2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mobil Kembar Toyota dan Daihatsu, Sebuah Studi Kolaborasi

Gede Subianta Eka Kresnawan by Gede Subianta Eka Kresnawan
March 4, 2022
in Esai
Mobil Kembar Toyota dan Daihatsu, Sebuah Studi Kolaborasi

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa Toyota dan Daihatsu kok bisa-bisanya buat mobil yang serupa tapi tak sama. Harusnya mereka ini berkompetisi bisnisnya. Ini kok malah berkolaborasi dengan kompetitor.

Kolaborasi ini pun tak main-main. Tercatat sudah ada 5 jenis mobil yang diproduksi oleh ADM (Astra Daihatsu Motor) dan kelima-limanya laku keras di pasaran Indonesia. Nothing to worry. Daihatsu profit, Toyota pun profit. Berdua sama-sama bertumbuh. Kenapa? Mari kita simak bersama.

  • Sejarah Kolaborasi

Pertama-tama yang harus disadari bahwa ternyata saham Daihatsu per tahun 1998 itu sudah dikuasai 51% oleh Toyota Motor Group. Kenapa Toyota ingin menguasai majority saham Daihatsu? Karena Toyota ingin membuat berkurangnya persaingan industri mobil. Daihatsu memang dikenal memiliki keunggulan untuk penjualan di negara-negara berkembang, dari Indonesia, Malaysia, sampai Afrika. Mobil Daihatsu yang harganya lebih terjangkau daripada Toyota banyak peminatnya di negara-negara tersebut. Ceruk pasar ini yang ingin dicicipi pula oleh Toyota.

Daripada mengembangkan mobil baru dengan harga terjangkau yang tentunya butuh waktu perancangan, riset, pengujian, dan lainnya yang akan sangat banyak memakan waktu dan biaya. Maka jalan pintas ditempuh oleh Toyota adalah menguasai saham Daihatsu, kemudian meminta Daihatsu untuk memproduksi mobil bersama-sama antara Toyota dan Daihatsu.

Maka sejak saat itulah, Daihatsu mulai berhenti bersaing dengan Toyota. Sebagai keluarga besar Toyota Group, mereka sekarang tinggal fokus memperlebar pasar dan bersaing dengan brand-brand lainnya, seperti Honda, Mitsubishi, Nissan, dan lainnya.

  • Berbagi Pasar

Karena sudah dalam satu induk perusahaan Toyota Group, maka Toyota dan Daihatsu pun membagi pasarnya agar bisa memimpin persaingan yang ada. Daihatsu difokuskan oleh garap mobil yang identik dengan harga murah dan merakyat. Sangat cocok di negara-negara berkembang yang pasar menengah ke bawahnya sangat besar. Sedangkan Toyota tetap bermain di kelas medioker, menengah ke atas. Selain itu juga, Toyota juga punya brand Lexus yang hanya bertarung untuk kelas premium.

Jadi secara garis besar, Toyota Group ingin menguasai persaingan industri mobil secara menyeluruh. Ini akan memberatkan kompetitor lainnya untuk bertarung langsung dengan Toyota Group karena mereka sekarang memiliki resources yang kuat. Hal ini tentunya berpengaruh sangat besar pada struktur biaya produksinya yang menjadi lebih murah dan pertarungan di pasar pun jadi lebih leluasa sehingga margin profitnya bisa makin lebar.

Cakep kan kalo bisa begini. Hal yang diidam-idamkan oleh semua pebisnis ketika cost of production bisa rendah dan pada saat yang bersamaan, sales juga meningkat. Cuannya jadi lebar sehingga plot biaya untuk riset, marketing, distribusi dan lainnya bisa dieksekusi lebih masif lagi. Mantaapppp..

  • Perbedaan Fitur

Walau produksi yang dilakukan dalam 1 pabrik, namun Toyota dan Daihatsu tetap mengusung hal yang berbeda yang menjadi ciri khas mereka. Hasil produksinya beti alias beda tipis, serupa tapi tak sama. Teknologi yang diusung dari masing-masing brand ini pun berbeda.

Daihatsu difokuskan pada pengembangan teknologi yang irit bahan bakar sehingga customernya bisa lebih hemat dalam membeli bensin. Persis dengan karakter target marketnya yang menengah ke bawah. Tentu ini menjadi fitur unggulan yang dinanti-nanti.

Sementara itu Toyota, lebih mengedepankan mobil yang lebih ramah lingkungan dan mengedepankan kenyamanan penggunanya. Fiturnya setingkat lebih berkelas dari Daihatsu.

Singkatnya, kalau mau nyaman saat berkendara, belilah Toyota. Tapi kalo duitmu terbatas tapi butuh mobil, maka beli saja Daihastu. Tapi kalau mau yang mewah, ya beli Lexus.

Ketiga brand ini membawa gengsi yang berbeda sesuai dengan profil customernya. Tentu hal ini sudah dipetakan baik oleh Toyota Group dengan serangkaian riset hingga ke tahap eksekusinya.

Ternyata begini konsep bisnis yang dimainkan oleh Toyota Group untuk pasar Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Tak heran pula jika melihat data penjualan yang dilansir oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) yang menunjukkan bahwa kedua brand Toyota dan Daihatsu ini menguasai 51% market share penjualan mobil di Indonesia. Pencapaian ini konsisten terjadi dari tahun 2011 hingga kini.

  • Saatnya Berkolaborasi

Kolaborasi ini mengingatkan saya pada pertemuan dengan Alex Chandra, founder BPR Lestari bersama kawan-kawan HIPMI Buleleng beberapa saat yang lalu. Ia menyatakan pula bahwa saat ini BPR Lestari terus melakukan kolaborasi dengan BPR-BPR lainnya di seluruh Indonesia.

Rangkaian penandatangan Memorandum of Understanding terus dilakukan oleh Alex Chandra. Tentu kerjasama ini sifatnya simbiosis mutualisme. Everybody is happy. Ada klausul tertentu yang membuat kerjasamanya menjadi menarik bagi kedua belah pihak.

BACA JUGA:

  • Nama Supermarket Mirip Nama Koperasi, Apa Ada Pengaruhnya Terhadap Pelanggan?
  • Ilmu Bisnis Ada di Mana-mana, Jika Hanya Rebahan Tak Bakal Ketemu
  • “Bertumbuh atau Mati”, Pesan Singkat Penuh Makna untuk Pengusaha

Buat saya, sungguh menarik melihat dunia bisnis sekarang. Sudah saatnya melakukan kolaborasi demi kolaborasi dalam rangka menjaga pasar yang ada. Daripada berkompetisi sengit, gontok-gontokan yang berakhir dengan win or lose, maka arah bisnis mendatang lebih ke arah bagaimana bisa you win and I win. Sebuah paradigma bisnis yang menarik untuk dicermati.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita semua agar bisa menjadi pelaku utama dalam industri masing-masing. Jangan ragu untuk berkolaborasi ketika itu yang terbaik untuk kemajuan bisnis anda.

Akhir kata, ijinkan saya mengutip sebuah quote sebagai penutup tulisan ini.

“Datang bersama adalah awal,
tetap bersama adalah kemajuan,
dan bekerja bersama adalah kesuksesan”
– Henry Ford –

Tags: bisnisEkonomi dan Bisnisotomotif
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Politik Ogoh-ogoh, Ogoh-ogoh Politik

Next Post

Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Gede Subianta Eka Kresnawan

Gede Subianta Eka Kresnawan

Pegiat kewirausahaan

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co