25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Beda Cara, Satu Tujuan: Cerita Healing Versi Gen Z

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
October 29, 2025
in Gaya
Beda Cara, Satu Tujuan: Cerita Healing Versi Gen Z

Stevany healing di Bukit Trunyan

“Healing dulu deh!” Kalimat yang rasanya sudah cukup sering terdengar di kalangan anak muda. Entah diucapkan setelah seminggu penuh kerja, setelah nugas yang bikin pusing, atau kegundahan lainnya. Beberapa tahun terakhir, istilah healing sepertinya sudah menjadi keseharian anak muda, mulai dari caption Instagram, story WhatsApp, sampai obrolan nongkrong bareng, kata tersebut muncul di mana-mana. Kadang serius, kadang juga hanya bahan bercandaan. Tapi, satu hal yang pasti, di balik kata healing, selalu ada rasa lelah yang ingin ditenangkan.

Generasi muda sekarang punya caranya sendiri untuk pulih, ada yang merasa tenang saat menghirup udara pantai, ada yang lebih suka menatap langit gunung, dan ada juga yang cukup rebahan di kamar dengan mendengar lagu favoritnya. Healing tidak lagi melulu soal liburan mewah atau perjalanan jauh, kadang sesederhana memberi waktu untuk diri sendiri agar bisa bernapas lega juga sudah merupakan healing tersendiri.

Bagi Ni Kadek Stevany Riska Priyani (20), mahasiswa semester V di Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), healing yang sesungguhnya ada di alam terbuka. “Kalau lagi ada duit, biasanya aku ke pantai. Apalagi kalau ada temen, bisa ngobrol sambil liat laut. Tapi kalau lagi nggak mood keluar, paling tidur sambil denger lagu,” ujarnya santai.

Stevany mengaku dirinya bukan tipe yang suka nongkrong di kafe ramai. Ia lebih suka suasana alam seperti pantai atau gunung. “Alam tuh kayak langsung bikin mata seger, sambil mikir kayak, wah ciptaan Tuhan indah banget ya,” tambahnya sambil tertawa kecil.

Ni Kadek Diah Giri Harta Muliasari

Salah satu momen healing terbaik baginya adalah saat kumpul di pantai bersama teman-temannya. “Kita nge-grill, deep talk, ketawa bareng. Rasanya nyambung banget dan bener-bener bikin hati tenang.” Tapi ternyata tak semua momen healing berjalan sempurna bagi Stevany, “kadang sih bukan gagal total, cuma energinya nggak nyatu aja sama orang-orangnya. Jadi feelnya kurang dapet,” ungkapnya.

Stevany percaya kalau alam punya kekuatan menenangkan yang nyata. “Kalo itu sih real 100% iyaa! berdasarkan pengalaman mendaki kemarin, itu walaupun di awal capek banget, kaki pegel, tapi pas dijalanin nyampe puncak, capeknya langsung ilang setelah liat pemandangan alam yang bener-bener wow banget kayak ga nyangka ternyata alam seindah itu,” ceritanya penuh dengan semangat.

Ketika diberi pertanyaan tentang ingin healing kemana dan ngelakuin apa saja tanpa memikirkan apapun, Stevany dengan cepat menjawab, “Keliling dunia sih, dari dulu pengen banget menjelajahi dunia gitu, kayak berasa nambah ilmu dan experience.” Ia juga memberikan rekomendasi healing versinya, “mendaki sihh, menurutku minimal sekali seumur hidup harus nyoba mendaki karena emang seseru itu, apalagi bisa survive sampai puncak, itu keren banget sih. Kayak banyak kenangan dan memori selama tracking sampe puncak, dan itu yang paling berkesan.”

Senada dengan Stevany, Komang Ayu Sintya Pratiwi juga mengaku lebih sering healing di alam terbuka. Kesibukan Sintya kini bekerja, ia berusia 20 tahun. “Lebih nyaman aja kalo di outdoor, contohnya pantai. Yaa, emang ga sering banget sih, cuma suasananya tuh bikin tenang apalagi sambil liat sunset terus dengerin suara ombak, bisa foto-foto juga terus biaya akses masuk ke pantai ga terlalu mahal, palingan cuma bayar parkir atau tiket masuk 5 ribu doang, sekalian jadi tempat piknik kecil-kecilan, bebas bawa makanan atau minuman,” ungkapnya.

Sintya di Blue Lagoon

Sintya mengaku kadang juga pergi ke tempat indoor seperti mall, terutama saat gabut, “Biasanya keliling mall, beli jajanan favorit, atau main di funworld. Pokoknya kalo dah gabut di rumah, pasti langsung cuss ke living world.”

Namun, tak semua rencana healing berjalan mulus. “Pernah ih, dan kejadiannya baru-baru ini. Jadi udah susun rencana tuh mau ngapain aja di Kebun Raya Bedugul, udah punya plan mau main sepeda sambil kelilingin Kebun Raya Bedugul sekalian tuh buat video-video aesthetic bareng my boyfie,” ucapnya sambil tersenyum malu-malu, “Eh tiba-tiba malah hujan deres dongg, sedih bangett. Emang sih udah sempet bikin video sama foto ala-ala, cuma kan tetep aja jadi ga seruu, tapi gabisa disalahin sih soalnya daerah sana rawan hujan dan aku kurang siap-siap bawa jashuja plastik, alhasil cuma bisa neduh, jadi lebih lama kejebak hujan daripada jalan-jalan di Kebun Raya Bedugul. Tapi, next bakal ulang kesana lagi sih,” ceritanya dengan menggebu-gebu.

Sintya juga percaya jika suasana hijau dan udara segar bisa banget untuk nurunin stres. “Sekarang malah lebih suka healing ke alam ketimbang nongkrong di kafe,” katanya. Ketika diberikan pilihan antara duduk di kafe estetik atau di tepi pantai, ia langsung menjawab, “duduk tepi pantai lah, sambil makan cemilan, liat sunset, dengerin lagu. Rasanya bebas aja gitu.”

Stevany di dermaga Bedugul

Sintya juga sempat merekomendasikan satu tempat cocok untuk healing versinya, yaitu Restaurant Bloo Lagoon yang berlokasi di Padang Bai, Karangasem, “dari Denpasar juga ga terlalu jauh-jauh banget. Terus nih view di sana muantep poll, kita bisa liat orang snorkeling, liat kapal nyebrang, pantainya juga bersih, adem, tenang. Selain itu, kita juga bisa liat bukit-bukit di sana dari atas, bisa liat Candidasa juga, sama pohon-pohon. Harganya juga terjangkau banget, tanpa pajak tambahan, terus staff di sana juga ramah-ramah. Cuma ya, siap-siap gosong aja karena pas kesananya tuh panas banget,” ceritanya dengan semangat.

Berbeda dari dua orang sebelumnya, Ni Kadek Diah Giri Harta Muliasari (20) justru menemukan ketenangan di ruang tertutup. Kesibukannya bekerja membuatnya lebih memilih tempat yang bisa membuatnya rehat sejenak. Ketika ditanya tentang healing itu apa menurutnya, ia menjawab, “Healing tuh tergantung gimana perasaan kita, nyaman dengan situasi atau kejadian tertentu yang bisa buat kita ngerasa santai, entah itu jalan-jalan atau makan enak bahkan sekedar duduk diam natap langit pun selagi kita ngerasa tenang dan dapet energi positif itu bisa disebut healing” ucapnya dengan tenang. Diah mengaku lebih sering ke tempat indoor karena suasana dan tidak ada terpikirkan tempat lain olehnya. Ketika ditanya mengenai pernahkah gagal ketika ingin healing dan berujung stress, ia menjawab, “Belum pernah sih. Sejauh ini masih di ukuran standar, karean itu perlu orang yang mendengarkan keluh kesah kita aja sih. Kecuali duit abis baru tuh buat stres,” jawabnya dengan cukup realistis dan tersenyum karir.

Akan tetapi, Diah mengakui bahwa melihat suasana hijau alam berpengaruh ke fisik dan batin karena ia sempat merasakannya. Bahkan ketika ditanya mengenai keinginan dan rekomendasi tempat healing versinya, jawabannya cukup mengejutkan, “aku pengen healing ke dataran hijau dengan banyak bukit-bukit kecil dan liat aurora, bintang sama bulan di malam hari. Oh, untuk rekomendasi tempat, aku belum pernah ke sana sih tapi tetep aku rekomendasiin, karena aku pengen ke sana juga. Tempatnya itu Bali Farm House, karena bisa menyatu dengan alam plus ada nuansa Swissnya,” jawabnya dengan penuh semangat.

Diah

Dari ketiga jawaban mereka, satu hal yang jelas, healing bukan sekadar tren media sosial, tapi kebutuhan emosional yang nyata. Setiap orang punya cara berbeda untuk menenangkan dirinya, ada yang memilih pantai, ada yang memilih gunung, ada pula yang memilih diam di kamar. Tidak ad acara yang paling benar atau paling salah, karena healing sejatinya bukan soal tempat, tapi tentang keberanian untuk berhenti sejenak dan berdamai dengan diri sendiri.

Mungkin bagi sebagian orang, healing berarti melangkah jauh, menatap cakrawala, atau menghirup udara pegunungan. Tapi bagi yang lain, healing bisa sesederhana tidu cukup, minum kopi sambil dengerin lagu, atau menulis di jurnal pribadi. Yang paling penting itu bukan sejauh ap akita pergi, tapi seberapa tulus kita memberi ruang untuk diri sendiri agar bisa pulih kembali. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: Gen Zhealing
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjelajahi Akar Tradisi dari Lukisan Wayang Kaca Bali Utara

Next Post

Dua Kampus, Satu Irama: Pementasan Seni yang Menggetarkan Sasana Budaya Singaraja

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

by tatkala
September 16, 2026
0
Lift Rumah Mewah Kalea untuk Hunian Premium

SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

Read moreDetails

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

by tatkala
September 11, 2026
0
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

Read moreDetails

Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

by tatkala
July 24, 2026
0
Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

INSTALASI panel surya kini menjadi salah satu strategi yang semakin dipertimbangkan untuk mengendalikan biaya energi, sekaligus memenuhi target keberlanjutan. Saat...

Read moreDetails

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

by tatkala
July 16, 2026
0
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

Read moreDetails

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

Read moreDetails

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

Read moreDetails

5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

by tatkala
May 29, 2026
0
5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

MENGGUNAKAN parfum wanita memang jadi cara paling simpel untuk meningkatkan rasa percaya diri dan meninggalkan kesan yang elegan. Tapi, tahukah...

Read moreDetails

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

Read moreDetails

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

by tatkala
May 4, 2026
0
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

Read moreDetails

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

by tatkala
May 1, 2026
0
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

Read moreDetails
Next Post
Dua Kampus, Satu Irama: Pementasan Seni yang Menggetarkan Sasana Budaya Singaraja

Dua Kampus, Satu Irama: Pementasan Seni yang Menggetarkan Sasana Budaya Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co