3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gejolak Kenangan Pentas Teater “Rai Srimben” | Catatan Sutradara SMPN 1 Gerokgak

Leti Raisma by Leti Raisma
April 7, 2022
in Esai
Gejolak Kenangan Pentas Teater “Rai Srimben” | Catatan Sutradara SMPN 1 Gerokgak

Penampilan Teater SMPN 1 Gerokgak di Taman Bung Karno, Buleleng

Lima hari berturut-turut saya datang ke RTH Bung Karno, Sukasada. Ada magnet tersendiri yang membuat saya selalu bahagia untuk hadir menyaksikan 14 pementasan teater dari berbagai sekolah dalam Lomba Teater “Kemuliaan Ibu Nyoman Rai Srimben” untuk SMP se-Buleleng, 25-28 Maret 2022.

Banyak catatan yang sudah saya kumpulkan dalam ingatan. Banyak pula gejolak kenangan yang kembali saya rasakan selama menonton lomba teater yang mengangkat naskah berjudul “Kemuliaan Ibu Nyoman Rai Srimben” karya Kadek Sonia Piscayanti.

Catatan saya dimulai sejak saya mendapat mandat menjadi sutradara Teater Celebung, SMP Negeri 1 Gerokgak. Nervous? Tentu.

Ini adalah pertama kalinya saya berhadapan dengan pementasan teater lagi setelah resmi diwisuda menjadi sarjana di Undiksha tahun 2016. Terlebih bahwa sekolah saya merupakan satu-satunya sekolah yang mewakili Kecamatan Gerokgak dalam  lomba teater tingkat SMP se-Kabupaten Buleleng itu.

Peraturan Pentas Adalah Tantangan | Catatan Sutradara Teater Rai Srimben SMPN 4 Singaraja

Kami mulai berproses dari bulan Januari dengan membentuk tim. Lalu melakukan casting beberapa siswa yang berminat ikut lomba. Ternyata banyak siswa yang antusias walau masih nampak guratan rasa malu pada raut wajah mereka saat kami minta untuk reading dialog dan berakting beberapa adegan.

Hari pertama untuk kriteria tokoh utama seperti Rai Srimben, Raden Sukemi, Kaler dan Latri sudah bisa terpenuhi. Namun ada satu tokoh yang sangat sulit saya temui.

Dapat ditebak. Ialah sosok Pekak Mangku. Memiliki karakter penyayang, tegas, pintar, serta gersture-gesture khas seorang tetua laki-laki Bali sangat sulit saya dapatkan dari anak-anak SMP yang rata-rata masih berusia 14-15 tahun.

Alhasil saya sampai tiga kali mengganti tokoh kakek Nyoman Rai Srimben ini. Ada yang keberatan karena dialog Pekak Mangku terlalu banyak dan panjang, ada juga yang masih malu berperan sebagai orang tua. Namun saya bersama pembina lainnya tidak menyerah. Kami casting beberapa siswa lagi, akhirnya kami temukan sosok siswa yang mau belajar dan dilatih.

Chemistry antar pemain tumbuh seiring tahap demi tahap kami latihan. Namun, di tengah menggebunya semangat kami berproses, kami harus off latihan beberapa minggu karena khasus Covid-19 kembali naik.

Pentas Teater Nyoman Rai Srimben oleh Teater SMPN 1 Gerokgak di RTH Bung Karno

Saya kembali takut. Takut jika siswa lupa dengan dialog-dialog yang sudah dihafal. Takut jika naskah yang saya bagikan terbengkalai karena siswa terlena dengan pembelajaran daring. Namun, mampaknya itu hanya kecemasan saya yang berlebihan. Terbukti saat pembelajaran bisa dilaksanakan lagi di sekolah, para aktor kami kembali beradu akting dengan kemajuan di luar dugaan saya.

Mendekati jadwal pentas, persiapan kami semakin matang. Termasuk transportasi. Mengingat jarak sekolah  kami yang jauh dari tempat pementasan. Gerokgak-Singaraja berjarak sekitar 45KM dengan waktu tempuh 1 jam perjalanan. Mengingat lagi, anak-anak yang mabuk saat perjalanan. Hal ini harus kami siasati dengan berangkat jauh lebih awal agar siswa dapat istirahat sebelum tampil.

Sekali lagi, semangat kami telah mengalahkan segalanya. Jumat 25 Maret 2022, sebagai salah satu peserta yang tampil di hari pertama, kami telah tunjukkan penampilan maksimal versi kami.

Baiklah, seperti yang saya sampaikan di awal tulisan ini, bahwa selain catatan-catatan pementasan, event lomba ini juga membawa saya kembali bergejolak dengan kenangan-kenangan yang saya miliki terkait naskah pementasan ini. Terlebih ketika malam puncak. Malam yang saya tunggu-tunggu ialah pementasan dari Komunitas Mahima.

Semakin malam, semakin ramai. Ribuan penonton riuh menyaksikan betapa romantisnya kisah cinta Ibunda Soekarno yang dipentaskan oleh Komunitas Mahima. Jika boleh saya mengutip dialog Raden Sukemi, “Perasaan saya seperti terombang ambing oleh rasa yang halus”. Itulah yang saya rasakan, sama persis.

Pak Koster, Teater dan Pendidikan Karakter di RTH Taman Bung Karno

Ingatan saya kembali ke tahun 2016 silam. Ya, tepat enam tahun yang lalu saya sendiri juga merupakan pemain dalam pementasan naskah “Kisah Cinta Nyoman Rai Srimben dengan Raden Sukemi” oleh Komunitas Mahima berkolaborasi dengan teater Bale Agung.

Kami pentas di Museum Soekarno, Blitar, Jawa Timur. Peran saya saat itu sebagai warga Bale Agung yang bertugas untuk “nunas tirta” saat Raden Sukemi berkunjung ke rumah Pekak Mangku. Saya sebagai tokoh yang turut menjadi saksi saat benih cinta mulai tumbuh antara Raden Sukemi dengan Nyoman Rai Srimben pada pandangan pertama.

Pementasan Komunitas Mahima kali ini membuat saya terkesima mengikuti alur. Adegan demi adegan. Babak demi babak. Hati saya bergejolak. Rasanya saya seperti ikut tampil di atas panggung. Rasanya sebentar lagi adalah adegan saya, sebentar lagi saya akan muncul berdialog untuk “nunas tirta” ke Pura Desa.

Ibu, Canang dan Sekolah | Catatan Lomba Teater Rai Srimben di Singaraja

Begitu hebatnya ingatan membawa saya mengoyak kenangan. Tak terasa satu jam pementasan Komunitas Mahima berlangsung, saya masih kuat berdiri di tengah riuh penonton.

Catatan saya selanjutnya ialah menempatkan semua proses ini dalam ingatan. Event ini memberikan pengalaman yang luar biasa. Saya yakin semua anggota team yang saya ajak berproses tentu juga memiliki catatan tersendiri dalam ingatan mereka. Rasa takut, gemetar, semangat, antusias, bahagia, canda tawa, latihan puluhan kali, pentas di atas panggung, hingga kembali pulang larut malam, ke ujung barat Buleleng.

Kelak, pengalaman luar biasa ini akan mereka rindukan. Semua proses ini akan mereka bingkai dalam bentuk “kenangan”.[T]

Tags: Bung KarnoKomunitas MahimaLomba Teater Kisah Ibunda Bung KarnoSMPN 1 GerokgakTaman Bung Karno BulelengTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerpen “Sumur” Eka Kurniawan: Soal Alam dan Hari Ini

Next Post

Apel Krida, Apel Bahagia Bupati Agus Suradnyana Jelang Akhir Masa Jabatan

Leti Raisma

Leti Raisma

Pernah bergiat di Komunitas Mahima. Kini menjadi guru di SMPN 1 Gerokgak sekaligus menjadi sutradara teater di sekolah itu

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Apel Krida, Apel Bahagia Bupati Agus Suradnyana Jelang Akhir Masa Jabatan

Apel Krida, Apel Bahagia Bupati Agus Suradnyana Jelang Akhir Masa Jabatan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co