6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali Jani Nugraha 2022 | Sthiraprana Duarsa, Dokter dan Kesetiaan Pada Puisi

tatkala by tatkala
November 29, 2022
in Persona
Bali Jani Nugraha 2022 | Sthiraprana Duarsa, Dokter dan Kesetiaan Pada Puisi

Sthiraprana Duarsa | Sumber foto: IG Sthiraprana Duarsa

Nama panjangnya Arya Warsaba Sthiraprana Duarsa. Di kalangan sastrawan di Bali ia dikenal dengan nama Sthiraprana Duarsa, akrab dipanggil Ary. Di kalangan dokter ia dipanggil Dokter Ary.

Ia memang seorang dokter, Tapi namanya sebagai penyair tetap kukuh, sejajar dengan penyair-penyair lain di Bali, juga di Indonesia. Ia menulis sejak SMP, dan ketika menjadi dokter, yang kini bertugas di RSUP Sanglah, ia tetap menulis puisi, juga cerpen, dan menerbitkan buku-buku puisi dan cerpen.

Ia bahkan masih memiliki waktu untuk bermain teater, seperti saat muda dulu. Bahkan, di usianya yang tergolong senior itu, ia mantap bermain teater. Ia sempat bermain monolog di halaman parkir RSUP Sanglah ketika Festival Monolog 100 Putu Wijaya tahun 2018.

Puisi seakan tak bisa lepas dari dalam dirinya hingga menjadi Kepala Humas dan Hukum Rumah Sakit Sanglah.

Pria kelahiran, Denpasar, 9 Februari 1964 ini memiliki pengalaman panjang dalam dunia sastra. Ia lahir dari seorang ibu rumah tangga, dan ayah seorang Guru Sekolah Pendidikjan Guru (SPG) yang memiliki kebiasaan membaca dan menulis.

Kebiasaan ayahnya itu barangkali menurun padanya, sehingga ketika duduk di bangku SMP Negeri 1 Denpasar, ia dipercaya mengurus Majalah Dinding. Ia memilih karya-karya teman-teman yang pantas masuk dalam Majalah Dinding sekolah.

“Mulai saat itu, saya kemudian tertarik dengan sastra. Walau saat itu, menulis sedikit-sedikit,” kata Ary.

Kegiatan sastra kemudian berlanjut kejenjang pendidikan SMA. Ketika menjadi siswa SMA Negeri 1 Denpasar, ia dipercaya mengurus majalah sekolah. Ia memasukan puisi-puisi hasil karya teman-temannya, juga karyanya sendiri.

Puisi-puisi itu, bukan hanya menghiasi majalah dinding SMA Negeri 1 Denpasar, tetapi juga dimuat di Bali Post.

“Saat itu ada teman yang mengajak untuk mengirim puisi ke Bali Post. Saya sesungguhnya tidak mengerti, tetapi ikut saja. Ternyata puisi saya dimuat dalam rubric “Pawai Sekolah”. Wah, senang sekali rasanya saat puisi bisa dimuat,” kenangnya.

Sejak itu, ayah dari tiga putra ini menjadi lebih semangat menulis puisi. Apalagi, Alm. Umbu Landu Paranggi, pengasuh rubrik tersebut begitu lihai mencambuk semangat anak-anak muda dalam menulis puisi.

Ia kemudian terus mengirim puisi ke Bali Post, sehingga awalnya dimuat dalam rubrik Pawai Sekolah, lalu masuk dalam kompetisi, selanjutnya masuk kompetisi promosi yang akhirnya masuk rubrik budaya yang keterusan sampai saat ini. Ary yang kreatif juga memiliki komunitas sesama penulis, sehingga setelah tamat SMA tahun 1982, ia selalu menjaga kebersamaan itu.

Kebersamaan itu, ditandai dengan kegiatan gradag-grudug di SPG Denpasar sekitar 1985. Ia mendengar ada lomba drama modern se Bali, sehingga sepakat untuk ikut. Hanya saja, teater sudah terbentuk itu belum memiliki nama. Karena mendesak, ia bersama teman-temannya sepakat memberi nama “Sanggar Minum Kopi” karena sering ngopi-ngopi.

Saat lomba itu, Ary sendiri bertugas sebagai sutradara yang memainkan naskah yang sudah disiapkan panitia. Saat itu, Ary terpilih sebagai sutradara terbaik III. Semenjak itu, Sanggar Minum Kopi semakin namanya besar dan mengema ke seluruh Indonesia. Itu karena setiap tahunnya melaksanakan lomba baca puisi, dan penulissan puisi.

“Sayangnya, pada 1995 Sanggar Minum Kopi fakum secara permanen karena kesibukan masing-masing,” katanya.

Sanggar Minum Kopi yang didirikannya bersama teman-temannya itu ibarat sebagai kompor yang memantik bangkitnya kelompok-kelopok sastra lainnya. Sanggar Minum Kopi tak hanya local, tetapi terdengar di Indonesia.

“Ketika menggelar lomba penulisan puisi, pesertanya selalu membludak yang datang langsung ke Bali,” sebutnya.

Sanggar Minum Kopi juga membuat Bulletin Sastra, sebagai sarana untuk menampilkan karya-karya sastra. Sayangnya, baru 3 atau 4 pernerbitan, bulletin itu kemudaian macet. Saat itu susah, karena semua biaya mencari sendiri. Namun, semangat itu terus berlanjut, maka lahir “Cak” yang juga memuat karya sastra. Penerbitan buletan ini dalam bentuk yang lebih mewah.

Saat itu, Ary hanya mengisi saja, karena setelah tamat Kedokteran Universitas Udayana 1989, ia mendapat penempatan pertama di Sulawesi Utara. “Saya yang berangkat ke Sulawesi Utara pada Agustus 1990 itu, lalu teman-tema yang lain melanjutkan,” imbuhnya.

Walau sedang bertugas di Puskesmas Momalia, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, namun kegiatan menulis puisi tak pernah putus. Bahkan, kegiatan itu semakin aktif sebagai pengisi waktu disaat santai. Ia bahkan sempat mengikuti lomba menulis puisi yang diselenggarakan Yayasan Taraju Sumatera Barat, dan berhasil masuk 10 besar.

Pengalaman batin menghadapi sistuasi yang berbeda itu akhirnya banyak melahirkan karya-karya puisi. Ary bahkan menerbitkan buku kumpulan puisi “Bagian dari Dunia” pertama di Sulawesi pada 1994. Selanjutnya, Ary pulang ke Bali pada 1995 dan bertugas di Rumah Sakit Sanglah.

Buku kumpulan puisi kedua, kemudian terbit pada 2007, judulnya “Pulang Kampung”. Buku itu lahir setelah ia mengalami kefakuman menusli puisi yang begitu lama. Disana ada kerinduan untuk menulis puisi, maka ia pulang kampung puisi.

Ketika sudah berada di kampung, ia lalu membuat buku kumpulan cerpen pada 2014. Membuat cerpen bukan hal aneh baginya, sebab Ary sebelumnya beberapa kali telah memenangkan lomba cerpen. Karya-karya cerpennya juga sering dimuat di Bali Post. Berselang lima tahun kemudian, tepatnya pada 2019 lalu Ary menulis buku kumpulan puisi tunggal ke-3 berjudul “Otobiografi Kejahatan”.

Bukan hanya urusan menulis, diusianya yang semakin senja itu, alumnus Magister Manajemen Undiknas Denpasar ini juga aktif bermain teater. Ia tampil memeriahkan 1100 pentas monolog yang digagas Putu Satria. Ia sempat tampil bermain teater di Lapangan Parkir Rumah Sakit Sanglah, dan kedua bermain teater di SMP 1 Denpasar bertajuk Monolog 3 Dokter bersama dr Sahadewa dan Eka Kusmawan.

“Dokter menekuni sastra, itu tidak aneh, dan profesi dokter dan sebagai penyair itu bukan berlamawanan arah,” ujarnya.

Dokter itu, penting memilik art and science (seni dan ilmu). Dalam dunia kedokteran juga ada seni. Dokter yang melakukan pendekatan dan berkomunikasi dengan pasien itu dilakukan dengan seni. Seorang dokter tidak melakukan science secara full.

“Memang, tak semua dokter melakukan hal itu, tergantung dari cara mereka berkomunikasi karena masing-masing memiliki cara seninya. Dalam metetapkan diagnose juga ada seninya. Missal pasien panas, nah untuk mencari penyakitnya itulah seni. Disana perlu kepekaan dan intuisi yang terasah,” papar Ary.

Dengan menggeluti puisi itu, akan dapat melatih kepekaan. Ketika melihat kejadian, fakta dan pengalaman itu yang kemudian dituangkan ke dalam tulisan. Kalau tidak peka melihat sesuatu kejadian, maka tidak akan bisa menulis. Walau Ary sering bergelut dan memiliki segudang pengalaman dalam dunia medis, namun puisi-piusi yang ia lahirkan cukup beragam. Pengalaman hidup sehari-hari yang bisa ia tulis.

“Apapun bisa ditulis. Puisi tentang rumah sakit, pada saat pandemik Covid-19 juga bisa ditulis,” imbuh penulis puisi “Menginggalnya Seorang Dokter” ini.

Karena itu, pertimbangan Ary Duarsa memilih kuliah kedokteran. Profesi sebagai dokter tidak menghambat kesenian, justru menambah wawasan. Selain itu, kuliah kedokteran memang harpan orang tua. Kebetulan juga saudara-saudaranya juga banyak yang menjadi dokter. Semua puisi-puisinya berkesan karena yang ditulis merupakan repleksi dari perasaannya.

“Saya merasakan sesuatu yang berkesan, kalau tak berkesan maka tak mungkin menuangkan ke dalam tulisan,” katanya.

Dalam menggeluti sastra, Ary Duarsa telah menerbitkan buku Bagian Dari Dunia, Antologi Puisi tunggal (1994), Pulang Kampung, Antologi Puisi tunggal (2007), Rumah Kenangan, Kumpulan Cerita Pendek tunggal (2014), Autobiografi Kejahatan, Kumpulan Puisi tunggal (2019), Sajak-Sajak Refleksi Setengah Abad Indonesia, Antologi puisi bersama (1995), Menegeria 4, Antologi puisi bersama (2000), Bali, The Morning After, Antologi puisi bersama (2000), Antologi Puisi Bali, Antologi puisi bersama (2006), Cinta Disucikan Kehidupan Dirayakan, Antologi puisi bersama (2007), Dendang Denpasar Nyiur Sanur, Antologi puisi bersama (2012), When The Days Were Raining, Antologi puisi bersama (2019) dan Blengbong, Antologi puisi bersama (2021).

Ary Duarsa juga sempat meraih penghargaan Taraju Award (1994) dan Widya Pataka (2014).

Atas pengabdian, kegigihan dan keteguhan dr.Arya Warsaba Sthiraprana Duarsa dalam membina, melestarikan, dan mengembangkan seni sastra dan budaya Bali tanpa mengenal lelah dan putus asa , Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi dengan memberikan penghargaan Bali Jani Nugraha Tahun 2022. [T][Ole/*]

Bali Jani Nugraha 2022 | Putu Wijaya dan Spirit Tradisi Bali
Bali Jani Nugraha 2022 | Dhenok Kristianti dan Hembusan Napas Bali dalam Puisi-puisinya
Bali Jani Nugraha 2022 | Mas Ruscitadewi Dalam Dunia Cerita Anak-anak
Tags: Festival Seni Bali Jani 2022kesenian baliPuisisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Jani Nugraha 2022 | Putu Wijaya dan Spirit Tradisi Bali

Next Post

Bali Jani Nugraha 2022 | I Wayan Dibia dan Tiga Hal Penting dalam Seni Kontemporer

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails

Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

by I Nyoman Darma Putra
February 26, 2026
0
Mengenal David Stuart Fox, Peneliti Belanda yang Menyumbangkan 30 Koleksi Lontar ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Di tengah inisiatif repatriasi artefak atau warisan budaya Indonesia dari Belanda, ada usaha personal seorang peneliti Bali yang tinggal di...

Read moreDetails

Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

by Angga Wijaya
February 22, 2026
0
Maya Menulis Tantra  —Percakapan Tentang Tubuh dan Tabu

SAYA datang lebih dulu, seperti kebiasaan lama yang sulit hilang sejak menjadi wartawan. Duduk sendirian memberi waktu untuk mengamati orang-orang,...

Read moreDetails

Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
Kevin dan Panggung yang Ia Tafsir —Dari SMAN 1 Kuta Selatan, Lahir Dalang Muda Berbakat

DI sebuah pementasan karya guru dan siswa SMAN 1 Kuta Selatan, Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati, pada Sabtu...

Read moreDetails

Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

by Dede Putra Wiguna
January 10, 2026
0
Dari Kebun ke Mimbar Guru Besar: Prof. I Wayan Suanda dan Ilmu yang Tetap Membumi

TAHUN 2026 baru berjalan beberapa hari ketika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mencatat peristiwa penting dalam sejarah akademiknya. Rabu,...

Read moreDetails

Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

by Dede Putra Wiguna
December 29, 2025
0
Konsisten Merawat Lingkungan, Nyoman Wirayuni Berhasil Raih Penghargaan Gender Champion dari Pemkot Denpasar

BERTEPATAN dengan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025, Senin, 22 Desember 2025, di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Nyoman Wirayuni, SH.,...

Read moreDetails
Next Post
Bali Jani Nugraha 2022 | I Wayan Dibia dan Tiga Hal Penting dalam Seni Kontemporer

Bali Jani Nugraha 2022 | I Wayan Dibia dan Tiga Hal Penting dalam Seni Kontemporer

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co