2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Generasi C: Putra Putri Ibu Pertiwi Menuju Indonesia Emas

Ahmad Sihabudin by Ahmad Sihabudin
October 28, 2025
in Esai
Jangan Retak Perahu Negeriku, Jatuh ke Penguasa Tidak Amanah

Ahmad Sihabudin

Lagu “Bangunlah Putra-Putri Ibu Pertiwi” Iwan Fals (Virgiawan Listanto), adalah himne patriotik yang mengajak masyarakat Indonesia untuk bangun, bersatu, dan menghargai Ibu Pertiwi (Tanah Air) sebagai sosok ibu yang melindungi dan memberi kehidupan, serta menjunjung tinggi nilai Pancasila. 

Liriknya dengan tegas mengajak generasi muda untuk membela dan membangun negeri berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa. Seperti dalam lirik Terbanglah garudaku singkirkan kutu-kutu di sayapmu, berkibarlah benderaku singkirkan benalu di tiangmu, Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia, bahwa sebenarnya kita mampu.

Seruan untuk bangkit dari segala kesulitan dan bersatu demi kemajuan bangsa, seperti halnya menyambut pagi yang baru. Sejarah memang tidak boleh dilupakan, tapi itu sesaat bercermin karena masa depan lebih luas untuk kita bangun seluas Wawasan Nusantara kita. Ibu Pertiwi membutuhkan kerja cerdas para pemuda tidak tersandera oleh masa lalu sejarah kita.

Saatnya pemuda pewaris negeri ini mengambil peran penting, untuk membawa Ibu Pertiwi terbang tinggi, terbanglah setinggi langit agar para kutu, benalu negeri ini lenyap tertiup angin ketegasan dalam menindak segala kecurangan para kutu, dan benalu negeri ini.

“Bangunlah Putra Putri Ibu Pertiwi” bukan sekadar lagu yang bersifat menghibur saja, melainkan sebuah lagu instrospeksi diri kita sebagai suatu bangsa. Lagu ini membawa pesan moral dan semangat perjuangan yang kuat, mengajak kaum muda untuk bangkit dan aktif dalam pembangunan bangsa Indonesia. Mari kita fokus membangun dengan kemampuan, kompetensi yang kita miliki, jangan terprovokasi dan mau diadu domba oleh orang-orang yang iri pada kebesaran dan kekayaan tanah air kita. Ibu Pertiwi sangat membutuhkan karya dari setiap generasi dan masanya.

Personifikasi Ibu Pertiwi sebagai tanah air Indonesia, “Ibu Pertiwi”, simbol cinta mendalam terhadap negara dan perwujudan alam serta lingkungan hidup yang memberikan kehidupan kepada rakyatnya. Ibu Pertiwi sudah banyak memberi dan menyiapkan segala yang ada di perut buminya, kandungan lautnya, lebat hutan dan kesuburan raga tanahnya. Ibu Pertiwi  sebuah perwujudan tanah air Indonesia.

Sejak masa prasejarah, berbagai suku bangsa di kepulauan Nusantara sudah menghormati roh alam dan kekuatan bumi, mereka mengibaratkannya sebagai ibu yang memberikan kehidupan, sebagai dewi alam dan lingkungan hidup. Setelah diserapnya pengaruh Hindu sejak awal millenia pertama di Nusantara, dia dikenal sebagai Dewi Pertiwi, dewi bumi. Meskipun Ibu Pertiwi populer dalam berbagai lagu dan puisi perjuangan, perwujudan fisik dan citranya jarang ditampilkan di media massa Indonesia (https://id.wikipedia.org/wiki/Ibu_Pertiwi# )

Lirik lagu ini mendorong para pemuda untuk bangun pagi, menghargai, dan menjunjung tinggi Pancasila sebagai ideologi negara yang menjadi dasar persatuan bangsa. Secara  eksplisit menekankan pentingnya generasi muda untuk berperan aktif dalam membangun dan membela negara, serta menjunjung tinggi simbol-simbol negara seperti bendera merah putih dan lambang Garuda Pancasila, ke kancah prestasi internasional dalam segala bidang pekerjaan, ilmu, seni, dan olahraga.

Senandung lirik yang menghentak,

“Hei.., jangan ragu dan jangan malu
Tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu, … Mentari pagi sudah membumbung tinggi bangun…Bangunlah putra-putri Ibu Pertiwi, Mari mandi dan gosok gigi. Setelah itu kita berjanji, Tadi pagi, esok hari, atau lusa nanti
Garuda bukan burung perkutut. Sang Saka bukan sandang pembalut dan coba kau dengarkan Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut yang hanya berisikan harapan,
yang hanya berisikan khayalan”.

***

Menurut berbagai sumber, narasi dalam seminar, pidato para pejabat sering mengemukan, bahwa Indonesia segera memasuki puncak bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Di masa itu, jumlah penduduk berusia produktif akan lebih banyak dibandingkan penduduk nonproduktif, jumlah pemuda akan berlimpah.

Bonus demografi Indonesia pada  gelombang pertama di tahun 2010 hingga 2020 trejadi pada segmen penduduk produktif 52,63 persen yang menanggung 1 lansia per 100 penduduk dan 5 balita per 100 penduduk. Tren positif mengenai bonus demografi ini sepertinya masih akan berlanjut pada tahun 2020-2030.

Tingginya persentase usia produktif ini dapat menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia apabila pemerintah dan stakeholder dengan bersama-sama mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, berkarakter positif, kreatif, mampu berkolaborasi dan saling terkoneksi antara satu pemuda dan pemuda lainnya di setiap kota di Indonesia. Akan tetapi, bila sebaliknya, maka akan muncul permasalahan seperti pengangguran yang besar dan menjadi beban bagi negara. Bahkan bukan tidak mungkin dapat menjadi sumber ketegangan sosial di tengah masyarakat, mengingat potensinya yang besar.

Pemuda saat ini sering juga dijuluki sebagai Generasi C atau Gen C, istilah yang pertama kali ditemukan oleh Youtube. Gen C adalah connected generation atau gerenasi yang selalu terkoneksi. Mereka gemar membuat konten (creation), mengkurasi konten (curation), serta membangun komunitas daring dan intens dengan aktivitas digital (connected).

Gen C bisa berumur dari 15 sampai 70 tahun. Usia 70 tahun masuk generasi ini bila mereka selalu terkoneksi dengan internet. Untuk memasuki pasar ASEAN saat ini siapa pun tak terkecuali terelebih pemuda, mutlak diperlukan memiliki  kompetensi ‘4C’. Critical Thinking, Communication,  Collaboration, Creativity and Inovation . Empat kompetensi ini harus dibina baik dalam pendidikan di perguruan tinggi, maupun pada tingkat SLTA (https://www.kemenkopmk.go.id/kompetensi-4c-untuk-manusia-indonesia-masa-kini)

Fenomena dan prediksi bonus demografi menjadikan peran pemuda akan  menjadi sangat besar dalam rangka menuju Indonesia Emas. Semoga tidak sebaliknya, menjadi beban negara. Presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah berkata: “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.  Ayo, “Bangunlah Putra Putri Pertiwi” Indonesia, bangkit dari keraguan, tunjukkan pada mereka kita mampu. [T]

Penulis: Ahmad Sihabudin
Editor: Adnyana Ole

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Lengut” Bahasa Remaja Putri dalam Lomba Dharmawacana Berbahasa Bali Utsawa Dharma Gita 2025

Next Post

Menyalakan Api Semangat Pemuda: Belajar dari Einstein dan Menuhin Untuk Indonesia Jaya — Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Ahmad Sihabudin

Ahmad Sihabudin

Dosen Komunikasi Lintas Budaya, Fisip, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Menyalakan Api Semangat Pemuda: Belajar dari Einstein dan Menuhin Untuk Indonesia Jaya — Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Menyalakan Api Semangat Pemuda: Belajar dari Einstein dan Menuhin Untuk Indonesia Jaya -- Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co