3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nglanyig

Oka Rusmini by Oka Rusmini
March 8, 2023
in Esai
Nglanyig

tatkala.co

KOPLAK menggigit bibirnya. Belum ada niat tulus dan ikhlas bangun dari tempat tidur. Koplak menarik napas dalam-dalam teringat jaman grubug, saat Indonesia  mengumumkan untuk pertama kali dilanda Covid-19, 2 Maret 2020. 

Koplak ingat persis suasana saat itu terasa biasa-biasa saja, walau pun ada sedikit rasa was-was, karena yang mengumumkan di TV, Presiden. Jika orang nomor satu di negeri ini sampai turun tangan berarti situasi sesungguhnya tidak baik-baik saja. 

Yang membuat Koplak terbelalak respon dari pejabat publik juga lucu-lucu. Beragam gegemet, jimat dan trik bermunculan terasa menghibur. Seorang menteri bahkan mewajibkan jajarannya memakai kalung penangkar C-19. Koplak tersenyum, sambil memiringkan tubuhnya lalu memeluk guling besar . Sambil menatap kaca jendela, hujan deras dan angin kencang menghajar seluruh pohon di halaman rumah.

Waktu pun terus menggelinding, kali ini C-19 bukan persoalan biasa-biasa saja. Kondisi saat itu sudah masuk kelas grubug VVIP atau Very Very Important Person. Semua kacau balau, teror fisik juga psikis menghantam seluruh warga Desa  Sawut  yang hidup dari pertanian, ternak, juga beragam hasil hutan dan sungai di desa.

Desa Sawut adalah desa yang tenang, masyarakatnya saling mengasihi dengan tulus. Kehidupan mengalir ringan dan damai, seolah tidak terusik beragam hingar bingar pembangunan di luar. Tapi kali ini, kehidupan mereka mulai terusik setelah banyaknya kerabat, teman, sahabat dalam sehari berpulang. Dalam kesunyian yang paling buruk dalam sejarah kehidupan manusia di bumi ini. Mati sendiri, tanpa ditemani, juga tidak bersua dengan kerabat dekat.

Seolah kematian yang biasanya dirayakan dengan beragam upacara, ditemani air, bunga, asap dupa berubah jadi sunyi yang menyakitkan. Beberapa kerabat, teman, sahabat, mungkin juga orang-orang yang diam-diam dicintai Koplak berpulang tanpa berpamitan, Koplak pun tidak bisa ikut mengantar. Kehidupan riang di desa jadi terasa dingin dan membuat Koplak tidak bisa tidur nyenyak. Pikiran-pikiran liar terus beranak pinak di lubang-lubang otaknya. Seolah Koplak sedang menunggu kematiannya sendiri. Hidup jadi kering.

Koplak melempar gulingnya, menarik napas. Setelah masa-masa gering itu lewat, apakah persoalan hidup selesai? Hampir 3 tahun hidup penuh teror, kehidupan berubah drastis. Banyak warung-warung kopi di pinggir-pinggir jalan menuju kota tutup. Entah bangkrut atau pemiliknya meninggal? Entahlah. Banyak hal-hal harus berubah, di kantor desa juga berkali-kali harus disemprot  disinfektan bahan kimia yang digunakan untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme (misalnya pada bakteri, virus dan jamur kecuali spora bakteri) pada permukaan benda mati, seperti furniture, ruangan, lantai, alat-alat kerja, pokoknya semuanya. Membuat Koplak sesak napas, tidak nyaman. Tangan kering, kulit juga terasa kasar. Setiap keluar rumah, harus mandi, keramas ganti baju.

Pokoknya hidup terasa aneh, tidak bisa bersantai. Tegang. Untungnya gering itu segera raib, walapun konon tipis-tipis masih ada. Koplak merasa telah dihibahkan hidup kedua. Berusaha untuk menjadi lelaki, bapak, pejabat yang lebih baik lagi. Desa harus dibangun dengan baik, kalau ingin warga sejahtera. Minimal bisa makan dengan baik, mendapatkan air bersih untuk hidup.

 Bagi warga desa, selama karantina, mereka tidak pernah kekurangan gizi, juga tidak perlu “mengemis” bantuan untuk hidup layak. Karena hutan desa, sungai sudah memberi mereka kehidupan yang cukup. Berkali-kali desa Koplak mendapat penghargaan desa mandiri. Karena kebutuhan pangan yang sehat terpenuhi. Warga juga sudah bisa menikmati internet yang baik. Selama masa gering warga makin mapan , karena mahir sedikit menggunakan gawai. Itu berkat Danan. Nama lengkap anak muda itu— I Made Danan Mahadewa. Gagah, cerdas, lagas. Pokoknya jika ingin memiliki menantu yang kekinian, Danan memang pilihan yang tepat.

 “Sebaiknya, Danan itu kau rayulah. Dekati dengan hatimu sebagai bapak-sekaligus ibunya Kemitir.” Suatu hari sahabat Koplak berkata sedikit berbisik kepada Koplak yang sedang asik menyantap be ngeyol – masakan khas Bali biasanya menggunakan bahan utama berupa daging serta kulit babi yang mengandung banyak lemak. Dengan bumbu beragam rempah-rempah. Rasanya khas dan tajam. Sungguh terasa di sorga jika Koplak menyantap be ngenyol dengan nasi hangat dan teh pahit. Asal jangan sampai Kemitir lewat, bisa celaka. Karena jika ketahuan, Kemitir akan rewel, terus berbicara seperti tawon. Berdengung, berdenging, seperti radio rusak. Kalimatnya juga akan berulang-ulang.

“Ingat kolesterol tinggi itu bisa membahayakan, Bape. Kesehatan itu investasi yang sangat mahal. Harus diperjuangkan. Uang memang tidak mudah dicari, tetapi masih bisa diusahakan. Tapi kalau terserang penyakit berat, tubuh akan keropos. Harus dirawat, tubuh lebih rewel dari tumbuhan.” Kemitir duduk di depan mata Koplak, sambil menatapnya serius. Sialnya kali ini sahabatnya yang mengganggu  nikmatnya Koplak yang sedang menyantap makanan favoritnya. Merayu Danan? Ada-ada saja.

“Ya, mungkin kau bisa jodohkan dengan Kemitir,” kata sahabatnya itu serius. Koplak tersedak. Dua gelas air putih tidak juga mampu menghilangkan batuknya. Koplak menarik napas mengingat seluruh peristiwa itu.

Dia menengadah, menatap langit kamar. Kenapa Kemitir tidak pernah bicara kekasih hatinya ya? Koplak semakin sesak napas ketika mendengar dari salah satu teman anaknya yang menikah di usia yang tidak muda dan memilih untuk tidak punya anak. Ada yang raib dalam hidupnya, ada yang terasa gamang dan melayang. Kadang terasa benar Koplak seperti menjelma menjadi mahluk lelaki yang baru, mahluk lelaki yang terasa jauh dan Koplak merasa tidak mengenal dirinya sendiri.

Terasa asing, tetapi semuanya harus dijalani. Karena siapa lagi yang bisa merawat, menjaga dan menemaninya selain anak perempuan satu-satunya, Ni Luh Putu Kemitir. Anak perempuan semata wayang yang sampai hari ini belum juga memilih lelaki yang cocok untuk mendampingi hidupnya. Pernah Koplak, kepo. Mengusik Kemitir,dengan beragam pertanyaan.Percuma.Kemitir santai saja.

“Bape memang mau segera punya cucu?  Sekarang ini jadi perempuan itu boleh memilih gaya hidupnya sendiri. Yang penting tidak merepotkan. Dan membuat nyaman. Bape tahu? Teman-teman Kemitir yang menikah bahkan memilih gaya hidup childfree, hidup tanpa memiliki anak setelah menikah. Alasannya, tidak siap menjadi orang tua, faktor ekonomi, faktor lingkungan bahkan faktor fisik diri sendiri maupun fisik pasangan.“

Kemitir berkata santai. Sambil tersenyum manis membuat selera makan, melinting rokok, dan ngopi pagi hari Koplak raib. Jadi sampai mati tidak bisa melihat Kemitir menikah, tidak juga bisa melihat cucu yang lucu. Mimih, lacur gati — sial sekali. Kopak menutup kepalanya dengan bantal, enggan beranjak dari kasur. Mencoba tetap berpikir, sabar, juga tenang. [T]

Cinta dan Kematian dalam Novel Jerum Karya Oka Rusmini
Berkenalan dengan Karya Sastra Kuno Lewat Cara Kekinian | Novel “Jerum” Oka Rusmini
“Men Coblong” dan “Koplak” karya Oka Rusmini: Perempuan dan Laki-laki Feminim
Tags: KoplakOka Rusmini
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswi Fakultas Ekonomi itu Rapi dan Wangi | Jangan Heran, Semua Ada Alasannya

Next Post

Anggaran Pemilukada 2024: KPU Buleleng Minta 56 M, Bawaslu Minta 10 M

Oka Rusmini

Oka Rusmini

Ibu dari seorang anak lelaki. Yang mencoba memotret beragam kondisi sosial, budaya, dan politik di Indonesia dengan cara karikatural. Ala orang "Bali".

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Anggaran Pemilukada 2024: KPU Buleleng Minta 56 M, Bawaslu Minta 10 M

Anggaran Pemilukada 2024: KPU Buleleng Minta 56 M, Bawaslu Minta 10 M

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co