23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Animals Don’t Speak Human Gaungkan Kesejahteraan Ayam Lewat Festival Kekeruyuuuk

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 18, 2024
in Khas
Animals Don’t Speak Human Gaungkan Kesejahteraan Ayam Lewat Festival Kekeruyuuuk

“Upaya penyadartahuan ke masyarakat itu harus tetap terus digaungkan, supaya masyarakat bisa jadi konsumen yang cerdas, dan ikut membantu kita mengurangi penderitaan hewan-hewan peternak, terutama ayam-ayam petelur di Bali.”

            Begitulah jawaban dari Fiolita Berandhini selaku direktur Animals Don’t Speak Human (ADSH) ketika ditanya tentang alasan diselenggarakannya Festival Kekeruyuuuk pada 17 Agustus lalu.

Kegiatan edukatif bertajuk Festival Kekeruyuuuk yang diselenggarakan oleh Animals Don’t Speak Human mengambil tajuk kesehatan publik dan kesejahteraan ayam. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya penyadartahuan konsumen, pelaku usaha, dan peternak serta peluncuran Cage Free District di Bali.

Kegiatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan ADSH untuk mengurangi penderitaan ayam petelur. Hal ini juga dilakukan untuk mendorong visi Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ dalam upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan sumber daya pangan berbasis lokal, serta menjadikan Bali sebagai kawasan wisata berkelanjutan yang ramah terhadap hewan.

Animals Don’t Speak Human adalah Lembaga Swadaya Masyarakat terdaftar dengan nama Yayasan Perlindungan Hukum Satwa Indonesia, sebuah LSM berdomisili di Bali yang didedikasikan untuk edukasi dan penegakan hukum perlindungan hewan di Indonesia. ADSH didirikan pada tahun 2019 dan telah tergabung dalam Koalisi Perlindungan Hewan Indonesia (KPHI), Asia for Animals (AfA), Open Wing Alliance (OWA), Aquatic Animal Alliance (AAA), Institute of Animal Law Asia (IALA).

Fiolita mengatakan bahwa awal berdirinya ADSH karena ia melihat ada banyak kekosongan di beberapa LSM perlindungan hewan, khususnya yang tidak punya tim legal atau advokat.

“Saya dan kawan saya yang punya background advokat, mendirikan LSM ini untuk membantu masyarakat jika mengalami kesulitan dalam hal melapor kasus kekejaman terhadap hewan, kasus kriminal lain yang berkaitan dengan hewan. Kita bisa bantu kasih jalan, tapi tetap masyarakat yang melapor harus ikut serta dalam menangani kasus yang dilaporkan, jadi tidak bisa lempar gitu aja,” kata Fiolita.

Ia juga menambahkan, “kalau dilihat di Indonesia sendiri, sebetulnya LSM perlindungan hewan itu banyak sekali, tapi yang punya fokus untuk juga ikut melindungi kesejahteraan hewan di ternak itu masih kurang dari lima. Salah satunya di Bali, kami satu-satunya LSM yang ikut menyuarakan atau melindungi hewan yang diternakan,” jelasnya.

Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human (ADSH)

 Festival Kekeruyuuuk merupakan event pertama yang diselenggarakan oleh ADSH. Festival ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Talkshow, Pertunjukkan teatrikal diam (Pantomim) oleh Wanggi Hoediyanto, Puppet Show oleh Keiative for Kids untuk mengajarkan empati terhadap hewan diternak kepada anak-anak, peluncuran Cage Free District, dan penampilan musik dari Raski, Soul and Kith, serta Frando Hutabarat yang juga turut memeriahkan acara.

Pertunjukkan pantomim oleh Wanggi Hoediyanto | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Puppet Show oleh Keiative for Kids | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Penampilan musik dari Soul and Kith | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Tak hanya itu, Festival Kekeruyuuuk juga terdapat berbagai tenants dari Lembaga Swadaya Masyarakat yang aktif menyuarakan perlindungan satwa di Bali yaitu Act For Farmed Animals (AFFA), Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia, serta Bali Animal Welfare Association (BAWA), selain itu terdapat juga beberapa hadiah menarik dari berbagai sponsor restoran-restoran vegan sebagai upaya memperkenalkan usaha kuliner berbasis nabati.

Kegiatan talkshow terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi oleh drh. Kadek Karang Agustina, SKh. MP. dan dr. Arie Purwana, SP. A(K). Kemudian sesi kedua diisi oleh Sari Iskawari, I Putu Armawaya SH, MH., dan Farah Ayu Fadhila.

Talkshow dengan tajuk utama yang disajikan yaitu “Peran Perusahaan, Peternak, dan Konsumen Menuju Bali Bebas Kandang Baterai” menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian acara Festival Kekeruyuuuk karena merupakan lanjutan dari diskusi-diskusi yang ADSH adakan sebelumnya dengan peternak, pemerintah, dan konsumen sejak tahun 2022-2023 lalu.

Foto bersama saat talkshow sesi pertama selesai | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Foto bersama saat talkshow sesi kedua selesai | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Peluncuran Cage-free District Bali ditandai dengan penyerahan plakat dan stiker penanda Cage-Free District kepada pelaku bisnis cage-free oleh I Gst Ngr Ary Wisnawan, SS, yang turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah inovatif yang sejalan dengan visi Bali untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Animals Don’t Speak Human dalam menciptakan kawasan wisata yang ramah hewan melalui Cage Free District karena turut membantu kami dalam menambah nilai produk wisata kuliner serta menciptakan pariwisata berkelanjutan dari para pelaku usaha di Bali sesuai dengan falsafah Bali yaitu Tri Hita Karana. Inisiatif ini dapat memberikan nilai tambah yang bagus dari wisatawan yang berkunjung ke Bali, tidak hanya dari budaya namun juga dari kuliner yang ramah hewan,“ ungkap I Gst Ngr Ary Wisnawan, SS.

“Kami beralih ke penggunaan telur bebas sangkar karena ingin memberikan kualitas makanan terbaik ke konsumen. Selain itu, kami juga tidak ingin makanan yang kami sajikan menyengsarakan hidup hewan” kata Sari Iskawari, HR Manager restoran Cuca restaurant.”

“Semenjak beralih ke penggunaan telur bebas sangkar, kami merasakan banyak feedback positif dari konsumen yang berdampak baik ke kesehatan mereka”, kata Ni Wayan Yuni Sari selaku Consignment Manager Bali Buda dan Ni Luh aputu Emy Kardani mewakili ViaVia Sanur.

Foto bersama seusai penyerahan plakat dan stiker penanda Cage-Free District | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Transisi dari kandang baterai ke bebas sangkar didorong oleh kesadaran pelaku usaha akan pentingnya kesejahteraan hewan, khususnya ayam petelur. Isu global Resistensi Anti Mikroba yang menghantui konsumen ini melandasi pentingnya pelaku usaha dalam berkomitmen menyediakan telur bebas kandang baterai dan mendorong peternak untuk bertransisi ke sistem beternak bebas sangkar yang memberikan lebih banyak ruang pada ayam dan memenuhi kesejahteraan hewan yang baik.

Sistem kandang sangkar atau lebih dikenal kandang baterai jauh dari lima prinsip kebebasan hewan, ayam di kandang baterai menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam rasa sakit. Riset menunjukkan, mobilitas terbatas ayam petelur dalam kandang baterai memengaruhi perkembangan tulang ayam hingga sakit fisik. Salah satu penyumbang terbesar terhadap rasa sakit dalam sistem kandang baterai adalah kurangnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi ayam, seperti tidak adanya sarang, tempat bertengger (tempat mereka istirahat dan tidur), atau ruang untuk mencari makan.

“Case Free District merupakan platform atau website yang Animals Don’t Speak Human (ADSH) buat, tidak hanya kami, tapi juga bersama Animal Friends Jogja (AFJ), Act For Farmed Animals(AFFA), dan Sinergia Animal. Jadi kami membuat platform ini supaya orang-orang tahu tempat pelaku bisnis, restoran, atau hotel mana saja yang sudah mengganti atau bertransisi menggunakan telur yang bebas kandang baterai. Jadi mereka tahu tempat-tempat mana saja yang sumbernya sehat,” ungkap Fiolita Berandhini.

Unit usaha yang telah berkomitmen akan dimasukkan ke dalam website www.indonesiacagefreedistrict.com dan bisa diakses secara global. Selanjutnya, untuk usaha yang sudah berkomitmen akan ditempelkan stiker di unit usahanya.

Kedepannya, Cage-Free District diharapkan mampu menjadi media promosi dan edukasi tentang telur bebas sangkar kepada masyarakat melalui kerja sama dengan bisnis kuliner di kawasan penting, sehingga menjadikan industri pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai tolok ukur perlindungan hewan dan konsumsi makanan yang welas asih. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MATI CARA HINDU (1)

Next Post

SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co