26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Art Blueprint”: Kado dari Bintang

I Wayan Sujana Suklu by I Wayan Sujana Suklu
August 9, 2022
in Esai
“Art Blueprint”: Kado dari Bintang

Bintang Tanatimur | Foto dok pribadi

Hai Bintang.

Waktumu berjalan melampaui benda-benda dan sejarah rupanya. Di usiamu yang ke-17 sudah terpilih menjadi pratisipan ARTJOG MMXXII. Wow, bikin iri …

Sebentar, menarik jika menelusurimu ke belakang garis waktu. Mengingat-ingat peristiwa tahun 2009 lampau. Saat itu Bintang mengunjungi komunitas lukis kaca di Batubelah Klungkung. Jika tidak salah kala itu datang untuk Festival “Apa Ini Apa Itu?”.

Sekeluarga mengantarmu ke ruang riang anak-anak Dusun Lepang yang sedang belajar garis dan warna, kaca dan dedaunan. Bintang kala itu masih 4 tahunan. Bersama kakakmu, Abad, menelisik sanggar membuat topi daun lontar, berjalan-jalan di kampung dan pantai menikmati karya instalasi di tepi laut selatan Bali.

Beberapa hari diantaranya untuk mengunjungi sejumlah ruas jalan di Klungkung melihat bekas kerajaan dan sekitarnya. Di samping itu juga berkunjung ke sejumlah tempat rekreasi yang berbau lokal. Terlihat betapa enjoy-nya dirimu. Pasti pikiran dan memorimu mencatat banyak hal.

Agaknya, memahami Bintang saat ini, ternyata tidak lagi semata belajar dan melihat garis. Garis-garismu kini ibarat tool untuk “men-coding” semua medium, artefak, atau benda-benda temuan yang ada di sekitarmu.

Foto karya: Bintang Tanatimur, Smart Creature, digital works, 2021

Sepuluh tahun berikutnya mengalir cepat. Pada 2019 kita berjumpa lagi. Tepatnya dalam sebuah pameran berdua bertajuk “Duo Exhibition – Kepoin Aja” Bintang Tanatimur & Rozzan Favian Jiwani di Sangkring Art Space, Yogyakarta. Aku takjub, tangan Bintang menari-nari dengan ragam medium, termasuk untuk ukuran usia 14 tahun fasih menjangkar konsep visual dan mencarikan konteks pada setiap karyanya.

Ia menjelma sebagai seniman profesional muda. Aku tidak ragu lagi Bintang sudah berada pada pusaran taman sari seni rupa.

Memahami anatomi dunia seni rupa, sang ayah Mikke Susanto tentu mengerti “nutrisi” apa yang dibutuhkan anaknya yang berselera estetik tinggi itu. Pengalaman kerjanya ditancapkan pada Bintang. Ia mendekatkan Bintang dengan masalah sosial, pencemaran lingkungan, dan bahkan menyelidik persoalan-persoalan politik dan kebudayaan. Begitu pula lingkungan keluarga terdekat, tak bisa dianggap enteng turut diserap rapat dalam memori Bintang.

Rumahnya yang ditinggali ibarat terminal, saban hari hilir mudik sahabat bapak-ibunya. Rumah sebagai tempat pesinggahan seniman, kritikus, pemerintah, pemilik museum, dan berbagai orang yang berkepentingan. Hal-hal tersebut menjadi kenangan yang nyempil di antara asosisasi, imaji, memori, dan kenangan Bintang.

Foto karya: Bintang Tanatimur, Papua Part of Indonesia, enamel on ceramic plate & cutlery, d. 27 cm, 2020

Fenomena memori sebagai “peluru” ide dan gagasan seniman, bermula dari bawah sadar. Dimana memori bertumpang-tindih menyembunyikan diri. Para ilmuan mengibaratkan otak manusia seperti komputer memiliki kapasitas yang mengesankan menyimpan kenangan. Ibarat pola pulsa listrik, otak menyimpan kenangan bergerak melalui neutron. Menurut Prof. Susumu Tonegawa menyebutkan ada 2 bagian otak yang berperan dalam mengingat ulang memori yakni

hippocampus bertugas merekam kenangan yang terjadi beberapa hari ke depan, dan korteks bertugas menjaga memori kenangan agar tersimpan untuk selamanya. Memori mendekam di ruang ketidaksadaran, bagaikan magma yang siap menyembur. Bintang sebagai seorang perupa mengakumulasi memori-memori dengan sendirinya sebagai kesadaran persepsi visual. Ingatan yang ter-recall tergantung peristiwa real yang memanggil, atau dengan kesadaran sebagai perupa akhirnya memanggilnya.

Pameran tunggal ke-3 Bintang di Jakarta (2019) menjadi bukti. Tajuk JAMZ atau “jam session” dalam pameran ini diartikulasi sebagai a performance of jazz given without previous preparation secara lugas penting sebagai penanda. Kesan yang muncul adalah emotif referesial. Ini menjadi semacam kredo pengungkapan ekpresi. Hal ini merujuk dunia dalam dan luar saat mengekspresikan emosi. Secara umum mencirikan distorsi atau pemiuhan, brushstroke, dan warna mewakili emosi dari psikologis tertentu tanpa disadari.

Foto karya: Bintang Tanatimur, The Great Trashes, digital works NFT, 2021

Keunggulan seni emotif adalah mampu mengomunikasikan gagasan dan perasaan secara efektif, kuat, dan gamblang secara langsung tanpa direncanakan. Bolehlah, Bintang mengatakan melukis tanpa persiapan sebelumnya, tapi jangan lupa pada tataran ide dan konsep sudah ada jauh sebelum proses penciptaan. Bintang telah melalui tahapan 3 langkah berpikir artistik seperti yang diteorikan Graeme Sullivan di atas.

Tiga langkah berpikir artistik tersebut antara lain eksplorasi medium, menyusun bahasa visual, dan perumusan konteks yang releven. Ketiga tahapan ini menjawab konsep besar yang sudah dipilih. Semacam art blueprint yang sudah ditetapkan dalam otaknya. Art blueprint yang ditetapkan Bintang menjadi “mata air” serial tanpa ujung pangkal untuk proyek-proyek karyanya kini dan masa depan.

Setiap benda yang disentuh, niscaya handwrite Bintang melekat. Kulkas, kompor, sendok, serta alat-alat dapur menjelma art object yang metaforik. Ibarat masuk dalam art machine, keluar sudah “bersih dan berharga”. Dapat dikatakan Bintang sudah punya ideologi berkesenian semacam ini, tanpa disadari sekalipun.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Foto karya: Bintang Tanatimur, Stupid Drawing, mixed media on paperboard, 24×26 cm, 100 pieces, 2020-2022

Aku riang gembira, kali ini kamu juga menyiapkan peta ruang pameran pula. Menggunakan pendekatan dan konsep artistik dalam menata karya. Tentu pameranmu akan menjadi ajang presentasi karya dan sekaligus sebuah peristiwa. Menghidupkan tempat dan artefak agar menjadi mandala penuh makna. Tanpa takut Bintang menjadikan audiens dan energi kasat mata bagai penentu titik-titik pusat perhatian. Tidak lupa karakter figur karikaturistik berdampingan kata dan kalimat berhamburan pada setiap mediummu.

Warna-warna cerah, padat, dan sublim menunjukkan kematanganmu di usia remaja. Masih remaja telah mengantongi art blueprint yang rijid. Wah sekali lagi …. Aku iri.

Congrats Bintang. Happy Birthday. Salam dari Klungkung. [T]

Tags: ArtjogPameran Seni RupaSeni RupaYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

KKN Mahasiswa Unud di Desa Duda: Warga Belajar Membuat Eco-Enzyme

Next Post

Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

I Wayan Sujana Suklu

I Wayan Sujana Suklu

Perupa & Pengajar Seni Rupa di ISI Denpasar

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

Gurat Gurit 2022 | Empat Hari Kehangatan, Empat Hari Keceriaan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co