2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Valentine dan Pemilu 2024 di Indonesia

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
February 16, 2023
in Esai
Valentine dan Pemilu 2024 di Indonesia

Para peserta dalam acara “Siaga Pengawasan Satu Tahun Menuju Pemilu 2024” yng digelar Bawaslu Pusat di jakarta

BIASANYA 14 Februari menjadi hari yang dirayakan buat pasangan-pasangan yang sedang kasmaran. Pasalnya, hari ini dianggap menjadi hari kasih sayang.

Meskipun ada beberapa pihak yang menyangkal hal tersebut dengan dalih “valentine bukan budaya kita, budaya kita adalah ngomongin orang di belakang” atau “valentine bukan budaya kita, budaya kita adalah galak di sosial media tapi tidak untuk dunia nyata”.

Meski pelbagai penyangkalan dilakukan, toh nyatanya begitu banyak pasangan yang merayakannya—termasuk juga dirayakan oleh orang-orang kantor untuk bertukar kado. Eits, tapi khusus untuk tahun ini dan tahun depan, 14 Februari akan dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kenapa? Ini dia alasannya.

Kasih Sayang Dalam Pesta Demokrasi

Seperti yang saya dan anda ketahui, ehh anda sudah tahu kan? Jangan bilang belum tahu ya! Pesta demokrasi lima tahunan akan kembali dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Februari 2024. Artinya, masyarakat Indonesia yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih akan menggunakan hak pilihnya pada hari tersebut.

Pemilu menjadi penting karena Pemilu merupakan sarana untuk melakukan pergantian kepemimpinan, baik pada kamar eksekutif maupun legislatif secara konstitusional alias sah di mata hukum.

Dan yang lebih penting lagi adalah pergantian kepemimpinan tersebut melibatkan rakyat, mengingat rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi di Republik Indonesia—katanya. Hehe.

Akan ada 5 (lima) surat suara yang akan diterima oleh pemilih di Tempat Pengutan Suara (TPS) nanti, yaitu surat suara untuk memilih DPRD Kab/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, serta Presiden dan Wakil Presiden.

Jadi sebelum memilih, jangan lupa pelajari rekam jejak calon-calon yang akan dipilih nanti. Hindari memilih karena titipan keluarga, karena serangan fajar atau cap cip cup saat ada di bilik suara—itu berbahaya, karena pilihan kita akan menentukan nasib bangsa hingga lima tahun ke depan.

Sebagai seseorang yang positive vibes, saya menduga pemilihan hari Valentine sebagai hari pemungutan suara pada tahun 2024 nanti bertujuan menekan narasi-narasi yang berujung pada pembelahan seperti yang sudah terjadi di Pemilu tahun 2019.

Saat itu pembelahan begitu tajam terjadi Indonesia. Istilah “cebong” dan “kampret” begitu lekat dengan persaingan dua poros kuat. Dampaknya kemudian masih bisa dirasakan oleh rakyat di level akar rumput hingga hari ini.

Dan melihat dinamika yang terjadi hari ini, bukan hal yang mustahil jika pembelahan akan kembali terjadi. Identitas akan kembali ditonjolkan, dan gagasan akan ditinggalkan. Apakah Pemilu 2024 mendatang tidak akan menghadirkan sebuah kemajuan?

Hadirkan Seremonial, Jangan Tinggalkan Hal Esensial

Beberapa hari yang lalu, saya memenuhi undangan dari Bawaslu RI dalam acara “Siaga Pengawasan Satu Tahun Menuju Pemilu 2024” dan saya melihat kalau acara serupa juga dilaksanakan oleh seluruh jajaran Bawaslu Provinsi dan Kab/Kota. Acara sejenis dengan judul berbeda juga diselenggarakan oleh KPU RI yang juga dilaksanakan oleh seluruh jajarannya.

Sesuai dengan judulnya, acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati satu tahun menjelang hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Dalam acara tersebut Bawaslu RI mengundang banyak pihak, seperti Komisi II DPR RI, KPU RI, DKPP RI, Kejaksaan Agung RI, Polri, TNI, Mahkamah Konstitusi RI, Partai Politik peserta Pemilu, Organisasi Kemasyarakatan, Pegiat Pemilu, hingga Pemantau Pemilu.

Kenapa banyak? Ya, karena Bawaslu hari ini mendorong partisipasi masyarakat dalam ikut mengawasi penyelenggaraan Pemilu 2024—selain penyerapan anggaran tentunya. Hehe.

Acara “Siaga Pengawasan Satu Tahun Menuju Pemilu 2024” di Jakarta

Beberapa kali saya menulis catatan soal hal-hal yang sifatnya seremonial. Hari Guru yang paling saya ingat—setiap tahun Hari Guru selalu diperingati, dan para pejabat selalu memberi sanjungan atas jasa para guru, tapi realitasnya masalah-masalah klasik belum juga terselesaikan—bahkan sampai hari ini. Hal yang sama juga berlaku untuk acara seremonial yang dilaksanakan oleh Bawaslu RI beberapa waktu lalu. Jangan sampai hal-hal seremonial ini mengganggu jalannya tahapan-tahapan Pemilu 2024.

Ternyata keresahan ini tidak saya rasakan sendiri. Keresahan serupa tampaknya juga dirasakan dan dibaca oleh Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Dalam sambutannya, ia sempat menyinggung soal tidak hadirnya Komisioner KPU RI dalam acara “Siaga Pengawasan Satu Tahun Menuju Pemilu 2024” yang dilaksanakan di kantor Bawaslu RI.

Ia menyebut tidak hadirnya Komisioner KPU RI diakibatkan oleh ketidakhadiran Komisioner Bawaslu RI di acara KPU RI pada hari yang sama, namun di jam yang berbeda. Ia pun juga mengingatkan jangan sampai hal tersebut kemudian mengganggu koordinasi dua lembaga yang menjadi ujung tombak penyelenggaraan setiap tahapan Pemilu tersebut—dan untuk poin ini, saya sepakat dengan Pak Doli. Jangan sampai ketegangan-ketegangan dua lembaga tersebut mengorbankan kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan rakyat.

Saya pikir pelbagai pemetaan dan capaian yang disampaikan oleh Teh Lolly Suhenty yang membidangi divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat tidak berhenti dalam acara tersebut.

Informasi-informasi tersebut harus dialihkan ke media-media lain, seperti visual, audio, hingga audio visual. Tim Bawaslu bisa menggunakan akun Instagramnya yang telah memiliki 145 ribu pengikut dan sudah centang biru tentunya sebagai alat sosialisasi. Juga bisa memaksimalkan seluruh platform media sosial yang dimiliki oleh Bawaslu RI dalam mendistribusikan informasi tersebut.

Bawaslu RI harus mendorong jajaran di bawahnya untuk lebih aktif menggunakan sosial media dalam mendistribusikan informasi perihal pengawasan Pemilu 2024—tidak hanya sekadar media untuk nampang kalau Komisioner sedang ikut rapat ini dan itu.

Saya pikir acara seremonial tersebut penting, tapi lebih penting lagi adalah bagaimana informasi yang disampaikan dalam forum tersebut juga sampai di genggaman masyarakat. Apa kalian sudah siap untuk ikut menjadi bagian dalam pengawasan partisipatif? [T]

Jurus Jitu Gaet Suara Desa Jelang Pemilu 2024
Akar Jenggot atau Akar Pohon?
“Mencintai Munir” Adalah Peduli Terhadap HAM
Tags: BawasluHari ValentinePemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bersiap Jadi Institut, STAHN Mpu Kuturan Sedia 1.025 Kursi Untuk Mahasiswa Baru

Next Post

Pasar Anyar Singaraja, Jokowi Effect, dan Filosofi Kesederhanaan

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Pasar Anyar Singaraja, Jokowi Effect, dan Filosofi Kesederhanaan

Pasar Anyar Singaraja, Jokowi Effect, dan Filosofi Kesederhanaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co