4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Era Figital dan Kompetensi Berbahasa Indonesia Pelaku UMKM

Yoga Yolanda by Yoga Yolanda
August 9, 2023
in Esai
Era Figital dan Kompetensi Berbahasa Indonesia Pelaku UMKM

Ilustrasi diolah oleh tatkala.co

SEORANG MAHASISWA Universitas Jember ingin membeli kabel data baru karena yang ia miliki sudah tidak layak lagi. Mahasiswa ini menelusuri barang yang hendak dibelinya di semua marketplace yang terinstal di gawainya: Shopee, Tokopedia, Facebook marketplace, dan semacamnya.

Ia menelusuri dan membandingkan merek, kualitas, harga, reputasi toko, penilaian para pembeli, biaya pengiriman, promo, dan apapun demi mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginannya dan tentu saja yang sesuai dengan kantong mahasiswa-nya.

Tidak hanya itu, mungkin karena tidak puas, tidak ada yang benar-benar cocok, biaya pengiriman yang terlalu mahal, atau ragu-ragu dengan originalitas dan kualitas produk yang tersedia di dalam online shop tadi, si mahasiswa juga menelusuri toko-toko fisik yang ada di sekitar kampusnya.

Apa yang ia lakukan ketika berada di toko-toko fisik tersebut? Ya, sama saja, menelusuri dan membandingkan. Meskipun pada akhirnya ia belum tentu memilih produk yang tersedia di toko-toko fisik, secara ekstrem ia mendapatkan pengalaman yang lebih indrawi terhadap produk yang ia cari daripada melalui online shop.

Dengan mendatangi toko fisik—Bitcom, Rudy Cell, Grand Celluler, dan semacamnya—iya mendapatkan perbandingan yang lebih signifikan, yaitu secara digital dan secara fisik.

***

Pada era Society 5.0, pengalaman berbelanja yang demikian pada kenyataannya bukan hanya terjadi pada mahasiswa tadi, melainkan juga pada masyarakat umum di berbagai belahan dunia.

Kecenderungan cara berbelanja seperti ini membuat para ahli digital marketing mengatakan bahwa ada sebuah era yang berbeda yang hendak atau sudah datang yang disebut sebagai era Figital.

Figital (Phygital) adalah akronim dari Physical dan Digital. Merujuk pada Veta (2021) dalam State of Phygital, Figitaldapat diartikan sebagai filosofi tatanan dunia baru, di mana Figital pada dasarnya memungkinkan integrasi yang erat dari lingkungan virtual (digital) ke dalam fisik kehidupan manusia yang nyata.

Saat ini memang diterima secara luas bahwa sejak 1975 kita berada pada Revolusi Industri Ketiga atau Revolusi Informasi,yaitu peralihan dari dunia elektronik analog ke digital. Namun demikian, banyak ahli mempercayai bahwa sebenarnya kita sudah melampaui era itu dan sedang berdiri di ambang pintu gerbang selanjutnya, yaitu Figital.

Apabila diurutkan, seperti inilah urutan revolusi teknologi dari agrikultural hingga Figital: Agrikultural (1965), Industrial (1780), Steam Engine (1810), Heavy Engineering (1875), Automobile (1900), Science (1940), Information (1975), Phygital (2021).

Hadirnya Era Figital tampak dianggap serius oleh perusahaan-perusahaan teknologi kelas dunia. Misalnya, Facebook Inc,yang saat ini berubah nama menjadi Meta, perusahaan ini sudah mengenalkan inovasi bernama Metaverse yang disebut sebagai dunia baru yang menggabungkan antara pengalaman fisik dan digital.

Di berbagai belahan dunia, berbagai perusahaan sudah menjalankan strategi menghadapi Era Figital, misalnya dengan pemanfaatan AR dan XR pada bidang konstruksi bangunan, layanan kesehatan, fashion, retail, travel, pendidikan, dan sebagainya.

***

Sampai di sini, mari kita kembali ke pengalaman figital yang dialami mahasiswa tadi. Jika kemudian kebanyakan masyarakat melakukan hal yang sama saat hendak membeli sesuatu, maka hal ini akan berpengaruh besar terhadap toko-toko yang hanya berjualan secara digital (marketplace).

Seperti kita ketahui, tidak sedikit pedagang yang hanya memiliki toko digital, tidak memiliki toko fisik. Misalnya, UMKM-UMKM yang hanya berjualan dari dalam rumah dan melayani pembeli melalui fitur chat di gawainya.

Pembeli yang ingin mendapatkan pengalaman fisik terhadap sesuatu yang ingin dibelinya tentu tidak dapat dilayani oleh UMKM tersebut. Karena itulah, para ahli mengatakan bahwa memiliki toko fisik di era figital adalah wajib ketika tidak ingin tergerus oleh toko-toko yang memberikan pengalaman fisik sekaligus digital.

Sebenarnya, masalah ini tidak sesederhana membuka toko fisik untuk memberi pengalaman fisik pada konsumen. UMKM akan berhadapan lagi dengan modal usaha, tempat usaha, strategi penjualan, karyawan, manajemen waktu, dan sebagainya, termasuk, tentu saja, penguasaan keterampilan berkomunikasi secara bertatap muka dengan konsumen.

Seseorang yang mahir berjualan secara digital (melalui tulisan/chat atau siaran langsung) belum tentu mahir juga berjualan secara fisik. Masing-masing ada pada ragam bahasa yang berbeda sehingga perlu penguasaan keterampilan berbahasa yang berbeda. Kehadiran lawan bicara, kebutuhan untuk menjawab dan menawarkan secara cepat, gestur tubuh, mimik wajah, intonasi, dan faktor-faktor lain perlu dipelajari.

Kompetensi bahasa Indonesia yang mumpuni dapat menjadi pendorong pemberdayaan UMKM dalam Era Figital. UMKM dapat memanfaatkan bahasa Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar, menjalin kemitraan yang saling menguntungkan, membangun kepercayaan konsumen, serta membangun citra bisnis yang kuat melalui komunikasi yang jelas dan efektif.

Memperluas jangkauan pasar

UMKM dapat memanfaatkan bahasa Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Dengan terampil berbahasa Indonesia, baik pada toko fisik maupun digital, UMKM dapat menjangkau pelanggan lokal yang lebih luas, memahami kebutuhan dan preferensi mereka, dan menyampaikan pesan pemasaran yang sesuai.

Bahasa Indonesia yang digunakan secara efektif dalam pemasaran dan komunikasi dapat membantu UMKM mencapai target pasar yang lebih besar dan meningkatkan daya saing bisnis mereka.

Menjalin kemitraan yang saling menguntungkan

Kemampuan bahasa Indonesia pada konteks fisik dan digital juga memungkinkan UMKM untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan mitra bisnis.

Dalam menjalin hubungan kerja sama, komunikasi yang jelas dan efektif merupakan kunci utama.

UMKM yang mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Indonesia dapat membangun kepercayaan, memahami kebutuhan mitra bisnis, dan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.

Membangun kepercayaan konsumen

Bahasa Indonesia yang digunakan dengan baik secara fisik dan digital dapat membantu UMKM membangun kepercayaan konsumen.

Komunikasi yang jelas, akurat, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya lokal dapat menciptakan hubungan yang kuat antara UMKM dan konsumen.

Dengan memahami kebutuhan konsumen dan menyampaikan informasi dengan tepat, UMKM dapat membangun reputasi yang baik dan mendapatkan kepercayaan dari konsumen potensial.

Berkomunikasi dengan jelas dan efektif

Komunikasi yang jelas dan efektif memainkan peran penting dalam membangun citra bisnis yang kuat.

UMKM yang mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Indonesia dapat mengomunikasikan pesan, nilai, dan keunikan bisnis mereka dengan tepat kepada konsumen.

Komunikasi yang jelas juga membantu menghindari kesalahpahaman dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Dengan membangun citra bisnis yang kuat melalui komunikasi yang baik, UMKM dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan meningkatkan kesuksesan jangka panjang.

Melalui sedikit paparan di atas, dapat dikatakan bahwa pada Era Figital, keterampilan berbahasa Indonesia secara fisik dan digital penting dikuasai oleh pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar, menjalin kemitraan yang saling menguntungkan, membangun kepercayaan konsumen, serta berkomunikasi yang jelas dan efektif dalam rangka membangun citra bisnis yang kuat.

Bahasa Indonesia menjadi alat yang penting dalam menjalankan kegiatan bisnis dan mencapai kesuksesan dalam lingkungan bisnis yang semakin figital.[T]

Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Menarasikan Produk, Menyambung Napas UMKM
Tags: Bahasa Indonesiadigitalmarketplace onlineUMKM
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pembelajaran Sastra Inovatif Berbasis Teknologi Pendidikan Sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Daerah, Penguatan Literasi dan Karakter

Next Post

Menjelang 2024, Prabowo Sudah Sampai Mana, Bli Teddy?

Yoga Yolanda

Yoga Yolanda

Dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Libur Hari Jumat

Menjelang 2024, Prabowo Sudah Sampai Mana, Bli Teddy?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co