24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemimpin yang Menulis Adalah Pemimpin yang Baik

I Gede Teddy Setiadi by I Gede Teddy Setiadi
July 20, 2022
in Esai
Pemimpin yang Menulis  Adalah Pemimpin yang Baik

Foto ilustrasi: tatkala.co

“mulat sarira”

Kukutip dresta kujadikan puisi
Agar aku tidak besar kepala
Merasa bangga dan membusungkan kepala
Terkadang orang lupa
Hidup didunia hanya sekelebat cahaya
Yang abadi hanya mimpi

Kukutip kembali seloka menjadi puisi
Biar selamat menerangi hati manusia
Yang selalu bersiasat
Yang semua belum tentu mengerti
Luasnya rasa apalagi prasangka

Di hadapannya kita sujud dan menyerahkannya
Alur hidup dan keindahan semesta
Seiring kala yang bergulir nyata

Kan kuikuti selalu takdirku
Membawaku bersama tapak-tapak kakiku
Jangan kira semesta hanya berupa hutan
Binatang yang seenaknya menjadi objek ego manusia
Jangan kira semesta tidak bisa menjadi “Predator”
Atas penghuni yang namanya manusia
Manusia bisa apa?

Aku terenyuh
Kupasrahkan selalu akhir cerita hidupku

——

Puisi di atas saya kutip dari kumpulan beberapa status facebook bapak Made Agus Yudiarsana. SH., yang saya gabungkan sehingga menjadi puisi. Ia adalah seorang bapak tiga anak yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Buleleng dan sekarang dipercaya untuk mengabdi menjadi pucuk pimpinan di Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng tempat saya bekerja.

Ya benar sekali. Pak Dirut memang aktif sekali di media sosial terutama di Facebook, sering kali terlihat membagikan postingan-postingan, baik itu menyebarkan informasi terkait kegiatan perumda pasar, tentang kegiatan dalam kesehariannya, bahkan sesekali juga terlihat membuat status yang menurut saya sarat akan makna.

Status yang dibuatnya seakan-akan menjadi motivasi bagi orang yang membacanya atau sering kali terlihat ia membuat status tentang apa yang menjadi keresahan-keresahan masyarakat kecil. Seperti misalnya, ia sempat menulis status fecabook tentang hukum yang masih tumpul ke atas dan runcing ke bawah. Serta ia banyak menulis tentang hal lainnya dan dapat dilihat sendiri di akun FB miliknya yang bernama Made Agus Yudiarsana.

Saya tidak akan menulis biografi Pak Agus, melainkan saya ingin menulis tentang sebuah pesan bahwasannya pemimpin memang harus sering menulis. Ya. Sebenarnya pemimpin itu memang harus rajin menulis. Menulis yang dimaksud bukan hanya dengan harus menerbitkan buku. Mungkin paling sederhana menggunakan media sosial seperti Facebook atau twitter juga sangat efektif.

Yang penting pesannya tersampai. Karena pemikiran-pemikiran seorang pimimpin harus sering terdengar oleh orang yang dipimpinnya. Dengan banyaknya media untuk menuangkan apa yang menjadi pemikiran-pemikiran seperti sekarang, para pemimpin harus meluangkan sedikit waktunya untuk sekedar menulis apa yang menjadi ide dan gagasan yang kiranya harus diketahui oleh masyarakat atau orang yang dipimpinnya.

Mengapa ini penting? Menurut saya ya memang sangat penting.  Keberadaan seorang pemimpin sebagaimana diyakini adalah orang yang dapat mempengaruhi orang yang dipimpinnya. Dengan begitu, secara tidak langsung apa yang disampaikannya, walau hanya lewat tulisan-tulisan, akan lebih berpengaruh dari pada tulisan orang biasa.

Keris Pencok Sahang dan Karier Kepemimpinan Dalem Dukut di Nusa Penida

Keberadaan pemimpin, yang menjadi pusat perhatian, terutama terkait kebijakan-kebijakan yang diambilnya, bisa saja sekadar menulis kata-kata motivasi sederhana, dan hal itu akan sangat berpengaruh terhadap orang lain.

Maka dari itu, saya menyimpulkan bahwa seorang pemimpin penting untuk menulis, karena secara tidak langsung ia bisa mempengaruhi orang yang dipimpin, sekaligus juga berpengaruh terhadap di luar lingkungan orang yang dipimpin.

Sebenarnya sudah banyak sekali contoh yang kita lihat tentang bagaimana seorang pemimpin dapat mempengaruhi banyak hal walau hanya dengan sekedar menulis tweet di twitter. Seperti contoh masa kepemimpinan Donald Trump waktu memimpin negara adikuasa Amerika Serikat. Hanya dengan sekali kicauan di media sosial twitter bisa menyebabkan harga saham dunia berfluktuasi dengan begitu cepatnya.

Atau Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil yang cukup aktif menulis hal-hal humoris yang diselimuti edukasi kepada masayarakanya. Itu menjadi sangat menarik sehingga pesan yang disampaikan dengan mudahnya bisa tersampai ke masyarakat Jawa Barat, bahkan pesan itu menyusup ke masyarakat di luar Jawa Barat yang sebagian besar pasti menggunakan media sosial.

Sumpah Pemuda, Inspirasi Kepemimpinan Visioner Bangsa

Untuk di Kabupaten Buleleng sendiri, menurut saya para pemimpin atau orang yang secara tidak langsung berpengaruh, baik itu di lingkungan yang dipimpinnya, atau bahkan orang yang berpengaruh ke masyarakat luas, bisa meniru atau dapat meluangkan sedikit waktunya di sela-sela kesibukannya untuk sekadar menulis. Yang ditulis bisa saja ide dan gagasan, atau sekadar tulisan untuk memotivasi orang lain seperti halnya Donald Trump atau Ridwan Kamil, atau contoh-contoh pemimpin lainnya yang melakukan komunikasi lewat tulisan.

Dokter Arya Nugraha misalnya, seorang dokter spesialis atau yang sekarang menjabat dan memimpin RSUD Kabupaten Buleleng. juga sangat aktif menuangkan pandangan-pandanganya tentang dunia kedokteran lewat menulis. Baik itu artikel yang dimuat di tatkala.co atau menerbitkan buku yang ia tulis sendiri.

Bahkan Dokter Arya sering kali menuliskan pandangan-pandangannya melalui media sosial facebook. Selain pandangan-pandangannya tersampai ke pembaca umum, melalui tulisan dokter yang sangat berpengaruh di RSUD itu juga tersampaikan juga ke orang-orang yang dipimpinnya. Sehingga pandangan-pandangannya tentang masalah-masalah umum, atau masalah khusus tentang institusi yang dipimpinnya juga akan tersampaikan. Mungkin kalau dibicarakan secara lisan, memerlukan waktu yang lebih banyak, sehingga tulisan menjadi lebih efektif.

Tulisan status facebook Bapak Agus Yudiarsana yang saya kutip dan gabungkan menjadi puisi juga mungkin bagi ia sendiri tampak seperti tulisan biasa. Tetapi secara tidak langsung sebenarnya bagi orang yang dipimpinnya, tulisan status-status itu sangat berpengaruh sekali.

Misalnya jika Bapak Agus menulis tentang motivasi untuk membangkitkan semangat, pesannya pasti akan tersampai langsung. Ya paling tidak kepada lingkungan yang dipimpinnya.                 

Sastra dan Pemimpin

Dari banyaknya contoh pemimpin atau orang yang berpengaruh yang melakukan komunikasi dengan cara menulis, baik itu buku atau dengan sesederhana melalui media sosial, dapat saya simpulkan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menulis.  

Seorang pemimpin bisa menulis gagasan-gagasan besarnya atau mungkin bisa menulis pandangan-pandangan terkait isu apa saja untuk sekedar menjadi warisan ke generasi-generasi berikutnya. Tidak harus melalui menerbitkan buku, mungkin dengan melalui media sosial atau media lain yang di era sekarang sudah hampir semua orang memilikinya dan dengan mudah mengaksesnya.

Tulisan dari pemimpin menjadi sangat penting selain bisa dibaca berulang-ulang dan dapat dipikirkan tentang apa maksud dan arti dari tulisannya. Tulisan dari para pemimpin-pemimpin juga bisa dijadikan cambuk dan perisai untuk menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya atau untuk menepis apapun tentang isu yang tidak benar terkait kebijakan-kebijakannya.[T]

Tags: Literasimenulispemimpin
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Wayang Ental, I Gusti Made Darma Putra Raih Gelar Doktor

Next Post

Perjalanan Menuju Candi Tebing Gunung Kawi, Sebuah Pengalaman Waktu dan Ruang yang Liyan

I Gede Teddy Setiadi

I Gede Teddy Setiadi

Lahir di Desa Pedawa. Kini tinggal di Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Perjalanan Menuju Candi Tebing Gunung Kawi, Sebuah Pengalaman Waktu dan Ruang yang Liyan

Perjalanan Menuju Candi Tebing Gunung Kawi, Sebuah Pengalaman Waktu dan Ruang yang Liyan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co