7 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Animals Don’t Speak Human Gaungkan Kesejahteraan Ayam Lewat Festival Kekeruyuuuk

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 18, 2024
in Khas
Animals Don’t Speak Human Gaungkan Kesejahteraan Ayam Lewat Festival Kekeruyuuuk

“Upaya penyadartahuan ke masyarakat itu harus tetap terus digaungkan, supaya masyarakat bisa jadi konsumen yang cerdas, dan ikut membantu kita mengurangi penderitaan hewan-hewan peternak, terutama ayam-ayam petelur di Bali.”

            Begitulah jawaban dari Fiolita Berandhini selaku direktur Animals Don’t Speak Human (ADSH) ketika ditanya tentang alasan diselenggarakannya Festival Kekeruyuuuk pada 17 Agustus lalu.

Kegiatan edukatif bertajuk Festival Kekeruyuuuk yang diselenggarakan oleh Animals Don’t Speak Human mengambil tajuk kesehatan publik dan kesejahteraan ayam. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya penyadartahuan konsumen, pelaku usaha, dan peternak serta peluncuran Cage Free District di Bali.

Kegiatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan ADSH untuk mengurangi penderitaan ayam petelur. Hal ini juga dilakukan untuk mendorong visi Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ dalam upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan sumber daya pangan berbasis lokal, serta menjadikan Bali sebagai kawasan wisata berkelanjutan yang ramah terhadap hewan.

Animals Don’t Speak Human adalah Lembaga Swadaya Masyarakat terdaftar dengan nama Yayasan Perlindungan Hukum Satwa Indonesia, sebuah LSM berdomisili di Bali yang didedikasikan untuk edukasi dan penegakan hukum perlindungan hewan di Indonesia. ADSH didirikan pada tahun 2019 dan telah tergabung dalam Koalisi Perlindungan Hewan Indonesia (KPHI), Asia for Animals (AfA), Open Wing Alliance (OWA), Aquatic Animal Alliance (AAA), Institute of Animal Law Asia (IALA).

Fiolita mengatakan bahwa awal berdirinya ADSH karena ia melihat ada banyak kekosongan di beberapa LSM perlindungan hewan, khususnya yang tidak punya tim legal atau advokat.

“Saya dan kawan saya yang punya background advokat, mendirikan LSM ini untuk membantu masyarakat jika mengalami kesulitan dalam hal melapor kasus kekejaman terhadap hewan, kasus kriminal lain yang berkaitan dengan hewan. Kita bisa bantu kasih jalan, tapi tetap masyarakat yang melapor harus ikut serta dalam menangani kasus yang dilaporkan, jadi tidak bisa lempar gitu aja,” kata Fiolita.

Ia juga menambahkan, “kalau dilihat di Indonesia sendiri, sebetulnya LSM perlindungan hewan itu banyak sekali, tapi yang punya fokus untuk juga ikut melindungi kesejahteraan hewan di ternak itu masih kurang dari lima. Salah satunya di Bali, kami satu-satunya LSM yang ikut menyuarakan atau melindungi hewan yang diternakan,” jelasnya.

Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human (ADSH)

 Festival Kekeruyuuuk merupakan event pertama yang diselenggarakan oleh ADSH. Festival ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Talkshow, Pertunjukkan teatrikal diam (Pantomim) oleh Wanggi Hoediyanto, Puppet Show oleh Keiative for Kids untuk mengajarkan empati terhadap hewan diternak kepada anak-anak, peluncuran Cage Free District, dan penampilan musik dari Raski, Soul and Kith, serta Frando Hutabarat yang juga turut memeriahkan acara.

Pertunjukkan pantomim oleh Wanggi Hoediyanto | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Puppet Show oleh Keiative for Kids | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Penampilan musik dari Soul and Kith | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Tak hanya itu, Festival Kekeruyuuuk juga terdapat berbagai tenants dari Lembaga Swadaya Masyarakat yang aktif menyuarakan perlindungan satwa di Bali yaitu Act For Farmed Animals (AFFA), Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia, serta Bali Animal Welfare Association (BAWA), selain itu terdapat juga beberapa hadiah menarik dari berbagai sponsor restoran-restoran vegan sebagai upaya memperkenalkan usaha kuliner berbasis nabati.

Kegiatan talkshow terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi oleh drh. Kadek Karang Agustina, SKh. MP. dan dr. Arie Purwana, SP. A(K). Kemudian sesi kedua diisi oleh Sari Iskawari, I Putu Armawaya SH, MH., dan Farah Ayu Fadhila.

Talkshow dengan tajuk utama yang disajikan yaitu “Peran Perusahaan, Peternak, dan Konsumen Menuju Bali Bebas Kandang Baterai” menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian acara Festival Kekeruyuuuk karena merupakan lanjutan dari diskusi-diskusi yang ADSH adakan sebelumnya dengan peternak, pemerintah, dan konsumen sejak tahun 2022-2023 lalu.

Foto bersama saat talkshow sesi pertama selesai | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Foto bersama saat talkshow sesi kedua selesai | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Peluncuran Cage-free District Bali ditandai dengan penyerahan plakat dan stiker penanda Cage-Free District kepada pelaku bisnis cage-free oleh I Gst Ngr Ary Wisnawan, SS, yang turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah inovatif yang sejalan dengan visi Bali untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Animals Don’t Speak Human dalam menciptakan kawasan wisata yang ramah hewan melalui Cage Free District karena turut membantu kami dalam menambah nilai produk wisata kuliner serta menciptakan pariwisata berkelanjutan dari para pelaku usaha di Bali sesuai dengan falsafah Bali yaitu Tri Hita Karana. Inisiatif ini dapat memberikan nilai tambah yang bagus dari wisatawan yang berkunjung ke Bali, tidak hanya dari budaya namun juga dari kuliner yang ramah hewan,“ ungkap I Gst Ngr Ary Wisnawan, SS.

“Kami beralih ke penggunaan telur bebas sangkar karena ingin memberikan kualitas makanan terbaik ke konsumen. Selain itu, kami juga tidak ingin makanan yang kami sajikan menyengsarakan hidup hewan” kata Sari Iskawari, HR Manager restoran Cuca restaurant.”

“Semenjak beralih ke penggunaan telur bebas sangkar, kami merasakan banyak feedback positif dari konsumen yang berdampak baik ke kesehatan mereka”, kata Ni Wayan Yuni Sari selaku Consignment Manager Bali Buda dan Ni Luh aputu Emy Kardani mewakili ViaVia Sanur.

Foto bersama seusai penyerahan plakat dan stiker penanda Cage-Free District | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Transisi dari kandang baterai ke bebas sangkar didorong oleh kesadaran pelaku usaha akan pentingnya kesejahteraan hewan, khususnya ayam petelur. Isu global Resistensi Anti Mikroba yang menghantui konsumen ini melandasi pentingnya pelaku usaha dalam berkomitmen menyediakan telur bebas kandang baterai dan mendorong peternak untuk bertransisi ke sistem beternak bebas sangkar yang memberikan lebih banyak ruang pada ayam dan memenuhi kesejahteraan hewan yang baik.

Sistem kandang sangkar atau lebih dikenal kandang baterai jauh dari lima prinsip kebebasan hewan, ayam di kandang baterai menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam rasa sakit. Riset menunjukkan, mobilitas terbatas ayam petelur dalam kandang baterai memengaruhi perkembangan tulang ayam hingga sakit fisik. Salah satu penyumbang terbesar terhadap rasa sakit dalam sistem kandang baterai adalah kurangnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi ayam, seperti tidak adanya sarang, tempat bertengger (tempat mereka istirahat dan tidur), atau ruang untuk mencari makan.

“Case Free District merupakan platform atau website yang Animals Don’t Speak Human (ADSH) buat, tidak hanya kami, tapi juga bersama Animal Friends Jogja (AFJ), Act For Farmed Animals(AFFA), dan Sinergia Animal. Jadi kami membuat platform ini supaya orang-orang tahu tempat pelaku bisnis, restoran, atau hotel mana saja yang sudah mengganti atau bertransisi menggunakan telur yang bebas kandang baterai. Jadi mereka tahu tempat-tempat mana saja yang sumbernya sehat,” ungkap Fiolita Berandhini.

Unit usaha yang telah berkomitmen akan dimasukkan ke dalam website www.indonesiacagefreedistrict.com dan bisa diakses secara global. Selanjutnya, untuk usaha yang sudah berkomitmen akan ditempelkan stiker di unit usahanya.

Kedepannya, Cage-Free District diharapkan mampu menjadi media promosi dan edukasi tentang telur bebas sangkar kepada masyarakat melalui kerja sama dengan bisnis kuliner di kawasan penting, sehingga menjadikan industri pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai tolok ukur perlindungan hewan dan konsumsi makanan yang welas asih. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MATI CARA HINDU (1)

Next Post

SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails
Next Post
SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua
Panggung

Warna-warni Layang-layang di Atas Laut Peninsula Island —Cerita dari ‘World Ocean Day’ dan ‘Coral Triangle Day 2026’ di Nusa Dua

LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti...

by Nyoman Budarsana
June 7, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Maraknya Pernikahan Anak, Kontrasepsi di Kalangan Remaja Sudah Mendesak?

BERDASARKAN data, selain kasus kekerasan seksual dan kasus HIV/Aids, kasus pernikahan anak juga termasuk paling tinggi di Buleleng. Sebagai ketua...

by Putu Arya Nugraha
June 7, 2026
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman
Cerpen

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala
Esai

Filosofi Sepiring Prasmanan: Ketika Isi Perut Menguji Isi Kepala

SETIAP kali menghadiri acara hajatan, seminar, reuni, atau pertemuan keluarga besar, ada satu momen yang hampir selalu ditunggu banyak orang:...

by T.H. Hari Sucahyo
June 7, 2026
Catatan Lomba Monolog Peksimida Bali 2026: Ada yang Masih Terjebak Pada Teriakan
Ulas Pentas

Catatan Lomba Monolog Peksimida Bali 2026: Ada yang Masih Terjebak Pada Teriakan

Lomba monolog dalam rangka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Bali 2026 yang diadakan di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Sabtu,...

by Mas Ruscitadewi
June 7, 2026
Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang
Esai

Kesalahan-kesalahan Umum dalam Membaca Puisi —Catatan Juri Lomba Baca Puisi HUT SMAN 1 Petang

Catatan ini diniatkan sebagai evaluasi bagi para peserta dan pembina lomba baca puisi serangkaian HUT ke-37 SMA Negeri 1 Petang....

by Wayan Esa Bhaskara
June 7, 2026
Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran
Esai

Kita Semua Saling Terkait: Membaca Yajña, Pancakosha, Chakra, Hawkins, dan Fritjof Capra dalam Satu Kesadaran

Yajña: Dari Ritual Persembahan Menuju Laku Kehidupan Banyak orang memandang yajña sebagai ritual keagamaan yang diwujudkan melalui sesajen, canang, bunga,...

by Agung Sudarsa
June 7, 2026
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga
Puisi

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

by Angga Wijaya
June 6, 2026
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali
Lingkungan

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?
Esai

Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan...

by I Gede Janitra Rad Winatha
June 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co