16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Art Blueprint”: Kado dari Bintang

I Wayan Sujana Suklu by I Wayan Sujana Suklu
August 9, 2022
in Esai
“Art Blueprint”: Kado dari Bintang

Bintang Tanatimur | Foto dok pribadi

Hai Bintang.

Waktumu berjalan melampaui benda-benda dan sejarah rupanya. Di usiamu yang ke-17 sudah terpilih menjadi pratisipan ARTJOG MMXXII. Wow, bikin iri …

Sebentar, menarik jika menelusurimu ke belakang garis waktu. Mengingat-ingat peristiwa tahun 2009 lampau. Saat itu Bintang mengunjungi komunitas lukis kaca di Batubelah Klungkung. Jika tidak salah kala itu datang untuk Festival “Apa Ini Apa Itu?”.

Sekeluarga mengantarmu ke ruang riang anak-anak Dusun Lepang yang sedang belajar garis dan warna, kaca dan dedaunan. Bintang kala itu masih 4 tahunan. Bersama kakakmu, Abad, menelisik sanggar membuat topi daun lontar, berjalan-jalan di kampung dan pantai menikmati karya instalasi di tepi laut selatan Bali.

Beberapa hari diantaranya untuk mengunjungi sejumlah ruas jalan di Klungkung melihat bekas kerajaan dan sekitarnya. Di samping itu juga berkunjung ke sejumlah tempat rekreasi yang berbau lokal. Terlihat betapa enjoy-nya dirimu. Pasti pikiran dan memorimu mencatat banyak hal.

Agaknya, memahami Bintang saat ini, ternyata tidak lagi semata belajar dan melihat garis. Garis-garismu kini ibarat tool untuk “men-coding” semua medium, artefak, atau benda-benda temuan yang ada di sekitarmu.

Foto karya: Bintang Tanatimur, Smart Creature, digital works, 2021

Sepuluh tahun berikutnya mengalir cepat. Pada 2019 kita berjumpa lagi. Tepatnya dalam sebuah pameran berdua bertajuk “Duo Exhibition – Kepoin Aja” Bintang Tanatimur & Rozzan Favian Jiwani di Sangkring Art Space, Yogyakarta. Aku takjub, tangan Bintang menari-nari dengan ragam medium, termasuk untuk ukuran usia 14 tahun fasih menjangkar konsep visual dan mencarikan konteks pada setiap karyanya.

Ia menjelma sebagai seniman profesional muda. Aku tidak ragu lagi Bintang sudah berada pada pusaran taman sari seni rupa.

Memahami anatomi dunia seni rupa, sang ayah Mikke Susanto tentu mengerti “nutrisi” apa yang dibutuhkan anaknya yang berselera estetik tinggi itu. Pengalaman kerjanya ditancapkan pada Bintang. Ia mendekatkan Bintang dengan masalah sosial, pencemaran lingkungan, dan bahkan menyelidik persoalan-persoalan politik dan kebudayaan. Begitu pula lingkungan keluarga terdekat, tak bisa dianggap enteng turut diserap rapat dalam memori Bintang.

Rumahnya yang ditinggali ibarat terminal, saban hari hilir mudik sahabat bapak-ibunya. Rumah sebagai tempat pesinggahan seniman, kritikus, pemerintah, pemilik museum, dan berbagai orang yang berkepentingan. Hal-hal tersebut menjadi kenangan yang nyempil di antara asosisasi, imaji, memori, dan kenangan Bintang.

Foto karya: Bintang Tanatimur, Papua Part of Indonesia, enamel on ceramic plate & cutlery, d. 27 cm, 2020

Fenomena memori sebagai “peluru” ide dan gagasan seniman, bermula dari bawah sadar. Dimana memori bertumpang-tindih menyembunyikan diri. Para ilmuan mengibaratkan otak manusia seperti komputer memiliki kapasitas yang mengesankan menyimpan kenangan. Ibarat pola pulsa listrik, otak menyimpan kenangan bergerak melalui neutron. Menurut Prof. Susumu Tonegawa menyebutkan ada 2 bagian otak yang berperan dalam mengingat ulang memori yakni

hippocampus bertugas merekam kenangan yang terjadi beberapa hari ke depan, dan korteks bertugas menjaga memori kenangan agar tersimpan untuk selamanya. Memori mendekam di ruang ketidaksadaran, bagaikan magma yang siap menyembur. Bintang sebagai seorang perupa mengakumulasi memori-memori dengan sendirinya sebagai kesadaran persepsi visual. Ingatan yang ter-recall tergantung peristiwa real yang memanggil, atau dengan kesadaran sebagai perupa akhirnya memanggilnya.

Pameran tunggal ke-3 Bintang di Jakarta (2019) menjadi bukti. Tajuk JAMZ atau “jam session” dalam pameran ini diartikulasi sebagai a performance of jazz given without previous preparation secara lugas penting sebagai penanda. Kesan yang muncul adalah emotif referesial. Ini menjadi semacam kredo pengungkapan ekpresi. Hal ini merujuk dunia dalam dan luar saat mengekspresikan emosi. Secara umum mencirikan distorsi atau pemiuhan, brushstroke, dan warna mewakili emosi dari psikologis tertentu tanpa disadari.

Foto karya: Bintang Tanatimur, The Great Trashes, digital works NFT, 2021

Keunggulan seni emotif adalah mampu mengomunikasikan gagasan dan perasaan secara efektif, kuat, dan gamblang secara langsung tanpa direncanakan. Bolehlah, Bintang mengatakan melukis tanpa persiapan sebelumnya, tapi jangan lupa pada tataran ide dan konsep sudah ada jauh sebelum proses penciptaan. Bintang telah melalui tahapan 3 langkah berpikir artistik seperti yang diteorikan Graeme Sullivan di atas.

Tiga langkah berpikir artistik tersebut antara lain eksplorasi medium, menyusun bahasa visual, dan perumusan konteks yang releven. Ketiga tahapan ini menjawab konsep besar yang sudah dipilih. Semacam art blueprint yang sudah ditetapkan dalam otaknya. Art blueprint yang ditetapkan Bintang menjadi “mata air” serial tanpa ujung pangkal untuk proyek-proyek karyanya kini dan masa depan.

Setiap benda yang disentuh, niscaya handwrite Bintang melekat. Kulkas, kompor, sendok, serta alat-alat dapur menjelma art object yang metaforik. Ibarat masuk dalam art machine, keluar sudah “bersih dan berharga”. Dapat dikatakan Bintang sudah punya ideologi berkesenian semacam ini, tanpa disadari sekalipun.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Foto karya: Bintang Tanatimur, Stupid Drawing, mixed media on paperboard, 24×26 cm, 100 pieces, 2020-2022

Aku riang gembira, kali ini kamu juga menyiapkan peta ruang pameran pula. Menggunakan pendekatan dan konsep artistik dalam menata karya. Tentu pameranmu akan menjadi ajang presentasi karya dan sekaligus sebuah peristiwa. Menghidupkan tempat dan artefak agar menjadi mandala penuh makna. Tanpa takut Bintang menjadikan audiens dan energi kasat mata bagai penentu titik-titik pusat perhatian. Tidak lupa karakter figur karikaturistik berdampingan kata dan kalimat berhamburan pada setiap mediummu.

Warna-warna cerah, padat, dan sublim menunjukkan kematanganmu di usia remaja. Masih remaja telah mengantongi art blueprint yang rijid. Wah sekali lagi …. Aku iri.

Congrats Bintang. Happy Birthday. Salam dari Klungkung. [T]

Tags: ArtjogPameran Seni RupaSeni RupaYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

KKN Mahasiswa Unud di Desa Duda: Warga Belajar Membuat Eco-Enzyme

Next Post

Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

I Wayan Sujana Suklu

I Wayan Sujana Suklu

Perupa & Pengajar Seni Rupa di ISI Denpasar

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co