25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Termangu Mendengar Lagu Mangu

Angga Wijaya by Angga Wijaya
August 9, 2025
in Esai
Termangu Mendengar Lagu Mangu

Ilustrasi tatkala.co

SEJAK 2014, saya menjalin hubungan dengan seseorang yang keyakinannya berbeda. Saya Hindu, dia Muslim. Satu persamaan kami, yakni, cinta yang tak bisa dihentikan, meski diliputi oleh ribuan batasan. Terkadang saya merasa seperti tengah berada di dunia yang berbeda, dengan jalur yang tak bisa disatukan.

Dalam lirik lagu Mangu dari Fourtwenty, saya menemukan refleksi dari perasaan yang sering saya pendam, “Suatu malam adam bercerita, hawanya tak lagi di jalur yang sama.” Begitu pula kami, terpisah oleh keyakinan yang tak pernah bisa dipaksakan untuk menyatu.

Lagu ini, meskipun terdengar sederhana, berbicara tentang kerinduan yang tak terucapkan, tentang perasaan yang harus dipendam karena ada sesuatu yang lebih besar yang membatasi.

Di sini, saya belajar bahwa rindu bukan hanya soal menginginkan kehadiran seseorang, tetapi juga soal berhadapan dengan realitas yang memisahkan kita. Rindu itu sendiri selalu ada, namun tak pernah bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan kenyataan.

Rindu itu sebuah pengorbanan, bukan sekadar kata-kata. Sama seperti dalam hubungan ini, tak mudah untuk melangkah jauh bersama tanpa memikirkan apa yang mungkin hilang. Saat saya mengingat lirik dalam lagu Mangu, saya sering teringat saat-saat ragu. “Gila tak masuk logika, termangu hatiku,” kata lagu itu, seolah menggambarkan perjalanan kami.

Di satu sisi, perasaan ini kuat, tetapi di sisi lain, ada keinginan untuk mundur, untuk mencari jalan yang lebih mudah. Perasaan itu kadang tak masuk logika, tetapi itulah yang disebut cinta, meski tak selalu masuk akal, ia tetap ada.

Namun, bagaimana kita menjelaskan perasaan itu kepada masyarakat yang masih menganggap hubungan beda agama adalah kesalahan? Di Bali, sebagai seorang Hindu, saya sering merasa seperti terjebak antara dua dunia.

Ada kalanya saya merasa perlu menyembunyikan bagian dari diri saya agar tidak dianggap sebagai ancaman atau kekeliruan. Tapi rindu ini—perasaan yang terpendam—tak bisa dimatikan oleh penghakiman orang lain.

Lirik Mangu berbicara tentang keraguan, tetapi juga tentang kedalaman perasaan yang tak bisa diungkapkan. “Cerita kita sulit dicerna, tak lagi sama, cara berdoa.” Di sini, lagu ini menyentuh sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar perbedaan agama. Ini tentang bagaimana kita harus berdamai dengan perbedaan itu.

Berbeda cara berdoa bukan berarti berbeda dalam hati, tetapi justru menambah pemahaman akan satu sama lain. Jika kita bisa menghargai perbedaan itu, maka kita bisa bersama. Namun, jika terus merasa terancam oleh perbedaan, kita akan selamanya terjebak dalam ketakutan yang sia-sia.

Dalam banyak hal, hubungan beda agama sering kali dianggap tabu. Masyarakat selalu punya cara untuk memberi label dan tak jarang, hubungan semacam ini dianggap tak bisa bertahan. “Cerita kita sulit diterka, tak lagi sama arah kiblatnya,” demikian lirik lagu itu.

Arah kiblat bisa berbeda, tetapi apakah itu mengurangi makna dari perasaan kita? Tentu tidak. Begitu pula dengan keyakinan agama yang mungkin berbeda. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga satu sama lain, bagaimana kita belajar menghargai dan memahami, meskipun jalan kita tak selalu sejajar.

Di tengah semua perbedaan ini, saya menemukan makna dalam kata-kata “Jangan salahkan pahamku kini, tertuju oh.” Saya tidak bisa disalahkan karena mencintai seseorang yang berbeda keyakinan. Karena cinta tidak mengenal batasan agama, budaya, atau norma sosial yang telah diterapkan selama ini. Cinta saya kepada dia adalah sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan logika, karena ia hadir tanpa banyak alasan yang jelas.

Pada akhirnya, perasaan yang saya alami bukan sekadar perasaan rindu yang tak terucapkan, tetapi sebuah perjalanan untuk menerima perbedaan, untuk berdamai dengan kenyataan bahwa kami tidak bisa selalu bersama, namun tetap bisa saling mencintai.

Seperti lirik Mangu yang menggambarkan kesulitan dalam mencintai meski ada banyak perbedaan, saya pun belajar bahwa kadang-kadang, cinta yang sejati adalah tentang menerima kenyataan yang ada, meskipun itu tidak sesuai dengan harapan.

Di luar sana, banyak orang yang akan melihat hubungan ini dengan kecurigaan, banyak yang merasa bahwa kami adalah sebuah kesalahan. Tetapi di dalam hati, kami tahu bahwa kami bukan kesalahan. Cinta kami adalah pilihan, dan itu bukan pilihan yang mudah.

Seperti yang dikatakan dalam lirik lagu ini, “Siapa yang tahu, siapa yang mau, kau di sana, aku di seberangmu.” Kami mungkin terpisah oleh banyak hal, tetapi kami tetap memilih untuk berada di sisi yang sama, meskipun dunia sekitarnya tidak mengerti.

Lagu Mangu dari Fourtwenty mengajarkan kita banyak hal; tentang rindu, tentang perasaan yang tidak bisa diungkapkan, tentang bagaimana cinta yang terhalang perbedaan bisa tetap bertahan.

Seperti lirik lagu ini, kami mungkin terpisah oleh jarak, tetapi perasaan ini tetap ada, tumbuh, dan terus hidup meskipun ada banyak yang memisahkan. Tidak ada yang lebih kuat daripada rasa cinta yang tulus, yang bisa menembus segala batasan yang ada. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

  • BACA JUGA:
“Mamak Pesu Bapak Cemburu” Kembali dengan Sentuhan Baru
Toleransi Agama di Bali, Bisakah Terus Bertahan?
“Return to Innocence”, Nyepi, dan  Sebuah Ajakan Kembali ke Kepolosan Diri
Tags: cintalagu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jaladwara Sastra di Bali Utara: Catatan dari Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Pengguna Jalan Harap Maklum — Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Pengguna Jalan Harap Maklum — Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Pengguna Jalan Harap Maklum -- Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co