6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Dark Tourism”: Menyibak Hikmah dari Kegelapan

Chusmeru by Chusmeru
August 3, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

INDUSTRI pariwisata dunia diwarnai dengan femonena dark tourism yang mulai populer. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Ukraina, Kolombia, dan Kamboja memiliki objek dark tourism sebagai daya tarik wisata. Begitu pula dengan Indonesia yang memiliki banyak objek dark tourism.

Dark tourism merupakan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang berkaitan dengan kejadian tragis atau memilukan, objek wisata yang menyimpan kegelapan. Tempat dan kejadian itu dapat berupa perang, bencana alam, genosida, maupun kejahatan. Lokasi yang berhubungan dengan kematian atau pembunuhan biasanya diburu oleh wisatawan dark tourism.

Tujuan utama dari dark tourism tidak hanya untuk rekreasi atau hiburan, tetapi juga untuk refleksi, pendidikan, dan penghormatan terhadap korban-korban atau peristiwa yang terjadi di tempat-tempat tersebut. Meski tidak seramai destinasi wisata konvensional, objek dark tourism kini banyak diminati.

Beberapa objek dark tourism di dunia menjadi incaran wisatawan. Hiroshima Peace Memorial Park di Jepang, mengingatkan wisatawan pada serangan bom atom pada tahun 1945. Auschwitz-Birkenau di Polandia, tempat kamp konsentrasi selama Perang Dunia II di mana jutaan orang khilangan nyawa.

Amerika Serikat memiliki Ground Zero di New York City. Situs ini merupakan bekas World Trade Center yang runtuh pada serangan 11 September 2001. Bencana nuklir Chernobyl , Ukraina pada tahun 1986 menjadikan kota terbengkalai Pripyat dikunjungi sebagai objek dark tourism.

Kasus genosida Khmer Merah di Kamboja membuat Tuol Sleng Genocide Museum, Phnom Penh ramai dikunjungi wisatawan. Begitu pula Memorial Genosida di Rwanda. Museum yang berdiri tahun 1995 ini memajang dan mengawetkan 50.000 mayat.

Indonesia juga mempunyai objek dark tourism. Museum Tsunami Aceh memamerkan barang-barang dan foto yang berhubungan dengan bencana besar tsunami pada tahun 2004, menewaskan ribuan orang. Tsunami Aceh mengundang keprihatinan banyak negara untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Papua memiliki Monumen Perang Dunia ke-II di kota Biak. Monumen ini didirikan untuk mengenang ribuan serdadu Jepang yang gugur selama berlangsungnya perang di Biak. Terdapat prasasti dalam tiga bahasa: Inggris, Jepang dan Indonesia yang bertuliskan  “Monumen untuk mengingatkan umat manusia tentang kekejaman perang dengan segala akibatnya agar tidak terulang lagi”.

Sedangkan di Bali terdapat monumen Ground Zero di Jalan raya Legian, Kuta. Tugu Peringatan ini didirikan untuk mengingat Tragedi Bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002. Lebih dari 200 orang meninggal dalam tragedi itu, yang terdiri dari berbagai negara.

Pemantik

Dark tourism menjadi populer karena beberapa faktor. Persepsi dan minat orang dalam berwisata menjadi salah satu pemantik wisata kegelapan ini. Latar belakang sejarah yang kompleks dan sisi gelap masa lalu suatu peristiwa mendorong wisatawan mengunjungi objek dark tourism.

Media sosial juga turut memantik popularitas wisata kegelapan. Banyak wisatawan yang mengunggah kunjungan ke objek dark tourism lewat media sosial. Film dokumenter tentang suatu tragedi ikut memicu minat orang mengunjungi objek wisata ini.

Munculnya kesadaran baru tentang sejarah memantik orang untuk mempelajari sisi gelap dari satu peristiwa. Dengan mengunjungi objek wisata kegelapan, orang akan mencoba memahami implilkasi sosial, politik, dan ekonomi dari satu tragedi.

Motif Berkunjung

Setiap wisatawan memiliki motif yang berbeda, tergantung objek wisata kegelapan yang dikunjunginya.  Selain itu motivasi berkunjung ke objek dark tourism dipengaruhi oleh minat dan latar belakang wisatawan.

Secara spesifik ada beberapa motif berkunjung. Wisatawan acapkali mengunjungi situs dark tourism untuk menghormati dan mengenang korban atau peristiwa penting. Misalnya mengunjungi Holocaust Memorial di Jerman, Ground Zero di New York, atau pun Tugu Peringatan Bom Bali.

Pengalaman spiritual dan mistis menjadi motivasi orang berkunjung. Ada orang yang tertarik dengan aspek spiritual wisata kegelapan dengan mengunjungi situs bersejarah yang dianggap memiliki nuansa paranormal, seperti Kastil Bran  atau Dracula’s Castle, di Rumania. Begitu pula pengalaman mistis di objek wisata Trunyan, Bali serta situs makam Gunung Kemukus di lereng Gunung Lawu, Solo.

Motif medis atau kesehatan mendorong wisatawan mengujungi tempat-tempat terkait penyakit, bencana kesehatan, maupun praktik medis yang kontroversial. Tujuan mereka adalah memperluas pengetahuan tentang sejarah medis. Contohnya adalah Chernobyl Exclusion Zone di Ukraina, Museum Jamu, beberapa rumah sakit jiwa, dan praktik perdukunan di daerah Indonesia.

Motif pendidikan dan penelitian sering dijadikan alasan wisatawan mengunjungi lokasi wisata kegelapan. Bahkan investigasi kriminal sebagai motif orang mengunjungi lokasi yang terkait dengan kejahatan atau penjara bersejarah, seperti Alcatraz Island, San Francisco, Amerika Serikat yang sekarang dijadikan museum.

Hikmah di Baliknya

Mengunjungi wisata kegelapan bukan sekadar menyaksikan bukti sejarah yang menyeramkan. Ada hikmah di balik setiap objek dark tourism. Objek wisata semacam ini dapat menjadi media yang efektif untuk pendidikan sejarah. Banyak hal yang tidak diperoleh di bangku sekolah maupun kuliah. Melalui kunjungan itu orang dapat belajar secara langsung peristiwa-peristiwa tragis.

Menghormati dan mengenang korban dari satu tragedi juga merupakan hikmah berkunjung ke objek wisata kegelapan. Hal ini menjadi penting untuk mempertahankan kenangan wisatawan, dan memastikan bahwa peristiwa-peristiwa tersebut tidak untuk dilupakan.

Hikmah lain di balik kunjungan ke objek dark tourism adalah pembelajaran tentang resiliensi manusia. Dengan mengunjungi Monumen Tsunami Aceh, wisatawan dapat memahami bagaimana masyarakat dan individu bertahan dan pulih dari tragedi.

Kunjungan ke objek dark tourism juga sebagai upaya refleksi dan perenungan diri. Menyaksikan Monumen Bom Bali, wisatawan akan merenungkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, keadilan; dan tentunya tentang bahaya terorisme.

Meski demikian, objek wisata kegelapan ini juga mengundang masalah jika tidak dikelola dan dipromosikan dengan benar. Dark tourism mengandung isu yang sensitif dan kontroversial. Nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan penghormatan terhadap korban harus menjadi point of view dalam berwisata.

Resiko terjadinya eksploitasi dan turistifikasi terhadap objek dark tourism sangat besar. Apalagi jika manfaat ekonomi lebih menjadi prioritas. Wisatawan berkunjung hanya untuk rekreasi, tanpa mampu menyibak hikmah dari kegelapan suatu peristiwa. [T]

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

“Set – Jetting”: Wisata Napak Tilas Film
Pariwisata Bali: Riwayatmu Dulu dan Kini
Belajar Desa Wisata dari Bali
Wisata “Overland”Jelajah Negeri
Wisata Petualangan: Manfaat Ekonomi dan Konservasi
Tags: dark tourismilmu pariwisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2024, Panggung Kebebasan Itu Telah Dibuka

Next Post

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Ada Ekstrakurikuler Judo di SMPN 2 Sawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co