Penulis muda asal Maluku yang lahir di sebuah kampung nelayan kecil bernama Piru pada tanggal 12 Januari 1997. ia telah menerbitkan enam buah buku, serta memprakkarsai beberapa komunitas literasi lokal di Ambon, yakni Spot Bacarita, Ambon Book Party, dan Kedai Baca, serta pernah menjadi ketua umum di Forum Lingkar Pena Maluku. Candra atau yang biasa disapa dengan Senja Imrand ini senang sekali menulis dan membaca. Sampai saat ini ia ingin selalu mendedikasikan dirinya untuk menulis dan terus menulis.
SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...
Read moreDetailsKAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...
Read moreDetailsMEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...
Read moreDetails

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...
KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...
BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co