Penulis muda asal Maluku yang lahir di sebuah kampung nelayan kecil bernama Piru pada tanggal 12 Januari 1997. ia telah menerbitkan enam buah buku, serta memprakkarsai beberapa komunitas literasi lokal di Ambon, yakni Spot Bacarita, Ambon Book Party, dan Kedai Baca, serta pernah menjadi ketua umum di Forum Lingkar Pena Maluku. Candra atau yang biasa disapa dengan Senja Imrand ini senang sekali menulis dan membaca. Sampai saat ini ia ingin selalu mendedikasikan dirinya untuk menulis dan terus menulis.
Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...
Read moreDetailsTidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...
Read moreDetailsBANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...
Read moreDetails

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...
PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...
ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...
“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...
TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co