2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Naluri, Nurani, Manusia dan Mahluk Hidup

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
December 5, 2025
in Esai
Naluri, Nurani, Manusia dan Mahluk Hidup

Ilustrasi tatkala.co

Manusia dapat dikatakan sebagai binatang yang berdiri tegak, yang bisa menciptakan budaya, yang bisa dinikmati oleh manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan.

Dalam ajaran Hindu, dikatakan bahwa manusia dilengkapi dianugrahi sabda (suara yang pendapat), bayu (tenaga yang jadi kekuatan) dan idep (pemahaman yang jadi kesadaran).

Pohon dan Binatang

Pohon yang dulu dikatakan tidak bersuara atau tidak bisa berpendapat, dalam perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi yang diciptakan manusia, kini kita bisa mendengar suara, pendapat pohon, melalui mesin maupun gambar.

Binatang yang dulu dikatakan tidak punya idep (pemahaman dan kesadaran ) dengan pengetahuan dan teknologi manusia, kini beberapa diantaranya telah pemiliki pemahaman dan kesadaran, secara naluri maupun karena dilatih, misalnya anjing, kucing, burung beo, lumba-lumba, gajah, macan, kera dan lain-lain.

Naluri, Pemahaman dan Kesadaran

Semua mahluk memiliki naluri untuk hidup, berkembang, aman dan nyaman.

Di musim panas, pohon-pohon yang besar dan tinggi merontokkan daun-daunnya agar air yang diisap akar bisa menghidupi batang dan ranting-ranting. Binatang-binatang akan menjauh saat merasakan gunung akan meletus.
Manusia Modern yang akrab dengan pengetahuan dan tehnologi kini, justru tanpa sadar telah membunuh nalurinya.

HP Membunuh Naluri

Misalnya HP, perangkat tehnologi modern kini sangat dekat (hampir melekat) dengan manusia (dari bayi sampai orang tua), yang sesungguhnya bisa sangat membantu manusia untuk mendapatkan pemahaman tentang sesuatu, sehingga memudahkan untuk mencapai kesadaran, ternyata menjadi pembunuh utama naluri manusia sebagai mahluk hidup.

Percobaan bisa kita lakukan binatang (anjing) dan manusia, saat seekor anjing kita putarkan film, lagu, gambar-gambar yang disukainya, dia akan bertahan beberapa lama, tapi setelah itu ia tetap akan minta makan karena merasa lapar. Berbeda dengan manusia, ia bisa lama memanfaatkan HP tanpa merasa kelaparan, sehingga makin lama-naluri perutnyalah yang akan aktif memberi peringatan sebagai sakit perut.

“

Awidya” Tanpa Pengetahuan

Kelebihan manusia yang mempunyai “idep”, pemahaman dan kesadaran dibandingkan dengan mahluk lain, akan menjatuhkan manusai pada jurang yang sangat dalam jika abai dan terbiasa mengabaikan nalurinya.

Naluri mahluk hidup, selain untuk bertahan hidup adalah juga untuk selalu belajar dari tempat, ruang, waktu, kondisi dan situasi hidupnya.

Manusia bisa belajar dirinya sendiri, lingkungan, manusia, binatang, pohon, alam, buku, media sosial dan lain-lain. Pengetahuan yang didapatkannya tentang sesuatu biasanya mampu membuatnya mengalahkan enam musuh-musuh dalam dirinya (sadtipu) berupa; keinginan hawa nafsu (kama), tamak (lobha), sifat marah (kroda), bingung (moha), iri hati (matsarya) dan mabuk (mada). Keenam musuh itu juga ada pada semua mahluk hidup yang membuatnya mengalami kegelapan/tidak berpengetahuan.

Dari eman musuh dalam diri manusia yang ada saat ini, yang paling hebat dan sangat berpotensi menghancurkan manusia dan kemanusiannya adalah “mada” (mabuk menghindari diri dari kenyataan dengan minuman, irupan, makanan, pekerjaan dan lain-lain). Kalau kondisi mabuk ini bersifat sementara akan tidak terlalu mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengalahkan musuhnya yang lain, tetapi jika sudah menjadi kebiasaan pasti juga akan membuatnya tak mampu mengalahkan musuh-musuh dirinya yang lain. Misalnya seorang peminum, walaupun ia bukan tipe pemarah, tapi saat tertentu, ia bisa jadi pemarah.

Kemabukan yang tak Terdeteksi

Keberadaan HP sebagai salah satu teknologi yang dekat dengan manusia, kini sangat potensian dipakai sebagai sarana untuk ” mabuk” (melarikan diri dari kenyataan) yang tak terdeteksi. Mabuk yang disebabkan oleh HP ini bisa berimplikasi jauh dan luas, karena menyangkut seluruh aspek kehidupan dengan segala kualitas dan kuantitasnya.

Hati-hati dan waspadalah, mabuk HP yang awalnya terbatas pada kegiatan untuk menghindari diri dari kejenuhan kenyataan, jika bersifat laten dan tanpa kontrol tanpa disadari akan menjelma jadi tujuh “kemabukan'” (Sapta Timira) yang diciptakan oleh pikiran yang bebas, tanpa batas dan bersifat non material.

Tujuh Kemabukan

Tujuh Kemabukan yang disebabkan oleh kegelapan, sehingga ” merasa paling” bukan yang sesungguhnya yang diproduksi oleh pikiran bukan karena pengetahuan, pemahaman dan kesadaran ; (1) Surupa atau Rupa, “merasa paling” rupawan, (2) Dhana atau Kekayaan/Harta “merasa paling” Kaya, (3)Guna atau Kecerdasan(Ilmu Pengetahuan) “merasa paling” cerdas, (4) Kulina atau Garis keturunan (Kasta) “merasa paling berkasta tinggi”, (5) Yowana atau Masa Muda (Usia Muda) “merasa masih muda” , (6)Sura atau kemabukan (Lupa daratan/ambisi) “merasa paling hebat”, (7) Kasuran atau Keberanian “merasa paling berani’.

HP Telah Menggerus Naluri Manusia

Perasaan-perasaan ini dengan mudah bisa didapat, disebarkan, dan ditularkan melalui HP, tanpa perlu upaya untuk mencari tahu, mengetahui, memahami kemudian untuk menyadarinya. Untuk pengetahuan yang bersifat umum, mungkin kita bisa menjeneralisirnya, misalnya seorang remaja laki yang akil balik, ditandai dengan suaranya, yang perempuan ditandai dengan menstruasi, tetapi mahluk hidup tidak semudah itu untuk disimpulkan selalu ada pengecualian, spesifikasi, yang bersifat khusus. Ilmu pengetahuan mengajarkan manusia untuk melakukan observasi, peneliti dengan seksama, mencari perbandingan-perbandingan sebelum bisa menyimpulkan sementara.

Kini, HP telah banyak menggerus naluri seseorang manusia untuk belajar mengenali sesuatu dengan indria-indrianya, sehingga dengan mudah menyimpulkan. Maka jangan heran jika kita, banyak anak-anak kita, generasi muda Indonesia yang kehilangan naluri untuk hidup, untuk menjalani kehidupan, jangankan untuk bis menjaga, merawat, dan memelihara orang lain, orang tua, anak, binatang maupun pohon.

HP telah banyak mengambil kemanusiaan kita, menjadi tanpa naluri, yang pada akhirnya akan menjadi tanpa nurani, melampaui naluri keganasan para binatang untuk mempertahan hidup dan menjalankan kehidupan. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor:Adnyana Ole

Tags: mahluk hidupmanusia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tiga Aktor, Satu Bencana

Next Post

Menyusuri Ingatan di Jalur Bukit Mendeha

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Menyusuri Ingatan di Jalur Bukit Mendeha

Menyusuri Ingatan di Jalur Bukit Mendeha

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co