13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diasuh Ninik Tjandri, Arja Remaja Komunitas Napak Tuju, Ubud, Tampil Klasik dan Segar

tatkala by tatkala
November 13, 2022
in Budaya
Diasuh Ninik Tjandri, Arja Remaja Komunitas Napak Tuju, Ubud, Tampil Klasik dan Segar

Komunitas Napak Tuju tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2022

Jangan khawatir arja punah. Lihatlah para remaja dari Komunitas Napak Tuju, Banjar Ubud Kaja, Desa Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar yang mementaskan arja dengan begitu enjoi, klasik sekaligus segar.

Komunitas Napak Tuju tampil di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2022, tepatnya di di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Rabu (22/6/2022) sore. Mereka menampilkan Dramatari Arja Remaja dengan lakon ‘Raksadhanu’.

Meski baru pertama kali tampil di PKB dan sejumlah penar menjadikan pengalaman mendebarkan, namun pementasan mereka mulus, kocak dan disambut hangat para penonton.

Sesungguhnya mereka tak perlu berdebar-debar. Sejak awal mereka sudah menunjukkan pementasan yang menjanjikan, apalagi selama proses latihan mereka mendapat pengasuhan dari maestro tari arja Ni Nyoman Tjandri.

Pementasan yang berlangsung lebih dari 3,5 jam itu pun sukses menyedot animo penonton. Buktinya, penonton betah hingga pertunjukan selesai.

Animo penonton yang antusias menonton arja remaja bahkan tak terbayang oleh Ketua Komunitas Napak Tuju, Gede Agus Krisna Dwipayana. Bahkan dia sempat mengaku gerogi hingga lupa pupuh gara-gara ditonton orang banyak.

“Jujur kami baru pertama kali pentas di PKB. Atas dorongan dan motivasi Ninik Tjandri (panggilan untuk Ni Nyoman Tjandri) sebagai mentor utama kami, masih belum menyangka bisa sampai di tahap ini,” ungkapnya.

Gede Krisna mengungkapkan, Komunitas Napak Tuju yang dibentuk sekitar tahun 2018 tersebut mendapat asuhan penuh dari maestro Ni Nyoman Tjandri dalam mempelajari kesenian dramatari arja.

Berawal dari Gede Krisna dan kawan-kawan memberanikan diri datang ke rumah Ninik Tjandri, kini mereka tergolong sudah mampu memainkan kesenian tersebut. Bahkan setelah berhasil memahami dramatari arja, Komunitas Napak Tuju sempat beberapa kali ngayah ke pura-pura menampilkan kesenian itu.

“Pada pentas di PKB kali ini Ninik Tjandri juga meminjamkan kami beberapa kostum beliau,” terang Gede Krisna.

Dikatakan, untuk tampil di PKB, Komunitas Napak Tuju melibatkan sekitar 15 orang seniman muda dan belasan penabuh yang rentang usianya termuda 18 tahun dan tertua 32 tahun.

Gede Krisna mengakui, dalam sebuah penampilan dramatari arja, mengombinasikan tari, gending, dan kejelian mendengar tabuh menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain.

“Kami latihan di mana saja. Kadang pas ngumpul-ngumpul, kadang di rumah Ninik. Untuk menghafal gending sebenarnya tidak terlalu lama. Tapi proses yang lama itu ketika sudah mulai mengombinasikan tari, gending, dan ketukan tabuh,” ungkapnya.

Adapun penampilan selama 3,5 jam itu menangkat lakon ‘Raksadhanu’ yang menceritakan Raja kerajaan Amerta Pura, Sang Prabu Surya Natha beserta permaisurinya yaitu Diah Kesuma Dewi berkeinginan untuk bersenang–senang menikmati indahnya lautan dengan menaiki perahu. Tiba-tiba datanglah ombak besar yang mengakibatkan perahu mereka karam dan terbelah, sehingga sang permaisuri dan raja hanyut terpisah mengakibatkan raja terdampar di tepi pantai.

Setelah raja sadar, raja berusaha mencari istrinya namun tidak menemukannya. Sehingga sang raja memutuskan untuk mencari orang yang bisa dijadikan penuntun. Sang raja menjelajah ke arah daratan dan mendengar ada sebuah pesraman di tepian danau yang bernama Pesraman Suda Mala milik dari Ki Dukuh Raksadhanu. Di sanalah Sang Prabu Surya Natha meminta petuah dan tuntunan agar segera dapat bertemu dengan istrinya.

Di sisi lain, sang permaisuri yaitu Diah Kesuma Dewi kebingungan mencari keberadaan suaminya. Akhirnya dia memutuskan untuk nyineb wangsa dengan merubah namanya menjadi Ni Sukerti. Dia lalu mencari suaminya sambil mencari pekerjaan agar bisa bertahan hidup.  Kemudian diterimalah dia sebagai pembantu di Kerajaan Kertha Pura.

Di Kerajaan Kertha Pura, berkuasalah seorang raja yang bernama Prabu Praja Dimuka bersama permaisurinya Diah Ratna Puspa. Awalnya Prabu Praja Dimuka menolak Ni Sukerti sebagai pembantu karena takut kesetiaanya tergoda akan kecantikan dari Ni Sukerti. Akhinyra karena Diah Ratna Puspa bersikeras untuk menjadikan Ni Sukerti sebagai pembantu. Sang Prabu Praja Dimuka pun menerima permintaan istrinya tersebut.

Suatu ketika, Ni Sukerti mengantarkan kopi kepada Prabu Praja Dimuka. Karena kecantikan Ni Sukerti tergodalah sang prabu. Akhirnya sang prabu pun menggoda dan merayu Ni Sukerti, namun dilihat oleh Diah Ratna Puspa dan berujung pada pertengkaran dan menyebabkan perginya Diah Ratna Puspa meninggalkan kerajaan. Akhirnya sang raja memutuskan untuk menikahi pembantuya tersebut.

Selanjutnya tanpa sengaja Prabu Surya Natha beserta murid-murid dari ki dukuh sampai di perbatasan Kerajaan Kertha Pura. Terlihat ada persiapan upacara pernikahan yang megah. Didengar pula bahwa kerajaan Kertha Pura akan mencari ilen-ilen atau hiburan untuk memeriahkan acara pernikahan tersebut.  Akhirnya Prabu Surya Natha beserta murid dari Ki Dukuh sepakat untuk ngaturan ayah sebagai ilen-ilen atau hiburan dalam upacara pernikahan sang prabu.

Raja Surya Natha menampilkan pesantian yang menceritakan perjalanannya hanyut di tengah lautan dan terpisah dengan istrinya. Dilihatlah oleh Ni Sukerti selendang pada leher Prabu Surya Natha, akhirnya dihampirilah Prabu Surya Natha dan akhirnya mereka berdua berhasil saling mengingat satu sama lain. Karena sudah berhasil bertemu dengan suaminya Diah Kesuma Dewi membatalkan pernikahan.

Prabu Praja Dimuka marah sehingga mengunus senjata untuk membunuh Prabu Surya Natha. Kemudian dihadang oleh Diah Ratna Puspa dan Ki Dukuh Raksadhanu. Karena terjadi kesalahpahaman, Ki Dukuh Raksadhanu memberikan petuahnya agar keadaan dapat damai kembali, dan disarankanlah mereka melaksanakan asuci laksana atau pembersihan di Danau Kumala Sari. [T][Ado/*]

Tags: arjaPesta Kesenian Bali 2022seni pertunjukan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

I Nyoman Kelub | Seniman Pemeran Punakawan “Togog” dalam Gambuh Batuan

Next Post

Jikunsprain Gelar Konser di Bali Setelah Rilis Single Terbaru “Paroxisma’

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

by tatkala
May 1, 2026
0
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Jikunsprain Gelar Konser di Bali Setelah Rilis Single Terbaru “Paroxisma’

Jikunsprain Gelar Konser di Bali Setelah Rilis Single Terbaru “Paroxisma’

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co