3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemimpin yang Menulis Adalah Pemimpin yang Baik

I Gede Teddy Setiadi by I Gede Teddy Setiadi
July 20, 2022
in Esai
Pemimpin yang Menulis  Adalah Pemimpin yang Baik

Foto ilustrasi: tatkala.co

“mulat sarira”

Kukutip dresta kujadikan puisi
Agar aku tidak besar kepala
Merasa bangga dan membusungkan kepala
Terkadang orang lupa
Hidup didunia hanya sekelebat cahaya
Yang abadi hanya mimpi

Kukutip kembali seloka menjadi puisi
Biar selamat menerangi hati manusia
Yang selalu bersiasat
Yang semua belum tentu mengerti
Luasnya rasa apalagi prasangka

Di hadapannya kita sujud dan menyerahkannya
Alur hidup dan keindahan semesta
Seiring kala yang bergulir nyata

Kan kuikuti selalu takdirku
Membawaku bersama tapak-tapak kakiku
Jangan kira semesta hanya berupa hutan
Binatang yang seenaknya menjadi objek ego manusia
Jangan kira semesta tidak bisa menjadi “Predator”
Atas penghuni yang namanya manusia
Manusia bisa apa?

Aku terenyuh
Kupasrahkan selalu akhir cerita hidupku

——

Puisi di atas saya kutip dari kumpulan beberapa status facebook bapak Made Agus Yudiarsana. SH., yang saya gabungkan sehingga menjadi puisi. Ia adalah seorang bapak tiga anak yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Buleleng dan sekarang dipercaya untuk mengabdi menjadi pucuk pimpinan di Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng tempat saya bekerja.

Ya benar sekali. Pak Dirut memang aktif sekali di media sosial terutama di Facebook, sering kali terlihat membagikan postingan-postingan, baik itu menyebarkan informasi terkait kegiatan perumda pasar, tentang kegiatan dalam kesehariannya, bahkan sesekali juga terlihat membuat status yang menurut saya sarat akan makna.

Status yang dibuatnya seakan-akan menjadi motivasi bagi orang yang membacanya atau sering kali terlihat ia membuat status tentang apa yang menjadi keresahan-keresahan masyarakat kecil. Seperti misalnya, ia sempat menulis status fecabook tentang hukum yang masih tumpul ke atas dan runcing ke bawah. Serta ia banyak menulis tentang hal lainnya dan dapat dilihat sendiri di akun FB miliknya yang bernama Made Agus Yudiarsana.

Saya tidak akan menulis biografi Pak Agus, melainkan saya ingin menulis tentang sebuah pesan bahwasannya pemimpin memang harus sering menulis. Ya. Sebenarnya pemimpin itu memang harus rajin menulis. Menulis yang dimaksud bukan hanya dengan harus menerbitkan buku. Mungkin paling sederhana menggunakan media sosial seperti Facebook atau twitter juga sangat efektif.

Yang penting pesannya tersampai. Karena pemikiran-pemikiran seorang pimimpin harus sering terdengar oleh orang yang dipimpinnya. Dengan banyaknya media untuk menuangkan apa yang menjadi pemikiran-pemikiran seperti sekarang, para pemimpin harus meluangkan sedikit waktunya untuk sekedar menulis apa yang menjadi ide dan gagasan yang kiranya harus diketahui oleh masyarakat atau orang yang dipimpinnya.

Mengapa ini penting? Menurut saya ya memang sangat penting.  Keberadaan seorang pemimpin sebagaimana diyakini adalah orang yang dapat mempengaruhi orang yang dipimpinnya. Dengan begitu, secara tidak langsung apa yang disampaikannya, walau hanya lewat tulisan-tulisan, akan lebih berpengaruh dari pada tulisan orang biasa.

Keris Pencok Sahang dan Karier Kepemimpinan Dalem Dukut di Nusa Penida

Keberadaan pemimpin, yang menjadi pusat perhatian, terutama terkait kebijakan-kebijakan yang diambilnya, bisa saja sekadar menulis kata-kata motivasi sederhana, dan hal itu akan sangat berpengaruh terhadap orang lain.

Maka dari itu, saya menyimpulkan bahwa seorang pemimpin penting untuk menulis, karena secara tidak langsung ia bisa mempengaruhi orang yang dipimpin, sekaligus juga berpengaruh terhadap di luar lingkungan orang yang dipimpin.

Sebenarnya sudah banyak sekali contoh yang kita lihat tentang bagaimana seorang pemimpin dapat mempengaruhi banyak hal walau hanya dengan sekedar menulis tweet di twitter. Seperti contoh masa kepemimpinan Donald Trump waktu memimpin negara adikuasa Amerika Serikat. Hanya dengan sekali kicauan di media sosial twitter bisa menyebabkan harga saham dunia berfluktuasi dengan begitu cepatnya.

Atau Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil yang cukup aktif menulis hal-hal humoris yang diselimuti edukasi kepada masayarakanya. Itu menjadi sangat menarik sehingga pesan yang disampaikan dengan mudahnya bisa tersampai ke masyarakat Jawa Barat, bahkan pesan itu menyusup ke masyarakat di luar Jawa Barat yang sebagian besar pasti menggunakan media sosial.

Sumpah Pemuda, Inspirasi Kepemimpinan Visioner Bangsa

Untuk di Kabupaten Buleleng sendiri, menurut saya para pemimpin atau orang yang secara tidak langsung berpengaruh, baik itu di lingkungan yang dipimpinnya, atau bahkan orang yang berpengaruh ke masyarakat luas, bisa meniru atau dapat meluangkan sedikit waktunya di sela-sela kesibukannya untuk sekadar menulis. Yang ditulis bisa saja ide dan gagasan, atau sekadar tulisan untuk memotivasi orang lain seperti halnya Donald Trump atau Ridwan Kamil, atau contoh-contoh pemimpin lainnya yang melakukan komunikasi lewat tulisan.

Dokter Arya Nugraha misalnya, seorang dokter spesialis atau yang sekarang menjabat dan memimpin RSUD Kabupaten Buleleng. juga sangat aktif menuangkan pandangan-pandanganya tentang dunia kedokteran lewat menulis. Baik itu artikel yang dimuat di tatkala.co atau menerbitkan buku yang ia tulis sendiri.

Bahkan Dokter Arya sering kali menuliskan pandangan-pandangannya melalui media sosial facebook. Selain pandangan-pandangannya tersampai ke pembaca umum, melalui tulisan dokter yang sangat berpengaruh di RSUD itu juga tersampaikan juga ke orang-orang yang dipimpinnya. Sehingga pandangan-pandangannya tentang masalah-masalah umum, atau masalah khusus tentang institusi yang dipimpinnya juga akan tersampaikan. Mungkin kalau dibicarakan secara lisan, memerlukan waktu yang lebih banyak, sehingga tulisan menjadi lebih efektif.

Tulisan status facebook Bapak Agus Yudiarsana yang saya kutip dan gabungkan menjadi puisi juga mungkin bagi ia sendiri tampak seperti tulisan biasa. Tetapi secara tidak langsung sebenarnya bagi orang yang dipimpinnya, tulisan status-status itu sangat berpengaruh sekali.

Misalnya jika Bapak Agus menulis tentang motivasi untuk membangkitkan semangat, pesannya pasti akan tersampai langsung. Ya paling tidak kepada lingkungan yang dipimpinnya.                 

Sastra dan Pemimpin

Dari banyaknya contoh pemimpin atau orang yang berpengaruh yang melakukan komunikasi dengan cara menulis, baik itu buku atau dengan sesederhana melalui media sosial, dapat saya simpulkan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menulis.  

Seorang pemimpin bisa menulis gagasan-gagasan besarnya atau mungkin bisa menulis pandangan-pandangan terkait isu apa saja untuk sekedar menjadi warisan ke generasi-generasi berikutnya. Tidak harus melalui menerbitkan buku, mungkin dengan melalui media sosial atau media lain yang di era sekarang sudah hampir semua orang memilikinya dan dengan mudah mengaksesnya.

Tulisan dari pemimpin menjadi sangat penting selain bisa dibaca berulang-ulang dan dapat dipikirkan tentang apa maksud dan arti dari tulisannya. Tulisan dari para pemimpin-pemimpin juga bisa dijadikan cambuk dan perisai untuk menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya atau untuk menepis apapun tentang isu yang tidak benar terkait kebijakan-kebijakannya.[T]

Tags: Literasimenulispemimpin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Wayang Ental, I Gusti Made Darma Putra Raih Gelar Doktor

Next Post

Perjalanan Menuju Candi Tebing Gunung Kawi, Sebuah Pengalaman Waktu dan Ruang yang Liyan

I Gede Teddy Setiadi

I Gede Teddy Setiadi

Lahir di Desa Pedawa. Kini tinggal di Singaraja

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Perjalanan Menuju Candi Tebing Gunung Kawi, Sebuah Pengalaman Waktu dan Ruang yang Liyan

Perjalanan Menuju Candi Tebing Gunung Kawi, Sebuah Pengalaman Waktu dan Ruang yang Liyan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co