6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi I Nyoman Wirata | Sketsa Penyair Samar Gantang

I Nyoman Wirata by I Nyoman Wirata
September 1, 2024
in Puisi
Puisi-puisi I Nyoman Wirata | Sketsa Penyair Samar Gantang

SKETSA PENYAIR SAMARGANTANG

biarlah keedanan sejenak
menjadi seekor srigala
meraung
di punggung panggung

Mengunyah bait demi bait
saat membaca sajak
sajak sajak mu

raungmu ruang
seperti
mengundang agar ada
yang datang
dan
bikin ngeri
jika yang datang
yang tak terbayang
berwujud helikopter
sepeda jengki
tanpa pengendara berjalan
di atas trotoar
atau
gentayangan
mewujud kapal capung

Kunyah saja itu bait
dengan nafas pranayama
tak perlu jubah
karena bukan berkotbah
raungmu
sudah cukup memanjangkan
lengan sajak
menjangkau kantung hati
mengeluarkan riuhnya
menukar dengan sepi
Kunyah terus itu bait
yang panjang
agar raung jadi riung lebah
menemu saripati
bunga hidup

Sungguh mati
sebatang pohon pepaya
bila
dipasang di panggung
atau
sebatang umbulumbul
terasa
malam akan jadi
malam opera Calonarang

terbayang tubuh seksi
Manggali
perempuan berambut oranye
kering tak tersentuh shampo

walau
tak tersenyum
giginya nampak

tak telanjang
nafsu lumat di tubuhnya

Ngerehgeh

mirip srigala
birahi di bulan ke 9
di penanggalan kuno
karena
aroma tanah
saat gerimis petang
dengan kaki tunggal
berdiri
memutar
jagat raya panggung
menjadi durga

bali jani 2024

SKETSA BADUT

Di balik topeng karet
aku
tak bisa menebak
Adakah kau
yang kulihat
di kantor pemerintah
Atau di jalanan
sebagai pemulung
membawa lumbung

lelakikah
atau perempuan
atau dua duanya

Takut juga,
jangan jangan
kau ledakkan nanti
hati dan
mati

Jika kesedihan
belum kau bunuh
itu tanda
kau masih
manusia

Di panggung jalanan
anak anak bersorak
berteriak
lucumu bisa bikin
gembira dan takut

takut
bila kehidupan
menjadikan badut
di labirin hidup
dan
bila ada mengatakan
kita senasib:
tentu!
bisa selalu
membuat orang tertawa
hati teriris

tak bisa terus
mewarnai celaka
dengan senyum

Suatu malam
di pesta kesenian
seorang teman
seniman panggung
memainkan monolog badut
berdiri di lingkaran
cahaya lampu sorot
menyoroti kebanalan
sekaligus
jadi wakil rakyat
banal

Tiba
tiba-tiba ingatan pada
badut kebudayaan
yang mengapung
di panggung
bagai kapukapu
tanaman air

Di gang labirin
kampung urban
seribu badut
mudah didapat

pincang jalannya
berat beban memikul tradisi
sekaligus modernisasi

Pagi hari
nalurinya adalah gembala
mengembala anjing
seperti gembala sapi
menyanyi;
oleo..leo..leo
menggiring hati
ke sebuah toserba lalu
dicekik harga harga

Malamnya
nalurinya jerangkong
sepanjang jalan bersiul
tak jemu jemu sambil
berangguk -angguk
mengetuk pintu
siapa tahu
ada yang senasib

Berharap
kesepian menyambutnya
di ruang tamu

24.08.2024

SKETSA HUJAN

Bila air mengalir
anak sungai namanya
Jika
menyasar tubuh
dan wajah
panah hujan namanya
lalu
panah asmara
menimpa tubuh tanah rebah
dan
hujan adalah berkah cinta
dari langit

apa langitmu pernah menitahkan hujan menimpa tanah
jika cinta
kemudian bernanah

Hujan
adalah pembangkit birahi
bagi anjing
karena membau aroma tanah
sesudah hujan

Bagi tanah
hujan adalah
cinta yang ramah
lalu
hamil tanah lalu
benih tumbuh
serta tajuk rencana

Namun
gerimis adalah
hujan yang setengah hati
memberi
Jika lebat
cinta mengundang prahara

Di balik jendela kaca
di malam.minggu
seorang menghujat hujan
sebab hujan
menjelma panah
jantungnya tertusuk
dan
berdarah

Hujan yang petualang
jalang
pelahir anak haram
bernama kesepian

Hujan penyihir
dengan bahasa mengalir
merayu gersang
dengan air katakata
bersajak
di atap-atap rumah
memainkan tambur
berkhotbah:

air di pelimbahan
sama sama lahir dari
cinta langit yang suci

Ah, hujan
Pikiran kami adalah air
tergenang

24.08.2024

SKETSA PENDEKAR PEDANG
PEMBUNUH NAGA

Dalam komik silat
luka paling duka
saat menyadari diri
petualang
tak punya tujuan

serangan kesepian
sulit dihindari
dengan ilmu
meringankan tubuh
dan
yang sudah terkubur
oleh pedang
bangkit
di ruang tamu
seperti migrasi
dari negeri yang jauh
telanjang
dengan belati terhunus
berkarat

sehingga merasa
perlu kembali
belajar bersiasat
menghadapi serangan
dengan hati kosong

Tahun tahun
dengan
pedang kesombongan
terluka juga
oleh serangan
tangan kosong

Ingin bisa bertahan
dengan rasa menyerah
karena lelah
dan
hati
patah
sebab
selalu saja ada
musuh dalam selimut
bernama kenangan
mengancam
dengan senjata rahasia
namun
tetap ada rasa ingin
selalu
membuka pintu hati
agar engselnya tak berkarat
Dengan jurus tulus
mengutus hati yang puisi
sebab
peristiwa
mengandung sabda
dan
semesta
adalah universitas terbuka
mengajarkan
bagaimana cinta
menjadi sejati puisi
bukan sebatas katakata
dan
juga mengajarkan
agar pintar tak hanya
bersilat lidah
menghadapi kekosongan

Apa dengan pedang
pembunuh naga bisa
mengalahkan
naga kutukan imajinasi
yang bangkit
dari laut kesepian

24.08.2024

  • BACA puisi-puisi lainnya
Puisi-puisi Alit S.Rini | Mantra Disko dari Pub Dekat Kuburan
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit
Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tabuhan 4/4 Luh: Narasi Perlawanan dari Dua Naskah tentang Perempuan

Next Post

Ketika WNA Pemelajar BIPA Beradu Pantun Berbahasa Indonesia

I Nyoman Wirata

I Nyoman Wirata

Lahir dan tinggal di Denpasar.Begiat di seni lukis dan nulis puisi serta telah menerbitkan 2 buah buku kumpulan puisi.

Related Posts

Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

by Pitrus Puspito
March 1, 2026
0
Puisi-puisi Pitrus Puspito | Jarak Mencuri Kau Dariku

JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik...

Read moreDetails

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

by Aura Syfa Muliasari
February 28, 2026
0
Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

MAMPIR DI NAKAREMPE angin berlalu liarmenelisik dan menjelma lalim yang jemawamembawa perkarabersoal tentang pendapa di ujung desa tapi atap ijuknya...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

by Vito Prasetyo
February 27, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Hidup Bagai Galeri Ponsel

Hidup Bagai Galeri Ponsel Tatapanmu seperti sinar yang tersasardi antara bantal-bantal bau peluhkita bicara soal hidup sambil mengunyah gorengantapi hening...

Read moreDetails

Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

by Ida Ayu Made Dwi Antari
February 22, 2026
0
Puisi- Puisi Ida Ayu Made Dwi Antari | Resonansi Jiwa

LENTERA DI AMBANG PINTU Penghujung tahun ini dinginTangis seperti membendung waktuMenyesakkan batin Ada seseorang pernah jadi muara harapKini pupusKecewa mendekapkuHarapan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

by Wayan Esa Bhaskara
February 21, 2026
0
Puisi-puisi Wayan Esa Bhaskara | Hikayat Begadang

Hikayat Begadang satu peringatan, bayangkanada tangga menuju surga, dan aku siap-siap menaridi bawahnya, malam kliwon baru saja usai tak ada...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

by Chusmeru
February 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Aku Tanpa-Mu

Aku Tanpa-Mu Ramadan hari iniSama seperti saat lalu ya RabbMenghitung pinta yang tak habis di sela doaMenagih nyata yang tak...

Read moreDetails

Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

by I Wayan Kuntara
February 15, 2026
0
Puisi-puisi I Wayan Kuntara | Aku Benci Politik

Aku Benci Politik aku benci politikdatang dengan senyum licikmanis kata-kata penuh retoriknamun di baliknya tersimpan taktik aku benci politikJanji-janji menggema...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

by Made Bryan Mahararta
February 14, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Hipokrit

Sepintas Kita pernah berjumpa meski sesaatdari pagi yang masih terasa beratsampai langit semakin gemerlapdan lampu jalan redup perlahan, padam Ku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

by Maria Utami
February 13, 2026
0
Puisi-puisi Maria Utami | Dongeng Robusta Nusantara

Pengakuan Si Pahit dari Sumatra Aku tidak punya waktu untuk urusan asmaradi ketinggian yang manja.Lahir dari tanah Lampung yang keras...

Read moreDetails

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

by Karst Mawardi
February 8, 2026
0
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

AKTUAL preseden dan prediksijadi 2 sisi koin logammereka lemparkan itubukan buat ditangkap peristiwa jadi gentingtatkala koin mendaratmemaksa kita berpikirmelulu soal...

Read moreDetails
Next Post
Ketika WNA Pemelajar BIPA Beradu Pantun Berbahasa Indonesia

Ketika WNA Pemelajar BIPA Beradu Pantun Berbahasa Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co