23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Victim Blaming dalam Kasus Pelecehan Seksual yang Meresahkan

Musti Ariantini by Musti Ariantini
June 23, 2023
in Esai
Victim Blaming dalam Kasus Pelecehan Seksual yang Meresahkan

Ilustrasi tatkala.co

KETAKUTAN dan kegelisahan perempuan kian bertambah seiring berjalannya waktu. Perempuan yang dicap sebagai individu lemah, tak berdaya, dan lebih peduli terhadap pandangan orang lain, seakan menjadi sasaran empuk tindak kekerasan dan pelecehan.

Kasus pelecehan terhadap perempuan kian meningkat dari masa ke masa, korbannya tidak memandang usia, baik dewasa, remaja, maupun anak-anak—bahkan, dilansir dari Tatkala.co, dalam satu bulan pada tahun lalu terjadi satu kasus kekerasan seksual terhadap anak di Buleleng.

Ironisnya, pelecehan seksual sering terjadi di tempat umum, di jalan, dan kendaraan umum.

Misalnya yang terbaru, terjadi aksi bejat begal payudara di Kabupaten Buleleng, Bali. Kali ini korbannya adalah seorang perempuan berusia 29 tahun berasal dari daerah Kecamatan Sawan, Buleleng. Ia bahkan nyaris diperkosa oleh pria yang meraba tubuhnya di jalanan.

Kejadian tersebut bermula ketika korban melintas di jalan di wilayah Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Senin, 19 Juni 2023. Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal mendekat dan langsung melecehkannya dengan cara meremas payudaranya.

Peristiwa semacam tentu bukan peristiwa pertama yang terjadi di Bali, apalagi di Indonesia. Pelaku biasanya beraksi pada malam hari dan memanfaatkan jalan-jalan yang sepi. Pelaku akan mempepet motor korban dan dengan tidak senonoh mencoba memegang dada atau paha korban. Hati-hati!

Dan orang-orang yang melakukan pelecehan seksual di tempat umum termasuk ke dalam golongan orang yang mengalami gangguan kejiwaan, yang biasa dikenal dengan istilah megalomania.

Dilansir dari Halodokter, megalomania merupakan keadaan di mana seseorang yang mengalaminya merasa bahwa dirinya memiliki kekuatan, kekuasaan, kecerdasan dan merasa dominan. Oleh karena itu, mereka menganggap bahwa semua perbuatannya tidak salah dan cenderung akan mengulanginya.

Pelaku pelecehan seksual di tempat umum cenderung orang yang percaya diri (dalam hal negatif), mereka tidak akan peduli dengan dampak perbuatannya ataupun kondisi korban atas ulahnya.

Parahnya, pelaku pelecehan seksual menganggap bahwa situasi tersebut terjadi karena kesalahan si korban yang memberi kesempatan kepada pelaku untuk berbuat demikian, atau yang dikenal dengan istilah victim blaming.

Bentuk-bentuk victim blaming

Seringkali korban (perempuan) mendapatkan perilaku tidak adil dari masyarakat. Setiap kali terjadi kasus pelecehan seksual, mereka justru menyudutkan korban yang menyebabkan kejadian tersebut.

Biasanya mereka akan berkata, “Makanya kalo pakai baju yang bener”. Atau, “Pake pakaian jangan yang seksi-seksi”. Dan, “Jangan mancing laki-laki, kucing aja dikasi ikan pasti disamber.”

Lalu, bagaimana dengan korban pelecehan seksual yang memakai pakaian tertutup? Seperti korban pelecehan seksual yang baru-baru ini terjadi di Seririt, Buleleng, Bali? Korban memakai jilbab, memakai pakaian tertup, tapi nyatanya masih juga ada bajingan yang mencoba meremas dadanya ketika sedang berkendara.

Selain karena pakaian yang terbuka, masyarakat juga sering menjudge korban karena keluar malam-malam sendirian. Lantas, bagaimana bila keadaan urgent yang mengharuskan perempuan untuk keluar malam, sedangkan tidak ada yang bisa menemani, seperti tuntutan pekerjaan, misalnya?

Penyebab victim blaming

Fenomena victim blaming sering terjadi di masyarakat, barangkali hal ini juga dipengaruhi oleh budaya patriarki, di mana posisi laki-laki lebih dominan, lebih berpengaruh, sementara perempuan diposisikan sebagai bawahan.

Akibatnya, laki-laki menuntut rasa hormat dan kepatuhan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Selain itu, perempuan dianggap sebagai individu yang lemah, tidak berani melawan laki-laki—sosok yang lebih dominan, kuat dan berkuasa.

Rendahnya pengetahuan hukum terkait kekerasan seksual juga mempengaruhi pola pikir masyarakat, sehingga mereka menganggap bahwa korban pantas mendapatkan perlakuan tersebut karena tidak bisa menjaga diri.

Dampak victim blaming

Karena adanya victim blaming korban sering kali menyalahkan dirinya dan menganggap bahwa pelecehan seksual yang dialaminya sebagai aib yang harus ditutupi.

Korban tidak akan berani menceritakan kejadian yang dialami karena takut akan disudutkan dan dihakimi oleh masyarakat alih-alih mendapatkan perlindungan dan keadilan.

Karena anggapan pelecehan seksual sebagai aib, maka korban pelecehan seksual tidak berani melaporkannya kepada pihak terkait, takut bahwa kasusnya akan menyebar dan diketahui banyak orang.

Korban akan merasa bahwa tidak ada yang akan mendukungnya. Hal ini juga semakin meningkatkan keberanian pelaku pelecehan seksual untuk beraksi.

Pelecehan seksual sangat berdampak pada kondisi psikologis korban yang bisa menimbulkan trauma seumur hidupnya dan mengganggu aktivitas kesehariannya.

Korban pelecehan seksual mudah cemas, takut bertemu orang baru, kehilangan rasa percaya pada orang lain, serangan panik yang tiba-tiba terjadi, menyalahkan diri sendiri, bahkan sampai melakukan tindakan bunuh diri.

Pelecehan seksual bukanlah aib atau kesalahan yang harus ditanggung oleh pihak korban—kalau diibaratkan seperti kata pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Sebab, dalam kasus pelecehan seksual, korban akan sangat dirugikan, mereka harus menimpa kekerasan seksual yang berpengaruh pada fisik maupun psikis, ditambah sanksi sosial yang seakan-akan menyudutkan korban.

Lalu, di mana letak keadilan bagi korban pelecehan seksual? Kenapa korban yang harus menanggung semua akibat dari kejadian tersebut? Apa karena korban adalah perempuan sedangkan pelaku adalah laki-laki? Atau barangkali pemikiran masyarakat yang sudah dipasung oleh budaya patriarki? Entahlah. Sebagai seorang perempuan, saya hanya bisa berkata: lawan, dengan cara apapun![T]

1 Bulan 1 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Buleleng — Adakah Pihak yang Cemas?
Antisipasi Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Siswa)
Kekerasan Seksual Terhadap Anak Sebagai Bentuk Degradasi Moral
Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini, Tabu atau Perlu?
Tags: kekerasan seksualkekerasan seksual terhadap anakPerempuan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mementaskan Seni Bela Diri di Atas Panggung

Next Post

Membangun Jiwa Kewirausahaan Siswa Sejak Dini

Musti Ariantini

Musti Ariantini

Admin tatkala.co

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Membangun Jiwa Kewirausahaan Siswa Sejak Dini

Membangun Jiwa Kewirausahaan Siswa Sejak Dini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co