4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Termangu Mendengar Lagu Mangu

Angga Wijaya by Angga Wijaya
August 9, 2025
in Esai
Termangu Mendengar Lagu Mangu

Ilustrasi tatkala.co

SEJAK 2014, saya menjalin hubungan dengan seseorang yang keyakinannya berbeda. Saya Hindu, dia Muslim. Satu persamaan kami, yakni, cinta yang tak bisa dihentikan, meski diliputi oleh ribuan batasan. Terkadang saya merasa seperti tengah berada di dunia yang berbeda, dengan jalur yang tak bisa disatukan.

Dalam lirik lagu Mangu dari Fourtwenty, saya menemukan refleksi dari perasaan yang sering saya pendam, “Suatu malam adam bercerita, hawanya tak lagi di jalur yang sama.” Begitu pula kami, terpisah oleh keyakinan yang tak pernah bisa dipaksakan untuk menyatu.

Lagu ini, meskipun terdengar sederhana, berbicara tentang kerinduan yang tak terucapkan, tentang perasaan yang harus dipendam karena ada sesuatu yang lebih besar yang membatasi.

Di sini, saya belajar bahwa rindu bukan hanya soal menginginkan kehadiran seseorang, tetapi juga soal berhadapan dengan realitas yang memisahkan kita. Rindu itu sendiri selalu ada, namun tak pernah bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan kenyataan.

Rindu itu sebuah pengorbanan, bukan sekadar kata-kata. Sama seperti dalam hubungan ini, tak mudah untuk melangkah jauh bersama tanpa memikirkan apa yang mungkin hilang. Saat saya mengingat lirik dalam lagu Mangu, saya sering teringat saat-saat ragu. “Gila tak masuk logika, termangu hatiku,” kata lagu itu, seolah menggambarkan perjalanan kami.

Di satu sisi, perasaan ini kuat, tetapi di sisi lain, ada keinginan untuk mundur, untuk mencari jalan yang lebih mudah. Perasaan itu kadang tak masuk logika, tetapi itulah yang disebut cinta, meski tak selalu masuk akal, ia tetap ada.

Namun, bagaimana kita menjelaskan perasaan itu kepada masyarakat yang masih menganggap hubungan beda agama adalah kesalahan? Di Bali, sebagai seorang Hindu, saya sering merasa seperti terjebak antara dua dunia.

Ada kalanya saya merasa perlu menyembunyikan bagian dari diri saya agar tidak dianggap sebagai ancaman atau kekeliruan. Tapi rindu ini—perasaan yang terpendam—tak bisa dimatikan oleh penghakiman orang lain.

Lirik Mangu berbicara tentang keraguan, tetapi juga tentang kedalaman perasaan yang tak bisa diungkapkan. “Cerita kita sulit dicerna, tak lagi sama, cara berdoa.” Di sini, lagu ini menyentuh sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar perbedaan agama. Ini tentang bagaimana kita harus berdamai dengan perbedaan itu.

Berbeda cara berdoa bukan berarti berbeda dalam hati, tetapi justru menambah pemahaman akan satu sama lain. Jika kita bisa menghargai perbedaan itu, maka kita bisa bersama. Namun, jika terus merasa terancam oleh perbedaan, kita akan selamanya terjebak dalam ketakutan yang sia-sia.

Dalam banyak hal, hubungan beda agama sering kali dianggap tabu. Masyarakat selalu punya cara untuk memberi label dan tak jarang, hubungan semacam ini dianggap tak bisa bertahan. “Cerita kita sulit diterka, tak lagi sama arah kiblatnya,” demikian lirik lagu itu.

Arah kiblat bisa berbeda, tetapi apakah itu mengurangi makna dari perasaan kita? Tentu tidak. Begitu pula dengan keyakinan agama yang mungkin berbeda. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga satu sama lain, bagaimana kita belajar menghargai dan memahami, meskipun jalan kita tak selalu sejajar.

Di tengah semua perbedaan ini, saya menemukan makna dalam kata-kata “Jangan salahkan pahamku kini, tertuju oh.” Saya tidak bisa disalahkan karena mencintai seseorang yang berbeda keyakinan. Karena cinta tidak mengenal batasan agama, budaya, atau norma sosial yang telah diterapkan selama ini. Cinta saya kepada dia adalah sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan logika, karena ia hadir tanpa banyak alasan yang jelas.

Pada akhirnya, perasaan yang saya alami bukan sekadar perasaan rindu yang tak terucapkan, tetapi sebuah perjalanan untuk menerima perbedaan, untuk berdamai dengan kenyataan bahwa kami tidak bisa selalu bersama, namun tetap bisa saling mencintai.

Seperti lirik Mangu yang menggambarkan kesulitan dalam mencintai meski ada banyak perbedaan, saya pun belajar bahwa kadang-kadang, cinta yang sejati adalah tentang menerima kenyataan yang ada, meskipun itu tidak sesuai dengan harapan.

Di luar sana, banyak orang yang akan melihat hubungan ini dengan kecurigaan, banyak yang merasa bahwa kami adalah sebuah kesalahan. Tetapi di dalam hati, kami tahu bahwa kami bukan kesalahan. Cinta kami adalah pilihan, dan itu bukan pilihan yang mudah.

Seperti yang dikatakan dalam lirik lagu ini, “Siapa yang tahu, siapa yang mau, kau di sana, aku di seberangmu.” Kami mungkin terpisah oleh banyak hal, tetapi kami tetap memilih untuk berada di sisi yang sama, meskipun dunia sekitarnya tidak mengerti.

Lagu Mangu dari Fourtwenty mengajarkan kita banyak hal; tentang rindu, tentang perasaan yang tidak bisa diungkapkan, tentang bagaimana cinta yang terhalang perbedaan bisa tetap bertahan.

Seperti lirik lagu ini, kami mungkin terpisah oleh jarak, tetapi perasaan ini tetap ada, tumbuh, dan terus hidup meskipun ada banyak yang memisahkan. Tidak ada yang lebih kuat daripada rasa cinta yang tulus, yang bisa menembus segala batasan yang ada. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

  • BACA JUGA:
“Mamak Pesu Bapak Cemburu” Kembali dengan Sentuhan Baru
Toleransi Agama di Bali, Bisakah Terus Bertahan?
“Return to Innocence”, Nyepi, dan  Sebuah Ajakan Kembali ke Kepolosan Diri
Tags: cintalagu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jaladwara Sastra di Bali Utara: Catatan dari Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Pengguna Jalan Harap Maklum — Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Pengguna Jalan Harap Maklum — Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Pengguna Jalan Harap Maklum -- Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co