3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kriteria dan Syarat Sosok Pemimpin di Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
June 17, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

KRISIS kualitas kepemimpinan nasional sedang terjadi dan melanda secara dahsyat, moralitas dan tingkat keamanahan seorang pemimpin yang terpilih menunjukan kurva menurun. Tanda yang tidak terbantahkan adalah tingkat korupsi yang dilakukan para pejabat makin meningkat dan rasa malu makin sirna dari raut wajah ketika mereka tampil menjadi tersangka korupsi.

Rasa tanggung jawab sebagai pemimpin demi rakyat dijadikan urutan terakhir, mereka lebih mendahulukan demi uang, harta kekayaan dan kroni. Penyalahgunaan kekuasaan makin terang-terangan diperlihatkan. Mengapa kepemimpinan mereka menjadi seperti itu, apa yang salah? Cara rekruitmenkah atau karena kelemahan regulasi, atau memang karena penyakit bawaan?  

Kisi kisi Pemimpin dan Kepemimpinan.

Keajegan, kekonsistenan, keberhasilan dan adanya perubahan kemajuan di suatu komunitas fakta di lapangan menunjukkan sangat dipengaruhi oleh andil seorang tokoh adat atau tokoh masyarakat. Di tingkatan negara atau pemerintahan namanya seorang pemimpin atau pejabat, di sebuah organisasi atau perusahan diistilahkan direktur atau manajer, dan di suatu kesatuan disebut komandan.

Walau adanya perbedaan  dalam penyebutan, istilah mana pun tidak harus dipermasalahkan, tapi yang jelas siapa pun yang menduduki posisi tersebut adalah seorang manusia yang memiliki karakter lebih.  Tidak sedikit di kelembagaan negara atau kelembagaan lain di dunia ini keberhasilan untuk mencapai kemajuan pembangunan bukan semata-mata didasari oleh berhasilnya membangun sistem organisasi yang baik, akan tetapi lebih karena kepiawaian peran sang pemimpin dan pengurusnya. 

Akan sangat bermasalah suatu lembaga apabila dipimpin oleh seorang yang memaksakan jadi pemimpin namun tidak memiliki potensi dan kompetensi serta karakteristik maupun jiwa kepemimpinan, pun demikan akan sangat tidak maju suatu lembaga apabila menghambat atau menjegal seorang yang memiliki kapasitas memimpin karena faktor  interest tertentu yang kurang sehat. Sisi pandangan di atas menginspirasi penulis untuk mengajak mengasah kembali diri kita sebagai elemen masyarakat dan calon pemimpin umat tentang sekitar dan seputar pemimpin dan kepemimpinan.

Pemimpin adalah peribadi yang unik, di setiap kelompok, organisasi , lembaga, perusahan, badan, kongregasi atau suatu komunitas keberadaan pemimpin mutlak dibutuhkan. Pemimpin adalah motoris dan pionir dalam mencarikan peluang untuk melakukan inovasi, pertumbuhan dan melakukan perbaikan atau pembaharuan. Pemimpin adalah pablik figur atau sosok percontohan (example) bagi para pengikutnya. Pemimpin adalah inspirator bagi pengembangan diri pengikut untuk melihat kemungkinan prospek kehidupan masa depannya. Pemimpin adalah engineering (pemicu dan pemacu) semangat bagi pengikut untuk mengekspresikan antusiasmenya, pemimpin harus selalu berusaha dan berupaya dan selalu berada di semua tempat dan kondisi.

Pemimpin adalah seniman yang memungkinkan atau merangsang orang lain untuk bertindak dan mengerjakan pekerjaan dengan baik tanpa keterpaksaan, semakin halus dan tinggi rasa seni yang dimiliki pemimpin maka akan semakin kuat daya tarik untuk mempengaruhi sekaligus membangun kepercayaan pengikutnya untuk melakukan suatu visi , proyek ketahap berhasil atau sukses

Terlepas dari pandangan (teori-teori) bagaimana muncul atau lahirnya seorang pemimpin apakah karena Teori Bakat (Trait theory), Teori Kejadian Besar (The Great events theory)  atau Teori  Transformasi (The Transformational Leadership)  namun yang jelas bahwa sang pemimpin harus memiliki daya ikat yang kuat, daya juang yang kuat , komitmen yang terukur, daya provokasi dan promosi yang kuat, serta harus  memiliki kompetensi yang kuat untuk mendapatkan pangsa kepercayaan.

Ketika seorang pemimpin sudah dapat merebut k,epercayaan maka dengan sendirinya akan memiliki banyak keleluasaan, otoritas yang lebih besar , kewenangan yang lebar dan situasi tersebut memungkinkan bagi pemimpin untuk menciptakan hal-hal serta hasil-hasil yang luar biasa dalam situasi yang luar biasa. Dan jika itu semua menjadi realita maka penghargaan “Pemimpin Sukses”, “Pemimpin Kharismatik”, “Pemimpin Berwibawa“, adalah menjadi haknya tanpa harus diminta.

Kemampuan seorang pemimpin untuk memungkinkan pengikutnya melakukan tindakan sangatlah penting. Para pengikut tidak akan memberikan kinerja terbaik mereka  atau akan tetap setia dalam jangka waktu yang lama apabila pemimpin mereka membuat mereka merasa lemah, ketergantungan dan terasingkan. Sebaliknya ketika seorang pemimpin membuat pengikut merasa kuat dan mampu, maka mereka akan dapat berbuat lebih dari apa yang selama ini mereka pikirkan serta memungkinkan mereka akan memberikan yang terbaik bahkan melebihi ekspektasi mereka sendiri.

Ketika kepemimpinan menjadi sebuh hubungan harmonis yang dibangun atas dasar rasa saling percaya diri, orang akan berani mengambil suatu risiko, membuat perubahan, terus menjaga organisasi sehingga keberadaan dan pergerakannya tetap hidup. Melalui hubungan tersebut , para pemimpin mengubah para pengikutnya menjadi pemimpin pula dan pada akhirnya terciptalah jaringan kerja (network) yang kuat antarpemimpin.

Kepemimpinan merupakan dialog bukan monolog (take and give), maka untuk mendapatkan dukungan dan apresiasi penuh para pemimpin harus memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai mimpi, harapan, aspirasi, visi dan nilai orang-orang. Pemimpin harus mampu meniupkan kehidupan ke dalam harapan dan mimpi orang sehingga memungkinkan mereka untuk melihat kemungkinan menggairahkan yang ada di masa depan.

Pemimpin harus mampu membentuk kesatuan tujuan, menyalakan api semangat dalam diri orang dengan mengekpresikan antusiame pada visi kelompok yang menakjubkan. Pemimpin harus mengkomunikasikan kegairahan mereka melalui bahasa yang jelas dan gaya yang ekpresif. Pemimpin juga harus memiliki kepekaan sosial dan rasa kemanusiaan plus dari para calon pengikutnya.

Kepemimpinan merupakan proses check and balance antara mereka yang ingin memimpin dengan mereka yang memilih untuk dipimpin. Pembahasan apa pun mengenai kepemimpinn harus memasukan dinamika dari hubungan ini. Strategi, taktik, keahlian dan praktik akan menjadi tidak berarti atau bermakna tanpa adanya pemahaman yang seimbang mengenai dasar-dasar aspirasi dan kebutuhan manusia yang menghubungkan pemimpin dengan pengikutnya.

Pemimpin yang baik  adalah yang mengutamakan memilih memandirikan  ketimbang membuat pengikutnya ketergantungan, memilih memberdayakan ketimbang  mengontrol dan memilih proaktif daripada reaktif. Pemimpin harus dapat dipercaya dan mampu mengkomunikasikan  visinya. Pemimpin harus memegang teguh prinsip kepemimpinan minimal 3 prinsip yaitu to be (bangun terus kemampuan diri), to know  (pahami permasalahan  yang dihadapi secara teori  maupun praktik) dan to do (segera kerjakan apa yang dirasa tepat).

Pemimpin Yang Melekat Dihati Pengikutnya 

Gambaran fungsi pemimpin di atas menunjukkan bahwa kesuksesan pemimpin sepenuhnya bergantung pada kapasitas yang dimiliki untuk membangun dan mempertahankan hubungan manusia yang memungkinkan orang untuk mewujudkan hal-hal yang luar biasa (excellence) secara terus-menerus (regular) dan berkesinambungan…Tanpa kompetensi dan kapasitas maka pemimpin akan gugur dengan sendirinya di hadapan pengikutnya. Pemimpin akan tetap melekat pada hati pengkutnya dan selalu dicintai bahkan dibutuhkan oleh semua lapisan dan berlaku disetiap zaman apabila mampu menerapkan 5 ketauladanan kepemimpinan yang berkualitas yaitu mampu :

1. Mencontohkan caranya   (memberi contoh)

2. Menginspirasikan visi bersama  (memberi inspirasi)

3. Menantang proses (memberi tantangan)

4. Memungkinkan orang lain bertindak (memberi kesempatan bertindak)

5. Menyemangati jiwa (memberi semangat)

(sumber : buku The Leadership Challenge)

Kelima ranah kajian secara ilmiah tentang syarat pemimpin  mumpuni yang dibutuhkan dan berlaku di setiap zaman di atas sangat senapas dengan filosofi atau kriteria dan syarat-syarat sosok pemimpin yang diberlakukan di kesukuan Baduy yaitu ‘Pamimpin mah kudu hade Gogog hade Tagog, ulah seperti tukang bobok tukang tarok,  kudu caang fikir caang hate, mung gawe merele, mun ngalampah tarapti, pasifatan cageur , pinter,  bageur, singer, calingeur barijeung  bener, mun titindakan Ulah nyaur teu di ukur, Ulah nyabla teu di ungang, Ulah ngomong sageto-geto, ulah lemek sadaek-daek, nu enya di enyakeun, nu ulah diulahkeun. ulah gorok ulah linyok, tapi jadi pamimpin mah kudu Landung tali ayunan, kudu laer tali aisan, kudu nulung kanu butuh, nalang kanu susah, kudu nganteur kanu sieun, ngoboran kanu peokeun, ngiteukan kanu leueureun. Kalakuan mere maweh nyaah kanu leutik ngariksa kanu boga, mutuskeun perkara ulah cuweut kanu hideung, ulah monteng kanu koneng, ulah ngilik kanu putih, ulah neuleu tandingan nenjo paroman ,nerapkeun hukum ulah kancra kancas”.

Terjemahaan: “Pemimpin harus memiliki face (kesemaptaan jasmani) yang baik, jangan seperti wajah perampok (preman), harus jernih pikiran dan bersih hati (kesemaptaan rohani), jika bekerja runtut (sistematis), kalau bertindak dan melangkah penuh kewaspadaan, memiliki sifat atau karakteristik  sehat rohani, cerdas berpikir, bertindak sesuai dengan peraturan (dermawan), terampil atau produktif, cekatan atau trengginas disertai memiliki sifat kebenaran.

Jika bertindak jangan asal ngomong, jika berbicara harus terukur, jangan bicara tanpa dipikir terlebih dahulu, jangan berkata seenaknya,  yang benar katakan benar, yang dilarang  katakan dilarang, jangan menipu dan membohong,  tapi jadi pemimpin itu harus bijaksana dalam memutuskan, harus memiliki sifat toleran, harus menolong kepada yang membutuhkan, memberi kepada yang kesusahan, harus memandu kepada yang ketakutan, menerangi kepada yang kebingungan (kegelapan), memberi petunjuk kepada yang menyimpang. Perilaku memberi dan menolong kepada si kecil dan memeriksa (memberi saran) kepada yang kaya , mengambil keputusan harus adil jangan melihat kepada yang kaya atau miskin dekat atau tidak, jangan melihat  jabatan maupun wajah (silau karena kekayaan), menerapkan hukum jangan pandang bulu”.

Seluruh indikator syarat pemimpin yang dicari dan dikagumi oleh rakyatnya serta 25 standar baku syarat Kepemimpinan Komunitas Adat Baduy di atas ternyata sesuai pula dengan jiwa dan sosok pemimpin dunia kelas wahid yang diakui oleh semua pihak, yaitu Nabi Muhamad SAW yang memiliki 4 sifat terpuji yaitu Sidik, Amanat, Tablig dan Fatonah.  

Pertanyaan menggelitiknya, apakah saat ini para pemimpin di negeri Indonesia tercinta ini hasil dari pemilu serentak memiliki dan menerapkan kisi-kisi pemimpin dan kepemimpinan di atas serta sedang menerapkan 5 ketauladan kepemimpinan yang berkualitas? Silahkan diamati dan disimpulkan oleh masing masing pembaca. Semoga tulisan sederhana ini menginspirasi para pemimpin dan calon pemimpin. [T]

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Baduy, 2025

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Efek Peran Ganda Pemimpin Adat di Baduy
Modifikasi dan Pembangunan Modern di Tanah Ulayat Baduy
HP Android dan Antisipasi Malapetaka Moral  di Suku Baduy
Menakar Kemelekan Informasi Suku Baduy
Tags: masyarakat adatSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tidak Ada Petruk dalam Drama Gong Lawas Banyuning Singaraja di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Bicara-bicara Atas Nama Air di Desa Panji Buleleng

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Bicara-bicara Atas Nama Air di Desa Panji Buleleng

Bicara-bicara Atas Nama Air di Desa Panji Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co