2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semesta Raya Membuka Misteri Ragam Artefak

I Ketut Murdana by I Ketut Murdana
April 13, 2023
in Esai
Orang Mau Bayar Mahal Untuk Memalsukan Diri

I Ketut Murdana

WARNA-WARNI SEMESTA RAYA adalah taman raya estetik, hakekat Ilahi yang terindrawi, memasuki wilayah ragam karakter psikologisnya. Orang-orang super di masa lalu, menyerap, memaknai, menyadari lalu merefleksikan menjadi “sesuatu” prilaku karma yang berguna. Saat itu orang memerlukan konsentrasi panjang penuh liku.

Dalam kontek inilah “keyakinan” merupakan “kekuatan” yang berperan sentral dalam mengkondisikan cita-cita “tujuan hidup sejati” yang tumbuh dari niat suci berpengetahuan.

Catatan-catatan pengetahuan yang menggunung, seringkali disebut Candi Pengetahuan dan juga menjadi arsitektur candi-candi religius, diciptakan oleh para jnanim dan para arsitektur, serta kreator-kreator seni yang luar biasa.

Realitas ini mengindikasikan bahwa perjuangan para suci mencatat, menyerap, memaknai mencapai “guna” sebagai upaya “mengenal” “kebesaran” atau juga ke “esaan-Nya”.

Tinggalan artefak-artefak suci sebagai rekaman tanda beribu makna, bangkit dari kubur semesta. Sekarang misteri-misteri itu terbuka dan terbuka terus, memerlukan “kajian” dan “rawatan fisik” serta “ruwatan suci” sebagai aktifitas tulus menghormati dan memuliakan leluhur melalui karya-karya seni estetik, simbolik nan spiritual, mencapai yoga atau juga disebut “berkarma yoga”.

Sadar tidak sadar orang-orang terpanggil untuk melaksanakan kewajiban melayani kuasa “keterbukaan semesta raya terhadap musteri terkubur” itu sendiri. Barangkali seperti itu alam bekerja amat bijak; mengasihi, melindungi apa yang pernah menjadi “persembahan” kebajikan manusia atas upaya penyempurnaan dirinya di tengah-tengah edukasi Guru Semesta Raya (karma jnana).

Mengenang dan merenungi kebenaran ini, halusinasi kita bisa terbawa ke masa lalu, terutama keunggulan membangun peradabannya. Mengenang menjadi sangat penting untuk belajar melihat masa lalu, untuk penyempurnaan masa kini dan menuju hari esok yang lebih baik serta bermartabat yang bisa menteladani masa depan.

Demikianlah barangkali resapan makna dari gambaran tattwa, Mahadewa digambarkan bersenjata Tri Sula yang menguasai tiga waktu; dahulu, sekarang dan yang akan datang.

Rekaman semesta raya pelindung artefak, merupakan wujud “dura dharsana”, sebagai upaya edukasi kepada manusia dan seluruh ciptaan-Nya, agar sadar pada dirinya dan arah tujuan hidupnya.

Dari kontek inilah lahir prinsip-prinsip kehalusan citta rasa terwujud, hingga mampu mendengarkan suara-suara suci semesta raya (dura Srawana), yang dapat menyelaraskan dirinya dengan semesta raya dan Penguasa-Nya (atman menuju Brahman).

Terkuburnya artefak masa lalu, barangkali adalah realitas gerak semesta untuk mengubah jaman, karena tercipta manusia agresif berideologi pembaharuan dan semangat perjuangannya. Realitas ini patut menjadi renungan ditengah-realitas dan berupaya sadar sesadarnya bahwa haluan energi penyadaran memiliki anugrahnya masing masing, sebagai wujud keadilan-Nya.

Bangkitnya artefak sebagai misteri yang tersembunyi tentu semua itu bisa berjalan lancar atas lindungan pemerintah sebagai Guru Wisesa.

Misteri itu tiada lain adalah peradaban masa lalu, yang menjadi intisari perjuangan para leluhur nenek moyang dalam upaya berinterfenetrasi terhadap alam semesta dan lingkungan sosialnya. Kualitasnya adalah “ciri” yang “mencirikan” dominasi diatarara pengetahuan spiritual dan posisinya dalam pengetahuan material duniawi yang tidak kekal itu.

Cerminan ciri yang mencirikan secara kosmologis, menempatkan martabat luar biasa, mengedukasi masa kini, yang telah memasuki post melenial atau juga post-post wacana sosial lainnya.

Akankah arus meleniel ini, melupakan esensial nan vital peradaban luhur yang meluhurkan pengusungnya? Tentu jawabannya memerlukan kendali dan juga siap menengok, menelisik, memposisikan serta menempatkan diri pada pilihan atau konsentrasi dominannya. Semuanya itu mesti diposisikan pada sisi keluhurnan dan sisi material dalam bingkai arus masa kini.

Artinya manusia kini dihadapkan pada pilihan bijak diantara “kuasa semesta raya” dan “rekayasa jaman”.

Suatu tanda menunjukkan bahwa; “kekuatan rekayasa jaman, lebih menawarkan aneka varian terhadap bangkitnya selera, napsu dan akhirnya ego kekuasaan menjadi dominan”. Air dikuasai oleh merek, sumber daya alam dalam suatu negara tertentu bisa dikuasai oleh kekuatan tertentu dan lain sebagainya. Dalam kontek inilah gradasi paham spiritual nan suci, erosi bergerak terus menerus ke alur material duniawi (seculler).

Pergerakan di jalur inilah yang membalikan arah pandang, menghasilkan budaya-budaya “pembutaan” kosmologis hingga merusak artefak dianggap sebagai “kebenaran”.

Akankah peradaban kekuasan yang menguasai ini, yang luput memberi keadilan magi umat manusia sekitarnya? Jawaban dari semuanya inilah yang lebih banyak menimbulkan konflik tiada henti.

Barangkali menghadapi situasi seperti inilah manusia yang sadar pada keadilan harus berjuang mengatasi ketidak adilan, menjadi kesatria-kesatria hingga Yang Maha Adil, melindungi. Bagaikan seseorang bila ingin minum air, wajib mewadahi air itu terlebih dahulu, agar bisa dinikmati.

Semoga Menjadi Renungan dan Refleksi. [T]

Bun Kekara Langka Selimuti Palinggih | Cerita dan Renungan Keajaiban dari Tabanan
Harmonisasi Material-Spiritual | Sebuah Renungan
Apa Arti Kemenangan Ini? | Renungan Usai Perang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Media Pers Harus Lebih Sensitif Menyangkut Persoalan Anak dan Perempuan

Next Post

Prof Sudiana dan Prof Lasmawan, Rektor Undiksha yang Pernah Gagal Nyalon Wakil Bupati

I Ketut Murdana

I Ketut Murdana

Dosen ISI Denpasar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Prof Sudiana dan Prof Lasmawan, Rektor Undiksha yang Pernah Gagal Nyalon Wakil Bupati

Prof Sudiana dan Prof Lasmawan, Rektor Undiksha yang Pernah Gagal Nyalon Wakil Bupati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co