14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali, Yadnya, Sang-sih, Doh-sa, Nung-kalik

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
October 18, 2025
in Esai
Bali, Yadnya, Sang-sih, Doh-sa, Nung-kalik

Ilustrasi tatkala.co | Dibuat dengan Canva

Bali adalah salah satu pulau di gugusan Nusantara, dulu kerap sebut sebagai Sunda Kecil, yang terpisah dari Sunda Besar. Lafal Bali yang diucapkan secara halus akan menjadi wali yang berarti perwakilan atau utusan.

Yadnya

Bali dikenal juga dengan nama banten, yang dalam bahasa Bali juga disebut wali. Banten sering dipadankan dengan istilah baan(karena)-enten (sadar), sesuatu yang dibuat dan dipersembahkan karena kesadaran. Jadi wali/banten bisa berarti utusan/wakil/yang berkesadaran, yang kemudian dikenal dengan istilah yadnya, persembahan yang tulus iklas. Sedang laku mempersembahkan dengan tulus iklas disebut “mayadnya”.

Sebutan Bali sebagai Banten dikenal dari prasasti Bali kuna yang tersimpan di Pura Puncak Penulisan (dulu disebut Pura Tegeh Kahuripan)

Dalam prasasti ini termuat nama Śri Astasura Ratna Bumi Banten (ca. 1332-1343) (etimologi, Asta= Delapan, Sura= Dewa, Ratna= Permata, Bumi Banten= Tanah Bali) adalah Raja terakhir dari Kerajaan Bedahulu, Bali yang berkuasa pada tahun 1332 sampai dengan 1343 Masehi. Raja ini kemungkinan dikenal dengan sebutan raja Tapolung (pertapa ulung), yang juga disamakan dengan Maya Danawa (keturunan Maya Dewi/Dewa Danau seperti istilah Pandawa untuk keturunan Pandu dan Bargawa untuk keturunan Rsi Bergu)

Bali dengan segala sebutan dan istilahnya adalah sebuah pulau yang nyata, berfisik, dengan segala yang ada di dalamnya disebut sebagai ‘palemahan’, manusianya disebut ‘pawongan’ dan keyakinan yang menjiwai manusianya disebut ‘pahyangan’ yang ada di dalam dan di luar diri manusia (dalam bentuk alam, matahari, bintang, bulan, planet, manusia, binatang, pohon, bangunan, patung, waktu, ruang, jalan, perempatan dll).

Bali/Wali/Banten/Wakil/Utusan/Yang Berkesadaran juga adalah raga/fisik, jiwa dan perpaduan ragajiwa, yang melahirkan rasa, perasaan dan pikiran.

Leluhur Bali telah meletakkan dasar-dasar pengetahuan tentang cara-cara untuk bisa selalu berkesadaran, agar bisa menjadi orang Bali, Wali/wakil/utusan, salah satunya melalui ‘mayadnya’ melakukan pengorbanan yang tulus iklas. Intinya adalah tulus iklas.

Pengorbanan tulus iklas ini, melahirkan dresta (kebiasaan/tradisi) , sastra/ shaastra berasal dari kata dasar śās- atau shaas- (Sanskerta: शास्code: sa is deprecated ) yang berarti mengarahkan, mengajar (panduan tertulis), agama (yang dipegang dan diyakini) yang kemudian ditambah menjadi kula (kelompok/keluarga), dan kuno (masa lalu) dan seterusnya yang bisa berkembang dan berkembang lagi sesuai dengan tempat, ruang, waktu, situasi, kondisi dan toleransi yang melakukan pengorbanan tulus iklas itu.

Sang-sih

Sangsih adalah istilah dalam bahasa Bali yang bermakna bersisian jalan, sehingga si pejalan hanya berimpasan saja, tanpa bertemu.

Sebagai seorang yang lahir, besar dan hidup di Bali, umumnya tradisi dalam keluarga telah mengajarkan seseorang untuk selalu berkorban dengan tulus iklas, tanpa dibarengi dengan penjelasan dan logika-logika yang masuk akal atas pengorbanan tulus iklas itu. Berbagai pertanyaan biasanya akan dijawab dengan satu kata sederhana “nak mula keto” (memang seperti itu) atau dalam pertanyaan lanjutan akan ditutup dengan kalimat, “aji wera” (itu pengetahuan rahasia).

Di sekolah dalam pelajaran agama, memang telah diajarkan pengorbanan suci tulus iklas yang harus dilakukan dalam bentuk Dewa Yadnya (Dewa/Tuhan) , Rsi Yadnya (pendeta/guru) Pitra Yadnya (leluhur/orang tua), Manusia Yadnya (manusia) dan Bhuta Yadnya (alam, binatang dan tumbuh- tumbuhan).

Hampir tak pernah ada penjelasan tentang, apa dan bagaimana bentuk pengorbanan tulus iklas pada Resi, Pitra, Manusa maupun Bhuta.

Penekanan yadnya di Bali saat ini hanya pada Dewa/Tuhan, melalui berbagai kualitas dan kuantitas bangunan dan upacara besar.

Teori dan praktek penerapan agama Hindu yang terjadi di Bali saat ini menurut saya sangat ‘sangsih’ bersisian jalan dengan hakekat sejati berupacara/mayadnya, karena jauh dari sang-sih (ia yang maha kasih) makna dari tulus iklas itu sendiri.

Kebiasaan sangsih, bersisian jalan dalam praktek antara Dewa Yadnya, dengan Rsi, Putri, Manusa dan Butha Yadnya ini, sangat sulit dipertemukan tanpa penyadaran dan proses penyadaran besar secara kualitas dan kuantitas.

Kesadaran bersifat sangat pribadi, hanya bisa dirasakan, diyakini dan untuk kemudian diimani oleh yang bersangkutan/dijiwai dalam pikiran kata dan perbuatannya.

Pengimanan, penjiwaan dalam satu kesatuan pikiran, kata dan perbuatan akan membentuk kesadaran, yang menjauhkan diri seseorang dari ‘doh- sa’,

Nungkalik

‘Nungkalik’ berasal dari kata dasar tungkalik, yang dapat diartikan sebagai berlawanan/bertolak belakang, perubahan urup t menjadi n, menunjukan sifat aktifnya, sehingga menjadi bersifat terbalik.

Ketidaksatuan pikiran kata dan perbuatan “doh-sa’ yang tidak diakui/diterima dan ditutupi dengan pikiran teori, dalil, kata-kata, dan perbuatan, akan berbalik melawan kata hatinya sendiri. Prilaku keterbalikan ini disebut ” nungkalik” .

Kondisi Bali dan pemimpinnya kini sedang “nungkalik” jika banjir bandang pagerwesi yang menelan 18 korban jiwa, tak bisa menyadarkan masyarakat dan pemimpinnya akan “kesangsihan” jalan yang dipilih, bencana seperti apakah yang bisa membalikkan kesadaran manusia-manusianya? [T]

Denpasar, 18 Oktober 2025

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor:Adnyana Ole

Tags: baliHindu Baliupacara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seekor Anjing Menyerang | Cerpen I Wayan Kuntara

Next Post

Pernapasan adalah Kehidupan Memberi dan Menerima

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Pernapasan adalah Kehidupan Memberi dan Menerima

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co