24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semesta Raya Membuka Misteri Ragam Artefak

I Ketut Murdana by I Ketut Murdana
April 13, 2023
in Esai
Orang Mau Bayar Mahal Untuk Memalsukan Diri

I Ketut Murdana

WARNA-WARNI SEMESTA RAYA adalah taman raya estetik, hakekat Ilahi yang terindrawi, memasuki wilayah ragam karakter psikologisnya. Orang-orang super di masa lalu, menyerap, memaknai, menyadari lalu merefleksikan menjadi “sesuatu” prilaku karma yang berguna. Saat itu orang memerlukan konsentrasi panjang penuh liku.

Dalam kontek inilah “keyakinan” merupakan “kekuatan” yang berperan sentral dalam mengkondisikan cita-cita “tujuan hidup sejati” yang tumbuh dari niat suci berpengetahuan.

Catatan-catatan pengetahuan yang menggunung, seringkali disebut Candi Pengetahuan dan juga menjadi arsitektur candi-candi religius, diciptakan oleh para jnanim dan para arsitektur, serta kreator-kreator seni yang luar biasa.

Realitas ini mengindikasikan bahwa perjuangan para suci mencatat, menyerap, memaknai mencapai “guna” sebagai upaya “mengenal” “kebesaran” atau juga ke “esaan-Nya”.

Tinggalan artefak-artefak suci sebagai rekaman tanda beribu makna, bangkit dari kubur semesta. Sekarang misteri-misteri itu terbuka dan terbuka terus, memerlukan “kajian” dan “rawatan fisik” serta “ruwatan suci” sebagai aktifitas tulus menghormati dan memuliakan leluhur melalui karya-karya seni estetik, simbolik nan spiritual, mencapai yoga atau juga disebut “berkarma yoga”.

Sadar tidak sadar orang-orang terpanggil untuk melaksanakan kewajiban melayani kuasa “keterbukaan semesta raya terhadap musteri terkubur” itu sendiri. Barangkali seperti itu alam bekerja amat bijak; mengasihi, melindungi apa yang pernah menjadi “persembahan” kebajikan manusia atas upaya penyempurnaan dirinya di tengah-tengah edukasi Guru Semesta Raya (karma jnana).

Mengenang dan merenungi kebenaran ini, halusinasi kita bisa terbawa ke masa lalu, terutama keunggulan membangun peradabannya. Mengenang menjadi sangat penting untuk belajar melihat masa lalu, untuk penyempurnaan masa kini dan menuju hari esok yang lebih baik serta bermartabat yang bisa menteladani masa depan.

Demikianlah barangkali resapan makna dari gambaran tattwa, Mahadewa digambarkan bersenjata Tri Sula yang menguasai tiga waktu; dahulu, sekarang dan yang akan datang.

Rekaman semesta raya pelindung artefak, merupakan wujud “dura dharsana”, sebagai upaya edukasi kepada manusia dan seluruh ciptaan-Nya, agar sadar pada dirinya dan arah tujuan hidupnya.

Dari kontek inilah lahir prinsip-prinsip kehalusan citta rasa terwujud, hingga mampu mendengarkan suara-suara suci semesta raya (dura Srawana), yang dapat menyelaraskan dirinya dengan semesta raya dan Penguasa-Nya (atman menuju Brahman).

Terkuburnya artefak masa lalu, barangkali adalah realitas gerak semesta untuk mengubah jaman, karena tercipta manusia agresif berideologi pembaharuan dan semangat perjuangannya. Realitas ini patut menjadi renungan ditengah-realitas dan berupaya sadar sesadarnya bahwa haluan energi penyadaran memiliki anugrahnya masing masing, sebagai wujud keadilan-Nya.

Bangkitnya artefak sebagai misteri yang tersembunyi tentu semua itu bisa berjalan lancar atas lindungan pemerintah sebagai Guru Wisesa.

Misteri itu tiada lain adalah peradaban masa lalu, yang menjadi intisari perjuangan para leluhur nenek moyang dalam upaya berinterfenetrasi terhadap alam semesta dan lingkungan sosialnya. Kualitasnya adalah “ciri” yang “mencirikan” dominasi diatarara pengetahuan spiritual dan posisinya dalam pengetahuan material duniawi yang tidak kekal itu.

Cerminan ciri yang mencirikan secara kosmologis, menempatkan martabat luar biasa, mengedukasi masa kini, yang telah memasuki post melenial atau juga post-post wacana sosial lainnya.

Akankah arus meleniel ini, melupakan esensial nan vital peradaban luhur yang meluhurkan pengusungnya? Tentu jawabannya memerlukan kendali dan juga siap menengok, menelisik, memposisikan serta menempatkan diri pada pilihan atau konsentrasi dominannya. Semuanya itu mesti diposisikan pada sisi keluhurnan dan sisi material dalam bingkai arus masa kini.

Artinya manusia kini dihadapkan pada pilihan bijak diantara “kuasa semesta raya” dan “rekayasa jaman”.

Suatu tanda menunjukkan bahwa; “kekuatan rekayasa jaman, lebih menawarkan aneka varian terhadap bangkitnya selera, napsu dan akhirnya ego kekuasaan menjadi dominan”. Air dikuasai oleh merek, sumber daya alam dalam suatu negara tertentu bisa dikuasai oleh kekuatan tertentu dan lain sebagainya. Dalam kontek inilah gradasi paham spiritual nan suci, erosi bergerak terus menerus ke alur material duniawi (seculler).

Pergerakan di jalur inilah yang membalikan arah pandang, menghasilkan budaya-budaya “pembutaan” kosmologis hingga merusak artefak dianggap sebagai “kebenaran”.

Akankah peradaban kekuasan yang menguasai ini, yang luput memberi keadilan magi umat manusia sekitarnya? Jawaban dari semuanya inilah yang lebih banyak menimbulkan konflik tiada henti.

Barangkali menghadapi situasi seperti inilah manusia yang sadar pada keadilan harus berjuang mengatasi ketidak adilan, menjadi kesatria-kesatria hingga Yang Maha Adil, melindungi. Bagaikan seseorang bila ingin minum air, wajib mewadahi air itu terlebih dahulu, agar bisa dinikmati.

Semoga Menjadi Renungan dan Refleksi. [T]

Bun Kekara Langka Selimuti Palinggih | Cerita dan Renungan Keajaiban dari Tabanan
Harmonisasi Material-Spiritual | Sebuah Renungan
Apa Arti Kemenangan Ini? | Renungan Usai Perang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Media Pers Harus Lebih Sensitif Menyangkut Persoalan Anak dan Perempuan

Next Post

Prof Sudiana dan Prof Lasmawan, Rektor Undiksha yang Pernah Gagal Nyalon Wakil Bupati

I Ketut Murdana

I Ketut Murdana

Dosen ISI Denpasar

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Prof Sudiana dan Prof Lasmawan, Rektor Undiksha yang Pernah Gagal Nyalon Wakil Bupati

Prof Sudiana dan Prof Lasmawan, Rektor Undiksha yang Pernah Gagal Nyalon Wakil Bupati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co