24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mobil Kembar Toyota dan Daihatsu, Sebuah Studi Kolaborasi

Gede Subianta Eka Kresnawan by Gede Subianta Eka Kresnawan
March 4, 2022
in Esai
Mobil Kembar Toyota dan Daihatsu, Sebuah Studi Kolaborasi

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa Toyota dan Daihatsu kok bisa-bisanya buat mobil yang serupa tapi tak sama. Harusnya mereka ini berkompetisi bisnisnya. Ini kok malah berkolaborasi dengan kompetitor.

Kolaborasi ini pun tak main-main. Tercatat sudah ada 5 jenis mobil yang diproduksi oleh ADM (Astra Daihatsu Motor) dan kelima-limanya laku keras di pasaran Indonesia. Nothing to worry. Daihatsu profit, Toyota pun profit. Berdua sama-sama bertumbuh. Kenapa? Mari kita simak bersama.

  • Sejarah Kolaborasi

Pertama-tama yang harus disadari bahwa ternyata saham Daihatsu per tahun 1998 itu sudah dikuasai 51% oleh Toyota Motor Group. Kenapa Toyota ingin menguasai majority saham Daihatsu? Karena Toyota ingin membuat berkurangnya persaingan industri mobil. Daihatsu memang dikenal memiliki keunggulan untuk penjualan di negara-negara berkembang, dari Indonesia, Malaysia, sampai Afrika. Mobil Daihatsu yang harganya lebih terjangkau daripada Toyota banyak peminatnya di negara-negara tersebut. Ceruk pasar ini yang ingin dicicipi pula oleh Toyota.

Daripada mengembangkan mobil baru dengan harga terjangkau yang tentunya butuh waktu perancangan, riset, pengujian, dan lainnya yang akan sangat banyak memakan waktu dan biaya. Maka jalan pintas ditempuh oleh Toyota adalah menguasai saham Daihatsu, kemudian meminta Daihatsu untuk memproduksi mobil bersama-sama antara Toyota dan Daihatsu.

Maka sejak saat itulah, Daihatsu mulai berhenti bersaing dengan Toyota. Sebagai keluarga besar Toyota Group, mereka sekarang tinggal fokus memperlebar pasar dan bersaing dengan brand-brand lainnya, seperti Honda, Mitsubishi, Nissan, dan lainnya.

  • Berbagi Pasar

Karena sudah dalam satu induk perusahaan Toyota Group, maka Toyota dan Daihatsu pun membagi pasarnya agar bisa memimpin persaingan yang ada. Daihatsu difokuskan oleh garap mobil yang identik dengan harga murah dan merakyat. Sangat cocok di negara-negara berkembang yang pasar menengah ke bawahnya sangat besar. Sedangkan Toyota tetap bermain di kelas medioker, menengah ke atas. Selain itu juga, Toyota juga punya brand Lexus yang hanya bertarung untuk kelas premium.

Jadi secara garis besar, Toyota Group ingin menguasai persaingan industri mobil secara menyeluruh. Ini akan memberatkan kompetitor lainnya untuk bertarung langsung dengan Toyota Group karena mereka sekarang memiliki resources yang kuat. Hal ini tentunya berpengaruh sangat besar pada struktur biaya produksinya yang menjadi lebih murah dan pertarungan di pasar pun jadi lebih leluasa sehingga margin profitnya bisa makin lebar.

Cakep kan kalo bisa begini. Hal yang diidam-idamkan oleh semua pebisnis ketika cost of production bisa rendah dan pada saat yang bersamaan, sales juga meningkat. Cuannya jadi lebar sehingga plot biaya untuk riset, marketing, distribusi dan lainnya bisa dieksekusi lebih masif lagi. Mantaapppp..

  • Perbedaan Fitur

Walau produksi yang dilakukan dalam 1 pabrik, namun Toyota dan Daihatsu tetap mengusung hal yang berbeda yang menjadi ciri khas mereka. Hasil produksinya beti alias beda tipis, serupa tapi tak sama. Teknologi yang diusung dari masing-masing brand ini pun berbeda.

Daihatsu difokuskan pada pengembangan teknologi yang irit bahan bakar sehingga customernya bisa lebih hemat dalam membeli bensin. Persis dengan karakter target marketnya yang menengah ke bawah. Tentu ini menjadi fitur unggulan yang dinanti-nanti.

Sementara itu Toyota, lebih mengedepankan mobil yang lebih ramah lingkungan dan mengedepankan kenyamanan penggunanya. Fiturnya setingkat lebih berkelas dari Daihatsu.

Singkatnya, kalau mau nyaman saat berkendara, belilah Toyota. Tapi kalo duitmu terbatas tapi butuh mobil, maka beli saja Daihastu. Tapi kalau mau yang mewah, ya beli Lexus.

Ketiga brand ini membawa gengsi yang berbeda sesuai dengan profil customernya. Tentu hal ini sudah dipetakan baik oleh Toyota Group dengan serangkaian riset hingga ke tahap eksekusinya.

Ternyata begini konsep bisnis yang dimainkan oleh Toyota Group untuk pasar Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Tak heran pula jika melihat data penjualan yang dilansir oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) yang menunjukkan bahwa kedua brand Toyota dan Daihatsu ini menguasai 51% market share penjualan mobil di Indonesia. Pencapaian ini konsisten terjadi dari tahun 2011 hingga kini.

  • Saatnya Berkolaborasi

Kolaborasi ini mengingatkan saya pada pertemuan dengan Alex Chandra, founder BPR Lestari bersama kawan-kawan HIPMI Buleleng beberapa saat yang lalu. Ia menyatakan pula bahwa saat ini BPR Lestari terus melakukan kolaborasi dengan BPR-BPR lainnya di seluruh Indonesia.

Rangkaian penandatangan Memorandum of Understanding terus dilakukan oleh Alex Chandra. Tentu kerjasama ini sifatnya simbiosis mutualisme. Everybody is happy. Ada klausul tertentu yang membuat kerjasamanya menjadi menarik bagi kedua belah pihak.

BACA JUGA:

  • Nama Supermarket Mirip Nama Koperasi, Apa Ada Pengaruhnya Terhadap Pelanggan?
  • Ilmu Bisnis Ada di Mana-mana, Jika Hanya Rebahan Tak Bakal Ketemu
  • “Bertumbuh atau Mati”, Pesan Singkat Penuh Makna untuk Pengusaha

Buat saya, sungguh menarik melihat dunia bisnis sekarang. Sudah saatnya melakukan kolaborasi demi kolaborasi dalam rangka menjaga pasar yang ada. Daripada berkompetisi sengit, gontok-gontokan yang berakhir dengan win or lose, maka arah bisnis mendatang lebih ke arah bagaimana bisa you win and I win. Sebuah paradigma bisnis yang menarik untuk dicermati.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita semua agar bisa menjadi pelaku utama dalam industri masing-masing. Jangan ragu untuk berkolaborasi ketika itu yang terbaik untuk kemajuan bisnis anda.

Akhir kata, ijinkan saya mengutip sebuah quote sebagai penutup tulisan ini.

“Datang bersama adalah awal,
tetap bersama adalah kemajuan,
dan bekerja bersama adalah kesuksesan”
– Henry Ford –

Tags: bisnisEkonomi dan Bisnisotomotif
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Politik Ogoh-ogoh, Ogoh-ogoh Politik

Next Post

Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Gede Subianta Eka Kresnawan

Gede Subianta Eka Kresnawan

Pegiat kewirausahaan

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co