3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kalender Pawukon Bali & Jawa Sama — Peninggalan Medang Kamulan

Sugi Lanus by Sugi Lanus
October 5, 2022
in Esai, Pilihan Editor
HINDU & KEJAWEN BERHALA?

Catatan Harian Sugi Lanus, 2 Oktober 2022

[][][][][]

Masih banyak yang belum tahu kalau TIKA (papan matrix penghitungan Pawukon) yang dipakai di Bali juga dipakai di Jawa. Jika di Bali disebut sebagai TIKA, di JAWA disebut sebagai KALAMUDENG — silahkan lihat gambar/foto koleksi MUSEUM SENOBUDOYO YOGYAKARTA.

Banyak pula orang Bali yang mengklaim bahwa ilmu Pawukon dan Wariga adalah asli Bali. Padahal, dari periode raja-raja Medang Kamulan dan Bali Kuno, baik di Jawa dan Bali semuanya memakai penanggalan dengan Pawukon dan tahun Śaka secara bersama-sama. Ketika raja Bali Kuno menulis prasasti-prasasti menggunakan penanggalan dengan Pawukon, demikian juga raja-raja Medang Kamulan menggunakan penanggalan yang sama.

Berdasarkan informasi dari LONTAR MEDANG KAMULAN (lontar koleksi Gedong Kirtya), pemakaian sistem Pawukon di Bali merujuk tradisi Pawukon dari Medang Kamulan.

Pertanyaannya: Dimana Medang Kamulan?

Merujuk NASKAH KUNO BUJANGGA MANIK yang merupakan catatan perjalanan tokoh bernama Bujangga Manik dari Sunda, naskah ini ditulis di abad ke-15, pada baris ke-782 dan 783 disebutkan bahwa setelah Bujangga Manik meninggalkan Pulutan (sekarang lokasi ini sebut sebagai wilayah barat Purwodadi, Jawa Tengah), ia sampai di “Medang Kamulan”. Pada bagian lain naskah disebutkan setelah menyeberangi Sungai Wuluyu, ia tiba di Gegelang. Gegelang disebutkan terletak di sebelah selatan Medang Kamulan.

Naskah perjalanan ini menyebutkan secara persis wilayah bernama Medang Kamulan yang merujuk wilayah di Jawa bagian tengah (Jawa Tengah sekarang). Oleh beberapa peneliti Medang Kamulan juga disebut sebagai Mataram Kuno. Raja-raja Mataram Kuno inilah yang peninggalan prasasti atau piagam kerajaannya memang telah memakai kalender Pawukon.

Pemakaian Kalender Pawukon di Bali kehadiran bisa kita lihat dalam prasasti-prasasti Bali Kuno dari semenjak Dinasti Warmadewa bercampur lewat perkawinan Mahendradatta dengan Raja Udayana secara kentara berkembang. Sebelum pemakaian Kalender Pawukon berkembang pemakaian “sistem pasaran” yang tampaknya lebih umum dipakai dalam penulisan prasasti Bali Kuno awal yang sering disebut sebagai “prasasti bertipe yumupakatahu”.

Jika dibandingkan prasasti Bali Kuno dengan Jawa Kuno yang memakai Kalender Pawukon, maka kita akan mendapati prasasti-prasasti di Jawa Kuno lebih tua angka tahunnya. Informasi LONTAR MEDANG KAMULAN tersebut tidak keliru jika dibandingkan dengan bukti-bukti efigrafis ini — bahwa ajaran Pawukon bersumber dari tradisi Medang Kamulan.

Pemakaian Pawukon dalam tradisi Jawa Kuno telah ditemukan bukti-buktinya secara efigrafis (dalama kajian prasasti) diantaranya:

— Secara jelas dalam prasasti Lintakan yang berangka tahun 841 Saka (919 Masehi) disebutkan Pawukon telah digunakan sebagai pedoman perhitungan waktu penyelengaraan upacara ruwatan oleh para raja ketika itu (Boechari, 1986).

— Pawukon juga dipakai pedoman dan perhitungan dalam penulisan prasasti Wanua (abad ke-9); prasasti Watu Kura di Prambanan Jawa Tengah (abad ke-10).

Masih banyak lagi prasasti dalam tradisi pelanjut Dinasti Sanjaya yang memakai Pawukon yang ditemukan di Jawa Tengah.

Kitab-kitab lontar di Jawa banyak berisi penjelasan Pawukon. Demikian juga sampai kini di Jawa dipakai perhitungan Wuku atau Pawukon dalam mencari Weton dan ruwatan. Tradisi Pawukon banyak meninggalkan catatan dan buku-buku di Jawa sampai kini. Ruwatan dalam masyarakat Jawa masih terjaga sampai kini dan ini berdasarkan kalender Pawukon dan Weton yang berbasis perhitungan Wariga yang sama sebagaimana di Bali sampai kini.

Berbagai serat atau naskah kuno Jawa berisi penjelasan detail Pawukon diantaranya: Naskah Serat Pawukan (koleksi Museum Radyapustaka), Naskah Pawukon Jawi (yang dibuat pada era Keraton Kartasura abad XVII dikoleksi Museum Brojobuwono) berisi ilustrasi gambar tiap-tiap wuku dengan sangat detail. Lontar dan naskah lain berisi Pawukon dikoleksi di Sasana Pustaka Karaton Surakarta Hadiningrat menjelaskan mendetail tiap-tiap wuku. Jika kita baca Kitab Centini (ditulis di masa Susuhunan Paku Buwana IV) pun memberikan karakter dari Pawukon dengan masing-masing wuku memiliki masing-masing dewa pelindung, beserta pepohonan dan tumbuhannya.

Dari ratusan catatan dan perhitungan Wariga atau Kalender Pawukon yang masih tertinggal di Jawa, masyarakat Bali (khususnya para akademisi) bisa membandingkan bagaimana tradisi Kalender Pawukon ini tumbuh berkembang dari satu akar tradisi yang sama, kemudian terpisah pulau berkembang sesuai konteks jaman dan agamanya yang berbeda.

Untuk melakukan studi Kalender Pawukon di Bali rasanya tidak bisa paripurna dengan tidak menoleh atau tidak membandingkan dengan tradisi Pawukon di Jawa. Pawukon Bali dan Jawa perlu penanganan studi komprehensif jika hendak didalami dengan serius. [T]

+++Dalam gambar ini bisa dilihat TIKA JAWA (KALAMUDENG) koleksi Museum Sono Budoyo Yogyakarta, dan contoh lembar naskah naskah Jawa yang dikoleksi British Library London. Naskah ini berasal dari Yogyakarta, bertahun 1807, disebutkan bahwa Hyang Smara menjadi pelindung salah satu wuku Wariga (di Jawa disebut Wariga Alit).

[][][][][]

BACA artikel lain dari Sugi Lanus

HITAM PUTIH ILMU GAIB BALI
MANTRA-MANTRA NYEPI REKOMENDASI I GUSTI BAGUS SUGRIWA
Tags: balijawaMedang Kemulanpawukon
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menziarahi Monumen Kata-kata Kota Singaraja

Next Post

Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?

Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co