13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Luka, Sembuh, dan Usaha Terus Tumbuh: Sebuah Refleksi dari Singaraja Literary Festival 2025

Candra Henaulu by Candra Henaulu
August 28, 2025
in Esai
Luka, Sembuh, dan Usaha Terus Tumbuh: Sebuah Refleksi dari Singaraja Literary Festival 2025

Candra Henaulu foto bersama para penulis tatkala.co di SLF 2025 | Foto: Ist

Luka

AKU tenggelam dalam lamunan kecil di bandara Ambon yang ramai pagi itu, seperti masih bimbang dengan keputusan yang telah kuambil. Sempat terbesit dalam pikiran, “Apa aku batalkan saja keberangkatan kali ini?”; tapi di sisi lain aku tetap ingin berangkat ke Bali.

“Penumpang Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6165 menuju Makassar segera naik ke pesawat.”

Lamunanku buyar, segera kumasukan buku cerpen Jorge Luis Borges,Kitab Pasir, ke dalam ransel. Aku berkemas, menuju antrean dengan hati dilema.

Bagaimana tidak, pagi di mana saat aku memutuskan berangkat ke Bali, tepatnya untuk mengikuti kegiatan festival sastra di Singaraja, pagi itu pula aku diliputi banyak tanya di kepala, apakah keputusan ini sudah tepat.

Jadi, masalahnya begini, pagi itu kala Ambon sedang cerah berawan, Rabu, 23 Juli 2025, sebelum aku berangkat untuk mengikuti salah satu festival terbesar di Kabupaten Buleleng, yakni Singaraja Literary Festival 2025, aku dikejutkan dengan kabar kematian pamanku di kampung.

Sedih, tak bisa kutahan air mata ketika mendengar kabar itu via telepon—walau tak ada suara tangisan histeris. Jujur, pada saat itu aku dilema antara membatalkan tiket ke Singaraja atau pulang ke kampung. Di persimpangan pilihan yang rumit ini, batinku gejolak dan betapa rumit memutuskan kondisi ke mana aku akan pergi.

Tapi hidup akan terus berjalan, dan waktu terus saja berputar, mau tidak mau kita harus mengambil keputusan atas pilihan yang rumit itu. Kemudian aku memilih untuk berangkat ke Bali esok harinya, Kamis, 24 Juli 2025, lalu mengutus si bungsu (adikku) untuk menggantikanku pulang ke kampung, melayat dan mengurusi prosesi pemakaman pamanku.

Namun, apa boleh buat, keputusan sudah bulat dan mau tidak mau aku harus menanggung risiko atas pilihan yang telah diambil. Aku pergi ke Bali, semoga bisa memberiku jeda untuk mengobati luka kehilangan yang sedang aku alami.

Sepanjang beberapa jam di bandara Sultan Hasanuddin, aku habiskan dengan penyesalan dan sedikit luka batin, namun coba kutenangkan diri lewat doa, semoga prosesi pemakaman almarhum pamanku bisa berjalan dengan lancar dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Setelah doa kulantunkan, tiba-tiba terbesit di kepalaku, “Di bandara kita semua mungkin hanya penumpang, menunggu waktu untuk panggilan ke tempat yang akan kita tuju, begitu juga kehidupan di dunia ini, menunggu panggilan akhir ke tempat yang kita tuju, mungkin panggilanku belum saat ini, sementara pamanku sudah dipanggil untuk pulang duluan tapi suatu saat nanti pasti aku akan dipanggil juga”.

Langsung aku catat gumaman itu di buku catatan kecil yang biasa aku bawa. Namun, luka atas rasa bersalah itu masih ada, masih kubawa sampai malam pertama saat tiba di Singaraja. Tidur dengan harapan besar semoga besok sudah reda segala gejolak kebatinan ini.

Hari pertama gelaran festival aku seperti mendapat penawar. Jumat, 25 Juli 2025, bersama kawan-kawan Komunitas Mahima, melalui Singaraja Literary Festival aku merasakan hal tersebut. Entah kenapa, tema “Buda Kecapi: Energi Penyembuhan Semesta” begitu relevan denganku hari itu, yang datang ke Singaraja dengan luka batin yang perlu disembuhkan. Wajar sekali di hari pertama itu aku melibatkan diri dalam diskusi tentang penyembuhan lewat karya seni dan sastra.

Seni Rupa sebagai Penyembuh

Aku tertegun di depan sebuah lukisan. Lukisan itu berbentuk bulat yang diarsir dengan garis-garis pensil hitam putih membentuk satu pola menuju tengah dan di tengahnya ada sebuah lubang hitam, judul lukisan itu “Portal”, yang di lukis oleh Nyi Nyoman Sani.

Jika lukisan ini aku lihat dari kejahuan ia seperti buah pala, atau batu Hajar Aswad. Tapi setelah mendekat, aku seperti melihat portal dan portal itu seperti membawaku pada sebuah kesedihan yang tak berujung dan tak kunjung ditemukan solusinya. Abstrak menang, tapi aku seperti di ajak menyelami portal kesedihan pelukis yang tak bisa kita telaah ke mana akhirnya.

“Lukisan-lukisan yang saya lukis, tentu saja sangat personal bagi saya. Selama hampir tiga puluh tahun saya melukis, saya memerhatikan betul medium yang saya pakai. Saya memperhatikan betul detail dan perpaduan warnanya dan walaupun hanya medium garis dan titik yang saya pakai, tapi itu bagi saya cukup personal dan dalam bagi saya sendiri sebagai pelukis,” ujar Nyi Nyoman Sani dalam sesi Diskusi Seni: Seni Rupa, Warna, dan Penyembuhan.

Sungguh sebuah lukisan yang luar biasa bagi aku yang awam ini.

Namun, satu hal yang paling aku apresiasi ialah betapa tekunnya Sani mengarsir satu persatu garis dan membuat titik yang tak terhitung jumlahnya itu. Ia bisa mengerjakannya dengan fokus dan begitu lamanya ia bergelut dengan kerja kecil hanya untuk mengatakan pada orang bahwa “kesedihan tak ada tepinya, tapi kau bisa memilih untuk tetap meratap atau beranjak keluar portal kesedihan itu, dan menjadi pengkarya yang mengubah kesedihan jadi kekuatan”.

Di titik ini, kesedihanku perihal kematian paman, sedikit demi sedikit mulai mereda. Aku sadar, sebagai manusia yang hidup di belantara dunia yang fana ini, kita akan dibenturkan dengan permasalahan dan juga pilihan seperti ini selama jantung masih degup, selama napas masih berembus.

Selama itu pula, lengan-lengan masalah serta persimpangan pilihan pasti akan selalu menguji kita. Hal ini tentu saja melahirkan dilema dan luka, namun dari luka dan dilema itulah kita tumbuh menjadi utuh. Kesadaran itu tentu saja terjadi karena aku mengambil keputusan untuk terlibat dan melibatkan diri dalam kegiatan Singaraja Literary Festival 2025—sebulan yang lalu.

Singaraja Literary Festival sudah berakhir saat aku menulis hal ini. Lukaku atas kesedihan karena kehilangan juga sedikit mereda, mungkin karena banyak hal yang mengobatiku saat itu. Aku bukan orang Bali, tapi aku merasakan energi “Buda Kecapi” seperti meliputiku hari ini— bukan oleh kekuatan gaib, tapi oleh kekuatan seni, sastra, dan kehangatan setiap manusia yang ada di dalamnya.

Waktu itu, sebelum kembali ke Ambon, aku sempat berpikir, apakah energi penyembuhan itu masih meliputiku atau malah ia akan lenyap? Aku tak tahu sampai sekarang. Tapi, dari Singaraja Literary Festival aku selalu belajar untuk sembuh dan terus tumbuh—sampai panggilanku tiba, suatu saat nanti.[T]

Penulis: Candra Henaulu
Editor: Jaswanto

Tags: Singaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Meneroka Ekologia Familia Nanamama: Catatan Buku “Kokokan Mencari Arumbawangi”

Next Post

Prosesi Sakral Ngaben Kinembulan Desa Adat Ubud: Penghormatan pada Leluhur dan Warisan Budaya Tak Ternilai

Candra Henaulu

Candra Henaulu

Penulis muda asal Maluku yang lahir di sebuah kampung nelayan kecil bernama Piru pada tanggal 12 Januari 1997. ia telah menerbitkan enam buah buku, serta memprakkarsai beberapa komunitas literasi lokal di Ambon, yakni Spot Bacarita, Ambon Book Party, dan Kedai Baca, serta pernah menjadi ketua umum di Forum Lingkar Pena Maluku. Candra atau yang biasa disapa dengan Senja Imrand ini senang sekali menulis dan membaca. Sampai saat ini ia ingin selalu mendedikasikan dirinya untuk menulis dan terus menulis.

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Prosesi Sakral Ngaben Kinembulan Desa Adat Ubud: Penghormatan pada Leluhur dan Warisan Budaya Tak Ternilai

Prosesi Sakral Ngaben Kinembulan Desa Adat Ubud: Penghormatan pada Leluhur dan Warisan Budaya Tak Ternilai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co