16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Irsyad Qalbi | Hujan Lain pada Sebuah Taman

Irsyad Qalbi by Irsyad Qalbi
November 1, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Irsyad Qalbi  |  Hujan Lain pada Sebuah Taman

Irsyad Qalbi

HUJAN LAIN PADA SEBUAH TAMAN

di taman
betapa seluruh hal seakan sepakat
tak acuhi waktu sementara.
itu hari hampir senja dan
habis saja hujan

(ada jembatan tua antara kali kecil itu
tampak lebih bijak dengan
permak cat hijau dan putih)

ini kepalaku, sempurna dipangkumu.
wajahku serupa daun hijau muda
dan matamu langit biru sepuh

di antara rimbunan kembang dan
bangku taman yang lembab
segala hendak jadi sunyi

(ada rosario yang kau kenakan bergetar
ikuti gelisah nafasmu
dan lantunan murottal quran
barang kali dengung nyamuknyamuk
yang kerap meresahkan kita)

di matamu
awan kilat dan muram
lekas pecah perlahan.
tipis gerimis
pelan hujan.
gumammu, ialah guntur
yang menghentak-hentak dadaku

air mata jatuh ke wajah
pecah jadi perih
dicerap akar jantungku

menjelang tibanya sesuatu
yang telah sering kita terka
kita pun gigil sebab dingin yang lain

di taman,
betapa seluruh hal seakan sepakat
tak acuhi waktu sementara.
sebab ini kali terakhir, barang kali

yang bisa jadi milik kita
sebelum nanti
sesuatu yang malam itu tiba

Yogyakarta, 2025
 

PARADE PADA MUSIM KEMARAU BASAH

parade-parade kesedihan tertanggal
dalam almanak.
pada musim kemarau basah
juni yang runyam dan murung

setiap perayaan, selalu
air mata jatuh
air mata jatuh

semenjak tahun pertama

(terompet ditiup
perkusi ditabuh
lagu-lagu kekalahan dimainkan
bergaung, bergaung
dalam keriuhan tangisan)

aku bertaruh
aku bertaruh

kau dan mereka akan pergi lagi.
meninggalkan dan
tak berniat kembali

satupersatu
bergegas menuju
gerbonggerbong
yang penuh dan sesak.
menambah kehilangan liyan
memanjangkan parade tahun depan

tapi aku di sini
masih di sini.
menyaksikan semua
di bawah langit hujan panas
kenakan payung hitam
—penuh lubang

Yogyakarta, 2025
 

HARI-HARI YANG MALAS

hari-hari yang malas.
hanya angin dan sinar
menyempil di sela-sela kemurungan

seperti suatu kerentaan:
kecemasan, dengung panjang
yang bergejolak tenang.
terasa sore pelan sekaligus runyam

—sekarat, betapa lembut
mengecup kening

basuh aku,
basuh aku

suatu yang bening
suatu yang jernih

redakan sesuatu dari dalam
yang diam-diam
begitu sengsara

aku berserah, aku berserah.
cukupkan ranting rapuh
dan layu daun muda

nasib baik,
lebihlah beriak dan mengalir
seperti waktu
hanyutkan
hanyutkan …

Yogyakarta, 2025 

HANYA SOAL WAKTU

lalu tentang sekarang,
telah kami sadari
bahwa semua ini cuma permainan
—seribu omongkosong menjelma
katakata yang dipaksa melumat sentausa

(aku menyaksikan katakata
telah diperkosa dan
bukan lagi suatu kerahasiaan)

segala pun hangus,
sejak angkuh api di dada mereka
habiskan isi kami.
sudah hampir tiada sisa
yang benar milik kami di tempat ini

hidup cuma menanti terang
dalam kebisuan yang bergejolak

(adakah sentausa dapat lahir dan
hidup panjang dari
segala bualan?)

ketidaksadaran, diamdiam
merakit puingpuing
menjadi peledak.
seakan menggugat
jadi bahasa baru
: katakata yang dapat
mereka pahami

sumbu telah tersulut
dan hampir pada tiba.
adalah bom waktu, sungguh

hanya soal waktu.

Yogyakarta, 2025 

KESEDIHAN INI


: Avyy

kesedihan ini,
barang kali segenap kekuatan untukku
yang telah diam-diam kau anyam
jauh sebelum ini tiba.

agar sewaktu-waktu
ketika aku mengenangmu,
aku dapat mengasihi diriku
seperti kau mengasihi aku.

engkau, mahkluk kecil lagi malang,
istirahlah dalam teduh;
dalam hening damaimu

Yogyakarta, 2025
 

SIMENG

barang kali bulubulu acapkali rontok
dan perutmu yang kerap keroncongan
itu sebab kami ini tak pandai merawat, kukira

tapi dalam naas asuhan ini
begitu kau selalu cukupi aku
untuk ada kau di sisi.
kenangan yang seperti tikus-tikus loteng
cuma bisa takluk
dalam cakar dan taringmu yang lucu

Bima — Yogyakarta, 2025
 

TIKUS-TIKUS LOTENG

hatiku serupa sobekan kertas.
berserakan di seluruh
rumah hampir musnah

betapa kenangan telah menjelma
tikus-tikus loteng

kerisauan bangkit
dari derap
kakikaki mungil
dan decitdecit
yang malar

: seperti tiada celah
buat menghindar.
kesedihan nan perih mengintai
mengancam dari langit-langit

kesunyian kamar
seperti tubuhku, gigil
dalam selimut rajut ibu.
habis di pembaringan:
sisa tulang-belulang

Bima — Yogyakarta, 2025

.

Penulis: Irsyad Qalbi
Editor: Adnyana Ole
 

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tri Hita Karana dalam Realita Kacamata Pariwisata Bali

Next Post

Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Irsyad Qalbi

Irsyad Qalbi

Lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat. Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Ia aktif di dunia kepenulisan dan kepemanggungan. Beberapa kali ia memenangkan lomba kepenulisan (puisi) dan juga lomba musikalisasi-puisi. IG @sat.is.at

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co