5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Art Blueprint”: Kado dari Bintang

I Wayan Sujana Suklu by I Wayan Sujana Suklu
August 9, 2022
in Esai
“Art Blueprint”: Kado dari Bintang

Bintang Tanatimur | Foto dok pribadi

Hai Bintang.

Waktumu berjalan melampaui benda-benda dan sejarah rupanya. Di usiamu yang ke-17 sudah terpilih menjadi pratisipan ARTJOG MMXXII. Wow, bikin iri …

Sebentar, menarik jika menelusurimu ke belakang garis waktu. Mengingat-ingat peristiwa tahun 2009 lampau. Saat itu Bintang mengunjungi komunitas lukis kaca di Batubelah Klungkung. Jika tidak salah kala itu datang untuk Festival “Apa Ini Apa Itu?”.

Sekeluarga mengantarmu ke ruang riang anak-anak Dusun Lepang yang sedang belajar garis dan warna, kaca dan dedaunan. Bintang kala itu masih 4 tahunan. Bersama kakakmu, Abad, menelisik sanggar membuat topi daun lontar, berjalan-jalan di kampung dan pantai menikmati karya instalasi di tepi laut selatan Bali.

Beberapa hari diantaranya untuk mengunjungi sejumlah ruas jalan di Klungkung melihat bekas kerajaan dan sekitarnya. Di samping itu juga berkunjung ke sejumlah tempat rekreasi yang berbau lokal. Terlihat betapa enjoy-nya dirimu. Pasti pikiran dan memorimu mencatat banyak hal.

Agaknya, memahami Bintang saat ini, ternyata tidak lagi semata belajar dan melihat garis. Garis-garismu kini ibarat tool untuk “men-coding” semua medium, artefak, atau benda-benda temuan yang ada di sekitarmu.

Foto karya: Bintang Tanatimur, Smart Creature, digital works, 2021

Sepuluh tahun berikutnya mengalir cepat. Pada 2019 kita berjumpa lagi. Tepatnya dalam sebuah pameran berdua bertajuk “Duo Exhibition – Kepoin Aja” Bintang Tanatimur & Rozzan Favian Jiwani di Sangkring Art Space, Yogyakarta. Aku takjub, tangan Bintang menari-nari dengan ragam medium, termasuk untuk ukuran usia 14 tahun fasih menjangkar konsep visual dan mencarikan konteks pada setiap karyanya.

Ia menjelma sebagai seniman profesional muda. Aku tidak ragu lagi Bintang sudah berada pada pusaran taman sari seni rupa.

Memahami anatomi dunia seni rupa, sang ayah Mikke Susanto tentu mengerti “nutrisi” apa yang dibutuhkan anaknya yang berselera estetik tinggi itu. Pengalaman kerjanya ditancapkan pada Bintang. Ia mendekatkan Bintang dengan masalah sosial, pencemaran lingkungan, dan bahkan menyelidik persoalan-persoalan politik dan kebudayaan. Begitu pula lingkungan keluarga terdekat, tak bisa dianggap enteng turut diserap rapat dalam memori Bintang.

Rumahnya yang ditinggali ibarat terminal, saban hari hilir mudik sahabat bapak-ibunya. Rumah sebagai tempat pesinggahan seniman, kritikus, pemerintah, pemilik museum, dan berbagai orang yang berkepentingan. Hal-hal tersebut menjadi kenangan yang nyempil di antara asosisasi, imaji, memori, dan kenangan Bintang.

Foto karya: Bintang Tanatimur, Papua Part of Indonesia, enamel on ceramic plate & cutlery, d. 27 cm, 2020

Fenomena memori sebagai “peluru” ide dan gagasan seniman, bermula dari bawah sadar. Dimana memori bertumpang-tindih menyembunyikan diri. Para ilmuan mengibaratkan otak manusia seperti komputer memiliki kapasitas yang mengesankan menyimpan kenangan. Ibarat pola pulsa listrik, otak menyimpan kenangan bergerak melalui neutron. Menurut Prof. Susumu Tonegawa menyebutkan ada 2 bagian otak yang berperan dalam mengingat ulang memori yakni

hippocampus bertugas merekam kenangan yang terjadi beberapa hari ke depan, dan korteks bertugas menjaga memori kenangan agar tersimpan untuk selamanya. Memori mendekam di ruang ketidaksadaran, bagaikan magma yang siap menyembur. Bintang sebagai seorang perupa mengakumulasi memori-memori dengan sendirinya sebagai kesadaran persepsi visual. Ingatan yang ter-recall tergantung peristiwa real yang memanggil, atau dengan kesadaran sebagai perupa akhirnya memanggilnya.

Pameran tunggal ke-3 Bintang di Jakarta (2019) menjadi bukti. Tajuk JAMZ atau “jam session” dalam pameran ini diartikulasi sebagai a performance of jazz given without previous preparation secara lugas penting sebagai penanda. Kesan yang muncul adalah emotif referesial. Ini menjadi semacam kredo pengungkapan ekpresi. Hal ini merujuk dunia dalam dan luar saat mengekspresikan emosi. Secara umum mencirikan distorsi atau pemiuhan, brushstroke, dan warna mewakili emosi dari psikologis tertentu tanpa disadari.

Foto karya: Bintang Tanatimur, The Great Trashes, digital works NFT, 2021

Keunggulan seni emotif adalah mampu mengomunikasikan gagasan dan perasaan secara efektif, kuat, dan gamblang secara langsung tanpa direncanakan. Bolehlah, Bintang mengatakan melukis tanpa persiapan sebelumnya, tapi jangan lupa pada tataran ide dan konsep sudah ada jauh sebelum proses penciptaan. Bintang telah melalui tahapan 3 langkah berpikir artistik seperti yang diteorikan Graeme Sullivan di atas.

Tiga langkah berpikir artistik tersebut antara lain eksplorasi medium, menyusun bahasa visual, dan perumusan konteks yang releven. Ketiga tahapan ini menjawab konsep besar yang sudah dipilih. Semacam art blueprint yang sudah ditetapkan dalam otaknya. Art blueprint yang ditetapkan Bintang menjadi “mata air” serial tanpa ujung pangkal untuk proyek-proyek karyanya kini dan masa depan.

Setiap benda yang disentuh, niscaya handwrite Bintang melekat. Kulkas, kompor, sendok, serta alat-alat dapur menjelma art object yang metaforik. Ibarat masuk dalam art machine, keluar sudah “bersih dan berharga”. Dapat dikatakan Bintang sudah punya ideologi berkesenian semacam ini, tanpa disadari sekalipun.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Foto karya: Bintang Tanatimur, Stupid Drawing, mixed media on paperboard, 24×26 cm, 100 pieces, 2020-2022

Aku riang gembira, kali ini kamu juga menyiapkan peta ruang pameran pula. Menggunakan pendekatan dan konsep artistik dalam menata karya. Tentu pameranmu akan menjadi ajang presentasi karya dan sekaligus sebuah peristiwa. Menghidupkan tempat dan artefak agar menjadi mandala penuh makna. Tanpa takut Bintang menjadikan audiens dan energi kasat mata bagai penentu titik-titik pusat perhatian. Tidak lupa karakter figur karikaturistik berdampingan kata dan kalimat berhamburan pada setiap mediummu.

Warna-warna cerah, padat, dan sublim menunjukkan kematanganmu di usia remaja. Masih remaja telah mengantongi art blueprint yang rijid. Wah sekali lagi …. Aku iri.

Congrats Bintang. Happy Birthday. Salam dari Klungkung. [T]

Tags: ArtjogPameran Seni RupaSeni RupaYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

KKN Mahasiswa Unud di Desa Duda: Warga Belajar Membuat Eco-Enzyme

Next Post

Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

I Wayan Sujana Suklu

I Wayan Sujana Suklu

Perupa & Pengajar Seni Rupa di ISI Denpasar

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co