14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Termangu Mendengar Lagu Mangu

Angga Wijaya by Angga Wijaya
August 9, 2025
in Esai
Termangu Mendengar Lagu Mangu

Ilustrasi tatkala.co

SEJAK 2014, saya menjalin hubungan dengan seseorang yang keyakinannya berbeda. Saya Hindu, dia Muslim. Satu persamaan kami, yakni, cinta yang tak bisa dihentikan, meski diliputi oleh ribuan batasan. Terkadang saya merasa seperti tengah berada di dunia yang berbeda, dengan jalur yang tak bisa disatukan.

Dalam lirik lagu Mangu dari Fourtwenty, saya menemukan refleksi dari perasaan yang sering saya pendam, “Suatu malam adam bercerita, hawanya tak lagi di jalur yang sama.” Begitu pula kami, terpisah oleh keyakinan yang tak pernah bisa dipaksakan untuk menyatu.

Lagu ini, meskipun terdengar sederhana, berbicara tentang kerinduan yang tak terucapkan, tentang perasaan yang harus dipendam karena ada sesuatu yang lebih besar yang membatasi.

Di sini, saya belajar bahwa rindu bukan hanya soal menginginkan kehadiran seseorang, tetapi juga soal berhadapan dengan realitas yang memisahkan kita. Rindu itu sendiri selalu ada, namun tak pernah bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan kenyataan.

Rindu itu sebuah pengorbanan, bukan sekadar kata-kata. Sama seperti dalam hubungan ini, tak mudah untuk melangkah jauh bersama tanpa memikirkan apa yang mungkin hilang. Saat saya mengingat lirik dalam lagu Mangu, saya sering teringat saat-saat ragu. “Gila tak masuk logika, termangu hatiku,” kata lagu itu, seolah menggambarkan perjalanan kami.

Di satu sisi, perasaan ini kuat, tetapi di sisi lain, ada keinginan untuk mundur, untuk mencari jalan yang lebih mudah. Perasaan itu kadang tak masuk logika, tetapi itulah yang disebut cinta, meski tak selalu masuk akal, ia tetap ada.

Namun, bagaimana kita menjelaskan perasaan itu kepada masyarakat yang masih menganggap hubungan beda agama adalah kesalahan? Di Bali, sebagai seorang Hindu, saya sering merasa seperti terjebak antara dua dunia.

Ada kalanya saya merasa perlu menyembunyikan bagian dari diri saya agar tidak dianggap sebagai ancaman atau kekeliruan. Tapi rindu ini—perasaan yang terpendam—tak bisa dimatikan oleh penghakiman orang lain.

Lirik Mangu berbicara tentang keraguan, tetapi juga tentang kedalaman perasaan yang tak bisa diungkapkan. “Cerita kita sulit dicerna, tak lagi sama, cara berdoa.” Di sini, lagu ini menyentuh sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar perbedaan agama. Ini tentang bagaimana kita harus berdamai dengan perbedaan itu.

Berbeda cara berdoa bukan berarti berbeda dalam hati, tetapi justru menambah pemahaman akan satu sama lain. Jika kita bisa menghargai perbedaan itu, maka kita bisa bersama. Namun, jika terus merasa terancam oleh perbedaan, kita akan selamanya terjebak dalam ketakutan yang sia-sia.

Dalam banyak hal, hubungan beda agama sering kali dianggap tabu. Masyarakat selalu punya cara untuk memberi label dan tak jarang, hubungan semacam ini dianggap tak bisa bertahan. “Cerita kita sulit diterka, tak lagi sama arah kiblatnya,” demikian lirik lagu itu.

Arah kiblat bisa berbeda, tetapi apakah itu mengurangi makna dari perasaan kita? Tentu tidak. Begitu pula dengan keyakinan agama yang mungkin berbeda. Yang penting adalah bagaimana kita menjaga satu sama lain, bagaimana kita belajar menghargai dan memahami, meskipun jalan kita tak selalu sejajar.

Di tengah semua perbedaan ini, saya menemukan makna dalam kata-kata “Jangan salahkan pahamku kini, tertuju oh.” Saya tidak bisa disalahkan karena mencintai seseorang yang berbeda keyakinan. Karena cinta tidak mengenal batasan agama, budaya, atau norma sosial yang telah diterapkan selama ini. Cinta saya kepada dia adalah sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan logika, karena ia hadir tanpa banyak alasan yang jelas.

Pada akhirnya, perasaan yang saya alami bukan sekadar perasaan rindu yang tak terucapkan, tetapi sebuah perjalanan untuk menerima perbedaan, untuk berdamai dengan kenyataan bahwa kami tidak bisa selalu bersama, namun tetap bisa saling mencintai.

Seperti lirik Mangu yang menggambarkan kesulitan dalam mencintai meski ada banyak perbedaan, saya pun belajar bahwa kadang-kadang, cinta yang sejati adalah tentang menerima kenyataan yang ada, meskipun itu tidak sesuai dengan harapan.

Di luar sana, banyak orang yang akan melihat hubungan ini dengan kecurigaan, banyak yang merasa bahwa kami adalah sebuah kesalahan. Tetapi di dalam hati, kami tahu bahwa kami bukan kesalahan. Cinta kami adalah pilihan, dan itu bukan pilihan yang mudah.

Seperti yang dikatakan dalam lirik lagu ini, “Siapa yang tahu, siapa yang mau, kau di sana, aku di seberangmu.” Kami mungkin terpisah oleh banyak hal, tetapi kami tetap memilih untuk berada di sisi yang sama, meskipun dunia sekitarnya tidak mengerti.

Lagu Mangu dari Fourtwenty mengajarkan kita banyak hal; tentang rindu, tentang perasaan yang tidak bisa diungkapkan, tentang bagaimana cinta yang terhalang perbedaan bisa tetap bertahan.

Seperti lirik lagu ini, kami mungkin terpisah oleh jarak, tetapi perasaan ini tetap ada, tumbuh, dan terus hidup meskipun ada banyak yang memisahkan. Tidak ada yang lebih kuat daripada rasa cinta yang tulus, yang bisa menembus segala batasan yang ada. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis ANGGA WIJAYA

  • BACA JUGA:
“Mamak Pesu Bapak Cemburu” Kembali dengan Sentuhan Baru
Toleransi Agama di Bali, Bisakah Terus Bertahan?
“Return to Innocence”, Nyepi, dan  Sebuah Ajakan Kembali ke Kepolosan Diri
Tags: cintalagu
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jaladwara Sastra di Bali Utara: Catatan dari Singaraja Literary Festival 2025

Next Post

Pengguna Jalan Harap Maklum — Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Pengguna Jalan Harap Maklum — Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Pengguna Jalan Harap Maklum -- Desa Adat Batur Ngusaba Dimel, Mengelilingi Gunung Batur Sampai 16 Agustus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co