6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampusku Sarang Hantu [36]: Pencuri Terjebak di Gudang Kampus

Chusmeru by Chusmeru
October 16, 2025
in Fiksi
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Ilustrasi tatkala.co

MENCARI pekerjaan saat ini tidak semudah yang dibayangkan. Banyak faktor yang ikut menentukan seseorang mendapat pekerjaan. Salah satunya faktor pendidikan dan keterampilan. Persaingan di dunia kerja sangat ketat. Selain memiliki ijazah pendidikan tinggi, orang juga dituntut memiliki keterampilan yang selaras dengan perkembangan zaman.

Jaringan dan koneksi kadang juga ikut menentukan. Memiliki pendidikan tinggi dan keterampilan tetapi tidak mempunyai jaringan yang baik juga sulit mendapat pekerjaan. Meski kini era transparansi dan digitalisasi, koneksi turut mewarnai penerimaan pegawai.

Tak kalah penting adalah faktor nasib. Tidak sedikit orang yang mudah mendapatkan pekerjaan karena nasib baik. Tentu saja nasib baik seseorang juga dibarengi dengan usaha, ikhtiar, dan perilaku yang baik, sehingga dimudahkan dalam mencari pekerjaan.

Persaingan yang ketat dalam dunia kerja dan terbatasnya lapangan kerja membuat mereka yang memiliki pendidikan tinggi dan keterampilan tersisih. Banyak cerita, mereka yang menyandang gelar sarjana, lulusan S1 bekerja sebagai Satpam. Bahkan ada pula cerita yang berijazah S2 bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ironis memang, tapi itulah keadaan zaman sekarang.

Apalagi bagi mereka yang hanya tamat SMA atau SMP. Mendapatkan pekerjaan yang bisa menghidupi diri dan keluarga amatlah sulit. Hal itu dirasakan betul oleh Kamiso dan Sapon, dua orang yang bersahabat sejak kecil. Mereka berdua hanya tamat SMP, dan hingga kini belum mendapat pekerjaan yang tetap. Kerja mereka serabutan. Kadang seminggu bekerja, kadang hingga lama menganggur.

Mereka masih lajang. Usia mereka sama, 23 tahun. Nama Kamiso merupakan singkatan dari hari lahir dan waktu lahirnya, Kamis sore. Orang tuanya tak ingin sulit-sulit mencari nama untuk anaknya, diberilah nama Kamiso, anak yang lahir di hari Kamis sore. Begitu pula dengan Sapon yang merupakan singkatan dari hari lahir dan wetonnya, Selasa Pon.

Kamiso dan Sapon sebenarnya mau disuruh orang bekerja apa saja. Membersihkan rumput dan tanaman liar di halaman rumah tetangga mereka kerjakan. Memperbaiki genting yang pecah juga mereka kerjakan. Bahkan mereka berdua tidak memasang tarif upah buruhnya. Berapa pun yang diberikan tetangga akan mereka terima.

Hanya saja, tidak setiap hari pekerjaan seperti itu mereka dapatkan dari para tetangga. Jika sudah demikian mereka akan menganggur. Menongkrong sambil mengobrol di poskamling, itulah yang akan mereka lakukan. Atau kadang mereka akan memancing ikan di sungai yang tidak jauh dari rumah mereka.

***

Entah setan apa yang merasuki pikiran Kamiso. Ketika sedang mengobrol dengan Sapon, tiba-tiba muncul gagasan Kamiso untuk mengajak Sapon mencuri di gudang kampus yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Tentu saja Sapon terkejut.

“Mencuri..??? Nggak mau ah !” tolak Sapon.

“Kenapa?” tanya Kamiso saat Sapon tak mau diajak mencuri.

“Mencuri itu dosa,” kata Sapon memberi alasan.

“Tapi kita berdua lama menganggur. Nggak bisa beli rokok..,” Kamiso mencoba membujuk Sapon.

“Tapi aku takut kalau ketahuan, kita akan ditangkap dan dihukum,” kata Sapon tetap menolak.

“Ya jangan sampai ketahuan. Kita curi barang-barang bekas di gudang kampus yang bisa dijual. Itu kan barang-barang yang sudah tidak terpakai,” ujar Kamiso meyakinkan Sapon.

“Tapi kampus itu kata orang angker. Banyak hantunya..,” Sapon berusaha tetap menolak ajakan Kamiso.

Kamiso tampak agak kesal dengan penolakan berkali-kali dari Sapon. Ia hampir kehilangan akal lagi untuk membujuk Sapon. Meski Kamiso juga sering mendengar jika kampus di dekat rumahnya dikenal banyak hantunya.

“Memangnya kamu takut sama hantu. Kamu pernah melihat hantu..??!!” tanya Kamiso bernada kesal.

Sapon terdiam. Ia merasa tidak enak hati dengan sahabatnya. Ia tahu Kamiso anak yang pemberani. Teman-teman di kampungnya tidak ada yang berani usil kepada Kamiso, karena tubuhnya juga kekar. Kamiso juga sangat baik kepada Sapon. Waktu mereka masih kecil, bila ada anak yang nakal atau usil kepada Sapon, pasti Kamiso akan turun tangan membelanya.

“Baiklah, aku ikut kamu saja,” ujar Sapon menuruti ajakan Kamiso.

“Nah gitu dong.. besok malam Minggu kita ke kampus. Biasanya kalau hari Sabtu kampus sepi, tidak ada yang kuliah,” kata Kamiso menyusun rencana.

Malam Minggu yang ditunggu pun tiba. Kamiso dan Sapon bersiap ke kampus untuk mencuri barang-barang bekas di gudang yang masih bisa untuk dijual di pasar loak. Tidak ada persiapan khusus untuk melakukan aksi mereka. Kamiso hanya membawa beberapa perlengkapan seperti obeng dan tang kombinasi untuk membuka kunci gudang, serta kain bekas spanduk untuk membungkus barang yang akan mereka curi.

Malam sudah larut. Kamiso memperkirakan Satpam penjaga kampus sudah istirahat dan tidak mungkin keliling kampus untuk memeriksa keadaan. Kamiso dengan tenang memasuki halaman kampus lewat pintu gerbang belakang. Sedangkan Sapon mengikuti langkah Kamiso dengan hati berdebar-debar, antara takut ketahuan Satpam dan takut melihat hantu di kampus.

Tiba di depan gudang, mereka mengamati sekeliling. Tidak ada tanda-tanda orang melintas. Perlahan Kamiso membuka gembok pintu gudang. Tidak terlalu sulit. Pintu gudang terbuka. Beruntung lampu di gudang menyala, meski agak redup. Kamiso dan Sapon mengamati beberapa barang bekas yang ada di gudang.

Begitu banyak barang bekas yang tersimpan di gudang kampus. Fakultas memang tidak boleh menjual barang yang sudah tidak terpakai, karena semua barang inventaris negara tidak boleh dijual. Karenanya gudang penuh dengan barang bekas.

Kamiso tertarik dengan komputer dan TV bekas yang tergeletak di sudut gudang. Ia memerintahkan Sapon untuk mengambilnya. Komputer dan TV segera dibungkus oleh Sapon dengan kain bekas spanduk. Mereka berhasil menggasak barang elektronik di gudang.

Baru saja hendak mengangkut barang curian, mereka dikejutkan oleh munculnya sosok perempuan berambut panjang di dalam gudang. Berbarengan dengan itu, tercium bau wangi daun pandan. Kamiso kaget bukan kepalang. Sapon berdiri gemetaran. Wajah perempuan itu layu, namun tatapan matanya tajam tertuju ke arah Kamiso dan Sapon.

Kaki Sapon gemetaran. Keringat dingin ia rasakan di kening dan telapak tangannya. Ia memandang Kamiso untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Kamiso masih bingung, kaget, dan sedikit ciut nyalinya. Kamiso tak menduga akan melihat hantu perempuan di gudang kampus. Tampak jelas di bawah sorot lampu gudang, hantu perempuan berambut panjang itu terus menatap mereka.

“Ayo kabur.. cepat..!!!” perintah Kamiso kepada Sapon.

“Bawa barangnya..!” Kamiso mengingatkan Sapon yang masih memegangi barang curian mereka.

Hantu perempuan itu masih memandangi Kamiso dan Sapon ketika mereka bergegas keluar dari gudang. Suasana kampus semakin sunyi seiring larutnya malam. Kamiso dan Sapon berhasil membawa kabur barang curian. Namun suasana mencekam dan menakutkan masih membututi mereka. Sosok perempuan di dalam gudang seolah mengikuti setiap langkah mereka.

***

 Dua minggu sudah Kamiso dan Sapon menikmati hasil curian mereka di gudang kampus. Komputer dan TV bekas telah dijual di pasar loak. Meski tetap dibayangi kecemasan, mereka masih bisa mengobrol sambil mengisap rokok. Uang hasil curian mereka bagi berdua. Tidak terlalu banyak, tapi bisa untuk mengobati rasa jenuh lantaran lama menganggur.

Di sela obrolan mereka, kembali muncul gagasan Kamiso untuk mencuri barang bekas di gudang kampus. Tentu saja tidak segera disetujui Sapon. Ia masih menyisakan rasa takut saat melihat hantu perempuan di dalam gudang.

“Aku nggak mau lagi ketemu hantu perempuan itu. Seram..,” ucap Sapon menolak ajakan Kamiso.

“Tenang saja.. nanti aku bawa sambetan,” kata Kamiso menyakinkan temannya.

“Sambetan..???” tanya Sapon seolah ragu.

“Iya.. untuk tolak bala. Hantu perempuan itu pasti takut kita bawa sambetan,” jawab Kamiso.

Sapon tidak segera menyetujui usulan Kamiso. Meski ia tahu apa yang akan dibawa Kamiso. Sambetan dalam masyarakat Jawa adalah rangkaian rempah-rempah yang terdiri dari dringo, bengle, lengkuas, jahe, kunir, dan bawang merah. Sambetan dipercaya dapat menolak bala, menjauhkan manusia dari godaan makhluk halus.

“Bagaimana? Mau nggak?” tanya Kamiso saat melihat Sapon masih ragu.

“Oke dech..,” jawab Sapon menyetujui usulan Kamiso untuk kembali mencuri di gudang kampus.

Raut wajah gembira ditunjukkan Kamiso. Ia segera membuat rencana untuk mencuri barang bekas di gudang kampus. Walau sempat sedikit takut lantaran bertemu hantu perempuan di gudang, namun Kamiso memerlukan uang untuk jajan dan beli rokok. Ia berharap akan kembali berhasil membawa barang elektronik untuk dijual di pasar loak.

Berbekal sambetan yang dirangkai Kamiso, dua teman akrab itu kembali mendatangi gudang kampus di tengah malam. Suasana kampus tampak lengang. Tidak terlihat orang melintas di seputaran halaman dan gudang kampus. Sementara Sapon tetap saja merasa takut akan muncul hantu perempuan, meskipun Kamiso sudah berbekal rempah-rempah tolak bala.

Perlahan Kamiso mencongkel gembok gudang. Sapon mengamati sekeliling. Dirasa aman, mereka memasuki gudang. Mereka melihat ke sekeliling gudang. Tidak tercium aroma wangi daun pandan. Tak terlihat hantu perempuan di dalam gudang.

“Ambil mesin printer saja,” kata Kamiso kepada Sapon.

Sapon mengambil mesin printer dan membungkusnya dengan kain bekas spanduk. Lumayan masih belum begitu rusak. Kamiso mencoba melihat-lihat barang bekas lain yang masih layak jual. Ketika hendak mengambil proyektor bekas, tiba-tiba lampu di gudang padam. Kamiso dan Sapon kaget. Mereka mencoba menerangi gudang dengan senter yang ada di ponsel.

Ketika mereka akan keluar dari gudang, mendadak pintu gudang menutup dengan sendirinya. Sudah pasti mereka terkejut. Padahal tidak ada angin yang bertiup ke arah gudang. Sapon gemetaran. Bulu kuduknya berdiri. Berkali-kali Kamiso mencoba membuka pintu gudang, namun tetap saja tidak bisa dibuka. Seolah ada yang menguncinya dari luar gudang.

Kamiso dan Sapon terjebak di dalam gudang kampus. Suasana gudang yang gelap menjadi tambah menyeramkan. Sapon juga berusaha menarik pintu gudang, namun tak berhasil. Mereka benar-benar terjebak di dalam gudang dalam keadaan gelap. Kamiso dan Sapon bertambah takut saat terdengar lengkingan suara tawa perempuan di luar gudang. Hantu perempuan itu telah mengunci Kamiso dan Sapon di dalam gudang.

Cukup lama mereka terjebak di gudang. Hari sudah menjelang pagi. Mereka masih berusaha membuka gudang, dan tetap tak berhasil. Udara yang pengap di dalam gudang ditambah suasana yang menyeramkan membuat mereka tegang dan berkeringat dingin.

Hari bertambah terang. Semburat sinar menembus masuk ke dalam gudang. Wajah Kamiso dan Sapon tampak pucat dan tubuhnya terasa lemas. Sayup terdengar langkah orang di sekitar gudang. Satpam kampus melakukan pemeriksaan di area fakultas.

“Tolong.. tooloong!!!” teriak Kamiso dan Sapon.

Satpam kampus terkejut mendengar teriakan minta tolong dari dalam gudang. Ia lihat gudang tidak terkunci. Gemboknya sudah terlepas. Cepat-cepat ia buka pintu gudang. Tampak Kamiso dan Sapon terduduk lemas di gudang. Wajahnya pucat ketakutan. Melalui radio panggil, Satpam kampus memanggil rekan yang lain.

Kamiso dan Sapon ditangkap dan diinterogasi oleh Satpam kampus. Mereka dibawa ke pos Satpam. Kamiso mengakui apa yang mereka lakukan. Sementara Sapon tampak gelagapan saat ditanya. Ia takut akan dilaporkan polisi dan dipenjara.

Pihak fakultas tidak memproses hukum Kamiso dan Sapon dengan alasan kemanusiaan. Namun Kamiso dan Sapon diminta untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Menurut pihak fakultas, meskipun barang-barang yang ada di gudang sudah tidak terpakai, namun masih tercatat sebagai inventaris yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara.

Sejak peristiwa pencurian di gudang kampus, pihak fakultas memasang kamera pengintai di sekitar gudang. Harapannya, orang akan berpikir dua kali ketika berniat mencuri barang-barang di gudang. Apakah hantu perempuan di dalam gudang juga akan terekam kamera pengintai? Entahlah. [T]   

  • Ini adalah cerita fiksi misteri bersambung. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, dan peristiwa hanyalah kebetulan dan rekaan penulis semata

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

KLIK untuk baca cerita selengkapnya:

       

Tags: Cerbung Kampusku Sarang Hantucerita misterifiksihorormisteri
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

9 Mata Lomba, 370 Peserta — Utsawa Dharma Gita se-Bali Digelar 24-29 Oktober 2025

Next Post

Betara Bagia Desa Adat Padangtegal Dibuat dengan Sentuhan Seni

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails
Next Post
Betara Bagia Desa Adat Padangtegal Dibuat dengan Sentuhan Seni

Betara Bagia Desa Adat Padangtegal Dibuat dengan Sentuhan Seni

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co