23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suardi dan Geliat Media Seni

Arief Rahzen by Arief Rahzen
October 15, 2025
in Esai
Suardi dan Geliat Media Seni

Majalah Seni Suardi

DULU, dahulu kala. Pernah terbit majalah seni di Bali. Namanya SUARDI. Semboyan yang diusung yakni “Suara Dunia Seni”. Di edisi Januari 2005, redaksi menjelaskan Suardi adalah media seni sebagai penyerta kegiatan kesenian sekaligus merespon isu kesenian yang berkembang di masyarakat pecinta seni. Suardi juga diterbitkan untuk memunculkan gagasan atau penemuan-penemuan baru di bidang kerja kreatif dan disajikan kepada masyarakat luas sebagai informasi yang berfaedah. Sebuah niat baik, dan agung. Namun, tak semua niat baik dapat terwujud di lapangan. Pasar pembaca tak selalu siap mendukung keberlangsungan sebuah media cetak, apalagi media dengan segmen spesifik.

Penerbit Suardi yakni PT Suara Dunia Seni. Di edisi April 2005, pemimpin perusahan dipegang A.A. Gede Rai Sudhana, kemudian Pemimpin Redaksi oleh I Wayang Suardika, Redaktur Pelaksana: Hardiman, Redaksi Yudhis Muh. Burhanudin, dan Sekretaris Redaksi dipegang Made Dwi Kusumaningrum. Di posisi produksi ada Ketut Sulastana, Umum oleh I Nyoman Sudiarsa, dan Sirkulasi dikelola I Komang Agus Sugita, I Made Budarana, dan Komang Siwita. Namun di edisi Juni 2006 dan Oktober 2006, formasi pengelola telah berubah.

Nama yang tercantum di boks tersisa A.A. Gede Rai Sudhana (pemimpin perusahaan), I Wayang Suardika (pemimpin redaksi) dan Henny Handayani (redaksi). Harga jual tahun 2005 masih Rp. 8000 per eksemplar, langganan per tahun untuk daerah Bali Rp. 65.000, sedangkan pelanggan di luar Bali dibiayai Rp. 105.000. Sebenarnya, majalah yang bermarkas di Denpasar ini bermula sebagai free magazine. Edisi Desember 2004 hingga Maret 2005 digratiskan. Pengelola kemudian mengubah kebijakan, sejak edisi April 2005, mau tak mau, SUARDI harus pasang harga. Kemungkinan demi keberlangsungan. Iklan ada terus di edisi 2005 dan 2006, baik dari kalangan seniman, pecinta seni maupun dari galeri.

Sebagai media seni, Suardi termasuk banyak memuat tulisan dan karya dari kontributor luar. Ada tulisan I Wayan Setem, Arif Bagus Prasetyo, Hartanto, Luh Ketut Suryani, Seriyoga Parta, Wayan Kun Adnyana, I Wayan Sukra, A.A. Ngurah A. Mayun K. Tenaya, Wayan Adimawan, Hardiman, Arief Budiman, dan lainnya. Para kontributor menulis sesuai dengan minat masing-masing, dengan gaya sendiri. Karya tulis mereka menunjukkan luasnya jaringan kerja Suardi, sekaligus menunjukkan keberagaman isu yang digarap majalah ini.

Wacana yang Bergeser, Dari Kertas ke Piksel

Suardi bukan sekadar majalah seni, ia penanda zaman. Saat itu, Suardi bersaing merebut perhatian pembaca bersama Surat (Yayasan Seni Cemeti), Visual Arts, majalah Gong, Gracia, dan lainnya. Saat itu, ada euforia media seni. Bersilang merebut pasar wacana seni. Suardi jelas punya kekuatan sendiri dalam membentuk jaringan informasi dan wacana seni di Indonesia, terutama Bali.

Dunia seni pun ibarat pasar. Seni tak lagi soal kontemplasi sunyi. Seni didorong jadi aset, simbol status yang didamba. Peran pun berganti. Majalah seni kemudian memediasi nilai komersial. Artikel bersalin rupa menjadi perayaan. Potensi investasi mengalahkan gugatan sosial-politik. Seni yang dulu menjadi alat untuk mempertanyakan dunia, kini berisiko menjadi aksesori kehidupan.

Kemudian, kertas pun luruh. Layar smartphone mulai berpendar. Era digital tiba, membawa janji sekaligus paradoksnya sendiri. Nama-nama seniman baru muncul di ranah maya, meruntuhkan sekat geografis. Seni tak lagi terkurung di galeri fine art. Seni tak lagi butuh stempel dari ruang pamer pemerintah. Karya seni tak harus dipromosikan media cetak. Informasi mengalir deras, menjangkau siapa saja. Demokratisasi wacana seni terasa begitu dekat.

Namun, di tengah lautan informasi, kita terancam tenggelam. Klik dan keterbagian menjadi berhala baru. Kualitas, otentisitas, dan kedalaman wacana diuji oleh derasnya arus. Dulu, ada gerbang editorial yang menyaring. Kini, suara kritik profesional, opini pribadi, dan konten pemasaran berbaur tanpa batas.

Inilah paradoksnya. Tulisan tentang seni melimpah ruah, namun otoritas kritis justru merapuh. Pertanyaan lama, “Di mana saya bisa membaca tentang seni?”, telah usang. Kini, sebuah pertanyaan baru menggema di benak kita: “Di antara riuh suara ini, siapa yang layak didengar, dan mengapa?” Tanggung jawab itu kini tak lagi di tangan editor, tetapi di pundak kita masing-masing. Simaklah riuh seni di seni.co.id, moreartmoreit.com, pojokseni.com, artnusantara.com, dan lainnya.

Kembali ke Suardi. Perjalanan majalah Suardi adalah sebuah mikrokosmos seni di Indonesia. Disana ada negosiasi tanpa henti antara identitas lokal dan pengaruh global, antara kebebasan berekspresi dan kontrol, antara pencarian intelektual dan realitas komersial. Suardi sudah menunjukkan kepada sejarah ihwal kerja budayanya.

Kini, lanskap media seni menghadapi tantangan baru. Pertanyaan lain kembali muncul. Mengapa Suardi tak muncul dalam versi online? Mengapa Suardi tak kembali turun gunung meramaikan seni di Bali dan Indonesia? Pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh para pengelola Suardi.

Atau malah nantinya, para generasi baru akan hadir dengan platform media seni yang lebih diskursif. Bagaimana pun juga, Bali masih membutuhkan media khusus seni. Setidaknya untuk merawat diskursus seni di Bali, agar terus bergelora. [T]

Gianyar, 2025

Penulis: Arief Rahzen
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis ARIEF RAHZEN

Spektrum Jiwa “Vivid Expression” di Biji Art Space, Ubud
Tags: majalahmajalah seni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjual, Mengelola, dan Pemanfaatan Tanah Pesisir Bali

Next Post

Melepaskan, Membahagiakan…

Arief Rahzen

Arief Rahzen

Pekerja budaya yang senang berpetualang. Ia juga peminat kajian seni budaya dan perubahan masyarakat di era digital. Sesekali menulis esai, belajar bercerita, dan kurasi aktivitas budaya.. Saat ini bolakbalik di Gianyar, Mataram, dan Jakarta.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Melepaskan, Membahagiakan...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co