2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nama Desa Dapdap Putih Diresmikan — Ini Tentang Pohon Dapdap Berbunga Putih

tatkala by tatkala
January 1, 2023
in Budaya
Nama Desa Dapdap Putih Diresmikan — Ini  Tentang Pohon Dapdap Berbunga Putih

Nama Desa Dapdap Putih di Kecamatan busungbiu, Buleleng, diresmikan

AWALNYA BERNAMA Desa Dapdap Putih, lalu berubah jadi Desa Tista, dan kini kembali menyandang nama Desa Dapdap Putih. Begitulah liku-liku nama sebuah desa di ujung selatan Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali.

Bagi warga Desa Dapdap Putih, nama desa dianggap amat penting, selain berkaitan dengan sejarah mas alalu, juga berkaitan dengan motivasi warga untuk melangkah dalam menata kehidupan di masa depan. Nama Desa Tista, bagi warga, dianggap kurang tepat.

Untuk itulah, sejak beberapa bulan lalu, tokoh warga adat dan masyarakat di desa itu berjuang keras untuk mengembalikan nama desa itu kepada nama awal, yakni Desa Dapdap Putih. Nama itu berkaitan dengan sebuah cerita dari naskah lama tentang pohon dapdap dengan bunga berwarna putih.

Perjuangan tokoh dan warga desa membuahkan hasil. Menteri Dalam Negeri kemudian mengeluarkan surat keputusan No. 100.116117 Tahun 2022,  tanggal 9 November 2022. Isinya menetapkan kembali nama Desa Dapdap Putih untuk menggantikan nama Desa Tista.

Acara peresmian nama Desa Dapdap Putih dilaksanakan,  Minggu , 1 Januari 2023, dengan dihadiri pejabat terkait dari Pemkab Buleleng, serta tokoh-tokoh desa dan warga desa adat di Desa Dadpdap Putih.

Artinya, mulai 1 Januar 2023, desa itu scara resmi disebut dengan nama Desa Dapdap Putih. Tentu saja perubahan nama itu diikuti dengan perubahan nama dalam dokumen-dokumen administrasi seperti Kartu Tanda Penduduk, dan lain-lain.

Desa Dapdap Putih dengan luas wilayah 912 kilometer persegi. Jumlah penduduknya 4.640 jiwa. Desa itu sebagian besar terdiri dari lahan perkebunan, terutama kebun kopi dan salak gula.

“Astungkara atas dukungan seluruh masyarakat nama Desa Dapdap Putih kembali digunakan sebagai nama Desa yang memiliki sejarah penting mewarisi jejak leluhur yang harus dilestarikan,”kata Kepala Desa Dapdap Putih I Gede Marjaya di sela acara peresmian Minggu pagi itu.

Selain memiliki empat banjar dinas, Desa Dapdap Putih kini memiliki tiga desa adat, yakni Desa Adat Tista, Desa Adat Munduk Mengenu dan Desa Adat Munduk Tengah.

Dalam acara persemian itu Marjaya didampingi ketiga Bendesa Adat itu, masing-masing Bendesa Adat Tista I Nyoman Astawa, Bendesa Munduk Mengenu I Nyoman Sandi dan Bendesa Munduk Tengah I Nyoman Suija.

Tiga desa adat itu ditetapkan tahun 1996  berdasarkan Peraturan Daerah Pemerintah Kabupaten Buleleng, Nomor  9 Tahun 1996  tentang  Pembentukan  3 (tiga) Desa Pakraman, yaitu  Desa Pakraman Tista,  Desa Pakraman Munduk Mengenu  dan  Desa Pakraman Munduk Tengah.

Setelah tiga desa adat itu ditetapkan, entah kenapa terjadi pula perubahan nama Desa Dinas Dapdap Putih menjadi Desa Dinas Tista. “Entah apa sebabnya, masyarakat merasa tidak pernah mengetahui nya,”  kata Marjaya.

Artinya, saat itu, di desa itu terdapat persamaan nama Desa Tista sebagai desa dinas dan nama Desa Tista sebagai desa adat.  Artinya lagi, dalam satu wilayah pemerintahan desa, terjadi duplikasi penamaan antara Desa Pakraman Tista  dengan Desa Dinas Tista.

“Hal tersebut menimbulkan kerancuan administrasi pemerintahan desa. Sering terjadi salah sasaran komunikasi, karena kebiasaan penyebutan nama desa jarang diembel-embeli dengan kata ‘Dinas’ atau ‘Pakraman’ sehingga sering terjadi salah sasaran,” kata Marjaya.

Jro Bendesa Nyoman Astawa menambahkan ada beberapa alasan pengusulan, yang mendasari pengembalian nama Dapdap Putih. Antara lain, nama Tista di Bali cukup banyak, seperti Desa Tista di Karangasem, Tabanan dan di Buleleng sendiri ada di kawasan Bhaktiseraga.

Lantas yang tak kalah penting, nama Dapdap Putih mengandung jejak sejarah perjalanan Ida Rsi Markandya, berdasarkan  “ Rontal Batur Kelawasan Petak “ dan “ Rontal Bhuwana Tattwa Maharsi Markandheya “.

Terdapat  jejak-jejak situs yang ditinggalkan orang suci tersebut  di Bali, khususnya menjadi cikal bakal nama Dapdap Putih yang hingga kini diyakini memiliki cerita menarik untuk diketahui para generasi penerusnya.

Jejak Perjalanan Rsi Markandya

Lebih lanjut dijelaskan dalam naskah  tersurat bahwa pada awal abad ke 18 masehi, datanglah seorang Rsi Agung bernama Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Madura ke hutan Besturi di Desa  Sepang untuk napak tilas perjalanan (ngetut pemargin) “Pamoksan  Ida Maharsi Markandheya “  di Gunung Bhujangga (Gunung Patas).

Lantas, beberapa lama beliau melakukan yoga semadi disana, lalu beliau membangun tempat pemujaan widhi di hutan Besturi dan penyiwian Tirtha Sudamala di Tukad Mesiwi (Madewi). Kemudian membangun Pura Pemujaan Maharsi Markandheya di Asah Danu yang diberi nama Pura Kahyangan Maharsi Markandheya.

Suatu ketika, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Madura berkenan meneruskan perjalanan Dharma Yatra dan tiba dihulu sebuah sungai (Yeh Leh) dalam  alas / hutan rimba. Disana  beliau melakukan puja semadhi dan menempatkan 5 ( lima ) buah batu sebagai Taulan (tanda). 

Di kemudian hari oleh masyarakat  Dapdap Putih, ditempat dimana beliau melakukan Puja Semadhi tersebut, didirikan Parahyangan Widhi yang diberi nama Pura Taulan yang  disungsung oleh masyarakat  Desa Tista.  Pura tersebut berdampingan Pura Subak Gunung Renga, milik masyarakat Desa Pakraman Munduk Mengenu.

Konon diceriterakan, ada beberapa pemburu Warga Pasek Tangkas dari Desa Bujak (Sepang), dengan maksud berburu kijang. Sang pemburu secara tidak sengaja mengalami suatu musibah. Atas petunjuk niskala, pemburu tersebut diharuskan menghaturkan upacara ’maguru piduka’ di suatu tempat yang terdapat Batu Taulan, di hulu sebuah sungai, sebuah petilasan Ida Rsi Madura.

Sebelumnya diketahui bahwa Ida Rsi melakukan perjalanan menyusuri Tukad Panghyangan menuju keselatan, maka kelompok pemburu tersebut mencari Batu Taulan tersebut disekitar hulu Tukad Panghyangan. Lama dicari-cari, Batu Taulan tersebut tidak diketemukan. Dalam keputusasaan, para pemburu secara kebetulan, berjumpa seorang suci bernama Ida Mpu Dada Putih, dari Desa Gumuk Kancil, daerah Banyuwangi, yang datang ke alas Besturi, untuk napak tilas Pemoksan Ida Maharsi Markandheya.

Beliau memberi petunjuk, bahwa upacara tersebut dapat dilakukan ditempat yang dirasa cukup baik, dengan membuat  ”Turus Lumbung” dari pohon dapdap, sebagai ’”penyawangan”  Batu Taulan dimaksud.

Ternyata pohon “Dapdap”  tersebut tumbuh subur dan berbunga ”Putih”. 

Di kemudian hari, di tempat penyawangan ini, dibangun oleh masyarakat  sebagai tempat suci penyiwian widhi, yang diberi nama Pura Kahyangan Dapdap Putih. Sehingga wilayah di daerah itu disebut dengan nama Dapdap Putih. [T]

Cempaga/Majegau | Pohon Langka yang Menjadi Nama Desa Tua di Bali
Menghias Nasib Petani Tanaman Hias di Desa Petiga, IPB Internasional Turun Kebun
Seraya Popcorn, Usaha Kreatif Agus Tripayana Membangkitkan Jagung Desa Seraya
Tags: bulelengDesa Dapdap Putihnama desaRsi Markandeya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tips Jitu Saat Trekking Bagi Para Pemula

Next Post

Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”

Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co