14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mobil Kembar Toyota dan Daihatsu, Sebuah Studi Kolaborasi

Gede Subianta Eka Kresnawan by Gede Subianta Eka Kresnawan
March 4, 2022
in Esai
Mobil Kembar Toyota dan Daihatsu, Sebuah Studi Kolaborasi

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa Toyota dan Daihatsu kok bisa-bisanya buat mobil yang serupa tapi tak sama. Harusnya mereka ini berkompetisi bisnisnya. Ini kok malah berkolaborasi dengan kompetitor.

Kolaborasi ini pun tak main-main. Tercatat sudah ada 5 jenis mobil yang diproduksi oleh ADM (Astra Daihatsu Motor) dan kelima-limanya laku keras di pasaran Indonesia. Nothing to worry. Daihatsu profit, Toyota pun profit. Berdua sama-sama bertumbuh. Kenapa? Mari kita simak bersama.

  • Sejarah Kolaborasi

Pertama-tama yang harus disadari bahwa ternyata saham Daihatsu per tahun 1998 itu sudah dikuasai 51% oleh Toyota Motor Group. Kenapa Toyota ingin menguasai majority saham Daihatsu? Karena Toyota ingin membuat berkurangnya persaingan industri mobil. Daihatsu memang dikenal memiliki keunggulan untuk penjualan di negara-negara berkembang, dari Indonesia, Malaysia, sampai Afrika. Mobil Daihatsu yang harganya lebih terjangkau daripada Toyota banyak peminatnya di negara-negara tersebut. Ceruk pasar ini yang ingin dicicipi pula oleh Toyota.

Daripada mengembangkan mobil baru dengan harga terjangkau yang tentunya butuh waktu perancangan, riset, pengujian, dan lainnya yang akan sangat banyak memakan waktu dan biaya. Maka jalan pintas ditempuh oleh Toyota adalah menguasai saham Daihatsu, kemudian meminta Daihatsu untuk memproduksi mobil bersama-sama antara Toyota dan Daihatsu.

Maka sejak saat itulah, Daihatsu mulai berhenti bersaing dengan Toyota. Sebagai keluarga besar Toyota Group, mereka sekarang tinggal fokus memperlebar pasar dan bersaing dengan brand-brand lainnya, seperti Honda, Mitsubishi, Nissan, dan lainnya.

  • Berbagi Pasar

Karena sudah dalam satu induk perusahaan Toyota Group, maka Toyota dan Daihatsu pun membagi pasarnya agar bisa memimpin persaingan yang ada. Daihatsu difokuskan oleh garap mobil yang identik dengan harga murah dan merakyat. Sangat cocok di negara-negara berkembang yang pasar menengah ke bawahnya sangat besar. Sedangkan Toyota tetap bermain di kelas medioker, menengah ke atas. Selain itu juga, Toyota juga punya brand Lexus yang hanya bertarung untuk kelas premium.

Jadi secara garis besar, Toyota Group ingin menguasai persaingan industri mobil secara menyeluruh. Ini akan memberatkan kompetitor lainnya untuk bertarung langsung dengan Toyota Group karena mereka sekarang memiliki resources yang kuat. Hal ini tentunya berpengaruh sangat besar pada struktur biaya produksinya yang menjadi lebih murah dan pertarungan di pasar pun jadi lebih leluasa sehingga margin profitnya bisa makin lebar.

Cakep kan kalo bisa begini. Hal yang diidam-idamkan oleh semua pebisnis ketika cost of production bisa rendah dan pada saat yang bersamaan, sales juga meningkat. Cuannya jadi lebar sehingga plot biaya untuk riset, marketing, distribusi dan lainnya bisa dieksekusi lebih masif lagi. Mantaapppp..

  • Perbedaan Fitur

Walau produksi yang dilakukan dalam 1 pabrik, namun Toyota dan Daihatsu tetap mengusung hal yang berbeda yang menjadi ciri khas mereka. Hasil produksinya beti alias beda tipis, serupa tapi tak sama. Teknologi yang diusung dari masing-masing brand ini pun berbeda.

Daihatsu difokuskan pada pengembangan teknologi yang irit bahan bakar sehingga customernya bisa lebih hemat dalam membeli bensin. Persis dengan karakter target marketnya yang menengah ke bawah. Tentu ini menjadi fitur unggulan yang dinanti-nanti.

Sementara itu Toyota, lebih mengedepankan mobil yang lebih ramah lingkungan dan mengedepankan kenyamanan penggunanya. Fiturnya setingkat lebih berkelas dari Daihatsu.

Singkatnya, kalau mau nyaman saat berkendara, belilah Toyota. Tapi kalo duitmu terbatas tapi butuh mobil, maka beli saja Daihastu. Tapi kalau mau yang mewah, ya beli Lexus.

Ketiga brand ini membawa gengsi yang berbeda sesuai dengan profil customernya. Tentu hal ini sudah dipetakan baik oleh Toyota Group dengan serangkaian riset hingga ke tahap eksekusinya.

Ternyata begini konsep bisnis yang dimainkan oleh Toyota Group untuk pasar Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Tak heran pula jika melihat data penjualan yang dilansir oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) yang menunjukkan bahwa kedua brand Toyota dan Daihatsu ini menguasai 51% market share penjualan mobil di Indonesia. Pencapaian ini konsisten terjadi dari tahun 2011 hingga kini.

  • Saatnya Berkolaborasi

Kolaborasi ini mengingatkan saya pada pertemuan dengan Alex Chandra, founder BPR Lestari bersama kawan-kawan HIPMI Buleleng beberapa saat yang lalu. Ia menyatakan pula bahwa saat ini BPR Lestari terus melakukan kolaborasi dengan BPR-BPR lainnya di seluruh Indonesia.

Rangkaian penandatangan Memorandum of Understanding terus dilakukan oleh Alex Chandra. Tentu kerjasama ini sifatnya simbiosis mutualisme. Everybody is happy. Ada klausul tertentu yang membuat kerjasamanya menjadi menarik bagi kedua belah pihak.

BACA JUGA:

  • Nama Supermarket Mirip Nama Koperasi, Apa Ada Pengaruhnya Terhadap Pelanggan?
  • Ilmu Bisnis Ada di Mana-mana, Jika Hanya Rebahan Tak Bakal Ketemu
  • “Bertumbuh atau Mati”, Pesan Singkat Penuh Makna untuk Pengusaha

Buat saya, sungguh menarik melihat dunia bisnis sekarang. Sudah saatnya melakukan kolaborasi demi kolaborasi dalam rangka menjaga pasar yang ada. Daripada berkompetisi sengit, gontok-gontokan yang berakhir dengan win or lose, maka arah bisnis mendatang lebih ke arah bagaimana bisa you win and I win. Sebuah paradigma bisnis yang menarik untuk dicermati.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita semua agar bisa menjadi pelaku utama dalam industri masing-masing. Jangan ragu untuk berkolaborasi ketika itu yang terbaik untuk kemajuan bisnis anda.

Akhir kata, ijinkan saya mengutip sebuah quote sebagai penutup tulisan ini.

“Datang bersama adalah awal,
tetap bersama adalah kemajuan,
dan bekerja bersama adalah kesuksesan”
– Henry Ford –

Tags: bisnisEkonomi dan Bisnisotomotif
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Politik Ogoh-ogoh, Ogoh-ogoh Politik

Next Post

Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Gede Subianta Eka Kresnawan

Gede Subianta Eka Kresnawan

Pegiat kewirausahaan

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Puisi-puisi Mas Ruscitadewi | Hari Itu Kau Habiskan Cerita

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co