2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Budaya Konsumsi Babi Guling Masyarakat Bali Era Postmodern dari Perspektif Masyarakat Konsumerisme Jean Baudrillard

I Dewa Gede Yoga by I Dewa Gede Yoga
May 1, 2022
in Esai
Budaya Konsumsi Babi Guling Masyarakat Bali Era Postmodern dari Perspektif Masyarakat Konsumerisme Jean Baudrillard

Foto ilustrasi: Babi Guling | Foto: Dewa Yoga

Akhir-akhir ini sangat mudah ditemui gerai-gerai makanan cepat saji yang disuguhkan untuk menggugah selera masyarakat umum, lebih-lebih untuk memenuhi kepentingan isi perut.  Gerai-gerai yang menjamur belakangan ini di Bali, salah satunya adalah makanan cepat saji babi guling.

Pada masyarakat Hindu Bali, pada umumnya babi guling bukan menjadi persoalan yang tabu. Acapkali babi guling digunakan sebagai sarana pelengkap dalam ritual-ritual tertentu, bahkan kadang penggunan sarana babi guling itu tidak diberlakukan secara sembarangan.

Penggunaan sarana babi guling yang sering kita lihat pada acara dewa yadnya yakni ketika pelaksanaan piodalan di pura, manusa yandya seperti acara nelubulanin, ngotonin, mebayuh dan sejenisnya.

Namun pada masyarakat postmodern saat ini babi guling tidak hanya sebagai sarana pelengkap dalam melaksanakan ritual keagamaan di Bali, tetapi kini esensinya berangsur-angsur menjadi sebuah komoditi yang menjanjikan untuk dinikmati kapan saja, di mana saja.. Lebih-lebih saat ini masyarakat terperangkap dalam jejaring yang dinamakan masyarakat konsumtif.

Meminjam pendapat dari Lull dalam Atmadja (2010:89), bahwa tindakan konsumsi masyarakat saat ini tidak hanya berbentuk riil (kepuasan badaniah) namun juga memiliki esensi lain yakni sebuah legitimasi individu yang bersifat kompleks (gaya hidup glamor).

“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling

Melihat pada kenyataannya masyarakat Bali, khususnya belakangan ini, berada pada fase mengkonsumsi suatu barang bukan melihat dari segi nilai guna, melainkan terletak pada sisi nilai simbol. Artinya kondisi seperti ini menjangkiti masyarakat Bali, bahkan tidak terhindarkan, salah satu penyebabnya adalah berkembangnya agama pasar.

Apa itu agama pasar? Agama pasar ialah sebuah nilai-nilai baru yang dianut oleh masyarakat dengan menonjolkan ideologi kapitalis sebagai ujung tombaknya. Dengan begitu, mengalirnya ideologi kapitalis ke wilayah-wilayah negara berkembang membuat perubahan begitu signifikan terhadap kondisi sosio-kultural masyarakat saat ini.

Merujuk pada pokok pembahasan, mari kita melihat kondisi budaya konsumsi babi guling masyarakat Bali pada era postmodern ini dengan melibatkan pandangan dari Sosiolog Jean Baudrillard. Secara eksplisit saat ini tampak dengan jelas banyak tumbuh gerai-gerai makanan cepat saji yakni babi guling. Eksitensinya pun kini kian menjamur ke pelbagai pelosok daerah di provinsi Bali, sebagai misal di daerah Denpasar terdapat Babi Guling Pan Ana, daerah Gianyar terdapat Pande Egi, di daerah Bangli terdapat Babi Guling Pande, Men Janji di Tabanan, serta masih banyak lagi gerai-gerai yang memasarkan kuliner babi guling.

Dengan menjamurnya gerai-gerai kuliner babi guling tidak dipungkiri juga saat ini peranan media (Handphone) dengan pelbagai fitur di dalamnya memberikan dampak yang begitu luar biasa.

Handphone tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi dan hiburan semata namun peranan Handphone saat ini memiliki peran lain yakni sebagai media konsumerisme atau komersial. Peranan komersial ini dapat dilihat pada unggahan-unggahan di instagram, facebook, twitter yang menawarkan kenikmatan dari hidangan babi guling.

Jadi, hubungan antara media Handphone dengan fitur intagaram, facebook, twitter dan gerai-gerai babi guling itu bersifat komplementer artinya saling memiliki kaitan yang erat serta memiliki keuntungan.

Dengan unggahan-ungghan menjajakan kuliner babi guling masyarakat yang dominan diiasi oleh kawula muda tertarik dan tergugah selera makannya untuk sekadar wisata kuliner pada gerai-gerai yang seblumnnya dijajakan pada intagram, facebook, twitter. Pendek kata, kawula muda berdatangan, lebih-lebih rela hingga antre berjam-jam hanya demi mendapatkan seporsi hidangan babi guling dengan suguhan teh hangat atau es teh.

Ketika makanan dan minuman sudah terhidang pada meja makan, maka kesempatan yang ditunggu-tunggu tiba ialah memfoto dan mengunggahnya ke dalam media sosial masing-masing dengan tujuan sebagai tanda mampu memenuhi kebutuhan yang semata-mata sebagai bentuk gengsi di masyarakat.

Putu Ria Wijayanti | Tentang Kesetiaan pada Babi

Jadi, secara substansi terkait dengan bagaimana budaya konsumsi babi guling masyarakat Bali era postmodern ini termasuk ke dalam era konsumerisme ala Baudrillard. Bagi Baudrillard saat ini masyarakat (Bali) masuk pada era konsumerisme yakni fenomena-fenomena mengkonsumsi suatu barang terjerumus ke dalam budaya konsumtif yakni pemenuhan barang atau apapun itu jenisnya tidak melihat dari segi nilai kegunaannya dan nilai pragmatis, namun dilihat dari nilai simbolnya dengan tujuan untuk legitimasi daya ekonomi individu di masyarakat.

Begitu pula saat ini dengan fenomena individu-individu di masyarakat (Bali) bagaimana masyarakat yang sedang mengkonsumsi babi guling tidak hanya mendapatkan kepuasaan secara badaniah namun juga mendapatkan kepuasaan secara rohani yakni lewat foto-foto maupun video makanan yang disajikan di meja lalu mengunggahnya di media sosial sebagai tanda ataupun simbol diri mampu, mampu dalam arti status sosial di masyarakat.

Daftar Rujukan

  • Atmadja, Nengah Bawa, Atmadja, Anantawikrama Tungga, Maryati, T. (2017). Bali Pulau Banten perspektif sosiologi komodifikasi agama (pertama).
  • Fauzi, A. dkk. (2017). Budaya Nongkrong Anak Muda Di Kafe Tinjauan Gaya Hidup Anak Muda Di Kota Denpasar. Jurnal Ilmu Sosial. 1–15.
  • Ritzer, George dan Goodman, J. D. (2014). Teori Sosiologi Dari Teori Soiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakir Teori Sosial Postmodern (R. I. Muzir (ed.); kesepuluh). Kreasi Wacana.
Tags: babi gulingkonsumerismekulinerkuliner khas bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Uji Keahlian Seni Karawitan Siswa SMKN 5 Denpasar | Bangga, Tantangan pun Terlewati

Next Post

Gerhana Mimpi | Cerpen Luh Putu Anggreny

I Dewa Gede Yoga

I Dewa Gede Yoga

Kelahiran Bangli, alumni jurusan sosiologi Undiksha Singaraja tahun 2022

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Gerhana Mimpi | Cerpen Luh Putu Anggreny

Gerhana Mimpi | Cerpen Luh Putu Anggreny

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co