14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Beda Cara, Satu Tujuan: Cerita Healing Versi Gen Z

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
October 29, 2025
in Gaya
Beda Cara, Satu Tujuan: Cerita Healing Versi Gen Z

Stevany healing di Bukit Trunyan

“Healing dulu deh!” Kalimat yang rasanya sudah cukup sering terdengar di kalangan anak muda. Entah diucapkan setelah seminggu penuh kerja, setelah nugas yang bikin pusing, atau kegundahan lainnya. Beberapa tahun terakhir, istilah healing sepertinya sudah menjadi keseharian anak muda, mulai dari caption Instagram, story WhatsApp, sampai obrolan nongkrong bareng, kata tersebut muncul di mana-mana. Kadang serius, kadang juga hanya bahan bercandaan. Tapi, satu hal yang pasti, di balik kata healing, selalu ada rasa lelah yang ingin ditenangkan.

Generasi muda sekarang punya caranya sendiri untuk pulih, ada yang merasa tenang saat menghirup udara pantai, ada yang lebih suka menatap langit gunung, dan ada juga yang cukup rebahan di kamar dengan mendengar lagu favoritnya. Healing tidak lagi melulu soal liburan mewah atau perjalanan jauh, kadang sesederhana memberi waktu untuk diri sendiri agar bisa bernapas lega juga sudah merupakan healing tersendiri.

Bagi Ni Kadek Stevany Riska Priyani (20), mahasiswa semester V di Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), healing yang sesungguhnya ada di alam terbuka. “Kalau lagi ada duit, biasanya aku ke pantai. Apalagi kalau ada temen, bisa ngobrol sambil liat laut. Tapi kalau lagi nggak mood keluar, paling tidur sambil denger lagu,” ujarnya santai.

Stevany mengaku dirinya bukan tipe yang suka nongkrong di kafe ramai. Ia lebih suka suasana alam seperti pantai atau gunung. “Alam tuh kayak langsung bikin mata seger, sambil mikir kayak, wah ciptaan Tuhan indah banget ya,” tambahnya sambil tertawa kecil.

Ni Kadek Diah Giri Harta Muliasari

Salah satu momen healing terbaik baginya adalah saat kumpul di pantai bersama teman-temannya. “Kita nge-grill, deep talk, ketawa bareng. Rasanya nyambung banget dan bener-bener bikin hati tenang.” Tapi ternyata tak semua momen healing berjalan sempurna bagi Stevany, “kadang sih bukan gagal total, cuma energinya nggak nyatu aja sama orang-orangnya. Jadi feelnya kurang dapet,” ungkapnya.

Stevany percaya kalau alam punya kekuatan menenangkan yang nyata. “Kalo itu sih real 100% iyaa! berdasarkan pengalaman mendaki kemarin, itu walaupun di awal capek banget, kaki pegel, tapi pas dijalanin nyampe puncak, capeknya langsung ilang setelah liat pemandangan alam yang bener-bener wow banget kayak ga nyangka ternyata alam seindah itu,” ceritanya penuh dengan semangat.

Ketika diberi pertanyaan tentang ingin healing kemana dan ngelakuin apa saja tanpa memikirkan apapun, Stevany dengan cepat menjawab, “Keliling dunia sih, dari dulu pengen banget menjelajahi dunia gitu, kayak berasa nambah ilmu dan experience.” Ia juga memberikan rekomendasi healing versinya, “mendaki sihh, menurutku minimal sekali seumur hidup harus nyoba mendaki karena emang seseru itu, apalagi bisa survive sampai puncak, itu keren banget sih. Kayak banyak kenangan dan memori selama tracking sampe puncak, dan itu yang paling berkesan.”

Senada dengan Stevany, Komang Ayu Sintya Pratiwi juga mengaku lebih sering healing di alam terbuka. Kesibukan Sintya kini bekerja, ia berusia 20 tahun. “Lebih nyaman aja kalo di outdoor, contohnya pantai. Yaa, emang ga sering banget sih, cuma suasananya tuh bikin tenang apalagi sambil liat sunset terus dengerin suara ombak, bisa foto-foto juga terus biaya akses masuk ke pantai ga terlalu mahal, palingan cuma bayar parkir atau tiket masuk 5 ribu doang, sekalian jadi tempat piknik kecil-kecilan, bebas bawa makanan atau minuman,” ungkapnya.

Sintya di Blue Lagoon

Sintya mengaku kadang juga pergi ke tempat indoor seperti mall, terutama saat gabut, “Biasanya keliling mall, beli jajanan favorit, atau main di funworld. Pokoknya kalo dah gabut di rumah, pasti langsung cuss ke living world.”

Namun, tak semua rencana healing berjalan mulus. “Pernah ih, dan kejadiannya baru-baru ini. Jadi udah susun rencana tuh mau ngapain aja di Kebun Raya Bedugul, udah punya plan mau main sepeda sambil kelilingin Kebun Raya Bedugul sekalian tuh buat video-video aesthetic bareng my boyfie,” ucapnya sambil tersenyum malu-malu, “Eh tiba-tiba malah hujan deres dongg, sedih bangett. Emang sih udah sempet bikin video sama foto ala-ala, cuma kan tetep aja jadi ga seruu, tapi gabisa disalahin sih soalnya daerah sana rawan hujan dan aku kurang siap-siap bawa jashuja plastik, alhasil cuma bisa neduh, jadi lebih lama kejebak hujan daripada jalan-jalan di Kebun Raya Bedugul. Tapi, next bakal ulang kesana lagi sih,” ceritanya dengan menggebu-gebu.

Sintya juga percaya jika suasana hijau dan udara segar bisa banget untuk nurunin stres. “Sekarang malah lebih suka healing ke alam ketimbang nongkrong di kafe,” katanya. Ketika diberikan pilihan antara duduk di kafe estetik atau di tepi pantai, ia langsung menjawab, “duduk tepi pantai lah, sambil makan cemilan, liat sunset, dengerin lagu. Rasanya bebas aja gitu.”

Stevany di dermaga Bedugul

Sintya juga sempat merekomendasikan satu tempat cocok untuk healing versinya, yaitu Restaurant Bloo Lagoon yang berlokasi di Padang Bai, Karangasem, “dari Denpasar juga ga terlalu jauh-jauh banget. Terus nih view di sana muantep poll, kita bisa liat orang snorkeling, liat kapal nyebrang, pantainya juga bersih, adem, tenang. Selain itu, kita juga bisa liat bukit-bukit di sana dari atas, bisa liat Candidasa juga, sama pohon-pohon. Harganya juga terjangkau banget, tanpa pajak tambahan, terus staff di sana juga ramah-ramah. Cuma ya, siap-siap gosong aja karena pas kesananya tuh panas banget,” ceritanya dengan semangat.

Berbeda dari dua orang sebelumnya, Ni Kadek Diah Giri Harta Muliasari (20) justru menemukan ketenangan di ruang tertutup. Kesibukannya bekerja membuatnya lebih memilih tempat yang bisa membuatnya rehat sejenak. Ketika ditanya tentang healing itu apa menurutnya, ia menjawab, “Healing tuh tergantung gimana perasaan kita, nyaman dengan situasi atau kejadian tertentu yang bisa buat kita ngerasa santai, entah itu jalan-jalan atau makan enak bahkan sekedar duduk diam natap langit pun selagi kita ngerasa tenang dan dapet energi positif itu bisa disebut healing” ucapnya dengan tenang. Diah mengaku lebih sering ke tempat indoor karena suasana dan tidak ada terpikirkan tempat lain olehnya. Ketika ditanya mengenai pernahkah gagal ketika ingin healing dan berujung stress, ia menjawab, “Belum pernah sih. Sejauh ini masih di ukuran standar, karean itu perlu orang yang mendengarkan keluh kesah kita aja sih. Kecuali duit abis baru tuh buat stres,” jawabnya dengan cukup realistis dan tersenyum karir.

Akan tetapi, Diah mengakui bahwa melihat suasana hijau alam berpengaruh ke fisik dan batin karena ia sempat merasakannya. Bahkan ketika ditanya mengenai keinginan dan rekomendasi tempat healing versinya, jawabannya cukup mengejutkan, “aku pengen healing ke dataran hijau dengan banyak bukit-bukit kecil dan liat aurora, bintang sama bulan di malam hari. Oh, untuk rekomendasi tempat, aku belum pernah ke sana sih tapi tetep aku rekomendasiin, karena aku pengen ke sana juga. Tempatnya itu Bali Farm House, karena bisa menyatu dengan alam plus ada nuansa Swissnya,” jawabnya dengan penuh semangat.

Diah

Dari ketiga jawaban mereka, satu hal yang jelas, healing bukan sekadar tren media sosial, tapi kebutuhan emosional yang nyata. Setiap orang punya cara berbeda untuk menenangkan dirinya, ada yang memilih pantai, ada yang memilih gunung, ada pula yang memilih diam di kamar. Tidak ad acara yang paling benar atau paling salah, karena healing sejatinya bukan soal tempat, tapi tentang keberanian untuk berhenti sejenak dan berdamai dengan diri sendiri.

Mungkin bagi sebagian orang, healing berarti melangkah jauh, menatap cakrawala, atau menghirup udara pegunungan. Tapi bagi yang lain, healing bisa sesederhana tidu cukup, minum kopi sambil dengerin lagu, atau menulis di jurnal pribadi. Yang paling penting itu bukan sejauh ap akita pergi, tapi seberapa tulus kita memberi ruang untuk diri sendiri agar bisa pulih kembali. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Adnyana Ole

Tags: Gen Zhealing
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjelajahi Akar Tradisi dari Lukisan Wayang Kaca Bali Utara

Next Post

Dua Kampus, Satu Irama: Pementasan Seni yang Menggetarkan Sasana Budaya Singaraja

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

by tatkala
September 11, 2026
0
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

Read moreDetails

Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

by tatkala
July 24, 2026
0
Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

INSTALASI panel surya kini menjadi salah satu strategi yang semakin dipertimbangkan untuk mengendalikan biaya energi, sekaligus memenuhi target keberlanjutan. Saat...

Read moreDetails

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

by tatkala
July 16, 2026
0
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

Read moreDetails

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

Read moreDetails

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

Read moreDetails

5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

by tatkala
May 29, 2026
0
5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

MENGGUNAKAN parfum wanita memang jadi cara paling simpel untuk meningkatkan rasa percaya diri dan meninggalkan kesan yang elegan. Tapi, tahukah...

Read moreDetails

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

Read moreDetails

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

by tatkala
May 4, 2026
0
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

Read moreDetails

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

by tatkala
May 1, 2026
0
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

Read moreDetails

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

by Dede Putra Wiguna
April 13, 2026
0
Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

A.A Ngurah Agung Krishna Dananjaya dan Komang Trisna Darmayanti resmi terpilih sebagai Winner Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Denpasar 2026....

Read moreDetails
Next Post
Dua Kampus, Satu Irama: Pementasan Seni yang Menggetarkan Sasana Budaya Singaraja

Dua Kampus, Satu Irama: Pementasan Seni yang Menggetarkan Sasana Budaya Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co