SUASANA riuh namun tertib menyelimuti aula SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 18 September 2025. Sekolah yang biasanya dipenuhi rutinitas belajar, hari itu berubah menjadi arena pesta demokrasi yang hangat dan penuh semangat. Ratusan siswa duduk rapi, mata mereka tertuju ke panggung ─ tempat dua pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS melakukan orasi dan berdebat. Tepuk tangan dan sorak-sorai mereka membuat kegiatan kian semarak.
Keesokan harinya, Jumat, 19 September 2025, antusiasme meningkat. Aula kembali dipadati siswa, kali ini untuk mengikuti pemungutan suara, acara dikemas sedemikian rupa layaknya pemilu sungguhan. Meja-meja dan bilik suara tertata rapi, kertas suara siap dicoblos, sementara panitia sibuk memastikan semua berjalan lancar. Dari awal hingga akhir, atmosfer penuh antusias itu tak pernah surut ─ menjadi simulasi pemilu yang memberi pengalaman berdemokrasi bagi seluruh warga sekolah, terutama siswa.
Tahun ini, terdapat dua pasangan calon (paslon) yang maju dalam pemilihan OSIS. Pasangan pertama adalah Kirana Anindya dan Zaskia Saputri, sementara pasangan kedua adalah Adelia Trianti dan Alissa Putri. Kedua paslon menyampaikan visi, misi, serta gagasan program yang diharapkan mampu membawa OSIS menjadi lebih aktif, kreatif, dan bermanfaat. Sesi orasi dan debat berjalan kompetitif, namun tetap sportif. Keuda paslon berusaha tampil percaya diri, menyampaikan ide dengan gaya mereka masing-masing. Dukungan dari para siswa terdengar bergemuruh setiap kali nama salah satu paslon disebut.


Hari pencoblosan berlangsung khidmat. Satu per satu warga sekolah dipanggil untuk memberikan suara, sementara pasangan calon menunggu dengan raut wajah penuh harap. Tidak hanya mencoblos, seluruh proses penghitungan suara juga dilaksanakan secara terbuka. Menariknya, penghitungan suara tak hanya dilaksanakan di aula, tetapi secara paralel melalui Zoom Meeting yang terhubung ke tiga ruangan terpisah. Cara ini dipilih untuk mengefisienkan waktu sekaligus menjaga transparansi. Seluruh siswa menyaksikan jalannya penghitungan dari layar yang disediakan di aula.
Sorak sorai dan ketegangan kian terasa, hingga akhirnya, suara terbanyak jatuh kepada pasangan Adelia Trianti dan Alissa Putri. Keduanya resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar periode 2025/2026.

Bagi Adelia Trianti, kemenangan ini terasa istimewa. Ia tidak hanya merasa bangga, tetapi juga menanggung amanah besar. “Saat terpilih menjadi ketua OSIS saya merasa senang, bangga, dan bersyukur karena mendapatkan kepercayaan ini. Meskipun ada rasa sedikit tegang dengan tanggung jawab yang sangat besar, hal ini bisa menjadi motivasi agar lebih bersemangat serta memberikan perubahan yang positif,” ungkapnya.
Adelia pun mengakui bahwa rasa gugup sempat menyelimutinya, terutama saat orasi. “Saya merasa sangat deg-degan dan tegang karena khawatir orasi tidak bisa berjalan dengan lancar. Namun, saya mulai percaya diri bahwa saya bisa melewati orasi ini dengan baik. Akhirnya, kami bisa melewati orasi tersebut dengan perasaan lega,” kenangnya.
“Begitupun saat hari pencoblosan, tidak bisa dipungkiri, saya sangat deg-degan karena momen itu menentukan apakah saya dipercaya atau tidak untuk menjadi Ketua OSIS. Rasa cemas bercampur dengan semangat, bagi saya kesempatan ini sangat berharga dan tidak akan datang dua kali,” tambahnya.

Meskipun baru terpilih, Adelia sudah menyiapkan langkah awal bersama timnya. “Kami akan menentukan minat dan bakat siswa, lalu berusaha membuat banyak kegiatan menarik dan bermanfaat. Harapannya, kegiatan ini bisa menarik partisipasi seluruh siswa,” jelasnya.
Harapan besar juga turut disampaikan oleh Kompiang Merta Yasa, S.Pd., Gr., selaku pembina OSIS. “Semoga Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih periode 2025/2026 bisa menjalankan tanggung jawab dengan serius, jujur, dan penuh semangat. Serta mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk bertumbuh dan membuat perubahan positif di sekolah,” ujarnya.
“Ini adalah pesta demokrasi di sekolah. Di sini mereka semua belajar berdemokrasi, sebelum nanti terjun di masyarakat,” jelas Kompiang.

Pemilihan OSIS tahun ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi lebih pada proses pembelajaran demokrasi itu sendiri. Dari menyusun visi-misi, berorasi di depan publik, hingga menunggu hasil dengan penuh lapang dada, semua siswa mendapat kesempatan untuk merasakan langsung dinamika demokrasi itu.
Pengalaman tersebut tentu akan membekas, bukan hanya bagi Adelia dan Alissa, tetapi juga seluruh siswa yang terlibat. Dengan kepemimpinan baru yang penuh semangat, OSIS SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar kini bersiap memasuki babak baru, melanjutkan tradisi organisasi yang tidak hanya menggerakkan kegiatan siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan demokrasi. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Budarsana



























