6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menebak Aroma Sihir Janda Jirah

Royyan Julian by Royyan Julian
September 4, 2024
in Esai
Menebak Aroma Sihir Janda Jirah
  • Artikel ini adalah hasil dari seminar “Khazanah Rempah dalam Lontar”, program khusus Singaraja Literary Festival 2024, yang didukung Direktorat PPK (Pengembangan & Pemanfaatan Kebudayaan), Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, 23-25 Agustus 2024.

AKU curiga, ketika menulis sejarah rempah, Jack Turner ditemani segelas susu kambing bertabur bubuk kayu manis di atas meja kerjanya. Jangan-jangan eksotisme rempah tidak semata-mata menyebabkan lidah terbuai. Bahkan, mengkhayalkan komoditas panas itu saja sudah mampu menghanyutkan pikiran sehingga ia lupa menyelipkan bab khusus “Rempah dan Sihir” ke dalam karyanya.

Tentu, keteledoran tersebut hanya disadari pembaca-ada-maunya sepertiku. Mestinya, melalui babon Turner tentang rempah, aku bakal mudah mendapatkan seluruh ‘barang’ di ‘daftar belanjaanku’ dalam sekejap. Faktanya, dengan ufuk pengetahuan amat terbatas, aku cuma bisa menebak-nebak, kira-kira ramuan apa saja yang dipakai Calon Arang ketika menunaikan aktivitas magi.

Sebenarnya, kurangnya informasi tersebut bukan salah Turner. Bukan pula kesilapan para penulis kisah Janda Jirah yang karyanya dialihbahasakan I Made Suastika. Dalam Calon Arang tradisi Bali yang kubaca, kuyakin komposisi rempah bukan masalah prioritas. Naskah-naskah tersebut barangkali dianggit dengan tujuan memberi petuah bahwa kebenaran akan digdaya melawan kebatilan. Atau malah dengan motif lebih ‘receh’ seperti yang didaku Gora Pratoda di akhir geguritan bahwa ia berlaga sastrawan untuk menghibur hati yang pilu.

Hanya saja, dengan etos keisengan yang rendah hati lantaran jemu bertani, sebenarnya Gora punya waktu senggang dengan memberi sentuhan detail sebagaimana Raja Solomon yang pasti sibuk mengurusi imperium Israel, tapi tak lupa menyebut rempah untuk menyanjung sang mempelai dalam kidungnya nan agung:

Taman tertutup engkau, Saudariku, Pengantinku, kebun terkunci, mata air termeterai. Tunas-tunasmu adalah kebun delima dengan buah-buah lezat, pacar dengan narwastu; narwastu dan kuma-kuma, buluh wangi dan kayu manis, bersama segala jenis pohon menyan; mur dan gaharu, dengan segala rempah terbaik.

Tapi, buat apa kepoin perkara yang tak memiliki faedah praktis di zaman pragmatis seperti saat ini? Untuk apa, misalnya, menerka-nerka bumbu hidangan yang tersaji di meja makan Calon Arang? Masalahnya, Janda Jirah itu telanjur jadi ikon ibu setan. Padahal, ketika dianggap sakti, bisa jadi kesaktiannya bersumber dari faktor eksternal macam herbal. Walhasil, kita perlu bersyak wasangka, predikat ‘sihir’ yang dilekatkan pada Calon Arang atau kosakata sihir di seluruh dunia telah mengalami degradasi semantis yang amoral.

Katakanlah witch, ternyata secara harfiah berarti perempuan petani sekaligus tabib dan dukun beranak. Makna kata itu menjadi peyoratif akibat perburuan penyihir di Eropa masa transisi antara zaman Kegelapan dengan era kapitalisme awal. Kau bisa membaca risalah Silvia Federici ihwal perburuan penyihir di Benua Biru abad 14 hingga 16 dan akan mendapati bahwa tragedi itu lebih banyak mendera perempuan ketimbang lelaki.

Sistem ekonomi yang berubah dan pemagaran lahan komunal oleh tuan tanah menyebabkan perempuan tua yang berstatus janda kehilangan nafkah sebagai petani. Tapi, potensi subversif kaum tersebut merupakan efek sosial yang menempatkan mereka pada kedudukan terhormat sebagai dukun dan bidan. Itulah mengapa pencemaran nama baik mereka dilancarkan dengan membelokkan arti ‘sihir’ itu sendiri.

Hampir mirip sengketa tanah pada peristiwa perburuan penyihir di Eropa, prosa lirik Toety Herati menafsir konflik antara Janda Jirah dengan Airlangga dipicu persoalan teritori meski naskah Calon Arang sendiri tak secara blak-blakan (untuk tidak berkata tidak sama sekali) menyinggung hal itu. Naskah Calon Arang cuma menyebut bahwa wilayah kekuasaan sang janda adalah daerah pinggiran bernama Dusun Jirah. Toety membacanya sebagai gesekan pusat dan pinggir, antara yang ingin menguasai dengan yang hendak ditaklukkan.

Sayang, baik Toety Herati, Pramoedya Ananta Toer, maupun Cok Sawitri tidak mengeksplorasi peran Calon Arang sebagai dokter dalam karya mereka. Andaikata memang seorang ahli pengobatan, barangkali tenaga kita akan banyak dialokasikan untuk menjelajah khazanah herbal dan rempah dalam kepustakan medis Calon Arang.

Di luar dunia kasat, diplomasinya dengan jagat supranatural tentu akan menambah perbendaharaan rempah Ni Rangda untuk didokumentasikan. Kesaktian Calon Arang, dengan demikian, bisa kita interpretasi sebagai kolaborasi antara herbal Bali dengan laku liturgis sang janda.

Misal, kita boleh menduga Calon Arang memakai cengkih dalam praktik spiritual untuk menangkal energi negatif yang datang dari utusan Airlangga ketika menyerang pekarangannya. Bunga lawang bisa jadi digunakan pada ritual untuk menambah daya magis saat Ni Rangda mendaras lipyakara di waktu magrib.

Pinang dan jahe dikonsumsi sebagai ‘camilan’ tradisional (karena belum ada Bigbabol) serta bahan penyembuhan. Sementara itu, ia membakar menyan ketika melaksanakan upacara memanggil Batari Bagawati di kuburan untuk memohon anugerah agar penduduk dilanda wabah.

Teluh memang melanda dan penduduk jatuh menderita: demam, bengkak, perut kembung, borok, lumpuh, diare. Mestinya, dengan kunyit, lada, jintan, adas, kapulaga, serai, daun sirih, bawang putih, pala, kencur, dan temulawak, mereka bisa mengatasi penyakit-penyakit tersebut. Namun, waktu itu juga sedang terjadi krisis obat-obatan sehingga penyakit paling remeh pun dapat menggiring orang ke rahang maut.

Tapi, menilik rempah dalam kisah Calon Arang tidak melulu berurusan dengan perkara serius macam ‘reputasi sang janda’ atau ‘kemelut kemanusiaan akibat pagebluk’. Kecuali kau menganggap seks sebagai bisnis serius. Dan mungkin, kenyataannya memang begitu. Sebab, bagi laki-laki, ketahanan di ranjang berelasi kembar dengan harga diri. Jika status keperkasaan suami ditentukan oleh seberapa tahan lama meladeni istri di ranjang, agaknya Baheula memenuhi syarat pria perkasa.

Baheula, lelaki itu, adalah murid Empu Baradah yang menikahi putri tunggal Calon Arang, Ratna Manjali. Tak sama dengan prosa Calon Arang, dalam geguritan, Gora menarasikan cumbu rayu sang pengantin baru dengan penuh gelora, berbunga-bunga, berlarat-larat. Konon, demonstrasi berahi itu berlangsung sembilan hari berturut-turut. Meski diselingi ritual puja Dewa dan praktik yoga, relasi erotis tersebut merupakan versi banal dari empat puluh malam pengantin Serat Centhini yang harus dijalani pasangan Syekh Amongraga dan Tambangraras dalam ‘kuliah filsafat kebatinan’ demi penyatuan mistik melalui senggama.

Itulah mengapa, kita tak perlu sungkan meminta resep keindahan malam pengantin kepada Beheula tentang rempah afrodisiak mustajab yang membuatnya tugur dalam cinta lebih dari satu pekan. Jahe, kayu manis, kapulaga, safron, lada hitam, cengkih, dan vanili merupakan rempah afrodisiak yang lazim diketahui.

Tapi, wewangian yang diruapkan boreh dari bubuk cendana, beras, kunyit, dan temu putih juga turut berperan untuk merangsang pasangan ke balik kelambu. Lulur ini akan dilabur pada tubuh Manjali di hari ketiga pascamenstruasi ketika berahi bangkit pada waktu-waktu ovulasi. Kita juga bayangkan, sebelum hari pernikahan, untuk memperkuat organ kewanitaan, Manjali mengonsumsi manjakani agar suaminya manja.

Demikianlah reka kita atas kemungkinan rempah dalam kisah Calon Arang. Esai ini cuma ‘judul’ dari sebuah topik yang perlu—jika memang perlu—digali. Temuan atas penggalian tersebut pada akhirnya tidak semata-mata akan membawa pada wawasan tentang kekayaan fungsi dan manfaat rempah dalam ragam aktivitas manusia. Penjelajahan tersebut juga akan semakin memperkuat keyakinan tentang relasi erat antara perempuan, alam, dan spiritualitas.[T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Merayakan Khazanah Rempah dalam Lontar Bali, Sesi Khusus Singaraja Literary Festival 2024
Rempah Paling Queer: Sebuah Pertanyaan yang Masih Menggantung
Menggali Khazanah Rempah dalam Lontar Bali: Usadha, Gandha, dan Boga
Rempah-Rempah Kita dalam Khazanah Gastronomi Internasional
Khasanah Rempah, Makanan dan Obat Bagi Raga
Pameran “Telu”: Melihat Ragam Ekspresi Budaya di Jalur Rempah Pulau Bali
Upaya Perempuan Mempercantik Diri: Lontar, Rempah, dan Konstruksi Patriarki
Tags: Calonarangjalur rempahseri rempahSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seni Melepaskan dan Memaafkan

Next Post

Rempah Paling Cong!

Royyan Julian

Royyan Julian

Menulis prosa dan puisi.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Rempah Paling Cong!

Rempah Paling Cong!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co