25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Sawan-Buleleng, Gong Dibuat dengan Campuran Timah, Tembaga dan Besi | Harga Lebih Murah

Redaksi Tatkala Buleleng by Redaksi Tatkala Buleleng
June 21, 2022
in Berita
Di Sawan-Buleleng, Gong Dibuat dengan Campuran Timah, Tembaga dan Besi |  Harga Lebih Murah

Made Suwanda, perajin gong di desa Sawan, Buleleng, Bali

Di Desa Sawan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, ada perajin gong dengan bahan berbeda dari kebanyakan gong lainnya. Jika biasanya gong dibuat dari bahan perunggu, barungan gong di Desa Sawan ini terbuat dari tiga bahan campuran logam; timah, tembaga dan besi, Namanya gong tridatu.

Made Suwanda adalah salah satu perajin gong tridatu di Desa Sawan. Ia merintis usaha yang diteruskan dari ayahnya.

Pada tahun 1998, Suwanda memulai usahanya dengan merk “Surya Nada Gong”. Lalu usaha berkembang, tentu saja berkembang tidak semudah yang dibayangkan. Banyak kendala yang dialaminya sampai akhirnya produk gong yang dibuatnya dapat dikenal lebih banyak lagi dan tidak hanya pada lingkup daerah Buleleng saja.

Sebelumnya Suwanda tak menguasai teknik pembuatan gong, namun dengan tekad yang kuat ia membuktikan dalam jangka waktu 4 tahun, tepatnya pada tahun 2002, usaha miliknya berkembang sampai mendapat pelanggan hampir mencakup wilayah seluruh Bali. Ia bahkan kemudian memperkejakan tenaga kerja sejumlah enam orang.

“Usaha yang saya geluti ini membuat produk seluruh jenis gamelan bali seperti angklung, gong kebyar, baleganjur, serta souvenir. Dan kebanyakan pesanan yang saya terima juga dari luar daerah Buleleng membeli bahan yang sudah dibentuk menjadi gong, kemudian pembeli tersebut melanjutkan finishingnya,” ujar Suwanda.

Produk gong tridatu di Desa Sawan Buleleng | Foto: Diskominfo Buleleng

Tentang gong tridatu yang diciptakan itu, Suwanda.mengatakan produk itu  hanya satu-satunya di Bali. Tridatu dalam konteks gong ini merupakan konsep yang memadukan tiga unsur logam yaitu timah, tembaga, dan besi.

Awal mula Suwanda mendapatkan ide untuk berinovasi bermula dari adanya pandemi Covid – 19.  Ia merasakan omset yang turun drastis dikarenakan bahan gong yang pada umumnya perunggu dirasa mahal pada kondisi pandemi.

Maka dari itu, Suwanda menerapkan ide tersebut dengan membuat satu produknya selama 3 bulan serta hasilnyapun hampir sama mulai dari bentukan dan nada yang dikeluarkannya dengan gong yang berbahan perunggu.

“Gong tridatu ini saya ciptakan sebagai alternatif bagi para semeton Bali maupun luar Bali yang ingin memiliki gamelan barung dengan kualitas sama dengan perunggu namun dengan harga lebih murah. Dengan harga pada perunggu di 2,5 juta rupiah perbuahnya sedangkan jika memilih gong berbahan tridatu ini dihargai 1,8 juta rupiah perbuahnya,” ucap Suwanda.

Hujan Air, Hujan Pujian, Hujan Cacian, Gianyar Harusnya Juara | Dari Lomba Baleganjur PKB 2022

Proses pembuatan gong ini hampir sama dengan proses pembuatan gong pada umumnya. Tahapan awalnya, yaitu mulai dari peleburan bahan baku yang menurut pengungkapannya berasal dari Jawa dengan panas mencapai 800◦C. Selanjutnya bahan itu di tuang kedalam cetakan gong dan ditempa atau dipukul terus menerus agar tidak sampai kehitaman.

Langkah berikutnya, bahan itu disepuh dengan air dan langsung ditempa untuk kedua kalinya. Hingga pada proses akhir finishing dengan amplas dan melakukan tes bunyi yang ia lakukan sendiri.

Proses pembuatan gong tridatu di Desa Sawan-Buleleng | Foto: Diskominfo Buleleng

Dalam sehari ia hanya dapat mencetak 2 buah gong saja, dan jika dihitung secara keseluruhan untuk membuat 1 unit gong barung dibutuhkan waktu mencapai 6 bulan lamanya.

“Kalau gong ini dibuat berdasar permintaan karena terkendala dipermodalan. Bayangkan saja, untuk membuat satu set barung gong kebyar berbahan perunggu bisa mencapai 400 juta rupiah, sedangkan yang berbahan tridatu mencapai 230 juta rupiah itupun harus dengan tanda jadi juga, jadi kita tidak bisa sama sekali membuat stok lebih,” tegas Suwanda.

Ia menyampaikan harapannya untuk Pemerintah Kabupaten Buleleng agar selalu mendukung UMKM dari segi permodalan, sarana prasarana, serta pemasarannya. Agar dikemudian hari pengerajin Buleleng ini dapat mampu bersaing di luar Bali bahkan mencapai luar negeri.

Perbekel Desa Sawan Nyoman Wira mengatakan di Desa Sawan ini pengerajin pande gong dan pande besi tersebut sudah sering diberikan pelatihan melalui Kementerian Perindustrian RI dengan perantara kelompok-kelompok binaan yang ada di Desa Sawan. Atas hal itu, banyak pengerajin ini mendapatkan pengetahuan baru mengenai perkembangan teknologi yang dapat mendukung efisiensi dalam menjalankan usaha.

“Kita sedang gencar menawarkan hasil produk dari pengerajin yang kita miliki di desa ini, mulai dari desa-desa lain lingkup Kabupaten Buleleng, bahkan apabila ada yang sedang mencari kebutuhan gong dan perlengkapan olahan pande besi agar dapat berbelanja langsung ke Desa Sawan,” ucapnya.

Produk gong tridatu di Desa Sawan Buleleng | Foto: Diskominfo Buleleng

Wira menjelaskan berbagai upaya yang dilakukannya guna pengerajin dari pande besi dan pande gong ini tetap berlanjut dengan mengikutsertakan anak dari pengerajin itu  dalam pelatihan. Dengan mengikutsertakan kaum milenial harapannya usaha yang dijalani terus berkreatifitas menciptakan produk-produk melalui inovasi baru dan dapat menciptakan sistem kerja yang efisien. Tentunya dibarengi dengan dukungan perkembangan teknologi serta sarana dan prasarana memadai.

Bukan saja melalui pelatihan, dukungan dari pihak desa untuk kemajuan usaha kerajinan ini yaitu melalui dana Bumdes menyiapkan permodalan seperti pembelian mesin, sarana prasana, dan lain-lain. Meskipun dirasa dengan modal yang kecil namun dari pemerintah desa tetap berusaha penuh selalu memberikan dukungan demi keberlangsungan usaha yang merupakan unggulan di daerah ini.

“Kalau penjualan pengerajin sudah memiliki teknik pemasarannya sendiri, serta wilayah yang menjadi target pemasarannya masing-masing. Dan tidak main-main, usaha dari perangkat desa serta segala pihak yang mendukung guna mempublikasikan produk kerajinan ini membuahkan hasil hingga dapat menjual sampai Sumatera, Sulawesi, NTB, dan NTT. Produk yang dipasarkanpun meliputi alat pendukung pertanian, peralatan dapur, instrument gong, dan lain-lain,” jelas Wira. [T][Ado/*]

Menonton Gong Kebyar Kabupaten Gianyar Seperti Perjalanan Denpasar ke Singaraja Via Tegallalang
Tags: bulelengDesa Sawangong kebyarKerajinan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Refresh”, Made Sumadiyasa Berkarya dalam Doa dan Sunyi | Pameran Tunggal di Komaneka Gallery

Next Post

“Ala Pidabdab Ala Kepanggih” dari Gambuh Padangaji, Peringsari, Selat, Karangasem….

Redaksi Tatkala Buleleng

Redaksi Tatkala Buleleng

Related Posts

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

by Jaswanto
October 24, 2026
0
Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

Read moreDetails

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
0
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

Read moreDetails

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
0
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

Read moreDetails

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
0
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

Read moreDetails

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
0
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

Read moreDetails

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
0
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

Read moreDetails

Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

by Nyoman Budarsana
October 19, 2026
0
Tak Sekadar Berlari, Mamaka Fun Run Vol. 3 Bawa Misi Edukasi Kesehatan Mental

KETIKA musik mulai diputar, tangan para peserta terangkat di atas kepala. Mereka bertepuk tangan mengikuti irama lagu “Gemu Fa Mi...

Read moreDetails

Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Dari Rasa ke Kata: Cara Seru Belajar Bahasa Prancis

“J’aime atau je n’aime pas?” PERTANYAAN itu terdengar beberapa kali di LSPR Bali pada Senin, 28 September 2026. Saat itu,...

Read moreDetails

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

by tatkala
October 3, 2026
0
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

Read moreDetails

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

by Jaswanto
October 1, 2026
0
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

Read moreDetails
Next Post
“Ala Pidabdab Ala Kepanggih” dari Gambuh Padangaji, Peringsari, Selat, Karangasem….

"Ala Pidabdab Ala Kepanggih" dari Gambuh Padangaji, Peringsari, Selat, Karangasem….

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co