24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Budaya Konsumsi Babi Guling Masyarakat Bali Era Postmodern dari Perspektif Masyarakat Konsumerisme Jean Baudrillard

I Dewa Gede Yoga by I Dewa Gede Yoga
May 1, 2022
in Esai
Budaya Konsumsi Babi Guling Masyarakat Bali Era Postmodern dari Perspektif Masyarakat Konsumerisme Jean Baudrillard

Foto ilustrasi: Babi Guling | Foto: Dewa Yoga

Akhir-akhir ini sangat mudah ditemui gerai-gerai makanan cepat saji yang disuguhkan untuk menggugah selera masyarakat umum, lebih-lebih untuk memenuhi kepentingan isi perut.  Gerai-gerai yang menjamur belakangan ini di Bali, salah satunya adalah makanan cepat saji babi guling.

Pada masyarakat Hindu Bali, pada umumnya babi guling bukan menjadi persoalan yang tabu. Acapkali babi guling digunakan sebagai sarana pelengkap dalam ritual-ritual tertentu, bahkan kadang penggunan sarana babi guling itu tidak diberlakukan secara sembarangan.

Penggunaan sarana babi guling yang sering kita lihat pada acara dewa yadnya yakni ketika pelaksanaan piodalan di pura, manusa yandya seperti acara nelubulanin, ngotonin, mebayuh dan sejenisnya.

Namun pada masyarakat postmodern saat ini babi guling tidak hanya sebagai sarana pelengkap dalam melaksanakan ritual keagamaan di Bali, tetapi kini esensinya berangsur-angsur menjadi sebuah komoditi yang menjanjikan untuk dinikmati kapan saja, di mana saja.. Lebih-lebih saat ini masyarakat terperangkap dalam jejaring yang dinamakan masyarakat konsumtif.

Meminjam pendapat dari Lull dalam Atmadja (2010:89), bahwa tindakan konsumsi masyarakat saat ini tidak hanya berbentuk riil (kepuasan badaniah) namun juga memiliki esensi lain yakni sebuah legitimasi individu yang bersifat kompleks (gaya hidup glamor).

“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling

Melihat pada kenyataannya masyarakat Bali, khususnya belakangan ini, berada pada fase mengkonsumsi suatu barang bukan melihat dari segi nilai guna, melainkan terletak pada sisi nilai simbol. Artinya kondisi seperti ini menjangkiti masyarakat Bali, bahkan tidak terhindarkan, salah satu penyebabnya adalah berkembangnya agama pasar.

Apa itu agama pasar? Agama pasar ialah sebuah nilai-nilai baru yang dianut oleh masyarakat dengan menonjolkan ideologi kapitalis sebagai ujung tombaknya. Dengan begitu, mengalirnya ideologi kapitalis ke wilayah-wilayah negara berkembang membuat perubahan begitu signifikan terhadap kondisi sosio-kultural masyarakat saat ini.

Merujuk pada pokok pembahasan, mari kita melihat kondisi budaya konsumsi babi guling masyarakat Bali pada era postmodern ini dengan melibatkan pandangan dari Sosiolog Jean Baudrillard. Secara eksplisit saat ini tampak dengan jelas banyak tumbuh gerai-gerai makanan cepat saji yakni babi guling. Eksitensinya pun kini kian menjamur ke pelbagai pelosok daerah di provinsi Bali, sebagai misal di daerah Denpasar terdapat Babi Guling Pan Ana, daerah Gianyar terdapat Pande Egi, di daerah Bangli terdapat Babi Guling Pande, Men Janji di Tabanan, serta masih banyak lagi gerai-gerai yang memasarkan kuliner babi guling.

Dengan menjamurnya gerai-gerai kuliner babi guling tidak dipungkiri juga saat ini peranan media (Handphone) dengan pelbagai fitur di dalamnya memberikan dampak yang begitu luar biasa.

Handphone tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi dan hiburan semata namun peranan Handphone saat ini memiliki peran lain yakni sebagai media konsumerisme atau komersial. Peranan komersial ini dapat dilihat pada unggahan-unggahan di instagram, facebook, twitter yang menawarkan kenikmatan dari hidangan babi guling.

Jadi, hubungan antara media Handphone dengan fitur intagaram, facebook, twitter dan gerai-gerai babi guling itu bersifat komplementer artinya saling memiliki kaitan yang erat serta memiliki keuntungan.

Dengan unggahan-ungghan menjajakan kuliner babi guling masyarakat yang dominan diiasi oleh kawula muda tertarik dan tergugah selera makannya untuk sekadar wisata kuliner pada gerai-gerai yang seblumnnya dijajakan pada intagram, facebook, twitter. Pendek kata, kawula muda berdatangan, lebih-lebih rela hingga antre berjam-jam hanya demi mendapatkan seporsi hidangan babi guling dengan suguhan teh hangat atau es teh.

Ketika makanan dan minuman sudah terhidang pada meja makan, maka kesempatan yang ditunggu-tunggu tiba ialah memfoto dan mengunggahnya ke dalam media sosial masing-masing dengan tujuan sebagai tanda mampu memenuhi kebutuhan yang semata-mata sebagai bentuk gengsi di masyarakat.

Putu Ria Wijayanti | Tentang Kesetiaan pada Babi

Jadi, secara substansi terkait dengan bagaimana budaya konsumsi babi guling masyarakat Bali era postmodern ini termasuk ke dalam era konsumerisme ala Baudrillard. Bagi Baudrillard saat ini masyarakat (Bali) masuk pada era konsumerisme yakni fenomena-fenomena mengkonsumsi suatu barang terjerumus ke dalam budaya konsumtif yakni pemenuhan barang atau apapun itu jenisnya tidak melihat dari segi nilai kegunaannya dan nilai pragmatis, namun dilihat dari nilai simbolnya dengan tujuan untuk legitimasi daya ekonomi individu di masyarakat.

Begitu pula saat ini dengan fenomena individu-individu di masyarakat (Bali) bagaimana masyarakat yang sedang mengkonsumsi babi guling tidak hanya mendapatkan kepuasaan secara badaniah namun juga mendapatkan kepuasaan secara rohani yakni lewat foto-foto maupun video makanan yang disajikan di meja lalu mengunggahnya di media sosial sebagai tanda ataupun simbol diri mampu, mampu dalam arti status sosial di masyarakat.

Daftar Rujukan

  • Atmadja, Nengah Bawa, Atmadja, Anantawikrama Tungga, Maryati, T. (2017). Bali Pulau Banten perspektif sosiologi komodifikasi agama (pertama).
  • Fauzi, A. dkk. (2017). Budaya Nongkrong Anak Muda Di Kafe Tinjauan Gaya Hidup Anak Muda Di Kota Denpasar. Jurnal Ilmu Sosial. 1–15.
  • Ritzer, George dan Goodman, J. D. (2014). Teori Sosiologi Dari Teori Soiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakir Teori Sosial Postmodern (R. I. Muzir (ed.); kesepuluh). Kreasi Wacana.
Tags: babi gulingkonsumerismekulinerkuliner khas bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Uji Keahlian Seni Karawitan Siswa SMKN 5 Denpasar | Bangga, Tantangan pun Terlewati

Next Post

Gerhana Mimpi | Cerpen Luh Putu Anggreny

I Dewa Gede Yoga

I Dewa Gede Yoga

Kelahiran Bangli, alumni jurusan sosiologi Undiksha Singaraja tahun 2022

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Gerhana Mimpi | Cerpen Luh Putu Anggreny

Gerhana Mimpi | Cerpen Luh Putu Anggreny

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co