24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Diterjang Banjir: Antara Tata Kota, Sampah, dan Apatisme

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 10, 2025
in Esai
Bali Diterjang Banjir: Antara Tata Kota, Sampah, dan Apatisme

Situasi akibat banjir di Denpasar, Bali, Rabu (10/9)│Foto: Instagram Balebengong

BARU dua hari diguyur hujan deras, sebagian wilayah Bali porak-poranda, khususnya Denpasar. Ini bukan kali pertama, beberapa tahun ke belakang sudah pernah terjadi. Namun kali ini lebih dahsyat: bangunan roboh, jalan jebol, tanah longsor, banjir bandang menghanyutkan warga, bahkan sampai menelan korban jiwa.

Lantas, apa yang menjadi akar masalahnya? Sebagian orang menyebutnya teguran Tuhan, ada pula yang menganggapnya bencana alam belaka. Namun, karena kejadian serupa berulang, jelas ada yang dirasa keliru: tata kota, tata ruang, alih fungsi lahan, dan pengelolaan sampah yang amburadul. Jika menelisik lebih jauh, persoalan ini ternyata tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal sikap dan budaya masyarakat.

Bali begitu cinta pada turis, itu pula yang membuatnya tampak cinta damai. Kekhawatiran bahwa keributan akan mengganggu pariwisata membuat aksi protes jarang terdengar. Padahal, fungsi rakyat sebagai kontrol sosial justru penting ketika pemerintah abai. Belakangan, para pejabat terkesan hidup damai tanpa tekanan. Hanya segelintir orang yang berani bersuara, dan sebagian aspirasi mereka dianggap remeh. Sikap pemerintah yang santai tersebut bertemu dengan apatisme publik, menciptakan lingkaran masalah baru.

Masyarakat pun ikut apatis, ‘ngekoh ngomong’. Saat ada aksi demo, sebagian malah mengutuk dan sibuk menanyakan etnis demonstran. Sikap itu menunjukkan wajah rasisme terhadap kaum lain. Padahal Indonesia, termasuk Bali, adalah negeri yang plural. Dalam situasi sosial seperti itu, masalah banjir dan sampah terpinggirkan dari perhatian bersama, baru sekarang setelah terjadi bencana, semua kelimpungan.

Sampai saat ini pemerintah belum serius menyelesaikan masalah sampah dan sistem drainase, bahkan trotoar dan jalan raya pun banyak yang tidak terurus, dibiarkan begitu saja sampai menelan korban. Kapabilitas para pemegang kekuasaan patut dipertanyakan setelah berulang kali Denpasar dan sekitarnya diterjang banjir dalam beberapa tahun terakhir. Dampak keapatisan itu kini terasa, linimasa media sosial dipenuhi berita banjir, dan sepertinya ini yang terparah. Padahal secara historis, Bali punya warisan sistem pengairan tradisional yang seharusnya bisa menjadi solusi.

Bali memiliki sistem subak yang dapat menjadi kanal alami limpasan air. Namun sawah-sawah yang dulu menjadi penampung dan resapan alami banyak beralih menjadi perumahan, villa, hotel, dan lain sebagainya. Akibatnya, saat diguyur hujan deras, air tidak cepat mengalir ke sungai atau laut. Karena sungai sering dijadikan tempat pembuangan, membuat banyak saluran air tersumbat sampah, sehingga luapan air menggenang hingga ke jalan-jalan dan rumah warga.

Melansir dari Kumparan.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali (BPBD) melaporkan, sejumlah wilayah Bali diterjang banjir akibat hujan deras sejak Selasa (9/9) hingga Rabu (10/9), dengan ketinggian dua hingga tiga meter.

“Yang paling banyak terendam itu Denpasar. Denpasar paling tidak saat ini ada 43 titik. Detailnya belum bisa kami laporkan karena masih dalam penanganan,” kata Kepala BPBD Bali, Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.

Ia juga menjelaskan, banjir ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari intensitas hujan yang tinggi, saluran air dan sungai meluap karena tidak mampu menampung volume air hujan, sampah menumpuk, hingga dampak dari masifnya pembangunan.

“Pembangunan ini masalah infrastruktur. Infrastruktur jaringan saluran air itu harus bagus, kemudian aliran sungai juga terganggu karena dampak pembangunan,” jelasnya kepada Kumparan.com. Pernyataan tersebut selaras dengan data persampahan Bali yang kian mengkhawatirkan.

Situasi banjir di Denpasar, Bali, Rabu (10/9)│Foto: Polsek Denpasar Barat

Melansir dari Kompas.com, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Bali pada tahun 2024 mencapai 1,2 juta ton. Kota Denpasar menjadi penyumbang terbesar sekitar 360.000 ton. Sampah organik dari sisa makanan dan ranting kayu mendominasi sebanyak 68,32 persen.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa menyebut, antara tahun 2000 hingga 2024 timbulan sampah di Bali naik 30 persen. Menurutnya, penyelesaian masalah sampah memerlukan pendekatan holistik dan terpadu. Selain itu, diperlukan penegakan hukum serta pembangunan infrastruktur persampahan, khususnya tempat pemrosesan akhir (TPA). Namun di lapangan, persoalan ini justru makin rumit karena berbagai faktor sosial dan kebijakan pemerintah.

Kenaikan timbulan sampah disebabkan karena kurangnya kesadaran pengelolaan di masyarakat, overtourism, serta dampak penutupan TPA Suwung. Minimnya sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah berbasis sumber membuat masyarakat bingung. Kebanyakan berujung membuang sembarangan atau membakar sampah di tempat terbuka, sehingga mencemarkan lingkungan.

Keterbatasan infrastruktur, gaya hidup konsumtif, dan tingginya penggunaan plastik sekali pakai juga memperparah. Pariwisata turut andil dalam hal ini, overtourism membuat timbulan sampah semakin tinggi. Masyarakat selalu dihimbau mengelola sampah berbasis sumber, tetapi apakah sektor pariwisata melakukan hal yang sama?

Semua permasalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi pemerintah dan masyarakat. Barangkali memang benar, Tuhan sedang mengingatkan umatnya: jangan lalai, jangan apatis, dan ingat jaga keseimbangan alam. Tetapi, faktanya memang demikian. Tri Hita Karana kini semakin tergerus, keharmonisan dengan alam kian dilupakan. Semakin ke sini, tampaknya Bali lebih sibuk menjaga keharmonisan dengan turis dan kepariwisataan. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: banjirdenpasar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Agama Tirta, Air dan Dewa Wisnu

Next Post

Dari Save Mother Earth Menuju Serve Mother Earth: Sebuah Pergeseran Kesadaran Ekologis

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Save Mother Earth Menuju Serve Mother Earth: Sebuah Pergeseran Kesadaran Ekologis

Dari Save Mother Earth Menuju Serve Mother Earth: Sebuah Pergeseran Kesadaran Ekologis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co