25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Budaya Konsumsi Babi Guling Masyarakat Bali Era Postmodern dari Perspektif Masyarakat Konsumerisme Jean Baudrillard

I Dewa Gede Yoga by I Dewa Gede Yoga
May 1, 2022
in Esai
Budaya Konsumsi Babi Guling Masyarakat Bali Era Postmodern dari Perspektif Masyarakat Konsumerisme Jean Baudrillard

Foto ilustrasi: Babi Guling | Foto: Dewa Yoga

Akhir-akhir ini sangat mudah ditemui gerai-gerai makanan cepat saji yang disuguhkan untuk menggugah selera masyarakat umum, lebih-lebih untuk memenuhi kepentingan isi perut.  Gerai-gerai yang menjamur belakangan ini di Bali, salah satunya adalah makanan cepat saji babi guling.

Pada masyarakat Hindu Bali, pada umumnya babi guling bukan menjadi persoalan yang tabu. Acapkali babi guling digunakan sebagai sarana pelengkap dalam ritual-ritual tertentu, bahkan kadang penggunan sarana babi guling itu tidak diberlakukan secara sembarangan.

Penggunaan sarana babi guling yang sering kita lihat pada acara dewa yadnya yakni ketika pelaksanaan piodalan di pura, manusa yandya seperti acara nelubulanin, ngotonin, mebayuh dan sejenisnya.

Namun pada masyarakat postmodern saat ini babi guling tidak hanya sebagai sarana pelengkap dalam melaksanakan ritual keagamaan di Bali, tetapi kini esensinya berangsur-angsur menjadi sebuah komoditi yang menjanjikan untuk dinikmati kapan saja, di mana saja.. Lebih-lebih saat ini masyarakat terperangkap dalam jejaring yang dinamakan masyarakat konsumtif.

Meminjam pendapat dari Lull dalam Atmadja (2010:89), bahwa tindakan konsumsi masyarakat saat ini tidak hanya berbentuk riil (kepuasan badaniah) namun juga memiliki esensi lain yakni sebuah legitimasi individu yang bersifat kompleks (gaya hidup glamor).

“Urutan Galungan” Juga Layak Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Seperti Babi Guling

Melihat pada kenyataannya masyarakat Bali, khususnya belakangan ini, berada pada fase mengkonsumsi suatu barang bukan melihat dari segi nilai guna, melainkan terletak pada sisi nilai simbol. Artinya kondisi seperti ini menjangkiti masyarakat Bali, bahkan tidak terhindarkan, salah satu penyebabnya adalah berkembangnya agama pasar.

Apa itu agama pasar? Agama pasar ialah sebuah nilai-nilai baru yang dianut oleh masyarakat dengan menonjolkan ideologi kapitalis sebagai ujung tombaknya. Dengan begitu, mengalirnya ideologi kapitalis ke wilayah-wilayah negara berkembang membuat perubahan begitu signifikan terhadap kondisi sosio-kultural masyarakat saat ini.

Merujuk pada pokok pembahasan, mari kita melihat kondisi budaya konsumsi babi guling masyarakat Bali pada era postmodern ini dengan melibatkan pandangan dari Sosiolog Jean Baudrillard. Secara eksplisit saat ini tampak dengan jelas banyak tumbuh gerai-gerai makanan cepat saji yakni babi guling. Eksitensinya pun kini kian menjamur ke pelbagai pelosok daerah di provinsi Bali, sebagai misal di daerah Denpasar terdapat Babi Guling Pan Ana, daerah Gianyar terdapat Pande Egi, di daerah Bangli terdapat Babi Guling Pande, Men Janji di Tabanan, serta masih banyak lagi gerai-gerai yang memasarkan kuliner babi guling.

Dengan menjamurnya gerai-gerai kuliner babi guling tidak dipungkiri juga saat ini peranan media (Handphone) dengan pelbagai fitur di dalamnya memberikan dampak yang begitu luar biasa.

Handphone tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi dan hiburan semata namun peranan Handphone saat ini memiliki peran lain yakni sebagai media konsumerisme atau komersial. Peranan komersial ini dapat dilihat pada unggahan-unggahan di instagram, facebook, twitter yang menawarkan kenikmatan dari hidangan babi guling.

Jadi, hubungan antara media Handphone dengan fitur intagaram, facebook, twitter dan gerai-gerai babi guling itu bersifat komplementer artinya saling memiliki kaitan yang erat serta memiliki keuntungan.

Dengan unggahan-ungghan menjajakan kuliner babi guling masyarakat yang dominan diiasi oleh kawula muda tertarik dan tergugah selera makannya untuk sekadar wisata kuliner pada gerai-gerai yang seblumnnya dijajakan pada intagram, facebook, twitter. Pendek kata, kawula muda berdatangan, lebih-lebih rela hingga antre berjam-jam hanya demi mendapatkan seporsi hidangan babi guling dengan suguhan teh hangat atau es teh.

Ketika makanan dan minuman sudah terhidang pada meja makan, maka kesempatan yang ditunggu-tunggu tiba ialah memfoto dan mengunggahnya ke dalam media sosial masing-masing dengan tujuan sebagai tanda mampu memenuhi kebutuhan yang semata-mata sebagai bentuk gengsi di masyarakat.

Putu Ria Wijayanti | Tentang Kesetiaan pada Babi

Jadi, secara substansi terkait dengan bagaimana budaya konsumsi babi guling masyarakat Bali era postmodern ini termasuk ke dalam era konsumerisme ala Baudrillard. Bagi Baudrillard saat ini masyarakat (Bali) masuk pada era konsumerisme yakni fenomena-fenomena mengkonsumsi suatu barang terjerumus ke dalam budaya konsumtif yakni pemenuhan barang atau apapun itu jenisnya tidak melihat dari segi nilai kegunaannya dan nilai pragmatis, namun dilihat dari nilai simbolnya dengan tujuan untuk legitimasi daya ekonomi individu di masyarakat.

Begitu pula saat ini dengan fenomena individu-individu di masyarakat (Bali) bagaimana masyarakat yang sedang mengkonsumsi babi guling tidak hanya mendapatkan kepuasaan secara badaniah namun juga mendapatkan kepuasaan secara rohani yakni lewat foto-foto maupun video makanan yang disajikan di meja lalu mengunggahnya di media sosial sebagai tanda ataupun simbol diri mampu, mampu dalam arti status sosial di masyarakat.

Daftar Rujukan

  • Atmadja, Nengah Bawa, Atmadja, Anantawikrama Tungga, Maryati, T. (2017). Bali Pulau Banten perspektif sosiologi komodifikasi agama (pertama).
  • Fauzi, A. dkk. (2017). Budaya Nongkrong Anak Muda Di Kafe Tinjauan Gaya Hidup Anak Muda Di Kota Denpasar. Jurnal Ilmu Sosial. 1–15.
  • Ritzer, George dan Goodman, J. D. (2014). Teori Sosiologi Dari Teori Soiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakir Teori Sosial Postmodern (R. I. Muzir (ed.); kesepuluh). Kreasi Wacana.
Tags: babi gulingkonsumerismekulinerkuliner khas bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Uji Keahlian Seni Karawitan Siswa SMKN 5 Denpasar | Bangga, Tantangan pun Terlewati

Next Post

Gerhana Mimpi | Cerpen Luh Putu Anggreny

I Dewa Gede Yoga

I Dewa Gede Yoga

Kelahiran Bangli, alumni jurusan sosiologi Undiksha Singaraja tahun 2022

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Gerhana Mimpi | Cerpen Luh Putu Anggreny

Gerhana Mimpi | Cerpen Luh Putu Anggreny

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co