14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Diterjang Banjir: Antara Tata Kota, Sampah, dan Apatisme

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 10, 2025
in Esai
Bali Diterjang Banjir: Antara Tata Kota, Sampah, dan Apatisme

Situasi akibat banjir di Denpasar, Bali, Rabu (10/9)│Foto: Instagram Balebengong

BARU dua hari diguyur hujan deras, sebagian wilayah Bali porak-poranda, khususnya Denpasar. Ini bukan kali pertama, beberapa tahun ke belakang sudah pernah terjadi. Namun kali ini lebih dahsyat: bangunan roboh, jalan jebol, tanah longsor, banjir bandang menghanyutkan warga, bahkan sampai menelan korban jiwa.

Lantas, apa yang menjadi akar masalahnya? Sebagian orang menyebutnya teguran Tuhan, ada pula yang menganggapnya bencana alam belaka. Namun, karena kejadian serupa berulang, jelas ada yang dirasa keliru: tata kota, tata ruang, alih fungsi lahan, dan pengelolaan sampah yang amburadul. Jika menelisik lebih jauh, persoalan ini ternyata tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal sikap dan budaya masyarakat.

Bali begitu cinta pada turis, itu pula yang membuatnya tampak cinta damai. Kekhawatiran bahwa keributan akan mengganggu pariwisata membuat aksi protes jarang terdengar. Padahal, fungsi rakyat sebagai kontrol sosial justru penting ketika pemerintah abai. Belakangan, para pejabat terkesan hidup damai tanpa tekanan. Hanya segelintir orang yang berani bersuara, dan sebagian aspirasi mereka dianggap remeh. Sikap pemerintah yang santai tersebut bertemu dengan apatisme publik, menciptakan lingkaran masalah baru.

Masyarakat pun ikut apatis, ‘ngekoh ngomong’. Saat ada aksi demo, sebagian malah mengutuk dan sibuk menanyakan etnis demonstran. Sikap itu menunjukkan wajah rasisme terhadap kaum lain. Padahal Indonesia, termasuk Bali, adalah negeri yang plural. Dalam situasi sosial seperti itu, masalah banjir dan sampah terpinggirkan dari perhatian bersama, baru sekarang setelah terjadi bencana, semua kelimpungan.

Sampai saat ini pemerintah belum serius menyelesaikan masalah sampah dan sistem drainase, bahkan trotoar dan jalan raya pun banyak yang tidak terurus, dibiarkan begitu saja sampai menelan korban. Kapabilitas para pemegang kekuasaan patut dipertanyakan setelah berulang kali Denpasar dan sekitarnya diterjang banjir dalam beberapa tahun terakhir. Dampak keapatisan itu kini terasa, linimasa media sosial dipenuhi berita banjir, dan sepertinya ini yang terparah. Padahal secara historis, Bali punya warisan sistem pengairan tradisional yang seharusnya bisa menjadi solusi.

Bali memiliki sistem subak yang dapat menjadi kanal alami limpasan air. Namun sawah-sawah yang dulu menjadi penampung dan resapan alami banyak beralih menjadi perumahan, villa, hotel, dan lain sebagainya. Akibatnya, saat diguyur hujan deras, air tidak cepat mengalir ke sungai atau laut. Karena sungai sering dijadikan tempat pembuangan, membuat banyak saluran air tersumbat sampah, sehingga luapan air menggenang hingga ke jalan-jalan dan rumah warga.

Melansir dari Kumparan.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali (BPBD) melaporkan, sejumlah wilayah Bali diterjang banjir akibat hujan deras sejak Selasa (9/9) hingga Rabu (10/9), dengan ketinggian dua hingga tiga meter.

“Yang paling banyak terendam itu Denpasar. Denpasar paling tidak saat ini ada 43 titik. Detailnya belum bisa kami laporkan karena masih dalam penanganan,” kata Kepala BPBD Bali, Gede Agung Teja Bhusana Yadnya.

Ia juga menjelaskan, banjir ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari intensitas hujan yang tinggi, saluran air dan sungai meluap karena tidak mampu menampung volume air hujan, sampah menumpuk, hingga dampak dari masifnya pembangunan.

“Pembangunan ini masalah infrastruktur. Infrastruktur jaringan saluran air itu harus bagus, kemudian aliran sungai juga terganggu karena dampak pembangunan,” jelasnya kepada Kumparan.com. Pernyataan tersebut selaras dengan data persampahan Bali yang kian mengkhawatirkan.

Situasi banjir di Denpasar, Bali, Rabu (10/9)│Foto: Polsek Denpasar Barat

Melansir dari Kompas.com, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah di Bali pada tahun 2024 mencapai 1,2 juta ton. Kota Denpasar menjadi penyumbang terbesar sekitar 360.000 ton. Sampah organik dari sisa makanan dan ranting kayu mendominasi sebanyak 68,32 persen.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa menyebut, antara tahun 2000 hingga 2024 timbulan sampah di Bali naik 30 persen. Menurutnya, penyelesaian masalah sampah memerlukan pendekatan holistik dan terpadu. Selain itu, diperlukan penegakan hukum serta pembangunan infrastruktur persampahan, khususnya tempat pemrosesan akhir (TPA). Namun di lapangan, persoalan ini justru makin rumit karena berbagai faktor sosial dan kebijakan pemerintah.

Kenaikan timbulan sampah disebabkan karena kurangnya kesadaran pengelolaan di masyarakat, overtourism, serta dampak penutupan TPA Suwung. Minimnya sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah berbasis sumber membuat masyarakat bingung. Kebanyakan berujung membuang sembarangan atau membakar sampah di tempat terbuka, sehingga mencemarkan lingkungan.

Keterbatasan infrastruktur, gaya hidup konsumtif, dan tingginya penggunaan plastik sekali pakai juga memperparah. Pariwisata turut andil dalam hal ini, overtourism membuat timbulan sampah semakin tinggi. Masyarakat selalu dihimbau mengelola sampah berbasis sumber, tetapi apakah sektor pariwisata melakukan hal yang sama?

Semua permasalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi pemerintah dan masyarakat. Barangkali memang benar, Tuhan sedang mengingatkan umatnya: jangan lalai, jangan apatis, dan ingat jaga keseimbangan alam. Tetapi, faktanya memang demikian. Tri Hita Karana kini semakin tergerus, keharmonisan dengan alam kian dilupakan. Semakin ke sini, tampaknya Bali lebih sibuk menjaga keharmonisan dengan turis dan kepariwisataan. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: banjirdenpasar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Agama Tirta, Air dan Dewa Wisnu

Next Post

Dari Save Mother Earth Menuju Serve Mother Earth: Sebuah Pergeseran Kesadaran Ekologis

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
0
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

Read moreDetails

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails
Next Post
Dari Save Mother Earth Menuju Serve Mother Earth: Sebuah Pergeseran Kesadaran Ekologis

Dari Save Mother Earth Menuju Serve Mother Earth: Sebuah Pergeseran Kesadaran Ekologis

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co