23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecelakaan Mobil Rai Mantra dan Jalur Kenangan Kintamani-Penuktukan Via Siakin

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
January 19, 2024
in Esai
Kecelakaan Mobil Rai Mantra dan Jalur Kenangan Kintamani-Penuktukan Via Siakin

Jalur Kintamani-Sukawana-Siakin_penuktukan-Tejakula

SEBUAH mobil mengalami kecelakaan di jalur Kintamani menuju Penuktukan-Tejakula, Rabu siang, 17 Januari 2024. Diduga sopir tak menguasai medan, apalagi jalur yang melewati Desa Siakin itu memang dikenal cukup berat.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi di wilayah Banjar Dinas Batu Lumbang, Desa Penuktukan. Tepatnya di sebuah tikungan. Berdasar berita di media massa, rem mobil itu diduga blong, dan sopir tak bisa menguasai kendaraan hingga terbalik.

Berita tentang kecelakaan itu ramai ditulis di media massa dan media sosial, karena yang berada dalam mobil yang celaka itu adalah Calon Anggota DPD RI Dapil Bali yang juga mantan Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, bersama istrinya, Ida Ayu Selly Fajarini.

Jika tak menyangkut orang penting, barangkali kecelakaan itu akan dianggap biasa-biasa saja apalagi tak ada korban jiwa. Tapi, karena berita yang ramai itu, banyak orang bertanya-tanya, di manakah jalur Kintamani menuju wilayah Tejakula yang melewati Desa Siakin itu?

Jika kita melewati Jalan Raya Kintamani-Singaraja, begitu sampai di tikungan Pura Pucak Penulisan atau Pura Tegeh Kahuripan, kita akan menemui pertigaan. Untuk menuju Singaraja, kita belok kiri untuk tetap berada di jalur jalan besar. Namun untuk menuju Desa Penuktukan, Tejakula, via Desa Siakin, kita bisa lurus, agak menanjak.  

Bagi Anda yang ingin menuju kawasan desa-desa di Tejakula, ketika tiba di pertigaan itu, kita memang perlu berhenti sejenak. Meski ada penanda arah, menuju Desa Sukawana lurus, dan menuju Singaraja belok kiri, namun penanda arah dan tulisan ini kurang begitu jelas dan tidak akan mendapat perhatian. Apalagi sekarang zaman GPS.

Untuk menuju desa-desa di kawasan Kecamatan Tejakula, Buleleng, kini memang bisa melalui beberapa jalur. Pertama, jalur Kintamani-Sukawana-Siakin-Penuktukan, dan kedua, jalur Kintamani -Madenan.

Pertigaan Pura Pucak Penulisan, awal dari jalur Kintamani-Sukawana-Siakin-Penuktukan-Tejakula

Jalur Kintamani-Siakin Penuktukan, bisa dimulai dari masuk, atau lurus dari arah Kintamani, di sebelah Pura Pucak Penulisan. Dan untuk menuju jalur Kintamani-Madenan, kita harus belok kiri dari arah Kintamani dan tetap berada di jalur jalan besar. Nanti, setelah beberapa menit, kita akan bertemu jalur Kintamani-Madenan.  

Jalur Kintamani-Siakin-Penuktukan medannya lebih berat, dan memerlukan tingkat kehati-hatian ekstra untuk bisa smpai di Jalan Raya Singaraja-Amlapura atau di kawasan Kecamatan Tejakula. Sementara jalur Kintamani-Madenan, meski tetap harus hati-hati karena banyak tikungan, namun jalannya lebih lebar dan lebih landai

Jika dari arah Kintamani kita pasang GPS dengan Pin Tujuan Tejakula maka kita akan cenderung diarahkan ke jalur jalur Kintamani-Siakin-Penuktukan yang diawali dari pertigaan Pura Pucak Penulisan.

Jalur Kintamani-Sukawana-Siakin-Penuktukan ini memang indah. Jalur ini bisa disebut jalur kenangan, yaitu mengenang bagaimana kedekatan sosial masyarakat di desa pesisir di wilayah Tejakula dengan desa-desa di bukit di wilayah Kintamani.

Dulu, orang-orang dari Sukawana dan Siakin terbiasa turun jalan kaki ke Penuktukan untuk keperluan berdagang dan membeli sesuatu. Begitu juga sebaliknya. Banyak orang dari Desa Les dan Desa Penuktukan di Tejakula, saling kenal dengan orang-orang di wilayah Siakin dan Sukawana. Namun zaman berubah, kegiatan saling mengunjungi lewat perdagangan atau sekadar silaturahmi itu makin jarang dilakukan. Barangkali karena warga tak perlu lagi jauh-jauh untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari, ditambah, barangkali orang makin malas jalan kaki.

Namun setelah jalur yang menghubungkan dua wilayah di dua kabupaten yang berbeda itu diperbaiki dan diaspal, orang di bagian atas di Sukawana dan orang di bagian bawah di Desa Les dan Penuktukan di Tejakula kembali saling mengunjungi untuk mengenang keakraban masa lalu. Jika dulu jalan kaki, kini mereka bisa berkendara menggunakan motor atau mobil.  Maka itulah jalur itu disebut jalur kenangan.

Pemandangan di jalur Kintamani-Sukawanan-Siakin-Penuktukan-Tejakula

Dengan jarak kurang lebih 8 Kilometer, siapa pun orang dari wilayah Bali Selatan yang melewati Kintamani untuk menuju Tejakula, akan memilih jalur ini. Jalur kenangan ini memang sudah teraspal cukup baik sampai di ujung perbatasan utara Siakin menuju Desa Les-Penuktukan.

Badan jalan yang relatif sempit memang mengharuskan pengendara untuk selalu awas dan sudah terbiasa berkendara di medan khas perbukitan menuju daerah pantai.

Memasuki wilayah Penuktukan-Les Buleleng, medan memang semakin menurun dan kondisi jalan agak rusak. Aspal disambung dengan jalan semen. Jalur akan terus menurun kurang lebih 4 Km selepas aspal hotmix sampai ujung batas Siakin-Penuktukan.

Puluhan pelancong baik berkendara roda dua dan empat harus berjuang untuk tiba dengan aman di Jalan Raya Singaraja-Amlapura di Desa Penuktukan. Terlebih kendaraan dengan mode matic memang bukan jodoh jalur ini. Rem Blong sampai ketidaktahuan pengemudi terhadap medan yang akan dilalui menjadi kisah di jalur kenangan ini.

Menikmati pemandangan di sekitar jalur Kintamani-Sukawana-Siakin-Penuktukan-Tejakula

Jika badan Jalan diperlebar dan  aspal diperbaiki mungkin sekali ini akan menjadi jalur paling cantik di Bali. Kalau sekarang ini mungkin hanya cocok untuk kendaran manual dan mobil 4 X 4 dan angkutan barang saja. Tapi bagi warga lintas batas Kintamani dan Tejakula ini adalah jalur yang paling membantu bagaimana kenangan mereka akan hubungan baik antara dua wilayah itu kembali terjarit, tak hanya pada masa lalu tapi juga masa kini.

Suatu hari nanti, jika Rai Mantra terpilih jadi anggota DPD RI, dan ingat pada kejadian naas di jalur ini, barangkali ia akan berjuang agar jalur Kintamani-Siakin-Penuktukan ini diperbaiki, diperlebar, sehingga keindahan pemandangannya akan benar-benar bisa dinikmati pengendara tanpa khawatir kecelakaan. [T]

Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa SiakinDesa SukawanaKintamaniRai MantraTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sebuah Pelajaran dari Ekowisata di Delta Sungai Mekong, Vietnam

Next Post

In Memoriam Prof. Abdul Hadi WM: Penyair, Budayawan, dan Intelektual Sufi  

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam Prof. Abdul Hadi WM: Penyair, Budayawan, dan Intelektual Sufi  

In Memoriam Prof. Abdul Hadi WM: Penyair, Budayawan, dan Intelektual Sufi  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co