13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kriteria dan Syarat Sosok Pemimpin di Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
June 17, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

KRISIS kualitas kepemimpinan nasional sedang terjadi dan melanda secara dahsyat, moralitas dan tingkat keamanahan seorang pemimpin yang terpilih menunjukan kurva menurun. Tanda yang tidak terbantahkan adalah tingkat korupsi yang dilakukan para pejabat makin meningkat dan rasa malu makin sirna dari raut wajah ketika mereka tampil menjadi tersangka korupsi.

Rasa tanggung jawab sebagai pemimpin demi rakyat dijadikan urutan terakhir, mereka lebih mendahulukan demi uang, harta kekayaan dan kroni. Penyalahgunaan kekuasaan makin terang-terangan diperlihatkan. Mengapa kepemimpinan mereka menjadi seperti itu, apa yang salah? Cara rekruitmenkah atau karena kelemahan regulasi, atau memang karena penyakit bawaan?  

Kisi kisi Pemimpin dan Kepemimpinan.

Keajegan, kekonsistenan, keberhasilan dan adanya perubahan kemajuan di suatu komunitas fakta di lapangan menunjukkan sangat dipengaruhi oleh andil seorang tokoh adat atau tokoh masyarakat. Di tingkatan negara atau pemerintahan namanya seorang pemimpin atau pejabat, di sebuah organisasi atau perusahan diistilahkan direktur atau manajer, dan di suatu kesatuan disebut komandan.

Walau adanya perbedaan  dalam penyebutan, istilah mana pun tidak harus dipermasalahkan, tapi yang jelas siapa pun yang menduduki posisi tersebut adalah seorang manusia yang memiliki karakter lebih.  Tidak sedikit di kelembagaan negara atau kelembagaan lain di dunia ini keberhasilan untuk mencapai kemajuan pembangunan bukan semata-mata didasari oleh berhasilnya membangun sistem organisasi yang baik, akan tetapi lebih karena kepiawaian peran sang pemimpin dan pengurusnya. 

Akan sangat bermasalah suatu lembaga apabila dipimpin oleh seorang yang memaksakan jadi pemimpin namun tidak memiliki potensi dan kompetensi serta karakteristik maupun jiwa kepemimpinan, pun demikan akan sangat tidak maju suatu lembaga apabila menghambat atau menjegal seorang yang memiliki kapasitas memimpin karena faktor  interest tertentu yang kurang sehat. Sisi pandangan di atas menginspirasi penulis untuk mengajak mengasah kembali diri kita sebagai elemen masyarakat dan calon pemimpin umat tentang sekitar dan seputar pemimpin dan kepemimpinan.

Pemimpin adalah peribadi yang unik, di setiap kelompok, organisasi , lembaga, perusahan, badan, kongregasi atau suatu komunitas keberadaan pemimpin mutlak dibutuhkan. Pemimpin adalah motoris dan pionir dalam mencarikan peluang untuk melakukan inovasi, pertumbuhan dan melakukan perbaikan atau pembaharuan. Pemimpin adalah pablik figur atau sosok percontohan (example) bagi para pengikutnya. Pemimpin adalah inspirator bagi pengembangan diri pengikut untuk melihat kemungkinan prospek kehidupan masa depannya. Pemimpin adalah engineering (pemicu dan pemacu) semangat bagi pengikut untuk mengekspresikan antusiasmenya, pemimpin harus selalu berusaha dan berupaya dan selalu berada di semua tempat dan kondisi.

Pemimpin adalah seniman yang memungkinkan atau merangsang orang lain untuk bertindak dan mengerjakan pekerjaan dengan baik tanpa keterpaksaan, semakin halus dan tinggi rasa seni yang dimiliki pemimpin maka akan semakin kuat daya tarik untuk mempengaruhi sekaligus membangun kepercayaan pengikutnya untuk melakukan suatu visi , proyek ketahap berhasil atau sukses

Terlepas dari pandangan (teori-teori) bagaimana muncul atau lahirnya seorang pemimpin apakah karena Teori Bakat (Trait theory), Teori Kejadian Besar (The Great events theory)  atau Teori  Transformasi (The Transformational Leadership)  namun yang jelas bahwa sang pemimpin harus memiliki daya ikat yang kuat, daya juang yang kuat , komitmen yang terukur, daya provokasi dan promosi yang kuat, serta harus  memiliki kompetensi yang kuat untuk mendapatkan pangsa kepercayaan.

Ketika seorang pemimpin sudah dapat merebut k,epercayaan maka dengan sendirinya akan memiliki banyak keleluasaan, otoritas yang lebih besar , kewenangan yang lebar dan situasi tersebut memungkinkan bagi pemimpin untuk menciptakan hal-hal serta hasil-hasil yang luar biasa dalam situasi yang luar biasa. Dan jika itu semua menjadi realita maka penghargaan “Pemimpin Sukses”, “Pemimpin Kharismatik”, “Pemimpin Berwibawa“, adalah menjadi haknya tanpa harus diminta.

Kemampuan seorang pemimpin untuk memungkinkan pengikutnya melakukan tindakan sangatlah penting. Para pengikut tidak akan memberikan kinerja terbaik mereka  atau akan tetap setia dalam jangka waktu yang lama apabila pemimpin mereka membuat mereka merasa lemah, ketergantungan dan terasingkan. Sebaliknya ketika seorang pemimpin membuat pengikut merasa kuat dan mampu, maka mereka akan dapat berbuat lebih dari apa yang selama ini mereka pikirkan serta memungkinkan mereka akan memberikan yang terbaik bahkan melebihi ekspektasi mereka sendiri.

Ketika kepemimpinan menjadi sebuh hubungan harmonis yang dibangun atas dasar rasa saling percaya diri, orang akan berani mengambil suatu risiko, membuat perubahan, terus menjaga organisasi sehingga keberadaan dan pergerakannya tetap hidup. Melalui hubungan tersebut , para pemimpin mengubah para pengikutnya menjadi pemimpin pula dan pada akhirnya terciptalah jaringan kerja (network) yang kuat antarpemimpin.

Kepemimpinan merupakan dialog bukan monolog (take and give), maka untuk mendapatkan dukungan dan apresiasi penuh para pemimpin harus memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai mimpi, harapan, aspirasi, visi dan nilai orang-orang. Pemimpin harus mampu meniupkan kehidupan ke dalam harapan dan mimpi orang sehingga memungkinkan mereka untuk melihat kemungkinan menggairahkan yang ada di masa depan.

Pemimpin harus mampu membentuk kesatuan tujuan, menyalakan api semangat dalam diri orang dengan mengekpresikan antusiame pada visi kelompok yang menakjubkan. Pemimpin harus mengkomunikasikan kegairahan mereka melalui bahasa yang jelas dan gaya yang ekpresif. Pemimpin juga harus memiliki kepekaan sosial dan rasa kemanusiaan plus dari para calon pengikutnya.

Kepemimpinan merupakan proses check and balance antara mereka yang ingin memimpin dengan mereka yang memilih untuk dipimpin. Pembahasan apa pun mengenai kepemimpinn harus memasukan dinamika dari hubungan ini. Strategi, taktik, keahlian dan praktik akan menjadi tidak berarti atau bermakna tanpa adanya pemahaman yang seimbang mengenai dasar-dasar aspirasi dan kebutuhan manusia yang menghubungkan pemimpin dengan pengikutnya.

Pemimpin yang baik  adalah yang mengutamakan memilih memandirikan  ketimbang membuat pengikutnya ketergantungan, memilih memberdayakan ketimbang  mengontrol dan memilih proaktif daripada reaktif. Pemimpin harus dapat dipercaya dan mampu mengkomunikasikan  visinya. Pemimpin harus memegang teguh prinsip kepemimpinan minimal 3 prinsip yaitu to be (bangun terus kemampuan diri), to know  (pahami permasalahan  yang dihadapi secara teori  maupun praktik) dan to do (segera kerjakan apa yang dirasa tepat).

Pemimpin Yang Melekat Dihati Pengikutnya 

Gambaran fungsi pemimpin di atas menunjukkan bahwa kesuksesan pemimpin sepenuhnya bergantung pada kapasitas yang dimiliki untuk membangun dan mempertahankan hubungan manusia yang memungkinkan orang untuk mewujudkan hal-hal yang luar biasa (excellence) secara terus-menerus (regular) dan berkesinambungan…Tanpa kompetensi dan kapasitas maka pemimpin akan gugur dengan sendirinya di hadapan pengikutnya. Pemimpin akan tetap melekat pada hati pengkutnya dan selalu dicintai bahkan dibutuhkan oleh semua lapisan dan berlaku disetiap zaman apabila mampu menerapkan 5 ketauladanan kepemimpinan yang berkualitas yaitu mampu :

1. Mencontohkan caranya   (memberi contoh)

2. Menginspirasikan visi bersama  (memberi inspirasi)

3. Menantang proses (memberi tantangan)

4. Memungkinkan orang lain bertindak (memberi kesempatan bertindak)

5. Menyemangati jiwa (memberi semangat)

(sumber : buku The Leadership Challenge)

Kelima ranah kajian secara ilmiah tentang syarat pemimpin  mumpuni yang dibutuhkan dan berlaku di setiap zaman di atas sangat senapas dengan filosofi atau kriteria dan syarat-syarat sosok pemimpin yang diberlakukan di kesukuan Baduy yaitu ‘Pamimpin mah kudu hade Gogog hade Tagog, ulah seperti tukang bobok tukang tarok,  kudu caang fikir caang hate, mung gawe merele, mun ngalampah tarapti, pasifatan cageur , pinter,  bageur, singer, calingeur barijeung  bener, mun titindakan Ulah nyaur teu di ukur, Ulah nyabla teu di ungang, Ulah ngomong sageto-geto, ulah lemek sadaek-daek, nu enya di enyakeun, nu ulah diulahkeun. ulah gorok ulah linyok, tapi jadi pamimpin mah kudu Landung tali ayunan, kudu laer tali aisan, kudu nulung kanu butuh, nalang kanu susah, kudu nganteur kanu sieun, ngoboran kanu peokeun, ngiteukan kanu leueureun. Kalakuan mere maweh nyaah kanu leutik ngariksa kanu boga, mutuskeun perkara ulah cuweut kanu hideung, ulah monteng kanu koneng, ulah ngilik kanu putih, ulah neuleu tandingan nenjo paroman ,nerapkeun hukum ulah kancra kancas”.

Terjemahaan: “Pemimpin harus memiliki face (kesemaptaan jasmani) yang baik, jangan seperti wajah perampok (preman), harus jernih pikiran dan bersih hati (kesemaptaan rohani), jika bekerja runtut (sistematis), kalau bertindak dan melangkah penuh kewaspadaan, memiliki sifat atau karakteristik  sehat rohani, cerdas berpikir, bertindak sesuai dengan peraturan (dermawan), terampil atau produktif, cekatan atau trengginas disertai memiliki sifat kebenaran.

Jika bertindak jangan asal ngomong, jika berbicara harus terukur, jangan bicara tanpa dipikir terlebih dahulu, jangan berkata seenaknya,  yang benar katakan benar, yang dilarang  katakan dilarang, jangan menipu dan membohong,  tapi jadi pemimpin itu harus bijaksana dalam memutuskan, harus memiliki sifat toleran, harus menolong kepada yang membutuhkan, memberi kepada yang kesusahan, harus memandu kepada yang ketakutan, menerangi kepada yang kebingungan (kegelapan), memberi petunjuk kepada yang menyimpang. Perilaku memberi dan menolong kepada si kecil dan memeriksa (memberi saran) kepada yang kaya , mengambil keputusan harus adil jangan melihat kepada yang kaya atau miskin dekat atau tidak, jangan melihat  jabatan maupun wajah (silau karena kekayaan), menerapkan hukum jangan pandang bulu”.

Seluruh indikator syarat pemimpin yang dicari dan dikagumi oleh rakyatnya serta 25 standar baku syarat Kepemimpinan Komunitas Adat Baduy di atas ternyata sesuai pula dengan jiwa dan sosok pemimpin dunia kelas wahid yang diakui oleh semua pihak, yaitu Nabi Muhamad SAW yang memiliki 4 sifat terpuji yaitu Sidik, Amanat, Tablig dan Fatonah.  

Pertanyaan menggelitiknya, apakah saat ini para pemimpin di negeri Indonesia tercinta ini hasil dari pemilu serentak memiliki dan menerapkan kisi-kisi pemimpin dan kepemimpinan di atas serta sedang menerapkan 5 ketauladan kepemimpinan yang berkualitas? Silahkan diamati dan disimpulkan oleh masing masing pembaca. Semoga tulisan sederhana ini menginspirasi para pemimpin dan calon pemimpin. [T]

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Baduy, 2025

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Efek Peran Ganda Pemimpin Adat di Baduy
Modifikasi dan Pembangunan Modern di Tanah Ulayat Baduy
HP Android dan Antisipasi Malapetaka Moral  di Suku Baduy
Menakar Kemelekan Informasi Suku Baduy
Tags: masyarakat adatSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tidak Ada Petruk dalam Drama Gong Lawas Banyuning Singaraja di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Bicara-bicara Atas Nama Air di Desa Panji Buleleng

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Bicara-bicara Atas Nama Air di Desa Panji Buleleng

Bicara-bicara Atas Nama Air di Desa Panji Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co