EMAS ditempatkan di mana saja, tetaplah emas, di lumpur sekali pun. Itulah kata kata yang tepat untuk menggambarkan perjuangan Nyoman Yuliana Citra, S.Pd., M.Pd., guru SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska). Ia memulai kariernya sebagai guru di SMK Negeri 2 Kintamani Bangli, lalu SMA Negeri Bali Mandara, kemudian SMA Negeri 2 Kuta Selatan sejak awal berdiri, 2019, enam tahun silam.
Perpindahannya dari SMA Negeri Bali Mandara ke SMA Negeri 2 Kuta Selatan menggambarkan semangat yang sama sesuai dengan bentang geografis yang melingkupi: laut. Baik SMA Negeri Bali Mandara maupun SMA Negeri 2 Kuta Selatan sama-sama dekat dengan laut, laut Bali Utara dan laut Bali Selatan. Yang berbeda, laut Bali Utara berpasir hitam, laut Bali Selatan berpasir putih. Laut dengan ombak penuh dinamika, kadang tenang, kadang ganas. Diperlukan cara cerdas mengarungi agar selamat melewati menuju Pulau Harapan. Dalam konteks pendidikan, di SMA Negeri 2 Kuta Selatan menuju sekolah yang dicita-citakan: Wiweka Jaya Sadhu !
Sekolah sebagaimana juga laut, selalu ada pasang surutnya disebabkan oleh suasana samudra hati yang perlu disamakan frekuensinya. Frekuensi yang sama akan jernih gemanya, suasana hati yang tidak sefrekuensi akan ngeriung gaungnya, tidak jelas. Untuk membangun suasana hati yang sama, di SMA Negeri 2 Kuta Selatan selalu dikembangkan budaya berpikir positif dengan semangat perbedaan untuk saling menguatkan, sebagaimana diungkapkan Kepala Sekolah dalam berbagai kesempatan.
“Mari kita rawat perbedaan untuk saling menguatkan, baik guru, tenaga kependidikan, maupun siswa. Perbedaan adalah berkah saling melengkapi bila dikelola dengan baik akan menyuburkan prestasi”, kata I Nyoman Tingkat, Kepala SMA Negeri 2 Kuta yang alam pikirannya banyak ditransformasi oleh Yuliana Citra untuk diteruskan kepada keluarga besar Toska.

Yuliana meraih Juara 1 Lomba Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah
Posisi Yuliana Citra sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang selalu menjadi mentor bagi guru-guru muda Toska mendapat peluang banyak untuk melakukan supervisi dan refleksi pembelajaran untuk memastikan murid terlayani sesuai dengan kecerdasannya. Dengan pandangan bahwa semua anak adalah hebat dan unik, guru dituntut untuk menemukan kehebatan sang anak di antara keunikan yang dimiliki.
Berbekal Magister Pendidikan Undiksha, tidaklah sulit bagi Yuliana Citra untuk menemukan talenta sang anak termasuk menerjemahkan kebijakan sekolah ke praksis Pendidikan untuk mengelaborasi nilai-nilai pedagogik edukatif dalam memberikan layanan pendidikan bermutu untuk semua murid Toska.
Keberhasilan Yuliana Citra di level sekolah ternyata mendapat pengakuan berlipat dari pihak luar. Pada 2025, ia mendapat penghargaan dari Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Keuangan melalui OJK Bank Indonesia Provinsi Bali di Denpasar. Di Kementerian Kebudayaan, Yuliana Citra didapuk sebagai Duta Sahabat Wiwara Budaya Indonesiana TV, sedangkan di Kementerian Keuangan melalui OJK Bank Indonesia, ia meraih Juara 1 Lomba Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah.
Wiwara Budaya Indonesiana TV sudah Road Show ke Toska, pada 1 Juli 2025 menginspirasi para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) se-Kabupaten Badung. “Sungguh acara yang luar biasa menginspirasi bagi GTK se-Badung. Toska terdepan dalam layanan, terdepan dalam mutu. Tidak sekadar omon-omon,” kata Hilda seorang peserta yang senang mendapat undangan sekaligus menjadi ajang reuni dalam diskusi film berkearifan lokal Bali yang menggairahkan dengan semangat apresiasi.
“Tanpa dedikasi dan ketekunanan Yuliana Citra mengikuti tahapan seleksi di Kementerian Kebudayaan, tidaklah mungkin ia lulus sebagai Duta Saahabat Wiwara yang bersaing superketat dengan peserta seluruh Bali,” kata I Nyoman Tingkat, Kepala Sekolah yang selalu memotivasi para guru dan siswa berprestasi sesuai talenta.
Menurut Yuliana Citra, Wiwara merupakan modul pendamping dari tayangan Program Indonesiana.TV yang dapat dimanfaatkan oleh guru, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk membangun komunikasi tanpa sekat dengan anak. Wiwara berisi penjelasan dan panduan tentang tayangan Program Indonesiana.TV agar proses belajar menjadi menyenangkan dan bermakna melalui tayangan film dan diskusi untuk mengenal budaya bangsa Indonesia lebih komprehensif.
Yuliana Citra yang berlatar belakang Pendidikan Ekonomi terlibat dalam projek Kementerian Kebudayaan tentu sangat menarik dan ispiratif bagi para guru. Mengapa? Yuliana Citra sebelumnya adalah Pengajar Praktik di Program Sekolah Penggerak besutan Nadiem Makarim. Dari situlah, ia berkenalan dengan Dona Sasella dari Kemedikbud Ristek yang sejak 2023 berperan sebagai peninjau Wiwara yang kemudian dikembangkan oleh Balai Media Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih, Prabowo Subianto sejak 2024.

Yuliana Citra didapuk sebagai Duta Sahabat Wiwara Budaya Indonesiana TV
Melalui Dona Sasella, pada 2024, Yuliana Citra mendapat undangan dan kesempatan untuk menyusun Modul Wiwara dengan judul “Cerdas Jangan Lupa Cermat” episode “Borobudur”. Penyusunan modul Wiwara dilaksanakan bersama perwakilan masing-masing Provinsi di Indonesia (34 orang dari 34 Provinsi) pada 12 s.d. 16 November 2024 di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Kota Jakarta Pusat.
“Apresiasi atas keterlibatan saya dan rekan-rekan guru dari seluruh Indonesia pada kegiatan Balai Media Kebudayaan khususnya dalam penyusunan Wiwara sehingga saya dikukuhkan sebagai Duta Sahabat Wiwara Provinsi Bali pada tanggal 12 November 2024 oleh Bapak Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadlizon. Sebagai duta Sahabat Wiwara Provinsi Bali, saya berkomitmen untuk memanfaatkan Wiwara dalam kegiatan pembelajaran, terlibat aktif dalam kegiatan Balai Media Kebudayaan, dan menyebarkan informasi pemanfaatan Wiwara bagi rekan guru, tenaga kependidikan, dan orang tua,” kata Yuliana Citra yang selalu menjadi bintang penjuru dari Toska sejak awal.
Program ini telah menegaskan Yuliana Citra bukan saja sebagai guru yang menjadi Duta Sahabat Wiwara melainkan juga sebagai Duta Literasi dalam konteks kebudayaan. Bahkan dalam konteks pariwisata dapat menjadi harapan bagi masa depan wisata literasi. Selain itu, Yuliana Citra telah melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan interdisipliner dan secara nyata menjadi teladan dalam mengimplementasikan 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam hidup bermasyarakat tanpa sekat dalam konteks NKRI. Yuliana Citra telah memvibrasikan citra positif bagi Toska di kancah Nasional. Kini, Toska menunggu lahirnya Citra-Citra lain di kancal lokal, regional, nasional, dan global. Itulah prestasi pertama, Nyoman Yuliana Citra pada 2025.
Prestasi kedua yang ditorehkan Yuliana Citra guru asal Gesing Buleleng pada Juli 2025 adalah Juara 1 Lomba Duta Guru Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP Rupiah) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Bali untuk jenjang SD/MI. SMP/MTs. dan SMA/MA se-Bali. Prosesnya dimulai dari Pendaftaran pada 28 April s.d. 4 Mei 2025, dilanjutkan dengan pengumpulan CV dan self recording Pemaknaan CBP Rupiah untuk tahap seleksi awal pada 5 s.d. 11 Mei 2025.
Ketentuan penilaian meliputi: 1) pemahaman dan penguasaan peserta terhadap tema dan materi edukasi CBP Rupiah sebesar 50%. 2) penampilan peserta sebesar 25%, dan 3) kreativitas dalam pembuatan video sebesar 25%. Berdasarkan kriteria tersebut ditetapkan 38 orang peserta yang lolos ke babak penyisihan, dari ratusan peserta yang mendaftar.
Yuliana Citra menjelaskan babak penyisihan diawali dengan technical meeting dan pembekalan peserta pada tanggal 14 Mei 2025. Pelaksanaan babak penyisihan pada 16 Mei s.d 16 Juni 2025, dilanjutkan dengan pengumpulan dokumentasi dan video edukasi CBP Rupiah pada tanggal 17 s.d. 22 Juni 2025 dengan kriteria penilaian sama dengan tahap awal
ditambah laporan pelaksanaan edukasi dengan bobot 10%. Berdasarkan hasil penilaian tersebut ditetapkan 10 orang peserta yang lolos ke babak grand final yang diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2025 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.

Berfoto bersama Duta Sahabat Wiwara Budaya Indonesiana TV
Penilaian pada saat babak grand final adalah presentasi pemaknaan mendalam tentang materi edukasi CBP Rupiah secara langsung dihadapan dewan juri yang terdiri dari perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali khususnya Tim Edukasi CBP Rupiah, public speaker, dan psikolog. “Pada babak grand final, saya mendapat nomor undi 9 dan berhasil meraih Juara 1 sehingga mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada Agustus 2025 serangkaian acara Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2025”, kata Yuliana Citra penuh semangat.
Sebagai Guru Ekonomi, kegiatan FERBI tentu menjadi bahan edukasi yang menarik bagi Yuliana Citra untuk mengimplementasikan Pendekatan Deep Learning dalam menghargai Rupiah sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti. Rupiah bukan sekadar mata uang resmi Indonesia, melainkan juga lambang kedaulatan RI, sekaligus alat pemersatu bangsa. Oleh karena itu, Cinta Bangga Paham Rupiah harus dimulai dari mengenal karakterikstik dan desain rupiah, memperlakukan rupiah secara tepat, dan menjaga rupiah dari kejahatan uang palsu.
Prestasi Yuliana Citra sebagai Juara 1 Lomba CBP Rupiah Tingkat Provinsi Bali dan Duta Sahabat Wiwara (2025) adalah kado indah bagi Toska memasuki usia 6 tahun melengkapi prestasi yang diraih para siswa di Tingkat Nasional dan Internasional. “Terima kasih buat keluarga besar Toska atas dukungannya. Saya persembahkan prestasi ini untuk Toska yang mulia jaya berkarya”, kata Yuliana Citra dengan rendah hati.
Selamat buat Nyoman Yuliana Citra, S.Pd., M.Pd. menjadi bintang penjuru dari Toska. Semoga menjadi terbaik di Tingkat Nasional pada Agustus 2025. Menjadi inspirasi bagi siswa dan GTK. Di Toska Guru dan siswa berprestasi. Citra positif Toska menjadi dambaan calon siswa baru. Mari jaga bersama dengan semangat humanis. Bravo Toska! [T]



























