2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menulis sebagai Sebuah Meditasi

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
November 5, 2025
in Esai
Menulis sebagai Sebuah Meditasi

Ilustrasi tatkala.co

“Penulis sejati tidak berpihak kepada siapa pun kecuali kepada kebenaran.”
— Albert Camus, sastrawan dan filsuf eksistensialis.

APA yang menjadi motivasi seseorang untuk menulis? Ada yang menulis karena ingin terkenal, ada yang ingin menyampaikan gagasan, ada pula yang menulis karena tak tahan lagi menyimpan kebenaran di dalam dada. Namun, bagi sebagian kecil orang, menulis adalah laku batin, bentuk kontemplasi — bahkan sebuah meditasi.

Albert Camus, dalam semangat eksistensialisme, memandang tulisan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap absurditas dunia. Menulis bukan hanya merangkai kata, tapi juga membongkar kebohongan dan mengabarkan kebenaran — meski hanya kepada satu jiwa.

Saya sendiri mulai menulis sejak masa SMA. Cerpen-cerpen saya kala itu bahkan sempat dimuat di Bali Post dan mendapat honor — jumlahnya setara lima bulan uang SPP. Kegembiraan menulis saat itu terasa seperti berbicara langsung dengan jiwa sendiri. Namun, begitu memasuki dunia kerja profesional di sebuah BUMN, kebiasaan itu perlahan terlupakan.

Rutinitas kerja yang padat — rapat, target, dan pelatihan ke luar kota — menjauhkan saya dari dunia sunyi kata-kata. Walaupun saya tetap berlangganan majalah Horison dan sesekali menulis dalam sebuah event tertentu. Bahkan sempat meraih juara pertama dalam Lomba Tulis yang diselenggarakan Radio Memora saat bertugas di Manado. Setahun di Makasar, masih sempat mengirim puisi ke sebuah majalah remaja nasional dengan judul Lelaki Muda dengan Pedang di Tangan, sebuah wujud pemberontakan dan kritik terhadap tradisi dari daerah saya sendiri.

Ketika pelatihan di Bandung, alih-alih mencari buku teknik telekomunikasi — bidang pekerjaan utama saya — saya justru memilih menyaksikan pentas Opera Kecoa karya N. Riantiarno yang diselenggarakan oleh Depot Kreasi Seni Bandung. Bahkan saat mengikuti training di negeri Sakura Jepang, sempat terbersit ide untuk menuliskan sebuah cerpen: Di Bawah Langit Meguro, sayangnya sampai saat ini masih tetap menjadi sebatas judul. Mungkin suatu saat akan menjadi sebuah cerpen

Hingga akhirnya, di usia 41 tahun, saya mengambil keputusan besar: pensiun dini. Keputusan ini bukan semata soal karier, tapi tentang kembali ke panggilan batin yang lama terabaikan. Dua puluh tahun kenyamanan di BUMN, di balik segala fasilitas yang menggiurkan, saya menemukan kekosongan jiwa. Jenuh tingkat Dewa, kata anak muda zaman now. Seorang kerabat merespons keputusan saya dengan bertanya, “Mau makan apa?” Saya menjawab enteng, “Yang jelas saya masih makan nasi, bukan batu.”Sejak saat itu, saya mulai menulis kembali — bukan sekadar cerpen, tapi catatan reflektif spiritual, yang menyatu dengan perjalanan jiwa, tapi sebatas untuk koleksi pribadi.

Tiga hari menjelang pensiun dini, untuk pertama kalinya saya bisa bertemu tokoh idola saya Guruji Anand Krishna— yang sebelumnya hanya bisa saya ajak berdialog lewat buku-buku beliau. Itulah pertemuan pertama yang mengubah jalan hidup saya untuk menekuni perjalanan sunyi ke dalam diri.

Hobi menulis saya mulai terbangun kembali. Namun, setiap kali membaca ulang tulisan yang baru saya buat, saya harus jujur berkata: itu bukan kata-kata saya, hampir semuanya kata-kata beliau. Maka, saya mengambil langkah aman: menjadi penulis reportase kegiatan beliau di Anand Ashram dan saat beliau memberikan sharing ke masyarakat dalam bentuk wacana dan latihan meditasi.

Kebetulan pula, dalam sebuah kesempatan saya bertemu dengan seorang awak media Indonesia Expose, saya memanggilnya Mbak Putri. Awalnya Mbak Putri tertarik dengan kegiatan Anand Ashram dan ingin meliput. Bukan itu saja — ia juga menawarkan saya untuk bergabung dengan Indonesia Expose. Pucuk dicinta ulam tiba. Selanjutnya Mbak Putri berjasa menampung reportase yang saya buat. Entah itu reportase murni atau sebuah opini yang saya kemas dalam reportase mengambil sudut pandang Shri Sarvananda Dharma (nama diksha saya dari seorang Nabe Shri Bhraja Ganachakra di Ashram Ganachakra Lombok)

Dua puluh tahun lebih mengikuti kegiatan di Anand Ashram, saya baru benar-benar memahami makna menulis sebagai sebuah meditasi. Menulis bukan lagi aktivitas luar, melainkan proses meniti ke dalam diri. Setiap kalimat adalah napas, setiap paragraf adalah doa.

Guruji Anand Krishna pernah mengatakan: “Saya menulis bukan untuk mengajar, tapi untuk berbagi pengalaman. Satu orang saja merasakan manfaat dari tulisan itu, saya merasa sangat terberkati.”

Bagi Guruji, tulisan adalah sarana berbagi kesadaran. Bimbingan langsung Guruji lewat tulisan, wacana dan aksi nyata kegiatan pelayanan untuk masyarakat yang dilakukan oleh komunitas Anand Ashram, bagi saya adalah isyarat bagi saya untuk berkarma yoga melalui tulisan.

Albert Camus, Jean Paul Sartre, Friedrich Nietzsche,dan beberapa tokoh lainnya, adalah idola saya. Namun lebih dari mereka,  Guruji Anand Krishna sosok teladan yang mampu menyihir saya dan membuka mata batin saya yang sekian lama tertutup rapat. Membaca buku-buku beliau membuat saya menangis dan tertawa dalam waktu yang sama — seperti disentuh oleh kebenaran yang tak bisa lagi ditunda.

Menulis menyentuh aspek terdalam dari proses kesunyian. Di dunia yang kian riuh dan bising oleh opini dangkal, penulis sejati justru muncul sebagai penjaga kesunyian yang jernih. Tulisan mereka tidak selalu viral, tetapi menyentuh dan menyala — karena lahir dari kedalaman kesadaran, bukan sekadar keinginan untuk dikenal.

Bagi saya, menulis kembali setelah pensiun dini bukanlah nostalgia, tetapi ziarah. Kembali ke ruang sunyi tempat jiwa berbicara, bukan hanya kepada dunia, tetapi juga kepada diri sendiri. Saat inipun, saya tengah merampungkan sebuah tulisan sebagai bentuk pengejawantahan sebuah obsesi kecil yang masih tersisa, berupa disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth One Sky One Humankind. Dan jika satu tulisan mampu menyembuhkan satu luka, menyulut satu cahaya — maka penulisannya tidak pernah sia-sia. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: meditasimenulis
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lebih dari Sekadar Barisan: Budaya di Balik Cara Mengantre

Next Post

Paradoks BPHTB dalam PPJB: Ketika Keadilan Fiskal Mengabaikan Kepastian Hukum

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Paradoks BPHTB dalam PPJB: Ketika Keadilan Fiskal Mengabaikan Kepastian Hukum

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co