2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kecelakaan Mobil Rai Mantra dan Jalur Kenangan Kintamani-Penuktukan Via Siakin

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
January 19, 2024
in Esai
Kecelakaan Mobil Rai Mantra dan Jalur Kenangan Kintamani-Penuktukan Via Siakin

Jalur Kintamani-Sukawana-Siakin_penuktukan-Tejakula

SEBUAH mobil mengalami kecelakaan di jalur Kintamani menuju Penuktukan-Tejakula, Rabu siang, 17 Januari 2024. Diduga sopir tak menguasai medan, apalagi jalur yang melewati Desa Siakin itu memang dikenal cukup berat.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi di wilayah Banjar Dinas Batu Lumbang, Desa Penuktukan. Tepatnya di sebuah tikungan. Berdasar berita di media massa, rem mobil itu diduga blong, dan sopir tak bisa menguasai kendaraan hingga terbalik.

Berita tentang kecelakaan itu ramai ditulis di media massa dan media sosial, karena yang berada dalam mobil yang celaka itu adalah Calon Anggota DPD RI Dapil Bali yang juga mantan Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, bersama istrinya, Ida Ayu Selly Fajarini.

Jika tak menyangkut orang penting, barangkali kecelakaan itu akan dianggap biasa-biasa saja apalagi tak ada korban jiwa. Tapi, karena berita yang ramai itu, banyak orang bertanya-tanya, di manakah jalur Kintamani menuju wilayah Tejakula yang melewati Desa Siakin itu?

Jika kita melewati Jalan Raya Kintamani-Singaraja, begitu sampai di tikungan Pura Pucak Penulisan atau Pura Tegeh Kahuripan, kita akan menemui pertigaan. Untuk menuju Singaraja, kita belok kiri untuk tetap berada di jalur jalan besar. Namun untuk menuju Desa Penuktukan, Tejakula, via Desa Siakin, kita bisa lurus, agak menanjak.  

Bagi Anda yang ingin menuju kawasan desa-desa di Tejakula, ketika tiba di pertigaan itu, kita memang perlu berhenti sejenak. Meski ada penanda arah, menuju Desa Sukawana lurus, dan menuju Singaraja belok kiri, namun penanda arah dan tulisan ini kurang begitu jelas dan tidak akan mendapat perhatian. Apalagi sekarang zaman GPS.

Untuk menuju desa-desa di kawasan Kecamatan Tejakula, Buleleng, kini memang bisa melalui beberapa jalur. Pertama, jalur Kintamani-Sukawana-Siakin-Penuktukan, dan kedua, jalur Kintamani -Madenan.

Pertigaan Pura Pucak Penulisan, awal dari jalur Kintamani-Sukawana-Siakin-Penuktukan-Tejakula

Jalur Kintamani-Siakin Penuktukan, bisa dimulai dari masuk, atau lurus dari arah Kintamani, di sebelah Pura Pucak Penulisan. Dan untuk menuju jalur Kintamani-Madenan, kita harus belok kiri dari arah Kintamani dan tetap berada di jalur jalan besar. Nanti, setelah beberapa menit, kita akan bertemu jalur Kintamani-Madenan.  

Jalur Kintamani-Siakin-Penuktukan medannya lebih berat, dan memerlukan tingkat kehati-hatian ekstra untuk bisa smpai di Jalan Raya Singaraja-Amlapura atau di kawasan Kecamatan Tejakula. Sementara jalur Kintamani-Madenan, meski tetap harus hati-hati karena banyak tikungan, namun jalannya lebih lebar dan lebih landai

Jika dari arah Kintamani kita pasang GPS dengan Pin Tujuan Tejakula maka kita akan cenderung diarahkan ke jalur jalur Kintamani-Siakin-Penuktukan yang diawali dari pertigaan Pura Pucak Penulisan.

Jalur Kintamani-Sukawana-Siakin-Penuktukan ini memang indah. Jalur ini bisa disebut jalur kenangan, yaitu mengenang bagaimana kedekatan sosial masyarakat di desa pesisir di wilayah Tejakula dengan desa-desa di bukit di wilayah Kintamani.

Dulu, orang-orang dari Sukawana dan Siakin terbiasa turun jalan kaki ke Penuktukan untuk keperluan berdagang dan membeli sesuatu. Begitu juga sebaliknya. Banyak orang dari Desa Les dan Desa Penuktukan di Tejakula, saling kenal dengan orang-orang di wilayah Siakin dan Sukawana. Namun zaman berubah, kegiatan saling mengunjungi lewat perdagangan atau sekadar silaturahmi itu makin jarang dilakukan. Barangkali karena warga tak perlu lagi jauh-jauh untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari, ditambah, barangkali orang makin malas jalan kaki.

Namun setelah jalur yang menghubungkan dua wilayah di dua kabupaten yang berbeda itu diperbaiki dan diaspal, orang di bagian atas di Sukawana dan orang di bagian bawah di Desa Les dan Penuktukan di Tejakula kembali saling mengunjungi untuk mengenang keakraban masa lalu. Jika dulu jalan kaki, kini mereka bisa berkendara menggunakan motor atau mobil.  Maka itulah jalur itu disebut jalur kenangan.

Pemandangan di jalur Kintamani-Sukawanan-Siakin-Penuktukan-Tejakula

Dengan jarak kurang lebih 8 Kilometer, siapa pun orang dari wilayah Bali Selatan yang melewati Kintamani untuk menuju Tejakula, akan memilih jalur ini. Jalur kenangan ini memang sudah teraspal cukup baik sampai di ujung perbatasan utara Siakin menuju Desa Les-Penuktukan.

Badan jalan yang relatif sempit memang mengharuskan pengendara untuk selalu awas dan sudah terbiasa berkendara di medan khas perbukitan menuju daerah pantai.

Memasuki wilayah Penuktukan-Les Buleleng, medan memang semakin menurun dan kondisi jalan agak rusak. Aspal disambung dengan jalan semen. Jalur akan terus menurun kurang lebih 4 Km selepas aspal hotmix sampai ujung batas Siakin-Penuktukan.

Puluhan pelancong baik berkendara roda dua dan empat harus berjuang untuk tiba dengan aman di Jalan Raya Singaraja-Amlapura di Desa Penuktukan. Terlebih kendaraan dengan mode matic memang bukan jodoh jalur ini. Rem Blong sampai ketidaktahuan pengemudi terhadap medan yang akan dilalui menjadi kisah di jalur kenangan ini.

Menikmati pemandangan di sekitar jalur Kintamani-Sukawana-Siakin-Penuktukan-Tejakula

Jika badan Jalan diperlebar dan  aspal diperbaiki mungkin sekali ini akan menjadi jalur paling cantik di Bali. Kalau sekarang ini mungkin hanya cocok untuk kendaran manual dan mobil 4 X 4 dan angkutan barang saja. Tapi bagi warga lintas batas Kintamani dan Tejakula ini adalah jalur yang paling membantu bagaimana kenangan mereka akan hubungan baik antara dua wilayah itu kembali terjarit, tak hanya pada masa lalu tapi juga masa kini.

Suatu hari nanti, jika Rai Mantra terpilih jadi anggota DPD RI, dan ingat pada kejadian naas di jalur ini, barangkali ia akan berjuang agar jalur Kintamani-Siakin-Penuktukan ini diperbaiki, diperlebar, sehingga keindahan pemandangannya akan benar-benar bisa dinikmati pengendara tanpa khawatir kecelakaan. [T]

Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa SiakinDesa SukawanaKintamaniRai MantraTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sebuah Pelajaran dari Ekowisata di Delta Sungai Mekong, Vietnam

Next Post

In Memoriam Prof. Abdul Hadi WM: Penyair, Budayawan, dan Intelektual Sufi  

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam Prof. Abdul Hadi WM: Penyair, Budayawan, dan Intelektual Sufi  

In Memoriam Prof. Abdul Hadi WM: Penyair, Budayawan, dan Intelektual Sufi  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co