22 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nama Desa Dapdap Putih Diresmikan — Ini Tentang Pohon Dapdap Berbunga Putih

tatkala by tatkala
January 1, 2023
in Budaya
Nama Desa Dapdap Putih Diresmikan — Ini  Tentang Pohon Dapdap Berbunga Putih

Nama Desa Dapdap Putih di Kecamatan busungbiu, Buleleng, diresmikan

AWALNYA BERNAMA Desa Dapdap Putih, lalu berubah jadi Desa Tista, dan kini kembali menyandang nama Desa Dapdap Putih. Begitulah liku-liku nama sebuah desa di ujung selatan Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali.

Bagi warga Desa Dapdap Putih, nama desa dianggap amat penting, selain berkaitan dengan sejarah mas alalu, juga berkaitan dengan motivasi warga untuk melangkah dalam menata kehidupan di masa depan. Nama Desa Tista, bagi warga, dianggap kurang tepat.

Untuk itulah, sejak beberapa bulan lalu, tokoh warga adat dan masyarakat di desa itu berjuang keras untuk mengembalikan nama desa itu kepada nama awal, yakni Desa Dapdap Putih. Nama itu berkaitan dengan sebuah cerita dari naskah lama tentang pohon dapdap dengan bunga berwarna putih.

Perjuangan tokoh dan warga desa membuahkan hasil. Menteri Dalam Negeri kemudian mengeluarkan surat keputusan No. 100.116117 Tahun 2022,  tanggal 9 November 2022. Isinya menetapkan kembali nama Desa Dapdap Putih untuk menggantikan nama Desa Tista.

Acara peresmian nama Desa Dapdap Putih dilaksanakan,  Minggu , 1 Januari 2023, dengan dihadiri pejabat terkait dari Pemkab Buleleng, serta tokoh-tokoh desa dan warga desa adat di Desa Dadpdap Putih.

Artinya, mulai 1 Januar 2023, desa itu scara resmi disebut dengan nama Desa Dapdap Putih. Tentu saja perubahan nama itu diikuti dengan perubahan nama dalam dokumen-dokumen administrasi seperti Kartu Tanda Penduduk, dan lain-lain.

Desa Dapdap Putih dengan luas wilayah 912 kilometer persegi. Jumlah penduduknya 4.640 jiwa. Desa itu sebagian besar terdiri dari lahan perkebunan, terutama kebun kopi dan salak gula.

“Astungkara atas dukungan seluruh masyarakat nama Desa Dapdap Putih kembali digunakan sebagai nama Desa yang memiliki sejarah penting mewarisi jejak leluhur yang harus dilestarikan,”kata Kepala Desa Dapdap Putih I Gede Marjaya di sela acara peresmian Minggu pagi itu.

Selain memiliki empat banjar dinas, Desa Dapdap Putih kini memiliki tiga desa adat, yakni Desa Adat Tista, Desa Adat Munduk Mengenu dan Desa Adat Munduk Tengah.

Dalam acara persemian itu Marjaya didampingi ketiga Bendesa Adat itu, masing-masing Bendesa Adat Tista I Nyoman Astawa, Bendesa Munduk Mengenu I Nyoman Sandi dan Bendesa Munduk Tengah I Nyoman Suija.

Tiga desa adat itu ditetapkan tahun 1996  berdasarkan Peraturan Daerah Pemerintah Kabupaten Buleleng, Nomor  9 Tahun 1996  tentang  Pembentukan  3 (tiga) Desa Pakraman, yaitu  Desa Pakraman Tista,  Desa Pakraman Munduk Mengenu  dan  Desa Pakraman Munduk Tengah.

Setelah tiga desa adat itu ditetapkan, entah kenapa terjadi pula perubahan nama Desa Dinas Dapdap Putih menjadi Desa Dinas Tista. “Entah apa sebabnya, masyarakat merasa tidak pernah mengetahui nya,”  kata Marjaya.

Artinya, saat itu, di desa itu terdapat persamaan nama Desa Tista sebagai desa dinas dan nama Desa Tista sebagai desa adat.  Artinya lagi, dalam satu wilayah pemerintahan desa, terjadi duplikasi penamaan antara Desa Pakraman Tista  dengan Desa Dinas Tista.

“Hal tersebut menimbulkan kerancuan administrasi pemerintahan desa. Sering terjadi salah sasaran komunikasi, karena kebiasaan penyebutan nama desa jarang diembel-embeli dengan kata ‘Dinas’ atau ‘Pakraman’ sehingga sering terjadi salah sasaran,” kata Marjaya.

Jro Bendesa Nyoman Astawa menambahkan ada beberapa alasan pengusulan, yang mendasari pengembalian nama Dapdap Putih. Antara lain, nama Tista di Bali cukup banyak, seperti Desa Tista di Karangasem, Tabanan dan di Buleleng sendiri ada di kawasan Bhaktiseraga.

Lantas yang tak kalah penting, nama Dapdap Putih mengandung jejak sejarah perjalanan Ida Rsi Markandya, berdasarkan  “ Rontal Batur Kelawasan Petak “ dan “ Rontal Bhuwana Tattwa Maharsi Markandheya “.

Terdapat  jejak-jejak situs yang ditinggalkan orang suci tersebut  di Bali, khususnya menjadi cikal bakal nama Dapdap Putih yang hingga kini diyakini memiliki cerita menarik untuk diketahui para generasi penerusnya.

Jejak Perjalanan Rsi Markandya

Lebih lanjut dijelaskan dalam naskah  tersurat bahwa pada awal abad ke 18 masehi, datanglah seorang Rsi Agung bernama Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Madura ke hutan Besturi di Desa  Sepang untuk napak tilas perjalanan (ngetut pemargin) “Pamoksan  Ida Maharsi Markandheya “  di Gunung Bhujangga (Gunung Patas).

Lantas, beberapa lama beliau melakukan yoga semadi disana, lalu beliau membangun tempat pemujaan widhi di hutan Besturi dan penyiwian Tirtha Sudamala di Tukad Mesiwi (Madewi). Kemudian membangun Pura Pemujaan Maharsi Markandheya di Asah Danu yang diberi nama Pura Kahyangan Maharsi Markandheya.

Suatu ketika, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Madura berkenan meneruskan perjalanan Dharma Yatra dan tiba dihulu sebuah sungai (Yeh Leh) dalam  alas / hutan rimba. Disana  beliau melakukan puja semadhi dan menempatkan 5 ( lima ) buah batu sebagai Taulan (tanda). 

Di kemudian hari oleh masyarakat  Dapdap Putih, ditempat dimana beliau melakukan Puja Semadhi tersebut, didirikan Parahyangan Widhi yang diberi nama Pura Taulan yang  disungsung oleh masyarakat  Desa Tista.  Pura tersebut berdampingan Pura Subak Gunung Renga, milik masyarakat Desa Pakraman Munduk Mengenu.

Konon diceriterakan, ada beberapa pemburu Warga Pasek Tangkas dari Desa Bujak (Sepang), dengan maksud berburu kijang. Sang pemburu secara tidak sengaja mengalami suatu musibah. Atas petunjuk niskala, pemburu tersebut diharuskan menghaturkan upacara ’maguru piduka’ di suatu tempat yang terdapat Batu Taulan, di hulu sebuah sungai, sebuah petilasan Ida Rsi Madura.

Sebelumnya diketahui bahwa Ida Rsi melakukan perjalanan menyusuri Tukad Panghyangan menuju keselatan, maka kelompok pemburu tersebut mencari Batu Taulan tersebut disekitar hulu Tukad Panghyangan. Lama dicari-cari, Batu Taulan tersebut tidak diketemukan. Dalam keputusasaan, para pemburu secara kebetulan, berjumpa seorang suci bernama Ida Mpu Dada Putih, dari Desa Gumuk Kancil, daerah Banyuwangi, yang datang ke alas Besturi, untuk napak tilas Pemoksan Ida Maharsi Markandheya.

Beliau memberi petunjuk, bahwa upacara tersebut dapat dilakukan ditempat yang dirasa cukup baik, dengan membuat  ”Turus Lumbung” dari pohon dapdap, sebagai ’”penyawangan”  Batu Taulan dimaksud.

Ternyata pohon “Dapdap”  tersebut tumbuh subur dan berbunga ”Putih”. 

Di kemudian hari, di tempat penyawangan ini, dibangun oleh masyarakat  sebagai tempat suci penyiwian widhi, yang diberi nama Pura Kahyangan Dapdap Putih. Sehingga wilayah di daerah itu disebut dengan nama Dapdap Putih. [T]

Cempaga/Majegau | Pohon Langka yang Menjadi Nama Desa Tua di Bali
Menghias Nasib Petani Tanaman Hias di Desa Petiga, IPB Internasional Turun Kebun
Seraya Popcorn, Usaha Kreatif Agus Tripayana Membangkitkan Jagung Desa Seraya
Tags: bulelengDesa Dapdap Putihnama desaRsi Markandeya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tips Jitu Saat Trekking Bagi Para Pemula

Next Post

Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

by tatkala
May 1, 2026
0
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

Read moreDetails

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
0
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

Read moreDetails

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails
Next Post
Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”

Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
Esai

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

by Made Chandra
June 21, 2026
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total
Panggung

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi
Ulas Musik

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia...

by Ahmad Sihabudin
June 21, 2026
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   
Esai

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!
Khas

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital
Esai

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

by Angga Wijaya
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co