6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi Hari Guru Nasional 2023: Karmayoga Seorang Guru

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
November 24, 2023
in Esai
Refleksi Hari Guru Nasional 2023: Karmayoga Seorang Guru

Ilustrasi diolah dari Canva

KAMIS, 5 Oktober 2023 adalah Hari Guru Internasional ke-29 sejak ditetapkan oleh Unesco pada 1994. Di Indonesia, Hari Guru Nasional ditetapkan pada 25 November 1994  berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1994.

Indonesia dan dunia mengakui peran penting guru dalam pembangunan manusia demi keberlanjutan kultur dan natur secara harmoni. Harmoni itu dimungkinkan dengan memberikan otonomi guru di ruang kelas pembelajaran secara cerdas, merdeka, berbudaya, dan berdaya saing.

Dalam memenangkan persaingan dilandasi dengan kearifan dan kebijaksanaan sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa. Menang terhormat, kalah pun bermartabat. Demikianlah, guru diniatkan sebagai profesi terhormat di garda depan mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Kenyataannya, profesi guru dari rezim ke rezim masih banyak dipertanyakan. Dua artikel yang tayang di Kompas.id (15/9/2022) tentang guru dapat mewakili kenyataan itu. Artikel pertama berjudul “Senja Kala Profesi Guru” ditulis Sumardiansyah  Perdana Kusuma dan artikel kedua berjudul “Sisi Lain Kesejahteraan Guru” ditulis Wahyu Widodo.

Sumardiansyah mengkritisi  RUU Sisdiknas yang menghilangkan pasal Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan menimbulkan kegelisahan di kalangan guru; kangan-jangan tiada lagi TPG bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik yang diraih dengan penuh perjuangan, bahkan ada yang sampai meninggal. Kini, setahun lebih RUU Sisdiknas nyaris tak terdengar progresnya, seolah disalip hingar-bingar berita capres-cawapres.

Sementara itu, Wahyu Widodo menyoroti nihilnya kesejahteraan psikologi guru disuarakan pemangku kepentingan untuk ditekstualkan. UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang dinilai pro guru pun tidak mencantumkan kesejahteraan psikologi guru, sedangkan di RUU Sisdiknas malah direspon dengan silang wacana yang menambah kegaduhan. Padahal, guru perlu ketenangan.

Dengan tenang ia dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan proporsional dan nyaman. Dengan nyaman, ia bergairah ke sekolah menemui anak didiknya. Dengan gairah, ia bisa merangsang siswanya kasmaran belajar hingga kasmaran berbangsa (meminjam istilah Pranoto). Dengan kasmaran belajar, sekolah menjadi ramah anak yang bermula dari ketenangan psikologis gurunya.

Oleh karena itu, RUU Sisdiknas nantinya setelah disahkan menjadi UU selain ramah anak, mestinya juga ramah guru. Guru jangan sampai merasa dikepung macan sehingga lari terengah-engah tanpa fokus yang jelas. Jangan sampai guru dipolisikan hanya karena penegakan disiplin terhadap siswa sehingga menimbulkan kerunyaman, sebagaimana terjadi di salah satu SMP di Badung dan diviralkan media sosial menjelang HUT ke-78 Hari Guru.

Jika guru runyam, sekolah runyam, pelayanan edukasi akan runyam, peserta didik pun telantar. Hal ini menjadi tantangan dalam menyiapkan  generasi emas yang terus diwacanakan.

Selama ini, guru selalu dituntut untuk menyejahterakan peserta didik agar menggunakan pendekatan humanistik sehingga tidak ada anak yang terluka batinnya, baik karena perundungan maupun perlakuan negatif lainnya dalam interaksi di sekolah.

Guru, seperti layaknya siswa, adalah manusia biasa, yang perlu diperhatikan kesejahteraannya secara lahir batin untuk keseimbangan hidup. Ia memiliki keluarga, sebagai generasi sandwich menanggung tiga beban generasi sekaligus. Ke atas untuk menafkahi kedua orang tuanya dan ke bawah untuk merawat dan mendidik anak-anaknya serta dirinya sendiri sebagai suami-istri (bagi yang sudah berkeluarga), yang juga perlu kebahagiaan.

Guru begitu berat bebannya seirama dengan makna yang melekat padanya. Guru dalam bahasa Sanskerta artinya berat. Oleh karena itu,  tradisi pesantian di Bali, dalam menembangkan kakawin/seloka, guru diberikan laghu. Guru ‘suara berat’ perlu diberikan laghu ‘suara ringan’ agar terdengar nyaring, renyah dikunyah pendengar hingga lango.

Secara etimologis, guru terdiri atas dua suku kata, “gu” yang berarti gelap dan “ru” yang berarti terang. Tugas guru adalah menjadi lilin penerang kegelapan dengan risiko lilinnya meleleh terbakar tetapi cahayanya menerangkan lorong-lorong kegelapan jiwa anak bangsa.

Di tengah beratnya tugas itu, kini guru dihadapkan dengan posisi yang dilematis. Ia  menjadi jembatan kesenjangan antara harapan dan kenyataan, menjadi katalis antara siswa dengan media teknologi informasi, katalis bagi orang tua bermasalah dengan anaknya, katalis bagi anak yatim piatu karena orang tua meninggal/menikah lagi.

Belum lagi, guru mesti mengisi diri dan bertanggung jawab untuk keluarganya sebagai makhluk sosial dengan berbagai peran sesuai tradisi yang mengitarinya. Semua itu perlu diseimbangkan dengan pendekatan cinta kasih sebagaimana diisyaratkan Jan Ligthart (1859 -1916) bahwa pendidikan seharusnya bersemi dalam iklim kasih sayang.

Tanpa kehadiran guru yang mewakafkan jiwa raganya dengan cinta kasih sepanjang proses pendidikan berlangsung, maka transfer kognitif, afektif, dan psikomotor akan kering dari nilai-nilai kemanusiaan. Syamsul Maarif (Kompas. id, 15/8/  2022) menulis, “Cinta dapat menjadi motivator paling baik untuk belajar dan bertumbuh. Cinta memunyai kekuatan dahsyat untuk bisa mengubah anak-anak, dari biasa menjadi luar biasa.”

Cinta tulus seorang guru yang menjadi lilin dalam kegelapan (awidya) akan melahirkan  kreativitas  tanpa batas (creativity), berdasarkan kesungguhan dan keikhlasan (integrity), dengan selalu berpegang teguh pada aturan (norm), dilandasi pikiran positif (think), untuk mengapresiasi (appreciation) setiap  langkah pencapaian.

Guru yang bekerja dengan cinta dapat menjadi pelita dalam kegelapan di tengah benturan peradaban global. Guru yang bekerja dengan cinta potensial menjadi guru mataksu (berwibawa). Inilah karmayoga seorang guru menyambut Hari Guru Nasional 2023 yang jatuh bertepatan dengan Tumpek Wayang, 25 November 2023.

Tumpek Wayang yang nemu gelang dengan Hari Guru Nasional seyogyanya dijadikan momentum berkontemplasi bagi guru karena kerjanya identik dengan dalang wayang sebagai seniman. Seniman Bali memandang seni adalah persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi, begitu pula seyogyanya guru memandang tugasnya sebagai ibadah di garda depan mencerdaskan bangsa.

Selamat Hari Guru Nasional: Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar. Hidup Guru![T]

Mendayung di antara Dua Karang: Sebuah Refleksi HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023
Catatan Kecil Pelaksanaan Kemitraan antara Dosen dan Guru di  Sekolah
Bukan Guru Abal-Abal
Tags: guruHari Guru NasionalPendidikansekolah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Menangkap” Pesona Embun Pagi yang Indah dalam Fotografi

Next Post

Kegagalan Partai Politik dalam Merekrut Kader

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Kekuatan Politik Baru Itu Bernama Majelis Desa Adat

Kegagalan Partai Politik dalam Merekrut Kader

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co