14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

BaliMakãrya Film Festival 2022 Dibuka dengan Pemutaran Film Tegar

tatkala by tatkala
October 17, 2022
in Budaya
BaliMakãrya Film Festival 2022 Dibuka dengan Pemutaran Film Tegar

Pembukaan BaliMakarya Flm Festival 2022

Tegar berusia 10 tahun, Ia anak berkebutuhan khusus. Ia ingin sekolah. .Keinginannya itu didukung oleh sang kakek. Namun kakeknya meninggal.

Ibu Tegar tidak setuju Tegar sekolah, Tegar pun kembali menyimpan mimpinya untuk bisa belajar di sekolah dan punya teman.

Ibu Tegar adalah ibu yang sibuk. Tegar dititipkan kepada Isy, seorang asisten rumah tangga. Suatu hari Isy terpaksa pulang kampung karena ibunya sakit. Tegar ditinggal sendirian. Ia harus berjuang untuk bertahan hidup di rumah sendirian.

Akhirnya Tegar memutuskan untuk keluar dari rumah. Ia berjalan untuk mewujudkan mimpi. Ia ingin bersekolah dan berteman.

Begtulah cerita film berjudul Tegar karya Anggi Frisca. Film itu diputar di Studio XXI Kuta Beachwalk usai dibukanya secara resmi BaliMakãrya Film Festival 2022 di Oasis Stage Amphitheater Kuta BeachWalk, Kuta, Bali, Minggu malam 16 Oktober 2022.

BFF dibuka Direktur Perfilman, Musik dan Media, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ahmad Mahendra bersama Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali, Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., MHum., mewakili Gubernur Bali yang  ditandai dengan membunyikan Okokan

Selain film Tegar, ada banyak film lain yang diputar dalam BFF 2022 ini. BFF adalah jang perfilman internasional pertama se Asia Tenggara ini, diinisiasi oleh komunitas film nasional BaliMakãrya. BFF diselenggarakan selama lima hari, 16–21 Oktober 2022.

Saat pembukaan, para undangan dan penggiat film disuguhkan Video Bumper BaliMakarya Film Festival sebagai gambaran awal dari event filem tahunan terbesar di Bali.

BFF juga dibuka dengan sajian tari dari Sanggar Gumiart Bali. Penyanyi Ayu Laksmi kemudian mengisi acara opening, dengan memainkan alat musik sitar khas Bali “Penting” dari daerah Karangasem, Bali Timur. Alat musik ini biasa digunakan mengiringi pentas genjek semacam acipella tradisi khas Karangasem.

Direktur Perfilman, Musik dan Media, Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, mengatakan kementerian sangat mendukung pelaksanaan BFF 2022 ini. Selain untuk mendukung insan perfilman, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjadikan Bali sebagai Hub internasional dalam hal perfilman, terutama di Asia Tenggara.

“Tentu bukan tanpa alasan. Bali sebagai destinasi dunia, tentunya orang dari internasional akan lebih  mudah datang. Apalagi saat ini, film indonesia sedang bagus-bagusnya. Maka itu, kami berharap momen ini sebagai langkah agar Bali bisa menjadi Hub-nya perfilman di Asia tenggara,” katanya.

Tarian dalam pembukaan BFF 2022

BFF ini merupakan yang kedua untuk internasinal. Kemendikbudristek mendukung karena ingin membuka ekosistim industri, membangkitkan perfilaman di Bali, sehingga nantinya bisa terwujud menjadi inklusiv untuk perfilman Indonesia. Pariwisata sudah bangkit, film-film di bioskup sudah mulai ramai. Harapan ke depan bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Provibsi Bali.

“Kegiatan ini sebagai wadah bagi komunitas di Bali. “Semoga ini terjadi yakni inklusif atau melibatkan termasuk juga terhadap gender, disabilitas dan juga inklusif terhadap komunitas,” harapnya.

Kadisbud, Prof Arya Sugiartha sangat mendukung kegiatan BaliMakãrya ini, juga memberikan dukungan terhadap insan-insan perfilman di Bali yang bekerja sangat baik. Bahkan saat ini, perkembangan film di Bali juga sangat luar biasa. Untuk itulah, pihaknya telah mempersiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali, untuk mengatur terkait perfilman di Bali.

“Selama ini, Bali sering menjadi objek perfilman, dari dalam dan luar negeri. Pemerintah Provinsi Bali, harus segera menerbitkan peraturan minimal Pergub untuk mengatur perfilman Bali. Kami rasa ini penting, apalagi selama ini wadah untuk perfilman, hingga saat ini belum ada,” ungkapnya.

Pergub yang dimaksud, masih dalam proses penyusunan. Pergub ini nantinya akan mengatur berbagai hal, baik itu terkait perizinan, terkait insentif, syarat-syarat yang harus dilakukan ketika ada yang membuat film di Bali.

“Regulasi ini akan mengatur pembuatan film di Bali, karena selama ini banyak rumah produksi nasional dan Rumah Produksi Asing yang  membuat film di Bali. Itu akan kita atur. Paling tidak mereka harus melibatkan insan-insan film yang ada di Bali, supaya kita tidak.hanya jadi penonton di rumah sendiri,” tegasnya.

Anggota Dewan BFF 2022 Tommy F Awuy menjelaskan, Balimakarya pertama digelar tahun 2021, dimana skupnya masih peserta lokal dan nasional. Tahun ini peserta BFF pesertanya lebih luas dari Kawasan negara-negara di Asia Tenggara. BFF sebagai pergelaran film internasional pertama di Bali. Kompetisi film pendek fiksi dan dokumenter kali ini pasti beda.

Sebab jangkauan secara internasional, yakni regional Asia Tenggara. Selama lima hari, (16–21 Oktober 2022), kolaborasi seni dalam lima bidang utama itu, bakal menampilkan karya-karya film dari para sinema dari dalam dan luar negeri secara bergantian.

Festival ini bertujuan mengembangkan apresiasi dan juga melahirkan profesional-profesional di bidang film. Pertukaran budaya dengan negara-negara lain dan berjejaring secara profesional. BaliMakãrya menjadikan Bali sebagai sentra (hub) atau kiblat yang ideal untuk festival-festival film terpenting khususnya di Asia Tenggara.

Dengan demikian, sebutan Bali bukan saja sebagai teritori administratif Provinsi Bali dan bukan pula representasi dari suku bangsa Bali, tetapi Bali adalah perwakilan dari satu ‘kesatuan rasa’ berkebangsaan Indonesia dan warga dunia.

“Memasuki masa pascapandemi Covid-19, sudah saatnya Bali sebagai satu ‘kesatuan rasa’ mulai melangkah bergerak untuk menghasilkan karya yang laik dipersembahkan untuk kemanusiaan dan lingkungan.

Untuk pilihan piala BFF memilih desain penjor yang akan diperebutkan para peserta. Piala ini dirancang oleh pematung berbakat I Ketut Putryasa, dari Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Penjor akan diserahkan pada Malam Penganugerahan Balimakarya Film Festival 2022 di Courtyard TS Suite, Seminyak.

Ada sebanyak 9 piala untuk berbagai kategori antara lain: Piala Penjor BaliMakãrya Film Festival 2022 untuk kategori: Southeast Asian Documentary Competition, yaitu Best Film, kategori Indonesian Film Showcase Competition masing -masing Best Film, Best Director, Best Actor, Best Actress. Sedangkan kategori Penjor Award for Southeast Asian Competition, diantaranya, Best Film, Best Director, Best Actor, Best Actress.[T][Ole/*]

Balimakarya Film Festival, Peluang Bagi Bangkitnya Karya Film di Bali
Piala Penjor, Sentuhan Tangan Kreatif Ketut Putrayasa pada Balimakãrya Film Festival 2022
Tags: baliBalimakarya Film Festivalfilm
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Raih AMI Award, Sutradara Dibal Ranuh: Lirik Dinasti Matahari Navicula Sangat Bagus

Next Post

Berbahaya, Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Obat

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

by tatkala
May 1, 2026
0
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

Read moreDetails

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
0
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

Read moreDetails

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

by tatkala
March 12, 2026
0
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

Read moreDetails

Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

by Nyoman Budarsana
March 7, 2026
0
Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

Anak-anak itu datang dengan wajah ceria. Busananya sopan, terlihat nyaman dan segar. Jika diajak bicara mereka sangat ramah, dan cepat...

Read moreDetails

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails
Next Post
Berbahaya, Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Obat

Berbahaya, Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Obat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co