23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suardi dan Geliat Media Seni

Arief Rahzen by Arief Rahzen
October 15, 2025
in Esai
Suardi dan Geliat Media Seni

Majalah Seni Suardi

DULU, dahulu kala. Pernah terbit majalah seni di Bali. Namanya SUARDI. Semboyan yang diusung yakni “Suara Dunia Seni”. Di edisi Januari 2005, redaksi menjelaskan Suardi adalah media seni sebagai penyerta kegiatan kesenian sekaligus merespon isu kesenian yang berkembang di masyarakat pecinta seni. Suardi juga diterbitkan untuk memunculkan gagasan atau penemuan-penemuan baru di bidang kerja kreatif dan disajikan kepada masyarakat luas sebagai informasi yang berfaedah. Sebuah niat baik, dan agung. Namun, tak semua niat baik dapat terwujud di lapangan. Pasar pembaca tak selalu siap mendukung keberlangsungan sebuah media cetak, apalagi media dengan segmen spesifik.

Penerbit Suardi yakni PT Suara Dunia Seni. Di edisi April 2005, pemimpin perusahan dipegang A.A. Gede Rai Sudhana, kemudian Pemimpin Redaksi oleh I Wayang Suardika, Redaktur Pelaksana: Hardiman, Redaksi Yudhis Muh. Burhanudin, dan Sekretaris Redaksi dipegang Made Dwi Kusumaningrum. Di posisi produksi ada Ketut Sulastana, Umum oleh I Nyoman Sudiarsa, dan Sirkulasi dikelola I Komang Agus Sugita, I Made Budarana, dan Komang Siwita. Namun di edisi Juni 2006 dan Oktober 2006, formasi pengelola telah berubah.

Nama yang tercantum di boks tersisa A.A. Gede Rai Sudhana (pemimpin perusahaan), I Wayang Suardika (pemimpin redaksi) dan Henny Handayani (redaksi). Harga jual tahun 2005 masih Rp. 8000 per eksemplar, langganan per tahun untuk daerah Bali Rp. 65.000, sedangkan pelanggan di luar Bali dibiayai Rp. 105.000. Sebenarnya, majalah yang bermarkas di Denpasar ini bermula sebagai free magazine. Edisi Desember 2004 hingga Maret 2005 digratiskan. Pengelola kemudian mengubah kebijakan, sejak edisi April 2005, mau tak mau, SUARDI harus pasang harga. Kemungkinan demi keberlangsungan. Iklan ada terus di edisi 2005 dan 2006, baik dari kalangan seniman, pecinta seni maupun dari galeri.

Sebagai media seni, Suardi termasuk banyak memuat tulisan dan karya dari kontributor luar. Ada tulisan I Wayan Setem, Arif Bagus Prasetyo, Hartanto, Luh Ketut Suryani, Seriyoga Parta, Wayan Kun Adnyana, I Wayan Sukra, A.A. Ngurah A. Mayun K. Tenaya, Wayan Adimawan, Hardiman, Arief Budiman, dan lainnya. Para kontributor menulis sesuai dengan minat masing-masing, dengan gaya sendiri. Karya tulis mereka menunjukkan luasnya jaringan kerja Suardi, sekaligus menunjukkan keberagaman isu yang digarap majalah ini.

Wacana yang Bergeser, Dari Kertas ke Piksel

Suardi bukan sekadar majalah seni, ia penanda zaman. Saat itu, Suardi bersaing merebut perhatian pembaca bersama Surat (Yayasan Seni Cemeti), Visual Arts, majalah Gong, Gracia, dan lainnya. Saat itu, ada euforia media seni. Bersilang merebut pasar wacana seni. Suardi jelas punya kekuatan sendiri dalam membentuk jaringan informasi dan wacana seni di Indonesia, terutama Bali.

Dunia seni pun ibarat pasar. Seni tak lagi soal kontemplasi sunyi. Seni didorong jadi aset, simbol status yang didamba. Peran pun berganti. Majalah seni kemudian memediasi nilai komersial. Artikel bersalin rupa menjadi perayaan. Potensi investasi mengalahkan gugatan sosial-politik. Seni yang dulu menjadi alat untuk mempertanyakan dunia, kini berisiko menjadi aksesori kehidupan.

Kemudian, kertas pun luruh. Layar smartphone mulai berpendar. Era digital tiba, membawa janji sekaligus paradoksnya sendiri. Nama-nama seniman baru muncul di ranah maya, meruntuhkan sekat geografis. Seni tak lagi terkurung di galeri fine art. Seni tak lagi butuh stempel dari ruang pamer pemerintah. Karya seni tak harus dipromosikan media cetak. Informasi mengalir deras, menjangkau siapa saja. Demokratisasi wacana seni terasa begitu dekat.

Namun, di tengah lautan informasi, kita terancam tenggelam. Klik dan keterbagian menjadi berhala baru. Kualitas, otentisitas, dan kedalaman wacana diuji oleh derasnya arus. Dulu, ada gerbang editorial yang menyaring. Kini, suara kritik profesional, opini pribadi, dan konten pemasaran berbaur tanpa batas.

Inilah paradoksnya. Tulisan tentang seni melimpah ruah, namun otoritas kritis justru merapuh. Pertanyaan lama, “Di mana saya bisa membaca tentang seni?”, telah usang. Kini, sebuah pertanyaan baru menggema di benak kita: “Di antara riuh suara ini, siapa yang layak didengar, dan mengapa?” Tanggung jawab itu kini tak lagi di tangan editor, tetapi di pundak kita masing-masing. Simaklah riuh seni di seni.co.id, moreartmoreit.com, pojokseni.com, artnusantara.com, dan lainnya.

Kembali ke Suardi. Perjalanan majalah Suardi adalah sebuah mikrokosmos seni di Indonesia. Disana ada negosiasi tanpa henti antara identitas lokal dan pengaruh global, antara kebebasan berekspresi dan kontrol, antara pencarian intelektual dan realitas komersial. Suardi sudah menunjukkan kepada sejarah ihwal kerja budayanya.

Kini, lanskap media seni menghadapi tantangan baru. Pertanyaan lain kembali muncul. Mengapa Suardi tak muncul dalam versi online? Mengapa Suardi tak kembali turun gunung meramaikan seni di Bali dan Indonesia? Pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh para pengelola Suardi.

Atau malah nantinya, para generasi baru akan hadir dengan platform media seni yang lebih diskursif. Bagaimana pun juga, Bali masih membutuhkan media khusus seni. Setidaknya untuk merawat diskursus seni di Bali, agar terus bergelora. [T]

Gianyar, 2025

Penulis: Arief Rahzen
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis ARIEF RAHZEN

Spektrum Jiwa “Vivid Expression” di Biji Art Space, Ubud
Tags: majalahmajalah seni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjual, Mengelola, dan Pemanfaatan Tanah Pesisir Bali

Next Post

Melepaskan, Membahagiakan…

Arief Rahzen

Arief Rahzen

Pekerja budaya yang senang berpetualang. Ia juga peminat kajian seni budaya dan perubahan masyarakat di era digital. Sesekali menulis esai, belajar bercerita, dan kurasi aktivitas budaya.. Saat ini bolakbalik di Gianyar, Mataram, dan Jakarta.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Melepaskan, Membahagiakan...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co