2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Relaksasi: Melahirkan Tak Lagi Menegangkan, Justru Menyenangkan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
November 4, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Kehamilan dan melahirkan adalah proses alami yang semestinya dijalani sealami mungkin. Tapi kenyataannya tidaklah demikian, karena sering kali kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan menghinggapi pikiran para ibu yang sedang hamil terutama pada ibu-ibu yang hamil untuk  pertama kali.

Rasa cemas dan rasa takut yang menghinggapi ibu-ibu saat menjalani kehamilan punya penyebab yang beragam.  Antara lain, takut keguguran, takut kehilangan pekerjaan, takut kehamilannya bermasalah misalnya bayi cacat dan bahkan takut menghadapi persalinan.

Apalagi, ibu-ibu itu sering mendengar cerita-cerita tentang melahirkan di tengah-tengah masyarakat. Misalnya cerita-cerita tentang kelahiran yang menegangkan, menakutkan, menyakitkan. Bahkan ada cerita yang menyebut melahirkan lebih menegangkan dibanding dengan peristiwa apa pun dalam hidup kita. 

Bahkan di Bali, tetua kita kerap mengatakan melahirkan itu seperti “megantung bok akatih”. Artinya, tergantung dengan sehelai rambut.

Informasi tentang proses melahirkan yang tidak mengenakkan itulah yang biasanya terus didengar orang-orang sejak kecil. Sehingga tidak mengherankan, saat hamil dan menunggu kelahiran, ibu-ibu menjadi tegang. Barangkali karena tanpa disadari ketakutan pada proses melahirkan telah tertanam sejak lama di alam pikiran bawah sadar.

Pertanyaannya sekarang, mungkinkah melahirkan itu menyenangkan? Jawabannya sangat mungkin.

Tubuh kita sudah sangat sempurna, mekanisme yang ada pada tubuh sudah diciptakan sangat sempurna termasuk mekanisme melahirkan. Sehingga tidak jarang kita juga mendengarkan cerita pengalaman ibu-ibu yang melahirkan justru mengaku menyenangkan dan membahagiakan.

Semua itu tidak lepas dari faktor pikiran itu sendiri.  Ketika kita dilanda derasnya arus informasi tentang hal-hal yang menyakitkan dan menegangkan dalam proses kelahiran, maka hal-hal semacam itulah yang akan tertanam dalam pikiran bawah sadar.

Untuk itu, sebaiknya ibu-ibu menghapus dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif saat menghadapi persalinan.  Bagaimana caranya? Mulailah dari diri sendiri. Seain diri sendiri, adalah tugas bersama juga untuk menghapuskan kebiasaan-kebiasaan berpikir negati saat menghadapi persalinan, antara lain tugas orang-orang di lingkungan sekitar, masyarakat umum, dan tentu saja tugas pelayan medis termasuk bidan dan dokter.

Pelayan medis tentu paling penting. Karena Informasi yang paling dipercaya oleh ibu-ibu adalah pelayan medis. Untuk itulah, afirmasi dan sugesti-sugesti yang positif harus selalu dibangun oleh pelayan medis dan disampaikan ke ibu-ibu dalam hal ini sebagai pasien.

Dr. Sarah Brewer, dalam bukunya “Super Baby” dikatakan, bahwa pada dasarnya sejak wanita hamil, tubuhnya sudah memproduksi suatu zat yang bernama pregnanolone yang berfungsi sebagai obat penenang atau pereda stress alami.

Jika ibu-ibu yang sedang hamil mengalami stress berlebihan atau selalu panik maka pregnanolone dalam tubuhnya tidak mampu mengatasi stress yang berlebihan, Dan jika begitu kondinya, maka akan berdampak tidak baik buat ibu dan bayi di dalam kandungan. Akibat-akibat yang tak diinginkan kemungkinan bisa terjadi, seperti hipertensi dalam kehamilan, kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah dan masih banyak lagi dampak tidak baik yang bisa ditimbulkannya.

Stress merupakan bagian dari hidup yang normal dan terjadi disepanjang hidup kita. Memang tidak semua stress berdampak negatif justru stress ketika dikelola dengan baik akan dapat berdampak positif seperti dapat memberi semangat ekstra atau motivasi yang lebih untuk mencapai suatu tujuan.

Stress itu seperti respons “Fight or Flight”, sebuah reaksi pikiran bawah sadar yang primitif yang dipicu oleh sistem saraf otonom. Saat stress, maka otak akan melepaskan hormon stress seperti kortisol, epinephrine, juga adrenalin dengan akibat-akibatnya yang tentunya hal tersebut bisa dirasakan oleh bayi yang masih ada dalam kandungan.

Walter Makinchen, seorang healer atau penyembuh dalam bukunya “Spirit Babies, How to Communicate With the Child You are Meant to Have” mengatakan bahwa spirit telah terbentuk sejak terjadinya konsepsi, yang merupakan sumber kehidupan manusia, sumber pengetahuan dan sumber kemampuan.

Spirit adalah gabungan energi-energi yang dimilikinya yang bersatu dengan energi Tuhan, yang merupakan modal manusia dalam kelahiran dan kehidupannya di masa yang akan datang.

Mental dan fisik janin yang berkembang didalam rahim dipengaruhi oleh kondisi fisik, mental, dan spiritual ibunya. Pada saat janin masih didalam kandungan dan pada saat janin dilahirkan, proses yang dialami ibunya merupakan peletakkan dasar bagaimana janin ini menghadapi stress kehidupan kedepannya.

Kehamilan dan persalinan yang nyaman dan menyenangkan tentunya sangat diperlukan dan menjadi salah satu penentu kualitas anak kita ke depannya. Kuncinya mulai membangun dan menginput informasi-informasi yang positif dengan afirmasi-afirmasi positif tentang kehamilan dan persalinan.

Bagaimana caranya, salah satu cara yang bisa dilakukan agar mampu menjalani proses kehamilan dan persalinan yang aman, nyaman dan menyenangkan adalah dengan relaksasi.

Relaksasi adalah tehnik untuk mencapai kondisi relaks, metoda relaksasi (prenatal relaxation) akan sangat bermanfaat bagi mereka selama menjalani kehamilan dan proses melahirkan. Pada saat ibu hamil dalam kondisi relaksasi maka otot-otot dinding perut dan rahim juga dalam kondisi rileks. Hal ini akan dapat meningkatkan aliran darah ke rahim dan meningkatkan jumlah oksigen dan zat-zat gisi yang dibutuhkan bayi.

Selain itu, dalam pikiran dan badan rileks maka akan diproduksi hormon endorphin yang menurunkan stress dan menurunkan rasa sakit yang dikeluhkan saat melahirkan.

Metoda relaksasi (prenatal relaxation) adalah pertama ditemukan dan dikembangkan oleh Marie F. Mongan, M.Ed,M.Hy, seorang hipnoterapis di Central New Hampshire, Amerika pada tahun 1989. Metode ini merupakan salah satu tehnik swasugesti yang dikembangkan berdasarkan keyakinan bahwa dengan persiapan melahirkan yang holistik atau menyeluruh (body, mind , and soul) maka saat melahirkan, ibu hamil dan pendampingnya ( suami) dapat melalui pengalaman melahirkan yang aman, nyaman dan menyenangkan, jauh dari rasa takut yang menimbulkan ketegangan dan rasa sakit yang berlebihan.

Beberapa manfaat yang bisa didapat dari prenatal relaxation adalah, relaksasi merupakan formula dasar yang alami dari paint managemen, karena dapat meningkatkan endorphin dalam tubuh yang mampu menghadirkan rasa nyaman, tenang, aman dan mengurangi rasa nyeri pada saat menjelang kelahiran dan  saat melahirkan. Sehingga ibu hamil akan mampu mengontrol sensasi rasa sakit pada saat kontraksi uterus/rahim.

Martin, AA, et al (2001) menyatakan dengan prenatal relaxation dapat mempercepat kala persalinan dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi dan mempercepat penyembuhan pada post partum.

Sedangkan manfaat untuk bayi tentunya akan bisa menghadirkan getaran tenang dan damai yang dirasakan oleh bayi yang merupakan dasar perkembangan jiwa (SQ), pertumbuhan janin lebih sehat karena keadaan tenang akan memberikan asupan 02, nutrisi yang optimal dan memberikan hormon-hormon yang seimbang ke janin lewat plasenta.

Relaksasi (prenatal relaxation) dapat dilakukan di mana saja dan kapan pun juga tanpa ada komplikasi atau dampak tidak baik. [T]

Bersatu Kita Lahir, Bersatu Kita Hidup
Budaya Perlakuan Plasenta, Kearifan Lokal Sarat Makna
Biarkan Bayi Memilih Hari Kelahirannya Sendiri
Tags: bayi dan anakDokter Caputkesehatanpersalinan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Awal Tahun Gaji Perbekel Biasa Tertunda | Lihadnyana Minta Tahun 2023 Tepat

Next Post

Puisi-puisi Santi Dewi | Di Bawah Pohon Hujan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Santi Dewi | Di Bawah Pohon Hujan

Puisi-puisi Santi Dewi | Di Bawah Pohon Hujan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co