Pekerja housekeeping di pariwisata, tak hanya melulu membersihkan kamar hotel untuk menciptakan kenyamanan dan pengalaman tamu. Mereka yang biasa menciptakan pengalaman, estetika dan kenyamanan tamu itu, juga ingin berbagi sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan. Karena itu, pekerja housekeeping yang tergabung dalam Indonesian Housekeepers Association (IHKA) BPD Bali mengunjungi Putu Yokta Piani Putri dan adiknya Ni Kadek Dita, anak yatim di Banjar Kapit, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung.
Dalam melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), IHKA Bali memiliki cara menarik, yaitu dengan melakukan charity ride sambil menikmati pemandangan alam. Seluruh peserta mengendarai sepeda motor, kecuali barang yang akan disumbangan diangkut dengan mobil. Mereka beramai-ramai dan berasama-sama menuju lokasi kegiatan CRS itu. “Bisa saja ditransfer atau digojekin, tetapi dengan sangat besar hati kami ingin langsung menyerahkan kepada anak itu,” kata Humas Koordinator IHKA Bali, Roma Pujawan disela-sela acara CRS itu, Sabtu 13 Desember 2025.

Pagi itu, para housekeeper dari berbagai daerah itu berkumpul di KFC Sanur untuk kemudian bersama-sama menuju Kabupaten Klungkung. Sebelum berangkat, mereka melakukan briefing demi kelancaran dan keselamatan selama perjalanan menuju lokasi. Ketua BPD IHKA Bali, I Gede Cahaya Adi Putra memberikan pengarahan secara langsung. Setelah foto bersama, tepat pukul 09.00 Wita rombongan rider ini memulai perjalannya melalui Jl. By Pass Prof Ida Bagus Mantra, menuju ke Banjar Kapit.
Meski Sang Surya terus merangkat, namun suasana di banjar itu masih terasa sejuk. Suara alam pun terkadang menyentuh telinga. Setelah memasuki rumah di banjar itu, Putri dan Dita tampak sedang menuas janur untuk dirangkai menjadi ceper. Ya, setelah pulang sekolah, kedua anak ini membuat ceper untuk membantu biaya sekolahnya, selain ditanggung kakeknya yang hanya buruh bangunan. Ayahnya telah meninggal ketika Putri berumur 3 tahun, lalu ditinggal ibunya menikah lagi.
Roma Pujawan mengatakan, Tim Pawongan yang menggawangi kegiatan CSR ini sengaja mengunjungi salah satu sahabat IHKA, yaitu Putri dan Dita untuk memberikan sumbangsih semangat, seperti sembako, kasir lipat, bantal, sabun dan uang tunai yang dipersiapkan untuk kelanjutan sekolah mereka. “Ini salah satu kegiatan yang memang murni kami lakukan dengan tulus iklas dari sahabat-sahabat, seperti dukungan dari vendor dan member IHKA BPD Bali,” ucapnya.

IHKA BPD Bali akan selalu mengawal sekolahnya. Di sekolah tetap akan coba dikawal agar proses pendidikan mereka berjalan lancar. “Sebagai insan pariwisata yang memiliki kesibukan, kami akan tetap bersemangat dan setiap bulan berkumpul dengan keiklasan penuh sambil keliling. Intinya, tidak perlu kaya untuk berbagi, tetapi ini dilakukan dengan niat iklas. Kegiatan ini didukung oleh semua vendor dan member,” sebutnya.
Sementara I Gede Cahaya Adi Putra atau akrab disapa Cadi mengaku sangat anstusias ikut serta dalam kegiatan kemanusiaan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada 26 vendor yang mensuport acara ini termasuk executive housekeeper yang telah berdonasi turut serta membantu Putri dan Dita di Klungkung ini. “Ini sudah menjadi komitmen kita, semoga bisa terus berkesenambungan, dan tahun depan melaksanakan lagi,” ucapnya.
Kegiatan peduli pada sesama ini memang rutin dilakukan setiap tahun, sebagai bentuk tanggung jawab social. Hal ini tak hanya berlaku bagi anak-anak yang beragama Hindu, tetapi juga untuk saudara Muslim, Kristen dan lainnya. “Tahun lalu, kegiatan ini sempat skip, karena banyak kesibukan melaksanakan even, maka di tahun ini kembali dilaksanakan,” ujarnya penuh syukur
Kegiatan penuh kebersamaan ini, lanjur Cadi, sesunguhnya untuk mempererat hubungan dengan vendor, juga dengan member. Mendekatan mereka, sehingga pekerja housekeeper tak hanya membersihkan kamar saja, tetapi ikut membantu saudara-saudara yang membutuhkan. “Kami selalu bersama-sama menyerahkan CSR itu, karena ingin memberikan kesempatan vendor untuk lebih dakat. Bisnis itu, kita datang bersilahturamah, berteman lalu bekerjasama,” imbuhnya.
Sedangkan Kepala SD Negri 4 Nyalian, I Nyoman Sura, S.Pd mengatakan, ini momen yang sangat mengharukan ketika ikut mendampingi pihak IHKA Bali memberi suport kepada Putri dan Dita agar bisa berstudi, dan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. “Hati nurani saya tersentuh ketika IHKA Bali datang dari jauh, ke Klungkung untuk peduli pada pendidikan Putri dan Dita. Terima kasih kepada IHKA Bali datang dengan hati yang tulus dan murni membantu anak didik kami,” ucapnya.

Dari kunjungan IHKA Bali ini, Nyoman Sura berharap Putri dan Dita bisa melanjutkan sekolahnya, seperti anak-anak lainnya. Ia juga berharap, dari sentuhan bantuan IHKA ini dapat memotivasi mereka untuk lebih giat belajar. “Dari kunjungan IHKA Bali ini, saya juga berharap kepada pihak-pihak lain tersentuh hatinya, kemudian bergerak bersama meringankan beban Putri dan Dita, sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan hingga tuntas,” harapnya.
Gelar International Conference di tahun 2026
IHKA Bali berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan ini di tahun 2026. Khusus untuk kegiatan Tim Pawongan, akan diawali dengan melukat di Pura Mengening, dan melanjutkan agenda yang telah disusun di IHKA BPD Bali. “Khusus untuk kegiatan CSR, kami tetap akan melakukan secara bersama-sama dengan melakukan rider, sebagai cara untuk me-refresh diri setelah menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan seluruh area hotel,” ucapnya.

Sementara Cadi mengatakan, kegiatan IHKA Bali di tahun 2025 ini memang padat, salah satunya telah melaksanakan International Conference dan Exhibition yang mengundang negara-negara lain untuk berbagi ilmu. “Tahun depan, kami ingin membuat even yang lebih besar dengan mengadakan international making bad, seminar dan pameran berskala internasional. Acara ini akan mengundang IKHA seluruh Indonesia dan melibatkan 7 negara di dunia,” terangnya.
Saat ini, ada sebanyak 26 BPD IHKA di Indonesia. Jika sebelumnya diikuti lima negara, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Singapura, maka tahun ini bertambah Maldives dan Sri Langka. “Mudah-mudahan kami bisa mengelar bulan Juni 2026, sebelum Hari Raya Galungan. Kami akan tetap mendatangkan peserta dari luar negeri untuk membuka wawasan member kami, sehingga berwawasan lebih dan berskala internasional. Apa yang sering dilakukan di luar negeri, sehingga menambah wawasan mereka untuk kemudian memberikan yang terbaik kepada tamunya,” tutupnya. [T]
Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole



























