6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Urgensi Penerapan ESG dalam Bisnis Pariwisata

Chusmeru by Chusmeru
August 28, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

DUNIA bisnis kini sedang diramaikan dengan gagasan penerapan konsep ESG. Konsep ini mengacu pada usaha bisnis berkelanjutan yang mengedepankan faktor Environment, Social, dan Governance (ESG).

Melalui ESG, semua usaha bisnis diharapkan memberi manfaat bagi lingkungan, memiliki tanggung jawab sosial, dengan tata kelola yang baik. Konsep ini sangat urgen untuk diterapkan dalam bisnis pariwisata Tanah Air.

Urgensi penerapan ESG mengacu pada permasalahan di sektor pariwisata yang acapkali berdampak buruk. Pariwisata yang kini dikelola dengan prinsip bisnis, mau tak mau harus menerapkan ESG dalam usahanya.

Nyaris tak ada satu pun usaha pariwisata yang tidak berorientasi pada bisnis. Akomodasi di sektor pariwisata selalu mengejar angka hunian kamar dan lama menginap wisatawan. Artinya; hotel, villa, dan penginapan mengais uang sebanyak-banyaknya dari pariwisata.

Restoran dan rumah makan juga berburu pemasukan dari pengunjung. Karenanya pengusaha jasa kuliner ini akan menggunakan berbagai cara untuk dapat menggaet pelanggan, baik berkaitan dengan lokasi, menu, maupun harga.

Transportasi sebagai sarana untuk mempermudah wisatawan melakukan perjalanan tidak terlepas dari sentuhan bisnis. Kelalaian dalam mengelola transportasi bukan hanya mengakibatkan komplain penumpang, tetapi juga mengancam nyawa manusia.

Begitu pun dengan objek dan daya tarik wisata. Semua dikelola dengan tujuan binis. Itu dapat ditengarai dari pengembangan pariwisata daerah yang selalu mempertimbangkan pasar wisata. Prinsipnya adalah menjual produk wisata sesuai selera pasar.

Indikator Lingkungan

Penerapan ESG penting bagi industri pariwisata. Investasi di sektor pariwisata akan selalu melihat sejauh mana satu perusahaan jasa pariwisata telah menerapkan ESG dalam bisnisnya. Terabaikannya ESG akan membuat investor berpikir ulang untuk berinvestasi di sektor pariwisata.

Salah satu indikator penerapan ESG adalah perhatian yang besar dari usaha binis pariwisata pada faktor lingkungan. Masih banyak usaha bisnis pariwisata yang belum serius memperhatikan dampak lingkungan dalam usahanya.

Penggunaan energi bersih dan pengelolaan limbah merupakan indikator lingkungan dalam ESG. Setiap pengelola bisnis akomodasi dan restoran selayaknya menggunakan energi yang ramah lingkungan dan pengelolaan limbah yang baik, sehingga tidak menghasilkan polusi bagi masyarakat sekitar.

Industri pariwisata diharapkan ikut terlibat dalam konservasi sumber daya alam. Pariwisata selalu menimbulkan tekanan terhadap sumber daya alam. Maka sudah sewajarnya jika pengusaha pariwisata melakukan konservasi sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya.

Perlakuan terhadap flora dan fauna juga menjadi indikator lingkungan dalam penerapan ESG sektor pariwisata. Tidak jarang, suatu destinasi wisata memanfaatkan flora dan fauna sebagai daya tariknya. Memperlakukan tumbuhan dan hewan dengan wajar adalah tuntutan dalam ESG.

Indikator Sosial

Selain faktor lingkungan, hubungan sosial usaha bisnis pariwisata dengan stakeholder di luar perusahaan juga dianggap penting. Perusahaan yang menerapkan ESG dengan baik senantiasa akan menempatkan pihak lain dalam meningkatkan citra dan reputasinya.

Perusahaan di sektor pariwisata diharapkan dapat berbagi keuntungan dengan komunitas sekitar. Bentuknya bisa program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk pemberdayaan kelompok sosial dan budaya di sekitar perusahaan. Dapat pula membantu pendanaan bagi kelompok kesenian untuk program pelatihan dan pelestarian.

Indikator sosial dalam ESG juga menghendaki agar setiap kebijakan yang diambil perusahaan pariwisata selalu berdasar masukan dari masyarakat. Jangan sampai terjadi, sebuah hotel dan restoran dibangun di satu destinasi, namun masyarakat sekitar tidak pernah diminta pertimbangannya. Hal ini tentu sangat rawan terjadi konflik sosial.

Entitas media merupakan bagian yang penting pula dalam penerapan ESG pariwisata. Media partner, media relation, media gathering, familiarization trips, atau apa pun namanya, merupakan bentuk kerjasama bisnis pariwisata dengan media. Melalui kerjasama media ini, perusahaan dapat mengenalkan dan menciptakan citra positif produk wisatanya.

 Tata Kelola

Tata kelola (governance) berkaitan dengan bagaimana bisnis pariwisata memiliki proses yang baik dan berkelanjutan. Bisnis pariwisata diharapkan memiliki budaya perusahaan, standard operational procedure (SOP), dan sistem informasi yang baik. Banyak kasus kecelakaan di destinasi wisata yang menyebabkan tewasnya wisatawan, karena tiadanya SOP dari pengelola.

Transparansi pengelolaan bisnis pariwisata merupakan syarat penerapan ESG. Setiap usaha bisnis pariwisata harus transparan dalam menjalankan perusahaan. Upaya meningkatkan angka hunian kamar hotel misalnya, harus dilakukan secara transparan dan legal. Persaingan dalam bisnis akomodasi saat ini memang ketat, sehingga memungkinkan persaingan yang tidak sehat dengan menggunakan cara ilegal dalam menggaet wisatawan.

Hal paling urgen dalam penerapan ESG dalam bisnis pariwisata adalah tata kelola perusahaan yang bebas dari kontribusi maupun intervensi politik. Ini bisa menjadi ironi dalam industri pariwisata Indonesia.

Sejumlah konglomerat dunia memiliki bisnis perhotelan di Bali. Begitu pula dengan para selebritis Tanah Air. Sepanjang bisnis mereka dijalankan melalui proses yang benar, tentu tidak menjadi masalah. Lain halnya jika hotel yang mereka bangun menyalahi peruntukan atau “kongkalikong” dengan oknum pejabat agar lolos perizinan, maka sangat bertentangan dengan penerapan tata kelola ESG.

Sejumlah menteri juga dikabarkan memiliki properti dan vila di Bali. Bahkan Menteri Perencanaan Pembangunan / Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa menyebut Luhut Panjaitan, Sandiaga Uno, dan Bahlil Lahadalia memiliki vila di Bali Selatan (Detik.com, 29 Mei 2024).

Bukan berprasangka buruk terhadap kepemilikan bisnis pariwisata ketiga menteri itu. Setiap orang pastinya memiliki hak untuk berbisnis dan berinventasi. Meskipun, keterlibatan pejabat dalam bisnis sangat rentan terhadap kontribusi dan intervensi politik untuk memuluskan bisnisnya.

Konsep ESG hakikatnya ingin mewujudkan bisnis yang sehat, bersih, dan berkelajutan. Bisnis pariwisata bertujuan memberikan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan bagi wisatawan. Sangat disayangkan jika dikelola dengan cara-cara yang licik, kotor, dan oportunistik.[T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Kasino di Bali: Perjudian dengan Aroma Pariwisata
Kontribusi MICE dalam Ekosistem Pariwisata
Mengenal Pedesaan lewat Wisata “Live in”
“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan
Tags: komunikasiPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jam Session Kolaborasi 9 Seniman Bali Utara di Singaraja Literary Festival 2024

Next Post

Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari

Resep Manis Menulis Prosa ala Henry Manampiring dan Dee Lestari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co