5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Irsyad Qalbi | Hujan Lain pada Sebuah Taman

Irsyad Qalbi by Irsyad Qalbi
November 1, 2025
in Puisi
Puisi-puisi Irsyad Qalbi  |  Hujan Lain pada Sebuah Taman

Irsyad Qalbi

HUJAN LAIN PADA SEBUAH TAMAN

di taman
betapa seluruh hal seakan sepakat
tak acuhi waktu sementara.
itu hari hampir senja dan
habis saja hujan

(ada jembatan tua antara kali kecil itu
tampak lebih bijak dengan
permak cat hijau dan putih)

ini kepalaku, sempurna dipangkumu.
wajahku serupa daun hijau muda
dan matamu langit biru sepuh

di antara rimbunan kembang dan
bangku taman yang lembab
segala hendak jadi sunyi

(ada rosario yang kau kenakan bergetar
ikuti gelisah nafasmu
dan lantunan murottal quran
barang kali dengung nyamuknyamuk
yang kerap meresahkan kita)

di matamu
awan kilat dan muram
lekas pecah perlahan.
tipis gerimis
pelan hujan.
gumammu, ialah guntur
yang menghentak-hentak dadaku

air mata jatuh ke wajah
pecah jadi perih
dicerap akar jantungku

menjelang tibanya sesuatu
yang telah sering kita terka
kita pun gigil sebab dingin yang lain

di taman,
betapa seluruh hal seakan sepakat
tak acuhi waktu sementara.
sebab ini kali terakhir, barang kali

yang bisa jadi milik kita
sebelum nanti
sesuatu yang malam itu tiba

Yogyakarta, 2025
 

PARADE PADA MUSIM KEMARAU BASAH

parade-parade kesedihan tertanggal
dalam almanak.
pada musim kemarau basah
juni yang runyam dan murung

setiap perayaan, selalu
air mata jatuh
air mata jatuh

semenjak tahun pertama

(terompet ditiup
perkusi ditabuh
lagu-lagu kekalahan dimainkan
bergaung, bergaung
dalam keriuhan tangisan)

aku bertaruh
aku bertaruh

kau dan mereka akan pergi lagi.
meninggalkan dan
tak berniat kembali

satupersatu
bergegas menuju
gerbonggerbong
yang penuh dan sesak.
menambah kehilangan liyan
memanjangkan parade tahun depan

tapi aku di sini
masih di sini.
menyaksikan semua
di bawah langit hujan panas
kenakan payung hitam
—penuh lubang

Yogyakarta, 2025
 

HARI-HARI YANG MALAS

hari-hari yang malas.
hanya angin dan sinar
menyempil di sela-sela kemurungan

seperti suatu kerentaan:
kecemasan, dengung panjang
yang bergejolak tenang.
terasa sore pelan sekaligus runyam

—sekarat, betapa lembut
mengecup kening

basuh aku,
basuh aku

suatu yang bening
suatu yang jernih

redakan sesuatu dari dalam
yang diam-diam
begitu sengsara

aku berserah, aku berserah.
cukupkan ranting rapuh
dan layu daun muda

nasib baik,
lebihlah beriak dan mengalir
seperti waktu
hanyutkan
hanyutkan …

Yogyakarta, 2025 

HANYA SOAL WAKTU

lalu tentang sekarang,
telah kami sadari
bahwa semua ini cuma permainan
—seribu omongkosong menjelma
katakata yang dipaksa melumat sentausa

(aku menyaksikan katakata
telah diperkosa dan
bukan lagi suatu kerahasiaan)

segala pun hangus,
sejak angkuh api di dada mereka
habiskan isi kami.
sudah hampir tiada sisa
yang benar milik kami di tempat ini

hidup cuma menanti terang
dalam kebisuan yang bergejolak

(adakah sentausa dapat lahir dan
hidup panjang dari
segala bualan?)

ketidaksadaran, diamdiam
merakit puingpuing
menjadi peledak.
seakan menggugat
jadi bahasa baru
: katakata yang dapat
mereka pahami

sumbu telah tersulut
dan hampir pada tiba.
adalah bom waktu, sungguh

hanya soal waktu.

Yogyakarta, 2025 

KESEDIHAN INI


: Avyy

kesedihan ini,
barang kali segenap kekuatan untukku
yang telah diam-diam kau anyam
jauh sebelum ini tiba.

agar sewaktu-waktu
ketika aku mengenangmu,
aku dapat mengasihi diriku
seperti kau mengasihi aku.

engkau, mahkluk kecil lagi malang,
istirahlah dalam teduh;
dalam hening damaimu

Yogyakarta, 2025
 

SIMENG

barang kali bulubulu acapkali rontok
dan perutmu yang kerap keroncongan
itu sebab kami ini tak pandai merawat, kukira

tapi dalam naas asuhan ini
begitu kau selalu cukupi aku
untuk ada kau di sisi.
kenangan yang seperti tikus-tikus loteng
cuma bisa takluk
dalam cakar dan taringmu yang lucu

Bima — Yogyakarta, 2025
 

TIKUS-TIKUS LOTENG

hatiku serupa sobekan kertas.
berserakan di seluruh
rumah hampir musnah

betapa kenangan telah menjelma
tikus-tikus loteng

kerisauan bangkit
dari derap
kakikaki mungil
dan decitdecit
yang malar

: seperti tiada celah
buat menghindar.
kesedihan nan perih mengintai
mengancam dari langit-langit

kesunyian kamar
seperti tubuhku, gigil
dalam selimut rajut ibu.
habis di pembaringan:
sisa tulang-belulang

Bima — Yogyakarta, 2025

.

Penulis: Irsyad Qalbi
Editor: Adnyana Ole
 

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tri Hita Karana dalam Realita Kacamata Pariwisata Bali

Next Post

Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Irsyad Qalbi

Irsyad Qalbi

Lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat. Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta. Ia aktif di dunia kepenulisan dan kepemanggungan. Beberapa kali ia memenangkan lomba kepenulisan (puisi) dan juga lomba musikalisasi-puisi. IG @sat.is.at

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Taman Mekar, Belajar Konservasi Air ala SDN 4 Munduk

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co