perjuangan

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
January 3, 2026
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea

MALAM pergantian tahun kemarin kami syukuri bersama keluarga dengan menginap di salah satu hotel di daerah Lovina, Buleleng, Bali.

Check in hotel bagi banyak keluarga adalah formalitas: senyum resepsionis, kartu kamar, koper ditarik pelan. Bagi kami—orang tua dari Gangga, anak dengan Autism Spectrum Disorder—check in adalah medan perjuangan yang tak tercantum di brosur mana pun.

Gangga tidak memahami konsep “menunggu”, tidak akrab dengan ruang asing, dan tak pernah benar-benar bersahabat dengan keramaian. Lobi hotel, dengan lampu terang, suara koper bergesekan, percakapan bertumpuk, dan tatapan orang lalu-lalang, adalah gelombang besar yang datang bersamaan dan mudah memicu ledakan emosinya. Di sanalah teriakan pecah, bukan karena marah, tapi karena dunia terasa terlalu bising untuk dipahami. Ia menjatuhkan diri ke lantai. Tangan mulai memukul kepala sendiri. Dan seketika, ruang publik berubah menjadi panggung—dengan kami sebagai aktor yang tidak pernah meminta peran itu.

Pandangan mata mulai berdatangan. Ada yang heran. Ada yang berbisik. Ada yang cepat-cepat mengalihkan wajah, seolah ini gangguan yang tak pantas hadir di ruang publik. Sedikit yang tahu bahwa di balik teriakan itu, ada sistem saraf yang seakan “tertekan” dan teriakan yang lantang darinya adalah rangkaian bahasa jiwa Gangga. Bahwa tubuh yang menjatuhkan diri itu sedang meminta jeda. Bahwa memukul kepala adalah cara terakhir untuk mengatakan: aku kewalahan. Dan di balik tubuhnya yang kami peluk erat, Gangga sedang berjuang menenangkan dunianya sendiri. Dengan keyakinan itu, kami tetap berdiri di sisinya.

Check in bagi kami bukan soal masuk kamar, melainkan menegosiasikan dunia agar sedikit lebih ramah pada seorang anak yang cara memahaminya berbeda. Menjelaskan pada petugas dengan suara setenang mungkin. Menahan rasa ingin segera meminta maaf pada semua mata yang menatap. Menguatkan diri sendiri agar tak runtuh di tempat yang sama.

Lalu hari pun berlalu. Dan tiba waktunya check out.

Ironisnya, check out sering kali terasa lebih berat. Rutinitas yang terbangun—meski singkat—harus ditinggalkan. Kamar yang mulai dikenali baunya, sudut lantai yang sudah “aman”, suara AC yang telah menjadi latar—semua harus dilepas. Transisi kembali terjadi. Tangisan datang lagi. Teriakan lagi. Tubuh yang lagi-lagi memilih lantai sebagai tempat paling jujur untuk mengekspresikan perasaan.

Di momen itulah saya sadar: pengalaman perjalanan hidup bersama anak dengan ASD adalah rangkaian check in dan check out yang tak pernah selesai. Masuk ke fase baru. Keluar dari fase lama. Tidak ada jeda panjang. Tidak ada tombol pause. Transisi adalah musuh terbesar bagi anak dengan ASD. Berpindah tempat, mengganti rutinitas, masuk dan keluar ruang—semua itu bukan perkara sepele. Maka check in dan check out bukan hanya soal kamar dan kunci, melainkan tentang memindahkan rasa aman dari satu titik ke titik lain.

Tahun 2025 pun kami jalani seperti itu.

Penuh transisi. Penuh jatuh bangun. Penuh tatapan orang yang tak selalu mengerti. Ada hari-hari ketika kami merasa gagal sebagai orang tua. Ada malam-malam ketika lelah terasa lebih berat dari harapan. Namun kami tetap bertahan, karena setiap teriakan Gangga adalah bukti bahwa ia masih berjuang memahami dunia—dan kami tak boleh menyerah lebih dulu.

Kini, kami melakukan check out dari tahun 2025.

Tanpa koper penuh kemenangan. Tanpa foto keluarga sempurna. Tapi dengan satu hal yang tak bisa dibeli: ketahanan.

Kami check in ke tahun 2026 dengan kesadaran baru. Bahwa perjuangan ini nyata. Bahwa rasa lelah ini valid. Bahwa orang tua anak dengan ASD bukan orang tua biasa—kita adalah pelari maraton tanpa garis finis yang jelas, namun tetap memilih berlari karena cinta.

Untuk para orang tua di luar sana yang pernah menahan air mata di ruang publik, yang pernah meminta maaf padahal tak bersalah, yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian: kalian tidak sendiri. Kalian kuat, bahkan saat merasa rapuh. Anak-anak kita mungkin tidak mengikuti ritme dunia, tapi dunia yang terlalu kaku itulah yang perlu belajar menyesuaikan diri.

Tulisan ini adalah pelukan tak kasat mata. Kalian tidak sendirian. Jika hari ini terasa berat, ingatlah: bertahan saja sudah merupakan bentuk kemenangan. Tidak semua perjuangan terlihat rapi. Tidak semua cinta terdengar tenang. Tapi justru di sanalah nilai kita diuji.

Check in ke tahun baru bukan janji bahwa semuanya akan mudah. Check out dari tahun lama bukan berarti semua luka sembuh. Tapi selama kita masih mau menggenggam tangan mereka—erat, sabar, dan penuh cinta—kita sedang melakukan hal paling manusiawi yang bisa dilakukan, karena check in dan check out akan selalu ada—di hotel, di sekolah, dan di berbagai fase kehidupan. Kita mungkin tidak bisa menghilangkan teriakan keras yang berkelanjutan, kebiasaan menjatuhkan diri dimanapun saat merasakan ketidaknyamanan, atau pandangan heran dari sekitarnya, namun kita bisa memastikan satu hal: anak kita tidak pernah sendirian menghadapi dunia yang bising ini.

Dan seperti yang selalu saya yakini:

“Kami hanyalah orang tua yang terus belajar, sering keliru, dan kerap letih. Namun selama cinta kami tak menyerah, anak kami tak pernah benar-benar kalah, karena menjadi orang tua anak dengan ASD bukan tentang mencari hari yang mudah, melainkan tentang tetap berdiri ketika hari terasa terlalu berat.”

Selamat datang, 2026. Kami datang bukan tanpa luka, tapi tetap akan mendampingi anak kami, Gangga, bersama-sama dengan kedua adiknya, Kanha dan Davka, dengan cinta yang utuh sepenuhnya.[T]

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Jaswanto

Tags: 2026anakAutism Spectrum Disordertahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buku Terbaru Angga Wijaya, “Di Beranda Kos Gosip Kedengaran Lagi”—Catatan Esai tentang Ingatan, Bali, dan Manusia Modern

Next Post

Berkelanjutan dan Regeneratif, Syarat Mutlak Pariwisata Indonesia

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Berkelanjutan dan Regeneratif, Syarat Mutlak Pariwisata Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co