6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Senja Tak Kalah Indah di Bali Utara — Dari Bincang Sandiaga Uno dan Komunitas di Pantai Penimbangan

Son Lomri by Son Lomri
August 31, 2024
in Khas
Senja Tak Kalah Indah di Bali Utara — Dari Bincang Sandiaga Uno dan Komunitas di Pantai Penimbangan

Sandiaga Uno berbincang dengan perwakilan komunitas Buleleng di pantai Penimbangan, Singaraja

SEBAGAI Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno cukup gaul juga saat berbaur dengan anak muda yang tergabung dalam komunitas-komunitas di Buleleng. Ia bicara santai. Sesekali selfi. Lelaki yang lahir di Pekanbaru–Riau pada 28 Juni 1969 itu juga tak sekali dua kali lho memuji matahari setengah tenggelam yang tampak instagramable di Pantai Panimbangan, Singaraja, Jumat, 30 Agustus 2024.

Ini acara NETAS: Nemu Komunitas. Temanya, “Peningkatan Bali Utara Sebagai Destinasi Unggulan Melalui Peran Komunitas Sektor Pariwisata”. Acara itu diadakan Kemenparekraf.

Dalam acara itu Sandiaga Uno membicarakan kembali potensi-potensi indah di Bali Utara, salah satunya senja yang tampak jelas dilihatnya dari Krisna Beach Street Panimbangan—tempat acara itu berlangsung, dan tempat-tempat lain yang eksotik di Buleleng.

Apalagi, kata dia, Buleleng sudah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif (Kata Kreatif) oleh Pemerintah Indonesia. Apa kemudian yang bisa dilakukan setelah penetapan Bulelengs ebagai Kata Kreatif ini?

Sandiaga Uno saat berbincang dengan komunitas di Pantai Penimbangan, Singaraja | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Sandiaga Uno bicara tentang bagaimana orang-orang yang tergabung dalam komunitas-komunitas memiliki peran penting terhadap kreatifitas di daerahnya. Sebab itulah pertemuan semacam ini dikembangkan oleh Kemenparekraf sejak 2016.

“Kita harus berpihak untuk membangun Bali utara. Karena ini kawasan yang penuh potensi, dan para pelakunya di sini penuh kreatifitas. Malah kabupaten Buleleng sudah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif oleh Pemerintah Indonesia, dan tentunya anak-anak komunitaslah yang menjadi lokomotifnya,” kata Sandiaga Uno.

Sejak pertamakali ke Singaraja pada tahun 1979, Uno sudah melihat eksotisme Bali utara.  Tahun 1979 itu ia bersama sang ayah, Razif Halik berlibur di Kuta, Denpasar, lalu melali ke Bali Utara. “Eksotisme—wisata telah terasa sejak kali pertama datang ke Buleleng. Hanya saja jarak dan waktu tempuhnya menjadi persoalan. Sekitar 3 jam mesti menghabiskan waktu untuk ke Bali Utara.,” katanya.

Nah, itu, kata dia, kenapa Bali Utara itu susah menarik wisatawan, karena, salah satunya adalah terkait aksesibilitas. Persoalan jarak dan waktu.

Sandiaga Uno menilai beberapa pembangunan untuk mefasilitasi—terutama memangkas waktu panjang itu, infrastruktur akan menjadi perhatian pemerintah, dan tahun depan bagaimana proyek jalan tol akan kembali dikebut—menghubungkan antara Denpasar dengan Buleleng untuk meninjau lebih baik lagi terkait kunjungan wisatawan.

“Kita ingin mengembangkan Bali Utara ini pendekatannya pembangunan infrastruktur. Jalan tol itu sudah diputuskan dan akan ditenderkan tahun depan. Jadi tahun depan ini akan dibangun dan ini menyambung juga, tol yang sekarang dalam proses tender ulang. Menghubungkan Denpasar ke Singaraja. Nah kita harapkan dengan jalan tol tersebut waktu tempuhnya bisa diperkirakan 90 menit…,” katanya.

Sandiaga Uno (tengah) saat berbincang dengan komunitas di Pantai Penimbangan, Singaraja | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Melalui tagline #KOMUNITASINAJA, program semacam ini menjadi langkah bagus Kemenparekraf barangkali untuk membangun komunikasi yang baik dengan komunitas akar rumput di daerah dengan pusat di Jakarta, dan lebih tilik dalam menemukan persoalan dan masukan secara sosiologis di daerah.

Pula sebagai menteri, memang Sandiaga Uno mesti meluangkan waktunya untuk itu, melakukan program semacam ini—agar terus mencari potensi tersembunyi. Seperti saat ia berbincang santai di Pantai Panimbangan dengan matahari setengah tenggelam di ujung sore.

Sandiaga sesekali memotong pembicaraannya—yang serius itu, dan lebih memuji matahari tenggelam indah di pantai. Seperti hendak meyakinkan kembali, jika Bali utara memang layak dikunjungi. Layak diperhatikan—tak hanya selatan (Denpasar) untuk sekadar menikmati senja.

Tak henti-hentinya juga ia memuji jika Bali Utara akan menjadi satu kebangkitan bersama dalam pariwsata jika semua elemen ikut terlibat untuk membangun bersama, termasuk para komunitas.

Dan waktu nyenja bersama Kemenparekraf ini—benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin oleh 83 peserta dari berbagai komunitas yang ada di Buleleng. Seperti Jaswanto—delegasi dari Komunitas Mahima itu, ia menyampaikan cukup detail terkait kehidupan komunitasnya di bidang sastra dan seni seperti teater, bahkan tak hanya itu—untuk menghidupkan kembali aktifitas Gedung Kirtya di Buleleng terkait arsip, bidang riset juga dilakukan oleh komunitasnya.

Ia menceritakan sedikitnya tentang Singaraja Literary Festival 2024 yang berlangsung pada tanggal 23-25 Agustus belum lama ini, dan menyebutkan beberapa hal yang menjadi penting seperti lontar—untuk dibahas kembali di kota ini, dan Sandiaga Uno mengapresiasi itu—lebih-lebih terkait sastra, jika memang komunitas memiliki kekuatan tersendiri untuk menghidupkan kembali sesuatu, yang katanya sebagai lokomotif.

Tak hanya itu, Komunitas Oy yang membuat kopi dari buah maja, menjadi tambahan keyakinan Sandiaga jika Buleleng sebagai daerah kreatif—sangat layak mendapatkan penghargaan. Benar-benar kreatif, katanya.

Kemudian Ajik Cok Krisna—menyusul kalimat tersebut selaku pengusaha dan pembicara di acara NETAS itu langsung jika produk dari Komunitas Oy, ia siap menampungnya untuk dipasarkan di Toko Oleh-oleh Krisna Bali miliknya.

Dan senja pun bergerak menunju malam. Sandiaga Uno punya kegiatan lain di Buleleng, dan Sabtu besoknya ia harus ke Desa Les di Buleleng bagian timur terkait penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Desa Les memang masuk salah satu nominasi yang diunggulkan.

Sebelum pergi, Sandiaga Uno dengan gaya gaulnya beberapa kali selfi dengan peserta komunitas. Selamat bekerja, Mas Menteri. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain ang ditulis SONHAJI ABDULLAH

Anugerah Desa Wisata Indonesia | Kegembiraan Warga Desa Sudaji Sambut Sandiaga Uno
Sandiaga Uno: Sanur Village Festival Akan Jadi Festival Kelas Dunia
Urgensi Penerapan ESG dalam Bisnis Pariwisata
Tags: bali utarabulelengPariwisatapariwisata balipariwisata bulelengSandiaga Uno
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Media Sosial : Arena Perlawanan Rakyat Indonesia

Next Post

Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Jerit Padi Luka Pesisir | Cerpen Gede Aries Pidrawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co