3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Termangu Mendengar Lagu Mangu

Angga Wijaya by Angga Wijaya
August 9, 2025
in Esai
Termangu Mendengar Lagu Mangu

Ilustrasi tatkala.co

SEJAK 2014, saya menjalin hubungan dengan seseorang yang keyakinannya berbeda. Saya Hindu, dia Muslim. Satu persamaan kami, yakni, cinta yang tak bisa dihentikan, meski diliputi oleh ribuan batasan. Terkadang saya merasa seperti tengah berada di dunia yang berbeda, dengan jalur yang tak bisa disatukan.

Dalam lirik lagu Mangu dari Fourtwenty, saya menemukan refleksi dari perasaan yang sering saya pendam, “Suatu malam adam bercerita, hawanya tak lagi di jalur yang sama.” Begitu pula kami, terpisah oleh keyakinan yang tak pernah bisa dipaksakan untuk menyatu.

Lagu ini, meskipun terdengar sederhana, berbicara tentang kerinduan yang tak terucapkan, tentang perasaan yang harus dipendam karena ada sesuatu yang lebih besar yang membatasi.

Di sini, saya belajar bahwa rindu bukan hanya soal menginginkan kehadiran seseorang, tetapi juga soal berhadapan dengan realitas yang memisahkan kita. Rindu itu sendiri selalu ada, namun tak pernah bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan kenyataan.

Rindu itu sebuah pengorbanan, bukan sekadar kata-kata. Sama seperti dalam hubungan ini, tak mudah untuk melangkah jauh bersama tanpa memikirkan apa yang mungkin hilang. Saat saya mengingat lirik dalam lagu Mangu, saya sering teringat saat-saat ragu. “Gila tak masuk logika, termangu hatiku,” kata lagu itu, seolah menggambarkan perjalanan kami.

Di satu sisi, perasaan ini kuat, tetapi di sisi lain, ada keinginan untuk mundur, untuk mencari jalan yang lebih mudah. Perasaan itu kadang tak masuk logika, tetapi itulah yang disebut cinta, meski tak selalu masuk akal, ia tetap ada.

Namun, bagaimana kita menjelaskan perasaan itu kepada masyarakat yang masih menganggap hubungan beda agama adalah kesalahan? Di Bali, sebagai seorang Hindu, saya sering merasa seperti terjebak antara dua dunia.

Ada kalanya saya merasa perlu menyembunyikan bagian dari diri saya agar tidak dianggap sebagai ancaman atau kekeliruan. Tapi rindu ini—perasaan yang terpendam—tak bisa dimatikan oleh penghakiman orang lain.

Lirik Mangu berbicara tentang keraguan, tetapi juga tentang kedalaman perasaan yang tak bisa diungkapkan. “Cerita kita sulit dicerna, tak lagi sama, cara berdoa.” Di sini, lagu ini menyentuh sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar perbedaan agama. Ini tentang bagaimana kita harus berdamai dengan perbedaan itu.

Berbeda cara berdoa bukan berarti berbeda dalam hati, tetapi justru menambah pemahaman akan satu sama lain. Jika kita bisa menghargai perbedaan itu, maka kita bisa bersama. Namun, jika terus merasa terancam oleh perbedaan, kita akan selamanya terjebak dalam ketakutan yang sia-sia.

Dalam banyak hal, hubungan beda agama sering kali dianggap tabu. Masyarakat selalu punya cara untuk memberi label dan tak jarang, hubungan semacam ini dianggap tak bisa bertahan. “Cerita kita sulit diterka, tak lagi sama arah kiblatnya,” demikian lirik lagu itu.

Arah kiblat bisa berbeda, tetapi apakah itu mengurangi makna dari perasaan kita? Tentu tidak. Begitu pula dengan keyakinan agama yang mungkin berbeda. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga satu sama lain, bagaimana kita belajar menghargai dan memahami, meskipun jalan kita tak selalu sejajar.

Di tengah semua perbedaan ini, saya menemukan makna dalam kata-kata “Jangan salahkan pahamku kini, tertuju oh.” Saya tidak bisa disalahkan karena mencintai seseorang yang berbeda keyakinan. Karena cinta tidak mengenal batasan agama, budaya, atau norma sosial yang telah diterapkan selama ini. Cinta saya kepada dia adalah sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan logika, karena ia hadir tanpa banyak alasan yang jelas.

Pada akhirnya, perasaan yang saya alami bukan sekadar perasaan rindu yang tak terucapkan, tetapi sebuah perjalanan untuk menerima perbedaan, untuk berdamai dengan kenyataan bahwa kami tidak bisa selalu bersama, namun tetap bisa saling mencintai.

Seperti lirik Mangu yang menggambarkan kesulitan dalam mencintai meski ada banyak perbedaan, saya pun belajar bahwa kadang-kadang, cinta yang sejati adalah tentang menerima kenyataan yang ada, meskipun itu tidak sesuai dengan harapan.

Di luar sana, banyak orang yang akan melihat hubungan ini dengan kecurigaan, banyak yang merasa bahwa kami adalah sebuah kesalahan. Tetapi di dalam hati, kami tahu bahwa kami bukan kesalahan. Cinta kami adalah pilihan, dan itu bukan pilihan yang mudah.

Seperti yang dikatakan dalam lirik lagu ini, “Siapa yang tahu, siapa yang mau, kau di sana, aku di seberangmu.” Kami mungkin terpisah oleh banyak hal, tetapi kami tetap memilih untuk berada di sisi yang sama, meskipun dunia sekitarnya tidak mengerti.

Lagu Mangu dari Fourtwenty mengajarkan kita banyak hal; tentang rindu, tentang perasaan yang tidak bisa diungkapkan, tentang bagaimana cinta yang terhalang perbedaan bisa tetap bertahan.

Seperti lirik lagu ini, kami mungkin terpisah oleh jarak, tetapi perasaan ini tetap ada, tumbuh, dan terus hidup meskipun ada banyak yang memisahkan. Tidak ada yang lebih kuat daripada rasa cinta yang tulus, yang bisa menembus segala batasan yang ada. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

  • BACA JUGA:
“Mamak Pesu Bapak Cemburu” Kembali dengan Sentuhan Baru
Toleransi Agama di Bali, Bisakah Terus Bertahan?
“Return to Innocence”, Nyepi, dan  Sebuah Ajakan Kembali ke Kepolosan Diri
Tags: cintalagu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jaladwara Sastra di Bali Utara: Catatan dari Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Pengguna Jalan Harap Maklum — Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Pengguna Jalan Harap Maklum — Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Pengguna Jalan Harap Maklum -- Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co