23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Relaksasi: Melahirkan Tak Lagi Menegangkan, Justru Menyenangkan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
November 4, 2022
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

Kehamilan dan melahirkan adalah proses alami yang semestinya dijalani sealami mungkin. Tapi kenyataannya tidaklah demikian, karena sering kali kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan menghinggapi pikiran para ibu yang sedang hamil terutama pada ibu-ibu yang hamil untuk  pertama kali.

Rasa cemas dan rasa takut yang menghinggapi ibu-ibu saat menjalani kehamilan punya penyebab yang beragam.  Antara lain, takut keguguran, takut kehilangan pekerjaan, takut kehamilannya bermasalah misalnya bayi cacat dan bahkan takut menghadapi persalinan.

Apalagi, ibu-ibu itu sering mendengar cerita-cerita tentang melahirkan di tengah-tengah masyarakat. Misalnya cerita-cerita tentang kelahiran yang menegangkan, menakutkan, menyakitkan. Bahkan ada cerita yang menyebut melahirkan lebih menegangkan dibanding dengan peristiwa apa pun dalam hidup kita. 

Bahkan di Bali, tetua kita kerap mengatakan melahirkan itu seperti “megantung bok akatih”. Artinya, tergantung dengan sehelai rambut.

Informasi tentang proses melahirkan yang tidak mengenakkan itulah yang biasanya terus didengar orang-orang sejak kecil. Sehingga tidak mengherankan, saat hamil dan menunggu kelahiran, ibu-ibu menjadi tegang. Barangkali karena tanpa disadari ketakutan pada proses melahirkan telah tertanam sejak lama di alam pikiran bawah sadar.

Pertanyaannya sekarang, mungkinkah melahirkan itu menyenangkan? Jawabannya sangat mungkin.

Tubuh kita sudah sangat sempurna, mekanisme yang ada pada tubuh sudah diciptakan sangat sempurna termasuk mekanisme melahirkan. Sehingga tidak jarang kita juga mendengarkan cerita pengalaman ibu-ibu yang melahirkan justru mengaku menyenangkan dan membahagiakan.

Semua itu tidak lepas dari faktor pikiran itu sendiri.  Ketika kita dilanda derasnya arus informasi tentang hal-hal yang menyakitkan dan menegangkan dalam proses kelahiran, maka hal-hal semacam itulah yang akan tertanam dalam pikiran bawah sadar.

Untuk itu, sebaiknya ibu-ibu menghapus dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif saat menghadapi persalinan.  Bagaimana caranya? Mulailah dari diri sendiri. Seain diri sendiri, adalah tugas bersama juga untuk menghapuskan kebiasaan-kebiasaan berpikir negati saat menghadapi persalinan, antara lain tugas orang-orang di lingkungan sekitar, masyarakat umum, dan tentu saja tugas pelayan medis termasuk bidan dan dokter.

Pelayan medis tentu paling penting. Karena Informasi yang paling dipercaya oleh ibu-ibu adalah pelayan medis. Untuk itulah, afirmasi dan sugesti-sugesti yang positif harus selalu dibangun oleh pelayan medis dan disampaikan ke ibu-ibu dalam hal ini sebagai pasien.

Dr. Sarah Brewer, dalam bukunya “Super Baby” dikatakan, bahwa pada dasarnya sejak wanita hamil, tubuhnya sudah memproduksi suatu zat yang bernama pregnanolone yang berfungsi sebagai obat penenang atau pereda stress alami.

Jika ibu-ibu yang sedang hamil mengalami stress berlebihan atau selalu panik maka pregnanolone dalam tubuhnya tidak mampu mengatasi stress yang berlebihan, Dan jika begitu kondinya, maka akan berdampak tidak baik buat ibu dan bayi di dalam kandungan. Akibat-akibat yang tak diinginkan kemungkinan bisa terjadi, seperti hipertensi dalam kehamilan, kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah dan masih banyak lagi dampak tidak baik yang bisa ditimbulkannya.

Stress merupakan bagian dari hidup yang normal dan terjadi disepanjang hidup kita. Memang tidak semua stress berdampak negatif justru stress ketika dikelola dengan baik akan dapat berdampak positif seperti dapat memberi semangat ekstra atau motivasi yang lebih untuk mencapai suatu tujuan.

Stress itu seperti respons “Fight or Flight”, sebuah reaksi pikiran bawah sadar yang primitif yang dipicu oleh sistem saraf otonom. Saat stress, maka otak akan melepaskan hormon stress seperti kortisol, epinephrine, juga adrenalin dengan akibat-akibatnya yang tentunya hal tersebut bisa dirasakan oleh bayi yang masih ada dalam kandungan.

Walter Makinchen, seorang healer atau penyembuh dalam bukunya “Spirit Babies, How to Communicate With the Child You are Meant to Have” mengatakan bahwa spirit telah terbentuk sejak terjadinya konsepsi, yang merupakan sumber kehidupan manusia, sumber pengetahuan dan sumber kemampuan.

Spirit adalah gabungan energi-energi yang dimilikinya yang bersatu dengan energi Tuhan, yang merupakan modal manusia dalam kelahiran dan kehidupannya di masa yang akan datang.

Mental dan fisik janin yang berkembang didalam rahim dipengaruhi oleh kondisi fisik, mental, dan spiritual ibunya. Pada saat janin masih didalam kandungan dan pada saat janin dilahirkan, proses yang dialami ibunya merupakan peletakkan dasar bagaimana janin ini menghadapi stress kehidupan kedepannya.

Kehamilan dan persalinan yang nyaman dan menyenangkan tentunya sangat diperlukan dan menjadi salah satu penentu kualitas anak kita ke depannya. Kuncinya mulai membangun dan menginput informasi-informasi yang positif dengan afirmasi-afirmasi positif tentang kehamilan dan persalinan.

Bagaimana caranya, salah satu cara yang bisa dilakukan agar mampu menjalani proses kehamilan dan persalinan yang aman, nyaman dan menyenangkan adalah dengan relaksasi.

Relaksasi adalah tehnik untuk mencapai kondisi relaks, metoda relaksasi (prenatal relaxation) akan sangat bermanfaat bagi mereka selama menjalani kehamilan dan proses melahirkan. Pada saat ibu hamil dalam kondisi relaksasi maka otot-otot dinding perut dan rahim juga dalam kondisi rileks. Hal ini akan dapat meningkatkan aliran darah ke rahim dan meningkatkan jumlah oksigen dan zat-zat gisi yang dibutuhkan bayi.

Selain itu, dalam pikiran dan badan rileks maka akan diproduksi hormon endorphin yang menurunkan stress dan menurunkan rasa sakit yang dikeluhkan saat melahirkan.

Metoda relaksasi (prenatal relaxation) adalah pertama ditemukan dan dikembangkan oleh Marie F. Mongan, M.Ed,M.Hy, seorang hipnoterapis di Central New Hampshire, Amerika pada tahun 1989. Metode ini merupakan salah satu tehnik swasugesti yang dikembangkan berdasarkan keyakinan bahwa dengan persiapan melahirkan yang holistik atau menyeluruh (body, mind , and soul) maka saat melahirkan, ibu hamil dan pendampingnya ( suami) dapat melalui pengalaman melahirkan yang aman, nyaman dan menyenangkan, jauh dari rasa takut yang menimbulkan ketegangan dan rasa sakit yang berlebihan.

Beberapa manfaat yang bisa didapat dari prenatal relaxation adalah, relaksasi merupakan formula dasar yang alami dari paint managemen, karena dapat meningkatkan endorphin dalam tubuh yang mampu menghadirkan rasa nyaman, tenang, aman dan mengurangi rasa nyeri pada saat menjelang kelahiran dan  saat melahirkan. Sehingga ibu hamil akan mampu mengontrol sensasi rasa sakit pada saat kontraksi uterus/rahim.

Martin, AA, et al (2001) menyatakan dengan prenatal relaxation dapat mempercepat kala persalinan dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi dan mempercepat penyembuhan pada post partum.

Sedangkan manfaat untuk bayi tentunya akan bisa menghadirkan getaran tenang dan damai yang dirasakan oleh bayi yang merupakan dasar perkembangan jiwa (SQ), pertumbuhan janin lebih sehat karena keadaan tenang akan memberikan asupan 02, nutrisi yang optimal dan memberikan hormon-hormon yang seimbang ke janin lewat plasenta.

Relaksasi (prenatal relaxation) dapat dilakukan di mana saja dan kapan pun juga tanpa ada komplikasi atau dampak tidak baik. [T]

Bersatu Kita Lahir, Bersatu Kita Hidup
Budaya Perlakuan Plasenta, Kearifan Lokal Sarat Makna
Biarkan Bayi Memilih Hari Kelahirannya Sendiri
Tags: bayi dan anakDokter Caputkesehatanpersalinan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Awal Tahun Gaji Perbekel Biasa Tertunda | Lihadnyana Minta Tahun 2023 Tepat

Next Post

Puisi-puisi Santi Dewi | Di Bawah Pohon Hujan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Santi Dewi | Di Bawah Pohon Hujan

Puisi-puisi Santi Dewi | Di Bawah Pohon Hujan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co