6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bukan Hanya Hindu (di) Bali: Hindu (di) India Lebih Awal Terbelah Gerakan Sai Baba & Hare Krishna

Sugi Lanus by Sugi Lanus
October 30, 2022
in Esai
Aksara Membaca Aksara,  Lontar Membaca Lontar

—Catatan Harian Sugi Lanus, 19 Oktober 2022

[][][]

1. Tahun 2014 terjadi perdebatan sengit, bahkan panas dan saling hujat di saluran media di India. Seorang guru yang disucikan di India Shankaracharya Swami Swaroopanand mengatakan bahwa “Sai Baba dari Shirdi bukanlah simbol persatuan Hindu-Muslim dan tidak boleh disembah karena dia adalah manusia, dan bukan Tuhan.”

[Sai Baba dari Shirdi ini percaya kemudian terlahir menjadi Sathya Sai Baba, yang dipercaya melanjutkan misi yang sama].

Swami Swaroopanand juga menyatakan ketidaksetujuannya atas pembangunan kuil Sai Baba dengan mengatakan bahwa itu hanyalah cara menghasilkan uang atas nama manusia spiritual. Imbuhnya, “Sai Baba tentu bukan titisan Tuhan, karena hanya ada 24 titisan Dewa Wisnu, seperti yang disebutkan dalam Sanatan Dharma. Menyembah Sai Baba adalah konspirasi untuk menciptakan perpecahan di antara umat Hindu.”

Bahkan secara jelas Swami Swaroopanand meminta, “Pengikut atau penyembah SAI BABA harus disucikan dengan menjalani proses SHUDIDHIKARAN (dalam Hindu di Indonesia disebut sebagai SUDHIWIDANI) atau UPACARA PEMURNIAN dan berhenti menyembah Sai Baba.”

Pernyataan tersebut disampaikan Shankaracharya Swami Swaroopanand di depan NewsNationTV dan media besar di India lainnya. Muncul kontraversi dan perdebatan yang memecah warga Hindu di India. Perdebatan sengit ini disiarkan melalui berbagai saluran TV di India.

  • https://www.youtube.com/watch?v=1UdfgLWCmf8
  • https://www.youtube.com/watch?v=iPY1kHDzz38
  • https://www.youtube.com/watch?v=ZVl21Y1QNns
  • https://www.youtube.com/watch?v=cI_dGhFAZW4
  • https://www.indiatoday.in/india/north/story/do-not-worship-shirdi-sai-baba-says-shankaracharya-197972-2014-06-23
  • https://www.oneindia.com/india/sai-baba-not-god-he-was-a-muslim-hindus-dont-worship-him-shankaracharya-1474764.html
  • https://english.newsnationtv.com/exclusive/news/perform-shuddhikaran-and-stop-worshipping-sai-baba-shankaracharya-tells-hindus-48093.html

2. Sementara itu, ISKCON di tengah masyarakat India membuat ketersinggungan keras dari semenjak Hare Krishna (HK) mulai menyebarkan ajarannya yang hanya membenarkan penyembahan Krishna di India, dan menolak menyembahan lain.

Pengikut dan guru-guru HK mengatakan “Hanya Krishna yang harus disembah dan penyembahan dewa-dewa lain dikutuk.

Ketersinggungan ini sampai sekarang masih menjalar di komunitas India yang tidak terima ajaran HK yang menyalahkan penyembahan lain selain terhadap Krishna.

  • https://www.quora.com/Why-does-ISKCON-Say-That-Only-Krishna-Should-Be-Worshiped-and-worship-of-other-gods-is-Condemned

Alok Kumar Singh, seorang pengamat sosial yang ikut berdebat dalam forum debat ini menyatakan ketersinggungannya atas ajaran HK yang berusaha secara sistematis menghapuskan perayaan lokal di India yang tidak seusai dengan paham HK.

Opininya, “ISKCON mencoba untuk mengubah agama Hindu menjadi agama monoteistik Semit yang pada dasarnya mungkin adalah agama Hindu tetapi jelas tidak dalam praktiknya. Gerakan serupa aktif di seluruh bagian utara India yang disebut ‘Radhe Krishna’. Mereka telah mengubah sapaan tradisional ‘Ram Ram’ menjadi ‘Radhe Radhe’.”

Ia menambahkan, lebih dari 50% dari desanya telah dikonversi menjadi pengikut HK. Disebutkan, “Awalnya mereka bahkan membuang festival populer seperti ‘Lakshmi Ganesh Puja’ selama Diwali dan festival Bihar ‘Chath Puja’ yang paling dihormati.”

Kontraversi besar menjalar di berbagai belahan India, dan komunitas lokal yang punya tradisi lokalnya masing-masing, akibat HK hanya membenarkan penyembahan Krishna semata, atau harus ikut keyakinan dan ajaran HK melulu, dan berusaha secara sistematis menghapuskan pemujaan lain dalam Hindu di India.

3. Secara umum pengikut HK (ISKCON) dan garis spiritual Adi Shankaracharya di India berseberangan. Keduanya mengikuti dua aliran pemikiran yang berbeda, dengan tujuan akhir yang juga berbeda.

Adi Shankaracharya adalah penyebar aliran pemikiran Advaita (non dualitas) sedangkan HK mengikuti “achintya bheda bhed tattva” yang berusaha mempertemuan advaita dan dvaita dengan versi teologi HK.

“Achintya bheda bhed tattva” mempertimbangkan secara bersamaan perbedaan dan kesamaan yang tak terbayangkan antara jiwa dan Brahman. Sedangkan advaita menganggap keduanya sama (di luar kita ada perbedaan dalam pengetahuan dan realisasi diri).

Pemikiran advaitin memandang dunia material sebagai “maya”, sedangkan ajaran HK menganggap dunia itu nyata bersifat sementara. Menurut ajaran HK, kesementaraan dunia material membuatnya tampak seperti ilusi. Cara pikir ini sepertinya tidak serius bagi yang tidak serius memikirkan aspek teologi kedua ajaran ini, namun  jelas bahwa keduanya secara teologis dan kefilsafatan tidak saling bersepakat, dan pada titik tertentu nantinya mempengaruhi pola pemujaan masing-masing yang punya potensi berbenturan. Pada titik waktu tertentu akan berbenturan. Secara filosofis akan saling menjungjung kebenarannya masing-masing yang bisa menimbulkan dampak benturan antar pengikutnya.

4. Apa yang terjadi di Indonesia, keterbelahan di Parisada dan umat Hindu di Bali, secara umum punya kemiripan dengan yang terjadi di India; yang akan memang sangat berbeda adalah dampaknya. Di Bali dampak persebaran gerakan HK dan Sai Baba kemungkinan melahirkan benturan lebih tinggi dan serius.

Kenapa benturannya HK dan Hindu di Bali akan menjadi lebih serius dibandingkan di India?

Yang dibentur oleh HK dan Sai Baba di Bali adalah sistem UPAKARA BALI, DIKSA dan sistem PARAHYANGAN (dengan sistem pemujaan dan ritual lokalnya DESA MAWACARA yang sangat beragam), yang keduanya sedemikian sangat mengakar di masyarakat yang tidak terpisahkan dengan sistem pemerintahan desa pakraman (atau Adat Hindu Bali), yang tidak terpisahkan antara pemerintahan tradisional desa. Sistem memujaan dan parahyangan-parahyangan di masing-masing desa yang terkoordinasi dengan aturan adat yang terbingkai dalam DESA PAKRAMAN.

5. Gerakan HK dan Sai Baba sudah terbaca:

Pertama-tama, akan mengantikan sistem diksa atau inisisasi pemimpin Hindu setempat (sama dengan yang dikerjakan di India).

Kedua, akan mengantikan dan menghapus upacara-upacara suci, piodalan, festival, serta ritual lokal lainnya dengan yang dipercayai atau dianut HK dan Sai Baba (yang ini juga dikerjakan oleh kedua kelompok ini di India dengan menghapuskan pemujaan lain dan mengantinya dengan khusus memuja Krishna dan Sai Baba).

Ketiga, “mengkonversi” atau mengubah pengarcaan atau pralingga, atau ISTADEWATA yang dimulaikan di pura/mraja/kahyangan setempat menjadi pusat pemujaan dan penyebaran ajaran HK dan Sai Baba. Ini telah terjadi di berbagai belahan India. Berbagai kuil peribadatan HK dan Sai Baba mendapat support secara internasional dan posisinya secara perlahan mendominasi wilayah-wilayah yang menjadi target penyebarannya. Di Indonesia langkah-langkah ini juga telah ditempuh.

5. Gemuruh internal Hindu oleh gerakan HK dan Sai Baba yang terjadi di India tersebut tidak terhindarkan terjadi di Indonesia.

Situasi ini tidak bisa dijawab dengan gerakan sporadis internal Hindu di Bali. Untuk sementara formulasi penolakan dengan “penolakan gerakan massa” mungkin kelihatan efektif, tetapi ini tidak akan bertahan lama kalau tidak diimbangi dengan gerakan strategis menformulasilan kembali secara kritis ajaran-ajaran kearifan Hindu Nusantara.

                ▪   Karena gerakan HK dan Sai Baba bukan semata-mata gerakan penyeragaman ritual pemujaan, tetapi berisi di dalamnya secara strategis melakukan penulisan dan penyebaran buku-buku ajaran suci yang dianut kelompok ini, punya center gerakan di berbagai wilayah; maka buku-buku dan selebaran HK dan Sai Baba hanya efektif jika dijawab dan diimbangi dengan penyebaran buku-buku kemuliaan ajaran Hindu Nusantara yang diperas dari saripati kearifan lokal Hindu di Nusantara yang telah mengakar berabad-abad.

                ▪   Gerakan HK dan Sai Baba menggunakan piranti sosmed dan teknologi cepat di dunia maya yang disupply isinya secara internasional. Gerakan media dari kelompok sangat terkoordinasi secara internasional, dengan pusat pelatihan dan pengembangan media informasi dan media edukasinya yang sangat terarah, maka hanya dengan cara yang sama canggih dan lebih taktis gerakan ini bisa diimbangi.

                ▪   Gerakan HK dan Sai Baba punya pusat konsolidasi dan edukasi internasional yang berjalan efektif di berbagai belahan dunia dengan sistem pendanaannya internal yang sangat kuat dari keanggotaan secara merata, dan support anggota kaya lainnya lintas negara.

                ▪   Formulasi cerdas hanya bisa diimbangi dengan formulasi ajaran secara jernih dan terencana. Tidak dengan grasa-grusu yang sporadis, yang kemungkinan efektifitasnya tidak berkelanjutan sebab lemah pondasi desiminasi sari pati ajaran suci.

                ▪   Garis komando HK dan Sai Baba lintas negara. Di sinilah diperlukan kejernihan dan keterbukaan masyarakat Hindu Nusantara untuk menyeleksi siapa-siapa sosok berpikir cermat dan jernih yang tumbuh dari mata air ajaran-ajaran suci Dharma yang telah mengakar di Nusantara.

Nusantara menunggu kehadiran sosok-sosok pemikir jernih yang pemikirannya berakar dari saripati Dharma yang telah tersemai berabad-abad di Nusantara. Sosok-sosok ”juru kunci Dharma Nusantara” ini diperlukan kehadirannya untuk menyerbar cahaya pencerahan (bukan kemarahan), untuk menebar kejernihan dan ketenangan, dalam situasi pancaroba yang sedang berkecamuk. [T]

[][][]

BACA esai-esai lain dari SUGI LANUS

Aksara Membaca Aksara, Lontar Membaca Lontar
Tags: hinduHindu BaliHindu IndiaSugi Lanus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali Jani Nugraha 2022 | Mas Ruscitadewi Dalam Dunia Cerita Anak-anak

Next Post

Bali Jani Nugraha 2022 | Tan Lioe Ie Pada Pusaran Puisi dan Musik

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Bali Jani Nugraha 2022 | Tan Lioe Ie Pada Pusaran Puisi dan Musik

Bali Jani Nugraha 2022 | Tan Lioe Ie Pada Pusaran Puisi dan Musik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co