23 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Animals Don’t Speak Human Gaungkan Kesejahteraan Ayam Lewat Festival Kekeruyuuuk

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 18, 2024
in Khas
Animals Don’t Speak Human Gaungkan Kesejahteraan Ayam Lewat Festival Kekeruyuuuk

“Upaya penyadartahuan ke masyarakat itu harus tetap terus digaungkan, supaya masyarakat bisa jadi konsumen yang cerdas, dan ikut membantu kita mengurangi penderitaan hewan-hewan peternak, terutama ayam-ayam petelur di Bali.”

            Begitulah jawaban dari Fiolita Berandhini selaku direktur Animals Don’t Speak Human (ADSH) ketika ditanya tentang alasan diselenggarakannya Festival Kekeruyuuuk pada 17 Agustus lalu.

Kegiatan edukatif bertajuk Festival Kekeruyuuuk yang diselenggarakan oleh Animals Don’t Speak Human mengambil tajuk kesehatan publik dan kesejahteraan ayam. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya penyadartahuan konsumen, pelaku usaha, dan peternak serta peluncuran Cage Free District di Bali.

Kegiatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan ADSH untuk mengurangi penderitaan ayam petelur. Hal ini juga dilakukan untuk mendorong visi Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ dalam upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan sumber daya pangan berbasis lokal, serta menjadikan Bali sebagai kawasan wisata berkelanjutan yang ramah terhadap hewan.

Animals Don’t Speak Human adalah Lembaga Swadaya Masyarakat terdaftar dengan nama Yayasan Perlindungan Hukum Satwa Indonesia, sebuah LSM berdomisili di Bali yang didedikasikan untuk edukasi dan penegakan hukum perlindungan hewan di Indonesia. ADSH didirikan pada tahun 2019 dan telah tergabung dalam Koalisi Perlindungan Hewan Indonesia (KPHI), Asia for Animals (AfA), Open Wing Alliance (OWA), Aquatic Animal Alliance (AAA), Institute of Animal Law Asia (IALA).

Fiolita mengatakan bahwa awal berdirinya ADSH karena ia melihat ada banyak kekosongan di beberapa LSM perlindungan hewan, khususnya yang tidak punya tim legal atau advokat.

“Saya dan kawan saya yang punya background advokat, mendirikan LSM ini untuk membantu masyarakat jika mengalami kesulitan dalam hal melapor kasus kekejaman terhadap hewan, kasus kriminal lain yang berkaitan dengan hewan. Kita bisa bantu kasih jalan, tapi tetap masyarakat yang melapor harus ikut serta dalam menangani kasus yang dilaporkan, jadi tidak bisa lempar gitu aja,” kata Fiolita.

Ia juga menambahkan, “kalau dilihat di Indonesia sendiri, sebetulnya LSM perlindungan hewan itu banyak sekali, tapi yang punya fokus untuk juga ikut melindungi kesejahteraan hewan di ternak itu masih kurang dari lima. Salah satunya di Bali, kami satu-satunya LSM yang ikut menyuarakan atau melindungi hewan yang diternakan,” jelasnya.

Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human (ADSH)

 Festival Kekeruyuuuk merupakan event pertama yang diselenggarakan oleh ADSH. Festival ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Talkshow, Pertunjukkan teatrikal diam (Pantomim) oleh Wanggi Hoediyanto, Puppet Show oleh Keiative for Kids untuk mengajarkan empati terhadap hewan diternak kepada anak-anak, peluncuran Cage Free District, dan penampilan musik dari Raski, Soul and Kith, serta Frando Hutabarat yang juga turut memeriahkan acara.

Pertunjukkan pantomim oleh Wanggi Hoediyanto | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Puppet Show oleh Keiative for Kids | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Penampilan musik dari Soul and Kith | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Tak hanya itu, Festival Kekeruyuuuk juga terdapat berbagai tenants dari Lembaga Swadaya Masyarakat yang aktif menyuarakan perlindungan satwa di Bali yaitu Act For Farmed Animals (AFFA), Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia, serta Bali Animal Welfare Association (BAWA), selain itu terdapat juga beberapa hadiah menarik dari berbagai sponsor restoran-restoran vegan sebagai upaya memperkenalkan usaha kuliner berbasis nabati.

Kegiatan talkshow terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi oleh drh. Kadek Karang Agustina, SKh. MP. dan dr. Arie Purwana, SP. A(K). Kemudian sesi kedua diisi oleh Sari Iskawari, I Putu Armawaya SH, MH., dan Farah Ayu Fadhila.

Talkshow dengan tajuk utama yang disajikan yaitu “Peran Perusahaan, Peternak, dan Konsumen Menuju Bali Bebas Kandang Baterai” menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian acara Festival Kekeruyuuuk karena merupakan lanjutan dari diskusi-diskusi yang ADSH adakan sebelumnya dengan peternak, pemerintah, dan konsumen sejak tahun 2022-2023 lalu.

Foto bersama saat talkshow sesi pertama selesai | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Foto bersama saat talkshow sesi kedua selesai | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Peluncuran Cage-free District Bali ditandai dengan penyerahan plakat dan stiker penanda Cage-Free District kepada pelaku bisnis cage-free oleh I Gst Ngr Ary Wisnawan, SS, yang turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah inovatif yang sejalan dengan visi Bali untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Animals Don’t Speak Human dalam menciptakan kawasan wisata yang ramah hewan melalui Cage Free District karena turut membantu kami dalam menambah nilai produk wisata kuliner serta menciptakan pariwisata berkelanjutan dari para pelaku usaha di Bali sesuai dengan falsafah Bali yaitu Tri Hita Karana. Inisiatif ini dapat memberikan nilai tambah yang bagus dari wisatawan yang berkunjung ke Bali, tidak hanya dari budaya namun juga dari kuliner yang ramah hewan,“ ungkap I Gst Ngr Ary Wisnawan, SS.

“Kami beralih ke penggunaan telur bebas sangkar karena ingin memberikan kualitas makanan terbaik ke konsumen. Selain itu, kami juga tidak ingin makanan yang kami sajikan menyengsarakan hidup hewan” kata Sari Iskawari, HR Manager restoran Cuca restaurant.”

“Semenjak beralih ke penggunaan telur bebas sangkar, kami merasakan banyak feedback positif dari konsumen yang berdampak baik ke kesehatan mereka”, kata Ni Wayan Yuni Sari selaku Consignment Manager Bali Buda dan Ni Luh aputu Emy Kardani mewakili ViaVia Sanur.

Foto bersama seusai penyerahan plakat dan stiker penanda Cage-Free District | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Transisi dari kandang baterai ke bebas sangkar didorong oleh kesadaran pelaku usaha akan pentingnya kesejahteraan hewan, khususnya ayam petelur. Isu global Resistensi Anti Mikroba yang menghantui konsumen ini melandasi pentingnya pelaku usaha dalam berkomitmen menyediakan telur bebas kandang baterai dan mendorong peternak untuk bertransisi ke sistem beternak bebas sangkar yang memberikan lebih banyak ruang pada ayam dan memenuhi kesejahteraan hewan yang baik.

Sistem kandang sangkar atau lebih dikenal kandang baterai jauh dari lima prinsip kebebasan hewan, ayam di kandang baterai menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam rasa sakit. Riset menunjukkan, mobilitas terbatas ayam petelur dalam kandang baterai memengaruhi perkembangan tulang ayam hingga sakit fisik. Salah satu penyumbang terbesar terhadap rasa sakit dalam sistem kandang baterai adalah kurangnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi ayam, seperti tidak adanya sarang, tempat bertengger (tempat mereka istirahat dan tidur), atau ruang untuk mencari makan.

“Case Free District merupakan platform atau website yang Animals Don’t Speak Human (ADSH) buat, tidak hanya kami, tapi juga bersama Animal Friends Jogja (AFJ), Act For Farmed Animals(AFFA), dan Sinergia Animal. Jadi kami membuat platform ini supaya orang-orang tahu tempat pelaku bisnis, restoran, atau hotel mana saja yang sudah mengganti atau bertransisi menggunakan telur yang bebas kandang baterai. Jadi mereka tahu tempat-tempat mana saja yang sumbernya sehat,” ungkap Fiolita Berandhini.

Unit usaha yang telah berkomitmen akan dimasukkan ke dalam website www.indonesiacagefreedistrict.com dan bisa diakses secara global. Selanjutnya, untuk usaha yang sudah berkomitmen akan ditempelkan stiker di unit usahanya.

Kedepannya, Cage-Free District diharapkan mampu menjadi media promosi dan edukasi tentang telur bebas sangkar kepada masyarakat melalui kerja sama dengan bisnis kuliner di kawasan penting, sehingga menjadikan industri pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai tolok ukur perlindungan hewan dan konsumsi makanan yang welas asih. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MATI CARA HINDU (1)

Next Post

SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

Read moreDetails

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

Read moreDetails

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
0
Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

Read moreDetails

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

Read moreDetails

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
0
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

Read moreDetails

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
0
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

Read moreDetails

Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
0
Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

LOMBA Menyanyi Lagu Pop Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 berlangsung bak "perang bintang". Hampir seluruh...

Read moreDetails

BNN Kota Denpasar Ajak Murid Baru Tangkal Ancaman Narkoba di Ignite Fest Kesbam 2026

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
BNN Kota Denpasar Ajak Murid Baru Tangkal Ancaman Narkoba di Ignite Fest Kesbam 2026

 “Hari ini kalian mungkin berpikir narkoba itu urusan orang lain. Padahal, yang dibutuhkan pengedar hanya satu celah, yaitu rasa penasaran.”...

Read moreDetails

Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SORAK-sorai ratusan murid baru memenuhi Aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sesekali tepuk tangan bergemuruh tatkala acara diselingi penampilan...

Read moreDetails

Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

MINAT masyarakat terhadap dunia sastra kembali menunjukkan geliat yang menggembirakan. Lomba Menulis Cerpen dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ)...

Read moreDetails
Next Post
SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Malam Keakraban Berbuntut Teror

MENJADI dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi membuat Asifa Furoda selalu dekat dengan mahasiswa. Bukan hanya ketika berada...

by Chusmeru
July 23, 2026
Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin
Khas

Membaca Ulang Mitos Lewat “Rahu” Karya Gus Martin

BERANDA Pustaka menggelar diskusi bedah buku bertajuk "Dekonstruksi Mitos: Menelusuri Kedalaman Peristiwa dalam Naskah Drama Rahu". Diskusi ini menjadi kesempatan...

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Menyelami Air, Menyelami Kehidupan —Catatan dari Tepi Kolam tentang Klub Selam Dolphin Singaraja

Air memiliki cara mendidik yang tidak dimiliki ruang kelas. Ia tidak pernah meninggikan suara ketika mengajarkan manusia tentang kesabaran. Ia...

by Dewa Rhadea
July 23, 2026
Kosmologi Sulur Wayan Setem
Ulas Rupa

Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

by Hartanto
July 23, 2026
Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma
Esai

Demokratisasi Suara, Krisis Pengetahuan: Tribalisme dan Ilusi Kesetaraan di Era Algoritma

KETIKA kebebasan berbicara terbuka tanpa batas, yang terbebaskan bukan hanya kemampuan manusia untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga insting purba kesukuan...

by Wayan Gde Yudane
July 23, 2026
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026
Ulas Pentas

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

by Chandra Manikan
July 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965
Khas

Oka Rusmini Bedah “Kembang”, Menggali Luka Sunyi Perempuan Penyintas Tragedi 1965

KALANGAN Ayodya, Taman Budaya Bali, yang biasanya dipenuhi riuh pertunjukan tari dan karawitan, berubah menjadi ruang perenungan pada Selasa (21/7/2026)...

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]
Ulas Rupa

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

by Angga Wijaya
July 22, 2026
Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia
Esai

Ketika Ngopi Menjadi Cara Anak Muda Membaca Dunia

Dahulu, kopi identik dengan rutinitas orang dewasa, diseduh pagi hari, diminum di rumah, atau dinikmati di warung sambil berbincang tentang...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
July 22, 2026
Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026
Khas

Eka Kurniawan Kupas Makna Kemanusiaan dalam Novel “O” di Festival Seni Bali Jani VIII 2026

AGENDA Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 semakin semarak dengan hadirnya diskusi buku bertajuk "Hasrat Menjadi Manusia dalam...

by Nyoman Budarsana
July 22, 2026
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co