2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Victim Blaming dalam Kasus Pelecehan Seksual yang Meresahkan

Musti Ariantini by Musti Ariantini
June 23, 2023
in Esai
Victim Blaming dalam Kasus Pelecehan Seksual yang Meresahkan

Ilustrasi tatkala.co

KETAKUTAN dan kegelisahan perempuan kian bertambah seiring berjalannya waktu. Perempuan yang dicap sebagai individu lemah, tak berdaya, dan lebih peduli terhadap pandangan orang lain, seakan menjadi sasaran empuk tindak kekerasan dan pelecehan.

Kasus pelecehan terhadap perempuan kian meningkat dari masa ke masa, korbannya tidak memandang usia, baik dewasa, remaja, maupun anak-anak—bahkan, dilansir dari Tatkala.co, dalam satu bulan pada tahun lalu terjadi satu kasus kekerasan seksual terhadap anak di Buleleng.

Ironisnya, pelecehan seksual sering terjadi di tempat umum, di jalan, dan kendaraan umum.

Misalnya yang terbaru, terjadi aksi bejat begal payudara di Kabupaten Buleleng, Bali. Kali ini korbannya adalah seorang perempuan berusia 29 tahun berasal dari daerah Kecamatan Sawan, Buleleng. Ia bahkan nyaris diperkosa oleh pria yang meraba tubuhnya di jalanan.

Kejadian tersebut bermula ketika korban melintas di jalan di wilayah Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Senin, 19 Juni 2023. Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal mendekat dan langsung melecehkannya dengan cara meremas payudaranya.

Peristiwa semacam tentu bukan peristiwa pertama yang terjadi di Bali, apalagi di Indonesia. Pelaku biasanya beraksi pada malam hari dan memanfaatkan jalan-jalan yang sepi. Pelaku akan mempepet motor korban dan dengan tidak senonoh mencoba memegang dada atau paha korban. Hati-hati!

Dan orang-orang yang melakukan pelecehan seksual di tempat umum termasuk ke dalam golongan orang yang mengalami gangguan kejiwaan, yang biasa dikenal dengan istilah megalomania.

Dilansir dari Halodokter, megalomania merupakan keadaan di mana seseorang yang mengalaminya merasa bahwa dirinya memiliki kekuatan, kekuasaan, kecerdasan dan merasa dominan. Oleh karena itu, mereka menganggap bahwa semua perbuatannya tidak salah dan cenderung akan mengulanginya.

Pelaku pelecehan seksual di tempat umum cenderung orang yang percaya diri (dalam hal negatif), mereka tidak akan peduli dengan dampak perbuatannya ataupun kondisi korban atas ulahnya.

Parahnya, pelaku pelecehan seksual menganggap bahwa situasi tersebut terjadi karena kesalahan si korban yang memberi kesempatan kepada pelaku untuk berbuat demikian, atau yang dikenal dengan istilah victim blaming.

Bentuk-bentuk victim blaming

Seringkali korban (perempuan) mendapatkan perilaku tidak adil dari masyarakat. Setiap kali terjadi kasus pelecehan seksual, mereka justru menyudutkan korban yang menyebabkan kejadian tersebut.

Biasanya mereka akan berkata, “Makanya kalo pakai baju yang bener”. Atau, “Pake pakaian jangan yang seksi-seksi”. Dan, “Jangan mancing laki-laki, kucing aja dikasi ikan pasti disamber.”

Lalu, bagaimana dengan korban pelecehan seksual yang memakai pakaian tertutup? Seperti korban pelecehan seksual yang baru-baru ini terjadi di Seririt, Buleleng, Bali? Korban memakai jilbab, memakai pakaian tertup, tapi nyatanya masih juga ada bajingan yang mencoba meremas dadanya ketika sedang berkendara.

Selain karena pakaian yang terbuka, masyarakat juga sering menjudge korban karena keluar malam-malam sendirian. Lantas, bagaimana bila keadaan urgent yang mengharuskan perempuan untuk keluar malam, sedangkan tidak ada yang bisa menemani, seperti tuntutan pekerjaan, misalnya?

Penyebab victim blaming

Fenomena victim blaming sering terjadi di masyarakat, barangkali hal ini juga dipengaruhi oleh budaya patriarki, di mana posisi laki-laki lebih dominan, lebih berpengaruh, sementara perempuan diposisikan sebagai bawahan.

Akibatnya, laki-laki menuntut rasa hormat dan kepatuhan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Selain itu, perempuan dianggap sebagai individu yang lemah, tidak berani melawan laki-laki—sosok yang lebih dominan, kuat dan berkuasa.

Rendahnya pengetahuan hukum terkait kekerasan seksual juga mempengaruhi pola pikir masyarakat, sehingga mereka menganggap bahwa korban pantas mendapatkan perlakuan tersebut karena tidak bisa menjaga diri.

Dampak victim blaming

Karena adanya victim blaming korban sering kali menyalahkan dirinya dan menganggap bahwa pelecehan seksual yang dialaminya sebagai aib yang harus ditutupi.

Korban tidak akan berani menceritakan kejadian yang dialami karena takut akan disudutkan dan dihakimi oleh masyarakat alih-alih mendapatkan perlindungan dan keadilan.

Karena anggapan pelecehan seksual sebagai aib, maka korban pelecehan seksual tidak berani melaporkannya kepada pihak terkait, takut bahwa kasusnya akan menyebar dan diketahui banyak orang.

Korban akan merasa bahwa tidak ada yang akan mendukungnya. Hal ini juga semakin meningkatkan keberanian pelaku pelecehan seksual untuk beraksi.

Pelecehan seksual sangat berdampak pada kondisi psikologis korban yang bisa menimbulkan trauma seumur hidupnya dan mengganggu aktivitas kesehariannya.

Korban pelecehan seksual mudah cemas, takut bertemu orang baru, kehilangan rasa percaya pada orang lain, serangan panik yang tiba-tiba terjadi, menyalahkan diri sendiri, bahkan sampai melakukan tindakan bunuh diri.

Pelecehan seksual bukanlah aib atau kesalahan yang harus ditanggung oleh pihak korban—kalau diibaratkan seperti kata pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Sebab, dalam kasus pelecehan seksual, korban akan sangat dirugikan, mereka harus menimpa kekerasan seksual yang berpengaruh pada fisik maupun psikis, ditambah sanksi sosial yang seakan-akan menyudutkan korban.

Lalu, di mana letak keadilan bagi korban pelecehan seksual? Kenapa korban yang harus menanggung semua akibat dari kejadian tersebut? Apa karena korban adalah perempuan sedangkan pelaku adalah laki-laki? Atau barangkali pemikiran masyarakat yang sudah dipasung oleh budaya patriarki? Entahlah. Sebagai seorang perempuan, saya hanya bisa berkata: lawan, dengan cara apapun![T]

1 Bulan 1 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Buleleng — Adakah Pihak yang Cemas?
Antisipasi Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Siswa)
Kekerasan Seksual Terhadap Anak Sebagai Bentuk Degradasi Moral
Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini, Tabu atau Perlu?
Tags: kekerasan seksualkekerasan seksual terhadap anakPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mementaskan Seni Bela Diri di Atas Panggung

Next Post

Membangun Jiwa Kewirausahaan Siswa Sejak Dini

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Membangun Jiwa Kewirausahaan Siswa Sejak Dini

Membangun Jiwa Kewirausahaan Siswa Sejak Dini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co