29 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Animals Don’t Speak Human Gaungkan Kesejahteraan Ayam Lewat Festival Kekeruyuuuk

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 18, 2024
in Khas
Animals Don’t Speak Human Gaungkan Kesejahteraan Ayam Lewat Festival Kekeruyuuuk

“Upaya penyadartahuan ke masyarakat itu harus tetap terus digaungkan, supaya masyarakat bisa jadi konsumen yang cerdas, dan ikut membantu kita mengurangi penderitaan hewan-hewan peternak, terutama ayam-ayam petelur di Bali.”

            Begitulah jawaban dari Fiolita Berandhini selaku direktur Animals Don’t Speak Human (ADSH) ketika ditanya tentang alasan diselenggarakannya Festival Kekeruyuuuk pada 17 Agustus lalu.

Kegiatan edukatif bertajuk Festival Kekeruyuuuk yang diselenggarakan oleh Animals Don’t Speak Human mengambil tajuk kesehatan publik dan kesejahteraan ayam. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya penyadartahuan konsumen, pelaku usaha, dan peternak serta peluncuran Cage Free District di Bali.

Kegiatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan ADSH untuk mengurangi penderitaan ayam petelur. Hal ini juga dilakukan untuk mendorong visi Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ dalam upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan sumber daya pangan berbasis lokal, serta menjadikan Bali sebagai kawasan wisata berkelanjutan yang ramah terhadap hewan.

Animals Don’t Speak Human adalah Lembaga Swadaya Masyarakat terdaftar dengan nama Yayasan Perlindungan Hukum Satwa Indonesia, sebuah LSM berdomisili di Bali yang didedikasikan untuk edukasi dan penegakan hukum perlindungan hewan di Indonesia. ADSH didirikan pada tahun 2019 dan telah tergabung dalam Koalisi Perlindungan Hewan Indonesia (KPHI), Asia for Animals (AfA), Open Wing Alliance (OWA), Aquatic Animal Alliance (AAA), Institute of Animal Law Asia (IALA).

Fiolita mengatakan bahwa awal berdirinya ADSH karena ia melihat ada banyak kekosongan di beberapa LSM perlindungan hewan, khususnya yang tidak punya tim legal atau advokat.

“Saya dan kawan saya yang punya background advokat, mendirikan LSM ini untuk membantu masyarakat jika mengalami kesulitan dalam hal melapor kasus kekejaman terhadap hewan, kasus kriminal lain yang berkaitan dengan hewan. Kita bisa bantu kasih jalan, tapi tetap masyarakat yang melapor harus ikut serta dalam menangani kasus yang dilaporkan, jadi tidak bisa lempar gitu aja,” kata Fiolita.

Ia juga menambahkan, “kalau dilihat di Indonesia sendiri, sebetulnya LSM perlindungan hewan itu banyak sekali, tapi yang punya fokus untuk juga ikut melindungi kesejahteraan hewan di ternak itu masih kurang dari lima. Salah satunya di Bali, kami satu-satunya LSM yang ikut menyuarakan atau melindungi hewan yang diternakan,” jelasnya.

Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human (ADSH)

 Festival Kekeruyuuuk merupakan event pertama yang diselenggarakan oleh ADSH. Festival ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Talkshow, Pertunjukkan teatrikal diam (Pantomim) oleh Wanggi Hoediyanto, Puppet Show oleh Keiative for Kids untuk mengajarkan empati terhadap hewan diternak kepada anak-anak, peluncuran Cage Free District, dan penampilan musik dari Raski, Soul and Kith, serta Frando Hutabarat yang juga turut memeriahkan acara.

Pertunjukkan pantomim oleh Wanggi Hoediyanto | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Puppet Show oleh Keiative for Kids | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Penampilan musik dari Soul and Kith | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Tak hanya itu, Festival Kekeruyuuuk juga terdapat berbagai tenants dari Lembaga Swadaya Masyarakat yang aktif menyuarakan perlindungan satwa di Bali yaitu Act For Farmed Animals (AFFA), Yayasan Westerlaken Alliance Indonesia, serta Bali Animal Welfare Association (BAWA), selain itu terdapat juga beberapa hadiah menarik dari berbagai sponsor restoran-restoran vegan sebagai upaya memperkenalkan usaha kuliner berbasis nabati.

Kegiatan talkshow terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama diisi oleh drh. Kadek Karang Agustina, SKh. MP. dan dr. Arie Purwana, SP. A(K). Kemudian sesi kedua diisi oleh Sari Iskawari, I Putu Armawaya SH, MH., dan Farah Ayu Fadhila.

Talkshow dengan tajuk utama yang disajikan yaitu “Peran Perusahaan, Peternak, dan Konsumen Menuju Bali Bebas Kandang Baterai” menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian acara Festival Kekeruyuuuk karena merupakan lanjutan dari diskusi-diskusi yang ADSH adakan sebelumnya dengan peternak, pemerintah, dan konsumen sejak tahun 2022-2023 lalu.

Foto bersama saat talkshow sesi pertama selesai | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Foto bersama saat talkshow sesi kedua selesai | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Peluncuran Cage-free District Bali ditandai dengan penyerahan plakat dan stiker penanda Cage-Free District kepada pelaku bisnis cage-free oleh I Gst Ngr Ary Wisnawan, SS, yang turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah inovatif yang sejalan dengan visi Bali untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Animals Don’t Speak Human dalam menciptakan kawasan wisata yang ramah hewan melalui Cage Free District karena turut membantu kami dalam menambah nilai produk wisata kuliner serta menciptakan pariwisata berkelanjutan dari para pelaku usaha di Bali sesuai dengan falsafah Bali yaitu Tri Hita Karana. Inisiatif ini dapat memberikan nilai tambah yang bagus dari wisatawan yang berkunjung ke Bali, tidak hanya dari budaya namun juga dari kuliner yang ramah hewan,“ ungkap I Gst Ngr Ary Wisnawan, SS.

“Kami beralih ke penggunaan telur bebas sangkar karena ingin memberikan kualitas makanan terbaik ke konsumen. Selain itu, kami juga tidak ingin makanan yang kami sajikan menyengsarakan hidup hewan” kata Sari Iskawari, HR Manager restoran Cuca restaurant.”

“Semenjak beralih ke penggunaan telur bebas sangkar, kami merasakan banyak feedback positif dari konsumen yang berdampak baik ke kesehatan mereka”, kata Ni Wayan Yuni Sari selaku Consignment Manager Bali Buda dan Ni Luh aputu Emy Kardani mewakili ViaVia Sanur.

Foto bersama seusai penyerahan plakat dan stiker penanda Cage-Free District | Foto: Dok. Animals Don’t Speak Human

Transisi dari kandang baterai ke bebas sangkar didorong oleh kesadaran pelaku usaha akan pentingnya kesejahteraan hewan, khususnya ayam petelur. Isu global Resistensi Anti Mikroba yang menghantui konsumen ini melandasi pentingnya pelaku usaha dalam berkomitmen menyediakan telur bebas kandang baterai dan mendorong peternak untuk bertransisi ke sistem beternak bebas sangkar yang memberikan lebih banyak ruang pada ayam dan memenuhi kesejahteraan hewan yang baik.

Sistem kandang sangkar atau lebih dikenal kandang baterai jauh dari lima prinsip kebebasan hewan, ayam di kandang baterai menghabiskan sebagian besar hidup mereka dalam rasa sakit. Riset menunjukkan, mobilitas terbatas ayam petelur dalam kandang baterai memengaruhi perkembangan tulang ayam hingga sakit fisik. Salah satu penyumbang terbesar terhadap rasa sakit dalam sistem kandang baterai adalah kurangnya pemenuhan kebutuhan dasar bagi ayam, seperti tidak adanya sarang, tempat bertengger (tempat mereka istirahat dan tidur), atau ruang untuk mencari makan.

“Case Free District merupakan platform atau website yang Animals Don’t Speak Human (ADSH) buat, tidak hanya kami, tapi juga bersama Animal Friends Jogja (AFJ), Act For Farmed Animals(AFFA), dan Sinergia Animal. Jadi kami membuat platform ini supaya orang-orang tahu tempat pelaku bisnis, restoran, atau hotel mana saja yang sudah mengganti atau bertransisi menggunakan telur yang bebas kandang baterai. Jadi mereka tahu tempat-tempat mana saja yang sumbernya sehat,” ungkap Fiolita Berandhini.

Unit usaha yang telah berkomitmen akan dimasukkan ke dalam website www.indonesiacagefreedistrict.com dan bisa diakses secara global. Selanjutnya, untuk usaha yang sudah berkomitmen akan ditempelkan stiker di unit usahanya.

Kedepannya, Cage-Free District diharapkan mampu menjadi media promosi dan edukasi tentang telur bebas sangkar kepada masyarakat melalui kerja sama dengan bisnis kuliner di kawasan penting, sehingga menjadikan industri pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai tolok ukur perlindungan hewan dan konsumsi makanan yang welas asih. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MATI CARA HINDU (1)

Next Post

SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
0
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

Read moreDetails

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

Read moreDetails

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails
Next Post
SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

SMPN 3 Sukasada dan Satgas Peduli Lingkungan Padangbulia Turun ke Sungai: Merdekakan Lingkungan dari Sampah Plastik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya
Ulas Rupa

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

by Hartanto
June 29, 2026
Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?
Esai

Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
June 29, 2026
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival
Bahasa

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

by I Made Sudiana
June 29, 2026
Teringat Mendiang Bang DS. Putra
Esai

Teringat Mendiang Bang DS. Putra

PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya...

by Angga Wijaya
June 29, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Liputan Khusus

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

by Jaswanto
June 29, 2026
KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?
Esai

KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?

KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi...

by I Gede Joni Suhartawan
June 29, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KEHANCURAN HINDU NUSANTARA & DUNNING-KRUGER EFFECT

JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan...

by Sugi Lanus
June 29, 2026
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky
Cerpen

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda
Puisi

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan
Liputan Khusus

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

by Jaswanto
June 28, 2026
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
Bulan Juni Milik Empat Presiden
Esai

Bulan Juni Milik Empat Presiden

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak...

by I Nyoman Tingkat
June 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co