23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Check In, Check Out, dan Anak yang Tak Pernah Libur dari Perjuangan

Dewa Rhadea by Dewa Rhadea
January 3, 2026
in Esai
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

Dewa Rhadea

MALAM pergantian tahun kemarin kami syukuri bersama keluarga dengan menginap di salah satu hotel di daerah Lovina, Buleleng, Bali.

Check in hotel bagi banyak keluarga adalah formalitas: senyum resepsionis, kartu kamar, koper ditarik pelan. Bagi kami—orang tua dari Gangga, anak dengan Autism Spectrum Disorder—check in adalah medan perjuangan yang tak tercantum di brosur mana pun.

Gangga tidak memahami konsep “menunggu”, tidak akrab dengan ruang asing, dan tak pernah benar-benar bersahabat dengan keramaian. Lobi hotel, dengan lampu terang, suara koper bergesekan, percakapan bertumpuk, dan tatapan orang lalu-lalang, adalah gelombang besar yang datang bersamaan dan mudah memicu ledakan emosinya. Di sanalah teriakan pecah, bukan karena marah, tapi karena dunia terasa terlalu bising untuk dipahami. Ia menjatuhkan diri ke lantai. Tangan mulai memukul kepala sendiri. Dan seketika, ruang publik berubah menjadi panggung—dengan kami sebagai aktor yang tidak pernah meminta peran itu.

Pandangan mata mulai berdatangan. Ada yang heran. Ada yang berbisik. Ada yang cepat-cepat mengalihkan wajah, seolah ini gangguan yang tak pantas hadir di ruang publik. Sedikit yang tahu bahwa di balik teriakan itu, ada sistem saraf yang seakan “tertekan” dan teriakan yang lantang darinya adalah rangkaian bahasa jiwa Gangga. Bahwa tubuh yang menjatuhkan diri itu sedang meminta jeda. Bahwa memukul kepala adalah cara terakhir untuk mengatakan: aku kewalahan. Dan di balik tubuhnya yang kami peluk erat, Gangga sedang berjuang menenangkan dunianya sendiri. Dengan keyakinan itu, kami tetap berdiri di sisinya.

Check in bagi kami bukan soal masuk kamar, melainkan menegosiasikan dunia agar sedikit lebih ramah pada seorang anak yang cara memahaminya berbeda. Menjelaskan pada petugas dengan suara setenang mungkin. Menahan rasa ingin segera meminta maaf pada semua mata yang menatap. Menguatkan diri sendiri agar tak runtuh di tempat yang sama.

Lalu hari pun berlalu. Dan tiba waktunya check out.

Ironisnya, check out sering kali terasa lebih berat. Rutinitas yang terbangun—meski singkat—harus ditinggalkan. Kamar yang mulai dikenali baunya, sudut lantai yang sudah “aman”, suara AC yang telah menjadi latar—semua harus dilepas. Transisi kembali terjadi. Tangisan datang lagi. Teriakan lagi. Tubuh yang lagi-lagi memilih lantai sebagai tempat paling jujur untuk mengekspresikan perasaan.

Di momen itulah saya sadar: pengalaman perjalanan hidup bersama anak dengan ASD adalah rangkaian check in dan check out yang tak pernah selesai. Masuk ke fase baru. Keluar dari fase lama. Tidak ada jeda panjang. Tidak ada tombol pause. Transisi adalah musuh terbesar bagi anak dengan ASD. Berpindah tempat, mengganti rutinitas, masuk dan keluar ruang—semua itu bukan perkara sepele. Maka check in dan check out bukan hanya soal kamar dan kunci, melainkan tentang memindahkan rasa aman dari satu titik ke titik lain.

Tahun 2025 pun kami jalani seperti itu.

Penuh transisi. Penuh jatuh bangun. Penuh tatapan orang yang tak selalu mengerti. Ada hari-hari ketika kami merasa gagal sebagai orang tua. Ada malam-malam ketika lelah terasa lebih berat dari harapan. Namun kami tetap bertahan, karena setiap teriakan Gangga adalah bukti bahwa ia masih berjuang memahami dunia—dan kami tak boleh menyerah lebih dulu.

Kini, kami melakukan check out dari tahun 2025.

Tanpa koper penuh kemenangan. Tanpa foto keluarga sempurna. Tapi dengan satu hal yang tak bisa dibeli: ketahanan.

Kami check in ke tahun 2026 dengan kesadaran baru. Bahwa perjuangan ini nyata. Bahwa rasa lelah ini valid. Bahwa orang tua anak dengan ASD bukan orang tua biasa—kita adalah pelari maraton tanpa garis finis yang jelas, namun tetap memilih berlari karena cinta.

Untuk para orang tua di luar sana yang pernah menahan air mata di ruang publik, yang pernah meminta maaf padahal tak bersalah, yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian: kalian tidak sendiri. Kalian kuat, bahkan saat merasa rapuh. Anak-anak kita mungkin tidak mengikuti ritme dunia, tapi dunia yang terlalu kaku itulah yang perlu belajar menyesuaikan diri.

Tulisan ini adalah pelukan tak kasat mata. Kalian tidak sendirian. Jika hari ini terasa berat, ingatlah: bertahan saja sudah merupakan bentuk kemenangan. Tidak semua perjuangan terlihat rapi. Tidak semua cinta terdengar tenang. Tapi justru di sanalah nilai kita diuji.

Check in ke tahun baru bukan janji bahwa semuanya akan mudah. Check out dari tahun lama bukan berarti semua luka sembuh. Tapi selama kita masih mau menggenggam tangan mereka—erat, sabar, dan penuh cinta—kita sedang melakukan hal paling manusiawi yang bisa dilakukan, karena check in dan check out akan selalu ada—di hotel, di sekolah, dan di berbagai fase kehidupan. Kita mungkin tidak bisa menghilangkan teriakan keras yang berkelanjutan, kebiasaan menjatuhkan diri dimanapun saat merasakan ketidaknyamanan, atau pandangan heran dari sekitarnya, namun kita bisa memastikan satu hal: anak kita tidak pernah sendirian menghadapi dunia yang bising ini.

Dan seperti yang selalu saya yakini:

“Kami hanyalah orang tua yang terus belajar, sering keliru, dan kerap letih. Namun selama cinta kami tak menyerah, anak kami tak pernah benar-benar kalah, karena menjadi orang tua anak dengan ASD bukan tentang mencari hari yang mudah, melainkan tentang tetap berdiri ketika hari terasa terlalu berat.”

Selamat datang, 2026. Kami datang bukan tanpa luka, tapi tetap akan mendampingi anak kami, Gangga, bersama-sama dengan kedua adiknya, Kanha dan Davka, dengan cinta yang utuh sepenuhnya.[T]

Penulis: Dewa Rhadea
Editor: Jaswanto

Tags: 2026anakAutism Spectrum Disordertahun baru
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buku Terbaru Angga Wijaya, “Di Beranda Kos Gosip Kedengaran Lagi”—Catatan Esai tentang Ingatan, Bali, dan Manusia Modern

Next Post

Berkelanjutan dan Regeneratif, Syarat Mutlak Pariwisata Indonesia

Dewa Rhadea

Dewa Rhadea

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Berkelanjutan dan Regeneratif, Syarat Mutlak Pariwisata Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co